• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1.3. Penggunaan Dana BOS

Penggunaan dana BOS untuk masing-masing wilayah pembangunan pada jenjang SD dapat dilihat pada tabele berikut.

Tabel 4.4. Jumlah dana BOS SD Yang Diterima dan Yang Digunakan WP Jumlah Yang Diterima (Rp) Jumlah Yang Digunakan (Rp.) Persentase 1 2.714.110.000 2.365.420.754 87,15 2 4.081.740.000 3.750.931.880 91,89 3 4.085.840.000 4.604.360.000 100,13

33

4 3.215.150.800 2.889.951.112 89,88

5 2.852.465.000 2.717.399.281 95,26

6 3.383.641.000 2.785.940.415 82,34

Jlh 20.332.946.800 19.114.003.442 Rata-rata=94,00 Berdasarkan data sampel SD, jumlah dana BOS yang diterima SD untuk triwulan 1-3 tahun 2012 adalah sebesar Rp. 20.1-31-32.946.800; sementara jumlah dana yang telah digunakan adalah sebesar Rp. 19.114.003.442 (94%). Namun demikian, di wilayah pembangunan IV ada 7 dari 16 SD yang telah menggunakan dana BOS melebihi dana yang telah diterima.

Tabel 4.5. Jumlah dana BOS SMP Yang Diterima dan Yang Digunakan

No. Jumlah Yang Diterima (Rp) Jumlah Yang Digunakan (Rp.) Persentase 1 194.362.500 194.362.500 100 2 686.392.500 670.417.000 97,67 3 430.437.500 430.437.500 100 4 325.257.500 216.905.000 66,68 5 496.290.000 496.290.000 100 6 635.765.000 813.020.000 127,88 7 331.215.000 456.078.000 137,69 8 510.000.000 167.472.800 32,84 9 509.602.500 500.000.000 98,12 10 440.377.500 293.585.000 66,67 11 529.305.000 424.976.900 80,29 12 440.377.500 440.377.500 100 13 427.597.500 346.277.725 80,98 14 436.117.500 581.490.000 133,33 15 444.105.000 432.893.522 97,47 16 460.080.000 460.080.000 100 17 549.007.500 549.007.500 100 18 361.567.500 354.500.000 98,04 Jlh 8.207.857.500 7.828.170.947 95,43

Berdasarkan data sampel SMP, jumlah dana BOS yang diterima SMP untuk triwulan 1-3 tahun 2012 adalah sebesar Rp. 8.207.857.500; sementara jumlah dana yang telah digunakan adalah sebesar Rp. 7.828.170.947 (94%). Ini berarti bahwa dana BOS SMP telah digunakan oleh sekolah rata-rata sebesar 95,43 %. Namun demikian menurut data yang dikumpulkan ternyata ada SMP yang baru menerima 2 triwulan tetapi telah melaporkan penggunaan dana BOS untuk 3 triwulan, dengan demikian penggunaan dana BOS di tiga sekolah melebihi 100%.

34

Kelebihan ini tidak diperoleh penjelasan dari pihak sekolah. Ada pula SMP baru membuat rincian penggunaan dana BOS sekitar 32, 84% dan 66,67%. Kedua hal ini patut diberi perhatian khusus oleh pihak yang berwenang.

Tabel 4.6. Jenis Pengeluaran Dana BOS SD

No Jenis Pengeluaran (Juknis 2012) Jumlah (Rp.) % 1 Pembelian buku teks pelajaran 4.682.067.312 20,30 2 Kegiatan penerimaan siswa baru 203.289.750 0,89 3 Pembelajaran dan ekstra kurikuler 1.790.656.977 7,76 4 Kegiatan ulangan dan ujian 2.056.323.149 8,91 5 Pembelian bahan habis pakai 3.046.693.729 13,21

6 Langganan daya dan jasa 493.603.795 2,14

7 Perawatan sekolah 4.682.067.312 20,30

8 Pembayaran honor guru dan pegawai 3.202.787.000 13,89 9 Pengembangan profesi guru 672.921.598 2,92

10 Membantu siswa miskin 54.136.000 0,23

11 Pembiayaan pengelolaan BOS 249.261.306 1,08 12 Pembelian perangkat komputer 286.953.429 1,24 13 Media pembelajaran, dll. 1.364.512.261 5,92 14 Pengeluaran dana BOS diluar 1-13 212.081.375 0,92 15 Pengeluaran di luar yg direncanakan 67.722.686 0,29

