BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2. Pembahasan
5.2.2. Pengetahuan Responden
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan terjadi setelah penginderaan manusia terhadap suatu objek. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui penglihatan dan pendengaran. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang.24 pengetahuan pada penelitian ini adalah responden mampu mengetahui tentang stroke seperti definisi stroke, gejala, faktor resiko, dan pertanyaan lain seputar penyakit stroke.
5.2.2.1. Tingkat Pengetahuan Responden tentang Stroke
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tingkat pengetahuan responden tentang stroke masih banyak yang kategori rendah yaitu 46 orang (46%), dan kategori cukup sebanyak 38 orang (38%). Sedangkan yang memiliki pengetahuan baik hanya 16 orang (16%).
Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jakarta9 memperoleh hasil bahwa tingkat pengetahuan masyarakat yang terbanyak adalah kategori cukup yaitu 44,7%. Hal ini disebabkan masih lemahnya kegiatan promosi kesehatan di Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Utara.30
5.2.2.2. Jawaban Responden pada Tiap Item Pertanyaan
Pada pertanyaan tentang sumber informasi mengenai stroke, dari 100 orang responden, 55 orang (55%) menjawab mendapatkan informasi mengenai stroke melalui media elektronik. Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat khususnya di bidang elektronik. Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak lepas dari peran serta internet. Keberadaan internet memungkinkan pengguna memperoleh berbagai informasi.31
Pada pertanyaan tentang definisi stroke, responden menjawab bahwa stroke terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak dan tersumbatnya pembuluh darah di otak, dengan frekuensi masing-masing jawaban yaitu sebanyak 49 orang (49%) . Hasil ini berbeda dari penelitian sebelumnya,9 yang mendapatkan bahwa sebagian besar responden menjawab bahwa stroke terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah di otak (70,3%).9 Stroke merupakan gangguan fungsi otak fokal
(atau global)11 yang dapat disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah (hemoragik) atau tersumbatnya pembuluh darah (iskemik).18
Pada pertanyaan tentang gejala stroke, dari 100 orang responden, paling banyak mengetahui gejala stroke berupa mulut mencong yaitu sebanyak 87 orang (87%). Dari hasil pengisian kuisioner, dapat dilihat bahwa hanya sedikit responden yang mengetahui bahwa penglihatan tiba-tiba menjadi buram juga merupakan gejala stroke yaitu sebanyak 14 orang (14%). Penelitian serupa sebelumnya9 mendapatkan bahwa sebagian besar responden menjawab kelemahan sesisi sebagai gejala stroke.9 Kedua hasil ini sesuai dengan teori dari AHA bahwa gejala umum yang terjadi pada stroke adalah kelemahan secara tiba-tiba pada muka, lengan atau tungkai, dan sering terjadi pada salah satu sisi bagian tubuh.20
Pada pertanyaan mengenai faktor risiko stroke, dari 100 orang responden, paling banyak responden menjawab hipertensi sebagai faktor risiko stroke. Hasil yang sama juga didapatkan pada penelitian serupa sebelumnya.9 Menurut AHA, sebagian besar orang yang terkena stroke untuk pertama kalinya, juga memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi.32 Dalam penelitian ini, dapat dilihat bahwa hanya sedikit responden yang mengetahui diabetes mellitus, riwayat penyakit jantung, dan merokok juga merupakan faktor risiko stroke. Dalam penelitian tentang tingkat pengetahuan diabetes mellitus yang dilakukan di Semarang, dari 53 orang masih ada 11 orang dengan tingkat pengetahuan kurang dan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan sedang. Masyarakat banyak yang belum mengetahui bahwa Diabetes Mellitus yang kronis dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke, jantung, gagal ginjal dan kerusakan sistem syaraf.38 Terjadi peningkatan risiko stroke sebanyak 1,5 kali setiap penambahan 10 batang rokok per hari.11
Pada pertanyaan tentang komplikasi stroke, dari 100 orang responden, jawaban terbanyak tentang komplikasi stroke adalah kelumpuhan yaitu 79%.
