IV. DESKRIPSI TEMPAT PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK SAMPEL
4.2. Karakteristik Sampel
4.2.5. Penggunaan Internet Perhari
Penggunaan internet perhari merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku sampel dalam memperoleh informasi, semakin lama sampel menggunakan internet setiap harinya menandakan tingkat kebutuhannya akan informasi dari internet. Rata – rata sampel menggunakan 5,1 jam perhari untuk mengakses internet dalam interval 1 – 16 jam. Berikut adalah tabel pengunaan internet perhari sampel di Forum Anggrek.
Tabel 5. Penggunaan Internet Perhari
No. Penggunaan Internet Perhari (Jam) Jumlah (Jiwa) %
1 1 – 4 31 48.4
2 4 – 9 30 46.9
3 ≥ 10 3 4.7
Jumlah 64 100
Sumber: diolah dari lampiran 1.
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah penggunaan internet perhari paling banyak berada di kelompok 1 – 4 jam yakni sebanyak 31 orang (48.4%),
V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
Penelitian dilakukan terhadap anggota yang terdaftar di dalam forum
anggrek di Yahoo! Groups (http://tech.groups.yahoo.com/group/anggrek/). Pada
penelitian ini ditetapkan sebanyak 87 anggota sebagai sampel dari 671 pada 27 Januari 2007 (jumlah anggota sekarang telah mencapai lebih dari 950 orang). Saat berjalannya penelitian jumlah sampel yang menjawab kuisioner yang dikirmkan melalui email sebanyak 64 sampel, penelitian tetap dilanjutkan sebab jumlah sampel yang merespon telah lebih dari 70%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peluang pemasaran secara online produk informasi anggrek.
5.1.1. Jenis Informasi yang Paling Dibutuhkan Penghobi Anggrek Dari Forum Online
Untuk mengetahui informasi apa yang dibutuhkan oleh anggota forum
anggrek diadakan observasi di dalam kegiatan forum. Observasi dilakukan selama 3 bulan yakni bulan Juli sampai September 2007. Untuk mendukung hasil observasi dilakukan juga pendekatan langsung ke sampel dengan menggunakan kuisioner. Topik yang dibahas dalam forum dapat dibagi menjadi 7 bagian besar:
1. Koleksi anggrek
Dimana para anggota membagi koleksi anggreknya dalam bentuk foto.
2. Identifikasi
Dimana para anggota saling membantu mengidentifikasi suatu jenis anggrek yang mungkin masih asing.
3. Gathering & Event
Membahas acara/ event yang akan datang atau membuat janji antar sesama anggota untuk mengadakan pertemuan di suatu tempat.
4. Promosi & Informasi Produk
Kegiatan mempromosikan suatu produk tertentu atau membahas sebuah produk dan manfaatnya.
5. Hubungan Internal Forum
Kegiatan berkenalan, menanyakan kabar, berbelasungkawa, dll. Yang bersifat sosial
6. Tutorial
Dimana sesama anggota anggrek berbagi pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki untuk menyelesaikan sebuah masalah, seperti cara bertanam, pupuk yang digunakan, memberantas hama, dll.
7. Lain – lain
Membahas hal – hal lain selain topik yang telah ada.
Untuk mengetahui kegiatan didalam forum anggrek selama periode Juli – September 2007 dapat dilihat pada tabel 6 & 7 berikut:
Tabel 6. Frekwensi Topik Informasi Yang Dibahas Tiap Bulan
Juli Agustus September Jumlah
Koleksi Anggrek 24 65 82 171
Identifikasi 21 21 27 69
Promosi & Informasi Produk 9 0 2 11
Gathering & Event 15 18 11 44
Hubungan Internal Forum 4 29 19 52
Tutorial 16 29 28 73
Lain - lain 6 4 6 16
Sumber: diolah dari lampiran 2a, 3a, 4a. Tabel 7. Jumlah Pesan Yang Terkirim
Juli Agustus September Jumlah
Koleksi Anggrek 212 712 573 1497
Identifikasi 300 161 205 666
Promosi & Informasi Produk 85 0 14 99
Gathering & Event 138 111 40 289
Hubungan Internal Forum 80 249 243 572
Tutorial 134 192 208 534
Lain - lain 9 17 16 42
Sumber: diolah dari lampiran 2b, 3b, 4b.