Total 23.065.077.679 100

Tabel 4.6 dan 4.7 menunjukkan bahwa secara umum penggunaan dana BOS SD dan SMP di Kota Medan telah memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 51/2011 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS Tahun Anggaran 2012. Namun demikian, tidak semua sekolah (SD maupun SMP) telah memenuhi ketetapan ketentuan tersebut, khususnya dalam penggunaan untuk “membantu siswa miskin”. Pada jenjang SD hanya tidak sampai 0,23 % dana BOS digunakan untuk membantu siswa miskin (tabel 4.6); sementara pada jenjang SMP dana BOS hanya digunakan 0,9 % untuk membantu siswa miskin (tabel 4.7). Keadaan ini tentu saja patut menjadi perhatian pihak terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Medan. Namun demikian ada juga pengeluaran dana BOS pada jenjang SD di luar ketentuan 1-13, yang besarnya sekitar 1,21%. Ada sebesar 35,63% responden yang mengatakan adanya pengeluaran dana dimaksud (tabel 4.8).

35

Tabel 4.7. Jenis Pengeluaran Dana BOS SMP

No Jenis Pengeluaran (Juknis 2012) Jumlah (Rp.) % 1 Pembelian buku teks pelajaran 425.258.550 5,12 2 Kegiatan penerimaan siswa baru 114.516.750 1,38 3 Pembelajaran dan ekstra kurikuler 1.819.825.650 21,95 4 Kegiatan ulangan dan ujian 955.256.456 11,51 5 Pembelian bahan habis pakai 623.354.838 7,52

6 Langganan daya dan jasa 231.670.058 2,79

7 Perawatan sekolah 921.379.400 11,11

8 Pembayaran honor guru dan pegawai 817.610.000 9,86 9 Pengembangan profesi guru 1.265.820.920 15,26

10 Membantu siswa miskin 78.200.500 0,9

11 Pembiayaan pengelolaan BOS 88.358.200 1,06 12 Pembelian perangkat komputer 389.538.500 4,70

13 Media pembelajaran, dll. 508.455.205 6,13

14 Pengeluaran dana BOS diluar 1-13 33.080.000 0,4 15 Pengeluaran di luar yg direncanakan 20.000.000 0,2

Total 8.292.325.027 100

Perbandingan persentase penggunaan dana BOS SD dan SMP dapat dilihat pada grafik 4.4. Dalam beberapa jenis penggunaan dana BOS, ada 4 jenis penggunaan yang menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok, yaitu untuk pembelian buku teks, pembelajaran dan ekstra kurikuler, perawatan sekolah, dan pengembangan profesi guru. Penggunaan dana BOS yang paling banyak pada jenjang SD adalah untuk untuk “pembelian buku teks pelajaran” dan “perawatan sekolah”, masing-masing 20,30%. Penggunaan dana BOS yang paling banyak pada jenjang SMP adalah untuk kegiatan “pembelajaran dan ekstra kurikuler” atau 21,95% dan “pengembangan profesi guru” atau 15,26%. Pengeluaran dana BOS pada jenjang SMP di luar ketentuan 1-13, besarnya sekitar 0,6 %. Hal ini diakui oleh 22,22% kepala sekolah SMP.

36

Grafik 4.3. Perbandingan Persentase Penggunaan Dana BOS. (Persentse yang muncul adalah untuk jenjang SMP)

Tabel 4.8. Pengeluaran Lain (Bos SD) di Luar Yang Sudah Ditentukan

Keadaan Frekuensi Persentase

Ada 31 35,63

Tidak Ada 56 64,37

Jumlah 87 100

Ketika ditanyakan apakah rencana penggunaan dana BOS dikordinasikan dengan Dinas Pendidikan? Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui ada tidaknya dilakukan sinkronisasi penggunaan dana BOS antara sekolah dengan Dinas Pendidikan. Untuk hal ini, maka sebesar 68,96% kepala SD dan 77,78% kepala SMP menyatakakan bahwa telah dilakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan,

Tabel 4.9. Rencana Penggunaan Dana BOS

No Sinkronisasi Penggunaan Frekuensi Persentase

1 Telah dilakukan koordinasi dengan SKPD 60 68,96

2 Tidak dilakukan koordinasi 27 31,04

37 4.1.4. RAKS, Pembukuan Dana BOS.

Berdasarkan data pada tabel 4.8 dapat diketahui bahwa pada umumnya SD dan SMP penerima dana BOS telah membuat Rencana Anggaran dan Kegiatan Sekolah (RAKS) atau Formulir BOS-K1 maupun Rincian Penggunaan dana BOS atau Formulir BOS-K2 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 51/2011 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS dan Laporan Keuangan BOS Tahun Anggaran 2012.