AHA menyebutkan bahwa stroke menjadi penyebab kecacatan jangka panjang yang serius.33 Dari hasil penelitian ini, juga diketahui bahwa sedikit sekali responden yang mengetahui gangguan BAB/BAK juga merupakan komplikasi stroke yaitu sebanyak 15 orang (15%).. Dalam penelitian sebelumnya oleh Hartati,
menyebutkan bahwa dari hasil pengukuran dengan Barthel Index menunjukkan bahwa sebagian besar pasien pasca stroke menunjukkan imobilisasi dengan tingkat ketergantungan sedang.34
Pada pertanyaan tentang pencegahan stroke, paling banyak responden menjawab cara mencegah stroke adalah dengan rajin berolahraga yaitu sebanyak 72%. Hasil dari penelitian sebelumnya oleh Zulfa9 juga menunjukkan hasil yang sama, bahwa responden mengetahui bahwa olahraga dapat mencegah seseorang dari terkena serangan stroke. Dalam penelitiannya di Columbia, Lee dkk menyimpulkan bahwa seseorang dengan aktivitas fisik sedang dan tinggi memiliki resiko lebih rendah terserang stroke hemoragik dan iskemik dibandingkan seseorang dengan aktivitas fisik rendah.35 Selain dari mengurangi risiko terserang stroke, olahraga juga dapat mengurangi stress.38
Pada pertanyaan tentang durasi waktu minimal yang diperlukan untuk olahraga yang efektif paling banyak responden menjawab 30 menit yaitu sebanyak 44%. Hasil ini serupa dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jakarta. Dikutip dari American College of Sport Medicine (ACSM), durasi olahraga yang efektif, minimal 20-30 menit dengan intensitas olahraga 5 hari dalam seminggu untuk olahraga intensitas sedang, dan 3 hari dalam seminggu untuk olahraga intensitas berat.36 Dari hasil studi meta-analisis, diperoleh hasil untuk cohort study bahwa orang dengan aktivitas tinggi memiliki risiko 25% lebih rendah untuk terserang stroke dibandingkan orang dengan aktivitas rendah. Untuk studi case control, didapatkan hasil bahwa orang dengan aktivitas tinggi memiliki risiko 64% lebih rendah untuk terserang stroke dibandingkan orang dengan aktivitas rendah.35
Pada pertanyaan tentang usia dimana risiko stroke meningkat, 40%
responden menjawab pada usia 50 tahun. Pada penelitian sebelumnya di Jakarta9, responden sebagian besar menjawab risiko stroke meningkat pada usia 40 tahun.
Hal ini mungkin disebabkan tingkat gaya hidup tidak sehat pada masyarakat di Jakarta lebih tinggi dibanding di kota Medan, sehingga stroke juga dapat menyerang seseorang dengan usia yang lebih muda. Dari penelitian Ghani dkk,
terlihat bahwa semakin meningkat usia, maka prevalensi stroke semakin meningkat.37
Pada pertanyaan tentang tekanan darah yang menyebabkan stroke, sebanyak 93% responden menjawab tekanan darah tinggi. Hasil yang sama juga didapati dari penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Zulfa.9 Tekanan darah yang tinggi merusak arteri di seluruh tubuh, menyebabkan kondisi dimana pembuluh darah pecah atau lebih mudah mengalami penyumbatan. Melemahnya pembuluh darah arteri di otak oleh karena hipertensi membawa seseorang untuk lebih berisiko terserang stroke.32 Dalam penelitiannya, Ghani dkk mendapatkan hasil bahwa hipertensi berisiko stroke 5,48 kali dibanding yang tidak hipertensi.37
Pada pertanyaan tentang upaya pencegahan sekunder yang dilakukan, 75%
responden menjawab dengan rajin kontrol ke dokter. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jakarta, mendapatkan hasil bahwa responden paling banyak mengetahui bahwa mengendalikan faktor risiko adalah cara agar tidak terkena stroke untuk kedua kalinya. Memeriksakan diri ke dokter merupakan salah satu upaya untuk mengetahui kondisi medis umum seseorang. Dengan rajin kontrol ke dokter, kita dapat mengetahui faktor risiko apa saja yang kita miliki untuk mendapat serangan stroke berulang. Melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala sangatlah penting dan dapat menghindarkan seseorang dari penyakit diabetes mellitus. Berhenti dari kebiasaan merokok dapat menurunkan risiko terjadinya DM.38
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Karakteristik responden di Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari Lingkungan XIV Tahun 2016, kelompok usia terbanyak adalah 19-29 tahun (60%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (51%), tingkat pendidikan terakhir yang terbanyak adalah SMA/sederajat (72%), dan sebagian besar responden belum bekerja (40%), diikuti ibu rumah tangga (21%), dan wiraswasta (20%).
2. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai stroke paling banyak berada pada kategori rendah.
3. Sebagian besar responden menjawab:
- Media elektronik sebagai sumber informasi stroke.
- Gejala stroke berupa mulut mencong.
- Faktor risiko stroke yaitu hipertensi.
- Komplikasi stroke yaitu kelumpuhan.
- Upaya pencegahan stroke yaitu dengan rajin berolahraga.
6.2. Saran
1. Perlu adanya sosialisasi/penyuluhan kepada masyarakat luas terkait tentang penyakit stroke sehingga masyarakat mampu memahami secara baik dan rinci tentang penyakit stroke dan bisa menerapkan apa yang diketahuinya sehingga diharapkan dapat menurunkan insidensi stroke di kemudian hari.
2. Masyarakat diharapkan lebih meningkatkan rasa keingintahuan tentang informasi – informasi seputar kesehatan khususnya stroke dan diharapkan lebih tanggap apabila menemukan seseorang dengan gejala stroke.
DAFTAR PUSTAKA
1. Goldszmidt JA, Louis CR. Stroke Essensial. Second Edition. United Kingom : Jones and Bartlett Publisher; 2010.
2. American Hearth Association. Heart Disease and Stroke Statistics—2015
Update. Diakses pada tanggal 06 April 2016
.http://circ.ahajournals.org/content/131/4/e29.full.
3. Dinata CA, Safrita Y, Sastri S. Gambaran Faktor Risiko dan Tipe Stroke pada Pasien Rawat Inap di Bagian Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Solok Selatan Periode 1 Januari 2010 - 31 Juni 2012. Jurnal Kesehatan Andalas. 2013; 2(2):
57-61.
4. Kementerian Kesehatan RI. Pusat Data dan Informasi. Situasi Kesehatan Jantung. Jakarta Selatan: Kementerian Kesehatan RI; 2014.
5. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Guideline Stroke Tahun 2011.
Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI); 2011.
6. Wardhani, Novida R, Santi M. Faktor yang Berhubungan dengan Pegetahuan tentang Stroke pada Pekerja Institusi Pendidikan Tinggi. Jurnal Berkala Epidemiologi. Januari 2014; 2(1)1:13-23.
7. Stroebele N, Riemenschneider FM, Nolte CH, Nordhorn JM, Bockelbrink A, Willich SN. Knowledge of risk factor, and warning signs of stroke: a systematic review from a gender perspective. International Journal of Stroke.
World Stroke Organization. Februari 2011; 6: 60-66.
8. Notoatmodjo S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
9. Zulfa R. Hubungan Tingkat Faktor Resiko dengan Pengetahuan Stroke pada Kelompok Usia Di Atas 35 tahun di RW 09 Kelurahan Cirendeu Kecamatan Ciputat Timur tahun 2012. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; 2012.
10. Caplan LR. Stroke. Accessible Publishing System, PTY, Ltd; 2008.
11. Sjahrir H. Stroke Iskemik. Medan: Yandira Agung; 2003.
12. Dewanto G, Wita SJ, Budi R, dan Yuda T. Panduan Praktis Diagnosis & Tata Laksana Penyakit Saraf. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009.