Frekwensi topik menyatakan banyaknya jumlah topik sejenis yang dibahas dalam sebulan, sedangkan jumlah pesan yang terkirim menyatakan respon anggota terhadap sebuah topik yang dibahas. Dari tabel dapat dilihat bahwa topik yang paling sering dibahas ialah mengenai koleksi anggrek yang dimiliki para anggota forum anggrek yakni sebanyak 171 topik dengan respon sebanyak 1497 pesan. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa jenis informasi yang paling dibutuhkan penghobi anggrek dari forum online adalah mengenai koleksi yang dimiliki anggota forum.
5.1.2. Bentuk Produk Informasi yang Paling Baik Dipasarkan Secara Online dan Tingkat Kemudahan untuk Memperolehnya
a. Bentuk produk informasi
Untuk mengetahui apakah ini format yang cocok untuk dijual, maka telah diadakan pengumpulan data kepustakaan dan kuisioner kepada anggota forum anggrek. Dari data kuisioner didapat bahwa 40 responden (62,5%) setuju bahwa ebook dengan format PDF adalah yang termudah untuk dibaca, 23 responden (36%) memilih format Microsoft Word. Maka dari data kuisioner dan data kepustakaan dapat disimpulkan bahwa ebook dengan format PDF adalah yang paling baik dipasarkan secara online.
b. Tingkat kemudahan memperoleh produk informasi
1. Pendaftaran/ pemesanan
Memesan atau mendaftar ke situs perusahaan penjual untuk mendapatkan produk tertentu.
2. Pembayaran
Mentransfer secara tunai atau menggunakan kartu kredit untuk membayar produk yang dipesan.
3. Verifikasi
Tahapan dimana penjual untuk memproses pesanan dan pembayaran.
4. Pengiriman/ download
Tahapan dimana produk diterima oleh konsumen.
Tingkat kemudahan ini diukur berdasarkan kuisioner yang dijawab oleh
sampel dan hasil observasi terhadap prosedur transaksi online. Dari data
kuisioner, didapat bahwa 54 responden (84,4%) aktif mencari informasi yang dibutuhkan di internet. Saat sampel menemukan suatu produk yang dibutuhkan dan harus mengikuti prosedur tertentu untuk memperoleh produk tersebut, 32 responden (50%) menjawab harus mempelajari lebih lanjut, sedangkan 26 responden (40,6%) memilih untuk membatalkan pembelian, hanya 6 responden (9,4%) yang langsung mengikuti prosedur yang berlaku.
Untuk tahap pembayaran, 50 responden (78,1%) menjawab lebih mudah membayar dengan cara transfer tunai, dan 42 responden (65,6%) diantaranya pernah bertransaksi online dengan cara transfer tunai.
Untuk tahap memperoleh produk, 28 responden (43,8%) menjawab lebih mudah memperoleh produk dengan cara dikirim ke alamat pembeli dalam bentuk cd atau bentuk tercetak walaupun dikenakan biaya lebih untuk itu. 26 responden
(40,6%) menjawab lebih mudah memperoleh produk dengan men-download sendiri produknya. 10 responden (15,6%) sisanya menjawab bahwa cara – cara yang tersedia masih terlalu rumit dan menginginkan cara lain. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa memperoleh produk informasi secara online belum dianggap mudah bagi penghobi anggrek.
5.1.3. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pembelian Secara Online
Saat sampel ditawarkan informasi yang dibutuhkan tetapi harus membeli
dari internet, 40 responden (62,5%) menjawab tidak akan membeli produk tersebut dan akan mencari yang gratis di internet, 20 responden (31,25%) akan membeli setelah mencari di internet untuk yang gratis dan tidak menemukannya, dan 4 responden (6,25%) langsung membeli. Saat sampel mengetahui bahwa produk yang dijual sangat detail dan sesuai dengan yang mereka butuhkan, 34 responden (53,1%) menjawab akan membeli setelah tidak menemukan informasi yang sama di toko buku atau perpustakaan, dan 18 responden (28,1%) menjawab tetap tidak akan membeli, hanya 12 responden (18,8%) yang akan langsung membeli.
Saat sampel diberikan penawaran untuk memperoleh pendapatan sebesar 30 – 50% dari harga jual produk dengan menjual ulang produk yang telah mereka beli, 30 responden (46,9%) menjawab akan membeli produk tetapi tidak berminat menjual kembali produk tersebut, 20 responden (31,25%) akan menjual ulang produk tersebut, dan 14 responden (21,9%) tidak berminat untuk membeli produk tersebut. Ketika fasilitas untuk berjualan seperti situs web telah disediakan,
menjawab akan membeli tetapi tidak berminat untuk menjual produk tersebut, 20 responden (31,25%) akan menjual ulang produk tersebut, dan 10 responden (15,6%) tidak berminat untuk membeli produk tersebut. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa kandungan atau isi produk, kemudahan dalam memperoleh, dan dapat dijual ulang, bukan merupakan faktor yang mempengaruhi penghobi anggrek dalam membeli produk informasi secara online. Dari literatur didapat bahwa faktor – faktor yang juga mempengaruhi seseorang untuk membeli produk dari internet ialah tingkat kepercayaan pembeli, kemudahan situs untuk ditemukan menggunakan search engine, tampilan situs, dan kredibilitas situs penjual.