Tabel 4.10. RAKS SD dan Rinciannya

No Rincian Keadaan f %

1 Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah atau RKAS (Formulir BOS-K1)

Ada, lengkap 86 98,85

Ada, tidak lengkap dan tidak ditandatangani Komite Sekolah

1 1,15

Jumlah 87 100

2 Rincian Rencana Penggunaan BOS atau RKAS (Formulir BOS-K2)

Ada, lengkap 86 98,85

Ada, tidak lengkap dan tidak ditandatangani Komite Sekolah

1 1,15

Jumlah 80 100

Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa penerima dana BOS SD telah melakukan pembukuan dengan menggunakan buku kas umum (Formulir BOS-K3) sebanyak 100% , buku pembantu kas sebanyak 95,40% (Formulir BOS-K4), buku pembantu bank (Formulir BOS-K5) sebanyak 89,65%, dan buku pembantu pajak (Formulir BOS-K6) sebanyak 86,21%. Semua SMP penerima dana BOS juga sudah menggunakan keempat jenis buku ini.

Tabel 4.11. Pembukuan Dana BOS SD

No Pelaporan Keadaan f %

1 Buku Kas Umum (Formulir BOS-K3)

Ada, diisi dengan benar

87 100

Tidak ada 0

Jumlah 87 100

2 Buku Pembantu Kas (Formulir BOS-K4)

Ada, diisi dengan benar

83 95,40

Tidak ada 4 4,60

Jumlah 87 100

38 (Formulir BOS-K5) benar

Tidak ada 9 10,35

Jumlah 87 100

4 Buku Pembantu Pajak (Formulir BOS-K6)

Ada, diisi dengan benar

75 86,21

Tidak ada 12 13,79

Jumlah 87 100

Tabel 4.10 memperlihatkan bahwa sebanyak 95,40% SD penerima dana BOS telah membuat buku catatan harian, sebanyak 56,32% SD memiliki jumlah uang tunai di kas antara Rp. 138.000,- sampai dengan 137.120.000,- Pada jenjang SMP, semuanya telahmembuat buku catatan harian, dan 83,33% memiliki uang tunai di kas berkisar antara Rp. 262.000 sampai Rp. 70.000.000,-

Tabel 4.12. Buku Catatan Harian dan Jumlah Uang Tunai Di Kas

No Bentuk Keadaan f %

1 Buku Catatan Harian Ada 83 95,40

Tidak ada 4 4,60

Jumlah 87 100

2 Jumlah Uang Tunai Di Kas

Ada 49 56,32

Tidak ada 38 43,68

Jumlah 87 100

Bukti pengeluaran dana BOS pada jenjang SD dalam bentuk kwitansi, amprah dan bon faktur diperlihatkan oleh tabel 4.11. Berdasarkan tabel 4.11 tersebut diketahui bahwa sebesar 100% SD dapat menunjukkan kwitansi pengeluaran dana BOS, sebesar 44,83% dapat menunjukkan ada amprah, dan sebesar 98,85% menunjukkan ada bon faktur. Pada jenjang SMP, ada sebesar 27,78% tidak dapat menunjukkan amprah sebagai bukti pengeluaran dana BOS. Dengan demikian, dimasa depan bukti berupa amprah perlu menjadi perhatian pihak berwenang.

Tabel 4.13. Bukti Pengeluaran Dana BOS

No Bentuk Keadaan f %

1 Kwitansi Ada 87 100

Tidak ada 0 0

2 Amprah Ada 39 44,83

Tidak ada 48 53,17

3 Bon Faktur Ada 86 98,85

39

Tabel 4.14. Pengesahan, Arsip, dan Penyimpanan Bukti

No Bentuk Keadaan f %

1 Pengesahan Bukti dari Kepala Sekolah

Disyahkan 87 100

Tidak disyahkan 0

Jumlah 87

2 Arsip bukti Ada 87 100

Tidak ada 0

Jumlah 87

3 Penyimpanan Bukti Disimpan dengan baik dan rapi

87 100

Tidak disimpan dengan baik dan rapi

0

Jumlah 87

Tabel 4.12 menunjukkan bahwa pada umumnya SD dan SMP telah melakukan pengesahan bukti pengeluaran dana BOS, arsipnya ada, dan bukti-bukti tersebut disimpan dengan baik dan rapi.

Dokumen terkait