13. Wahyu GG. Stroke Hanya Menyerang Orang Tua?. Yogyakarta: Bentang Pustaka; 2009.
14. Pinzon R, Asanti L. AWAS STROKE! Pengertian, Gejala, Tindakan, Perawatan dan Pencegahan. Yogyakarta: Penerbit ANDI; 2010.
15. Martin J. Hypertension Guidelines: Revisting The JNC 7 Recommendations.
The Journal of Lancaster General Hospital. 2008; 3(3):91-97. 15
16. National Institutes of Health. National Cholesterol Education Program Expert Panel on Detection, Evaluation, and High Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatmen Panel III). National Institute of Health; 2001. Diunduh dari http://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/guidelines/atp3xsum.pdf [diakses tanggal 30 April 2016].
17. National Institute of Neurological Disorder and Stroke. Stroke Information
Page. Diakses pada tanggal 13 mei 2016.
http://www.ninds.nih.gov/disorders/stroke/stroke.htm.
18. Wilkinson I, Lennox G. Essential Neurology Fourth Edition. USA: Blackwell Publishing Ltd; 2005.
19. American Stroke Association. Ischemic Strokes (clots). Diakses pada tanggal
14 mei 2016.
http://www.strokeassociation.org/STROKEORG/AboutStroke/TypesofStroke/I
schemicClots/Ischemic-Strokes-Clots_UCM_310939_Article.jsp#.VzbpUiE6fK8.
20. American stroke association. Stroke warning sign and symptom. Diakses pada
13 mei 2016
http://www.strokeassociation.org/STROKEORG/WarningSigns/Stroke-Warning- Signs-and-Symptoms_UCM_308528_SubHomePage.jsp.
21. Stroke Center. Warning Sign. Diakses pada 13 mei 2016 http://www.strokecenter.org/patients/about-stroke/warning-signs-of-stroke/..
22. Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI). Sekilas Tentang Stroke.
http://www.yastroki.or.id/read.php?id=340
23. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Mengenal Gejala dan Kiat Mencegah Stroke. Diunduh pada tanggal 14 mei 2016.
http://www.yastroki.or.id/file/strokemengenal.pdf.
24. Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010
25. Sastroasmoro S, Ismael S. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi Kelima. Jakarta: Sagung Seto; 2014.
26. Sevilla CG, Ochave JA, Punsalan TG, Regala BP, dan Uriarte GG. Research Methods. Revised Edition. Quezon City: Rex Printing Company; 2007.
27. Ariola MM. Principle and Methods of Research. Manila: Rex Book Store;
2006.
28. Widyatun TR. Ilmu Perilaku. Jakarta: Sagung Seto; 2004
29. Mukhlis A. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Tingkat Pendidikan Masyarakat di Desa Dieng Wetan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo.
Semarang: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang; 2011
30. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2014.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara: Medan; 2014.
31. Fisdhana FD. Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar Mahasiswa PPKn FIS UNNES. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang;
2011.
33. American Heart Association. Impact of Stroke (Stroke Statistic). diakses pada
4 Desember 2016.
http://www.strokeassociation.org/STROKEORG/AboutStroke/Impact-of-Stroke-Stroke-statistics_UCM_310728_Article.jsp#.WEO7Y8k2Tvs
34. Hartati J. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Caregiver dalam Merawat Penderita Paska Stroke di Rumah Tahun 2012. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah; 2013.
35. Lee CD. Folsom AR, Blair SN. Physical Activity and Stroke Risk: A Meta-Analysis. Epidemiology and Biostatistic. University of South Carolina Columbia. Januari 2003; 34(10): 2475-2481
36. American College of Sport Medicine. ACSM Issues New Recommendations on Quantity and Quality of Exercise. Diakses pada 6 Desember 2016.
http://www.acsm.org/about-acsm/media-room/news-releases/2011/08/01/acsm-issues-new-recommendations-on-quantity-and-quality-of-exercise
37. Ghani L, Mihardja LK, Delima. Faktor Risiko Dominan Penderita Stroke di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan. Maret 2016; 44(1): 49-58
38. Hairi LM, Apriatmoko R, Sari LN. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan tentang Diabetes Mellitus dengan Gaya Hidup Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Semarang: STIKES Ngudi Waluyo Ungaran; 2013.