5.1.4. Perkiraan Biaya yang Dibutuhkan, Pendapatan yang Diperoleh, dan Efisiensi Pemasaran Produk Informasi Anggek Secara Online
a. Perkiraan biaya dan pendapatan
Pada dasarnya untuk membuat produk informasi digital hanya dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman dalam bidang tertentu, lalu semua hal tersebut dikemas menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual. Produk informasi digital dapat berbentuk video, audio, software, ebook, dan sebagainya. Dalam hal
ini produk yang akan dibahas ialah electronic book (ebook). Ebook menjadi
produk informasi digital yang populer saat ini dikarenakan kemudahan dalam memproduksinya. Ebook tidak dicetak dalam bentuk hardcopy seperti buku atau sejenisnya, proses produksinya cepat, tidak dibutuhkan tenaga kerja, tidak dibutuhkan kemampuan khusus seperti penguasaan bahasa pemrograman atau video editing, sehingga dapat dikatakan untuk membuat sebuah produk informasi
digital jenis ini hampir tidak dibutuhkan biaya apa – apa. Terlebih lagi pada saat ini banyak tersedia software gratis untuk mendukung penulisan dan pengemasan ebook, sehingga siapa saja yang bisa mengetik dapat memproduksi ebook.
Agar didapat perhitungan yang jelas maka dibuat perkiraan biaya yang akan terjadi pada Tabel 8.
Tabel 8. Perkiraan Biaya Pemasaran Online
Keterangan Perkiraan
Investasi Awal
Komputer ( hardware + Software ) 2.000.000,-
Desain Situs Internet 500.000,-
Total 2.500.000,-
Pengeluaran Rutin Bulanan
Internet ( ±4 jam x 4000/ jam ) 16.000,-
Hosting ( 300.000/ tahun ) 25.000,-
Domain ( 80.000/ tahun ) 6670,-
Promosi di internet 25.000,-
Total 72.670
Sumber: diolah dari berbagai sumber
Untuk mulai memasarkan ebook secara online dibutuhkan situs web tersendiri. Untuk mendesain situs web tersebut dapat menggunakan jasa designer web, mendesain sendiri web, atau menggunakan halaman web siap pakai (templates). Masing – masing memiliki harga yang bervariasi bahkan beberapa
berkisar antara Rp.100.000,- sampai Rp.2.000.000,- bahkan lebih jika ingin memakai elemen – elemen seperti animasi, gambar, dll. Setelah situs web selesai dibangun maka dibutuhkan hosting untuk tempat menyimpan situs web agar bisa diakses di internet, lalu dilanjutkan dengan membeli domain sebagai alamat situs web ( contoh : www.alamatsitus.com ). Terdapat banyak layanan hosting dan domain yang gratis, tetapi tidak populer karena penyedia layanan akan meletakkan iklan perusahaan dan iklan pihak ke tiga didalam situs web. Harga domain berkisar antara Rp.55.000,- sampai Rp.440.000,- pertahun. Sedangkan harga hosting berkisar antara Rp.35.000,- sampai Rp.1.800.000,- pertahun.
Agar situs web dapat dengan mudah ditemukan maka dilakukan promosi. Promosi situs web dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mendaftarkan situs web ke situs pencari, atau memasang iklan di situs iklan. Hampir semua kegiatan promosi di internet dapat dilakukan secara gratis. Salah
satu promosi berbayar yang cukup populer ialah sistem Pay-per-Click (PPC).
Dimana iklan tersebut hanya akan dibayar jika ada yang meng-click iklan yang di edarkan. Sistem PPC ini cukup fleksibel dimana anggaran perharinya dapat ditentukan mulai dari Rp.600,- sampai Rp.450.000,-.