Lampiran 1
CURRICULUM VITAE
Nama : Rizky Ayuni
Tempat dan Tanggal Lahir : Kisaran, 29 September 1995
Agama : Islam
Alamat : Jl. Setia budi, Tanjung Sari pasar 1, gg. Anyelir 11 Nomor Telepon : 082141709940
Nama Orang Tua : Riswansyah
Riwayat Pendidikan :
1. Sekolah Dasar Negeri No. 017107 Kisaran 2001-2007 2. Sekolah Menengah Pertama Negeri 6 Kisaran 2007-2010 3. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kisaran 2010-2013 4. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara 2013-sekarang Riwayat Organisasi :
1. Anggota Divisi Dana dan Usaha Tim Bantuan Medis FK USU 2014-2015 2. Koordinator Seksi Konsumsi TBM Camp XIII 2015
LAMPIRAN 2 LEMBAR PENJELASAN
Assalamu’alaikum Wr.Wb/Salam Sejahtera Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) tingkat akhir yang sedang melaksanakan penelitian sebagai syarat untuk menyelesaikan program pendidikan sebagai Sarjana Kedokteran (S.Ked).
Nama : Rizky Ayuni NIM : 130100215
Judul Penelitian : Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Stroke pada Masyarakat Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari, Tahun 2016.
Stroke merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kerusakan otak yang disebabkan oleh kelainan suplai darah ke bagian otak tertentu (Caplan, 2008). Jumlah penderita penyakit stroke di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan diperkirakan sebanyak 2.137.941 orang (Riskesdas, 2013).
Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang di mana semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang akan dapat mempengaruhi pola pikir dan sikap terhadap sesuatu. Hal ini akan mempengaruhi perubahan perilaku (Notoatmodjo, 2003).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai stroke.
Bapak/Ibu/Sdra/Sdri akan diminta mengisi data mengenai:
a. Data demografi seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan pendidikan terakhir.
b. Pertanyaan seputar stroke yang berjumlah 13 pertanyaan.
Dengan kerendahan hati, saya mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Sdra/i untuk dapat meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner yang telah disediakan.
Jawaban yang diberikan sangat berguna dalam kelangsungan penelitian ini, untuk itu diharapkan agar responden menjawab dengan sebenar-benarnya.
Kerahasiaan jawaban dan identitas responden akan dijaga dan hanya diketahui oleh peneliti. Keikutsertaan Bapak/Ibu/Sdra/i dalam penelitian ini bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Bila Bapak/Ibu/Sdra/i membutuhkan penjelasan, maka dapat menghubungi saya:
Nama : Rizky Ayuni
Alamat : Jalan Setia Budi Pasar 1 gg. Anyelir 11 No. HP : 082141709940
Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini, diharapkan Bapak/Ibu/Sdra/i bersedia mengisi responden lembar persetujuan yang telah disiapkan.
Demikianlah lembar penjelasan ini saya sampaikan. Atas partisipasi dan kesediaannya, saya ucapkan terima kasih.
Medan, 2016 Peneliti,
Rizky Ayuni
LAMPIRAN 3
LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN (INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Umur :
Jenis kelamin :
Alamat :
Pekerjaan :
Pendidikan Terakhir :
Setelah mendapat penjelasan dari peneliti tentang penelitian ―Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Stroke pada Masyarakat Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari, Lingkungan XIV Tahun 2016‖, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan bersedia ikut serta dalam penelitian tersebut.
Demikianlah surat pernyataan ini, untuk dapat dipergunakan seperlunya.
Medan, 2016 Responden,
( )
LAMPIRAN 4
KUESIONER PENGETAHUAN STROKE 1. Dari manakah Anda mendapatkan sumber informasi tentang stroke?
a. Media cetak (Koran, majalah, dll)
b. Media elektronik (TV, radio, dan internet) c. Teman, saudara
d. Lainnya. Sebutkan __________
(tidak di scoring)
2. Apakah yang Anda ketahui tentang stroke yang terjadi di otak? (jawaban bisa lebih dari satu)
a. Pecahnya pembuluh darah di otak b. Tersumbatnya pembuluh darah di otak c. Terjadinya gangguan fungsi otak d. Lainnya
e. Tidak tahu
Jawaban benar: a, b, c
Skor untuk responden jika menjawab a = 1
b = 1 c = 1 e = 0
3. Apakah yang Anda ketahui tentang gejala stroke? (jawaban bisa lebih dari satu) a. Kelemahan sesisi
b. mulut mencong c. bicara menjadi pelo
d. penglihatan tiba-tiba menjadi buram e. lainnya
f. tidak tahu
jawaban benar: a, b, c, d
skor untuk responden jika menjawab 1-2 = 1
3-4 = 2
4. Apakah yang anda ketahui mengenai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya stroke….(jawaban bisa lebih dari satu)
a. Hipertensi/tekanan darah tinggi b. Diabetes mellitus/kencing manis c. Riwayat pernah terkena stroke d. Riwayat penyakit jantung e. Merokok
f. Kadar kolestrol tinggi g. Lainnya
h. Tidak tahu
Jawaban benar : a,b,c,d,e,f
Skor untuk responden jika menjawab : 1 – 2 = 1
c. Kesulitan atau ketidakmampuan untuk berbicara d. Gangguan BAB/ BAK
e. lainnya f. tidak tahu
jawaban benar : a,b,c,d
Skor untuk responden jika menjawab : 1 – 2 = 1
3 – 4 = 2
6. Apa yang Anda ketahui tentang cara agar tidak terkena stroke…(jawaban bisa lebih dari satu)
a. Tidak merokok
b. Tidak makan makanan berlemak/ fast food c. Kendalikan hipertensi
d. Kendalikan DM (kencing manis) e. Rajin berolahraga
f. Lainnya g. Tidak tahu
Jawaban benar : a,b,c,d,e
Skor untuk responden jika menjawab :
Skor untuk responden jika menjawab : a dan e = 0
b = 2
c = 1
8. Pada usia berapa risiko orang terkena stroke mulai meningkat?
a. 35 tahun
Skor untuk responden menjawab :
a = 1
b,c,d,e = 0
9. Tekanan darah bagaimana yang dapat menyebabkan stroke?
a. Tinggi
Skor untuk responden menjawab :
a = 1
b,c,d = 0
10. Apa yang dapat dilakukan agar tidak terkena stroke untuk yang kedua kalinya?
(jawaban bisa lebih dari satu) a. Mengendalikan faktor risiko b. Rajin mengontrol ke dokter
c. Melakukan rehabilitasi pasca stroke d. Lainnya
e. Tidak tahu
Jawaban benar : a,b,c
Skor untuk responden jika menjawab :
a = 1
b = 1
c = 1
e = 0
Total maksimum : 15
Pengetahuan baik : jumlah ≥ 80% nilai total maksimum (≥ 12) Pengetahuan cukup : jumlah 60 – 80% nilai total maksimum (9 – 11) Pengetahuan rendah : jumlah < 60% nilai total maksimum (≤8)
DATA INDUK UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS
resp P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 PTOTAL
1 teman, saudara benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 b b a benar 1 14
2 media elektronik benar 3 benar >2 benar 2-4 benar 2-4 benar 2-4 b c a benar 2 22
3 teman, saudara benar 1 benar 2 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a c a benar 1 15
4 media elektronik benar 2 benar >2 benar >4 benar 2-4 benar 2-4 c c a benar 3 24
5 media elektronik benar 2 benar 2 benar 1-2 benar 2-4 benar 2-4 b c a benar 3 20
6 media cetak benar 2 benar >2 benar 1-2 benar 2-4 benar 2-4 b b a benar 2 18
7 media elektronik benar 1 benar >2 benar 2-4 benar 1-2 benar 2-4 b c a benar 2 19
8 media elektronik benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a c a benar 1 13
9 media cetak benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a b a benar 2 12
10 teman, saudara tidak ada benar benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 tidak ada tidak ada a tidak ada 24 11 media elektronik benar 2 benar >2 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a c a benar 2 17 12 media elektronik benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 2-4 benar 2-4 b tidak ada a benar 2 18
13 teman, saudara benar 2 benar 1 benar 2-4 benar 1-2 benar 1-2 c c a benar 2 19
14 media cetak benar 2 benar >2 benar >4 benar 2-4 benar >4 a b a benar 2 20 15 teman, saudara tidak ada benar benar 2 benar 2-4 benar 1-2 benar 2-4 c tidak ada tidak ada benar 3 28 16 media cetak benar 2 benar >2 benar >4 benar 2-4 benar >4 a b a benar 3 21 17 media elektronik benar 2 benar >2 benar 1-2 benar 2-4 benar 2-4 b b a benar 2 19 18 media elektronik benar 3 benar >2 benar 2-4 benar 2-4 benar 2-4 c c a benar 2 23
19 media cetak benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a a a benar 1 10
20 media cetak benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 b b a benar 1 12
21 media elektronik benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a c a benar 1 13
22 teman, saudara benar 1 benar 2 benar 2-4 benar 1-2 benar 1-2 a b a benar 2 16
23 media elektronik benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 b c a benar 2 15
24 Lainnya benar 1 benar 2 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 b a a benar 2 16
27 media elektronik benar 3 benar >2 benar 2-4 benar 2-4 benar 2-4 b c a benar 2 22 28 media elektronik benar 1 benar 2 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a c a benar 1 14 29 teman, saudara benar 2 benar >2 benar >4 benar 2-4 benar 2-4 c c a benar 3 25 30 media elektronik benar 2 benar 2 benar 1-2 benar 2-4 benar 2-4 b c a benar 3 20
31 media cetak benar 2 benar >2 benar 1-2 benar 2-4 benar 2-4 b b a benar 2 18
p32 media elektronik benar 1 benar >2 benar 2-4 benar 1-2 benar 2-4 b c a benar 2 19 33 media elektronik benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a c a benar 1 13 34 media elektronik benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a b a benar 2 13 35 teman, saudara tidak ada benar benar 1 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 tidak ada tidak ada a tidak ada 24 36 media elektronik benar 2 benar >2 benar 1-2 benar 1-2 benar 1-2 a c a benar 2 17 37 media elektronik benar 1 benar 1 benar 1-2 benar 2-4 benar 2-4 b tidak ada a benar 2 18
38 teman, saudara benar 2 benar 1 benar 2-4 benar 1-2 benar 1-2 c c a benar 2 19
39 media elektronik benar 2 benar >2 benar >4 benar 2-4 benar >4 a b a benar 2 21 40 teman, saudarra tidak ada benar benar 2 benar 2-4 benar 1-2 benar 2-4 c tidak ada tidak ada benar 3 28
Validitas
p9
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
RELIABILITAS
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
KODE NAMA U KU JK PK PK2 PT PT2 TP
44 SDY 20 19-29 perempuan mahasiswi mhssw/i SMA tidak kuliah cukup
89 SS 34 30-39 perempuan irt irt SMP tidak kuliah rendah 90 AD 25 19-29 laki-laki karyawan karyawan/i S1 kuliah cukup 91 HND 37 30-39 laki-laki wiraswasta wiraswasta SMA tidak kuliah rendah 92 RMT 51 >50 laki-laki nazir mesjid lainnya SMA tidak kuliah baik
93 ISMN 48 40-49 perempuan irt irt SD tidak kuliah rendah
94 RW 54 >50 perempuan irt irt SMP tidak kuliah rendah
95 SR 22 19-29 laki-laki mahasiswa mhssw/i SMA tidak kuliah rendah
95 SR 22 19-29 laki-laki mahasiswa mhssw/i SMA tidak kuliah rendah