Sampai saat ini masih belum ada metode yang tepat bagaimana menentukan harga untuk sebuah produk informasi digital terutama ebook. Dari hasil pengamatan, harga sebuah ebook berkisar antara Rp.70.000,- hingga Rp.200.000,-. Untuk penerimaan merupakan hasil kali antara jumlah ebook yang terjual dengan harga. Untuk pendapatan bersih jika ebook terjual melalui situs web sendiri maka pendapatan bersih sama dengan penerimaan dikurang biaya pemasaran, tetapi jika menggunakan sistem afiliasi maka penerimaan di bagi
terlebih dahulu sesuai ketentuan dengan rekanan. Untuk program afiliasi biasanya ditawarkan 20 – 50%. Sampai saat ini tidak ada data yang jelas mengenai berapa banyak ebook dapat terjual perhari atau perbulan. Dari hasil pengamatan situs – situs yang menjual ebook, beberapa situs mengaku dapat terjadi 5 transaksi
perminggu, sehingga jika harga ebook Rp.140.000,- maka penerimaan perbulan
dapat mencapai rata – rata Rp.2.800.000,- jumlah tersebut masih harus dikurangi biaya PPC atau afiliasi jika ada. Dari data diatas, dapat ditentukan besar B/C Ratio yakni sebesar 38,53.
b. Efisiensi pemasaran online
Efisiensi dalam pemasaran online pada dasarnya ialah bagaimana membuat sebuah situs dapat dengan mudah ditemukan oleh pengguna internet dengan biaya seminim mungkin. Untuk efisiensi pemasaran online produk informasi anggrek jika total biaya Rp.72.670,- dan harga produk Rp. 140.000,- maka efisiensi pemasaran didapat sebesar 52%.
5.2. Pembahasan
5.2.1. Jenis Informasi yang Paling Dibutuhkan Penghobi Anggrek Dari Forum Online
Dari hasil penelitian diatas dapat dilihat bahwa penghobi memanfaatkan forum online sebagai wadah untuk saling berbagi koleksi anggrek kepada sesama anggota forum. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa penghobi anggrek sangat membutuhkan informasi yang bersifat tutorial dari
forum anggrek sebahagian besar bukan merupakan petani atau pengusaha anggrek, melainkan hanya merupakan hobi untuk mengisi waktu luang mereka, hal ini membuat forum anggrek lebih ditujukan untuk membahas hobi anggrek yang dimiliki oleh anggotanya, sehingga ketika salah satu anggota memamerkan koleksinya akan mendapatkan respon yang baik dari anggota lain. Produk informasi yang memiliki nilai jual yang baik adalah produk yang dapat memberi solusi akan sebuah masalah (Indrajaya, 2005), di sisi lain lain untuk mendapatkan informasi tersebut ternyata cukup mudah karena telah banyak tersedia di internet salah satunya di situs www.anggrek.org. Walaupun terkadang informasi yang tersedia tidak mendetail.
5.2.2. Bentuk Produk Informasi yang Paling Baik Dipasarkan Secara Online dan Tingkat Kemudahan untuk Memperolehnya
a. Bentuk produk informasi
Untuk bentuk produk informasi 62,5% sampel memilih ebook dengan format PDF. Seperti yang telah dibahas sebelumnya untuk membuat sebuah electronic book tidak dibutuhkan keahlian khusus, sehingga produk jenis ini sangat mudah dibuat dan hampir tidak dibutuhkan biaya untuk membuatnya. Untuk format yang digunakan, internet saat ini telah memiliki format standart dalam pertukaran dokumen yakni Portable Document Format (PDF) (http://www.adobe.com). Dari sisi penulis format ini menawarkan kemudahan dan keamanan, sebab kandungan dokumen yang telah di tulis tidak akan dapat diubah
oleh pembaca. Dokumen ini juga memiliki sistem keamanan lain seperti
penggunaan password berlapis untuk membuka dan mencetak sebuah dokumen,
sehingga akan sulit digunakan tanpa izin dari penulis (Anonimous, 2007). Dari sisi pembaca format ini juga menawarkan kemudahan untuk membacanya seperti navigasi yang mudah dan bentuk yang tidak akan berubah jika di cetak. Aplikasi yang digunakan untuk membaca dan mencetak format ini juga dapat di download secara gratis. Kelebihan format ini hanya akan terlihat jika dibaca dari komputer atau laptop bukan dalam bentuk tercetak, 38 responden (59,4%) telah menyadari kelebihan ini dengan membaca langsung dari komputer atau laptop. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa produk informasi yang paling baik dipasarkan secara online adalah ebook dengan format PDF.
b. Tingkat kemudahan memperoleh produk informasi
Prosedur untuk memperoleh produk informasi secara online belum dianggap mudah bagi sebagian besar responden hal ini dapat dilihat dari masih tingginya jumlah responden yang membatalkan pembelian (40,6%) setelah mengetahui adanya tahapan prosedur tertentu dalam memperoleh produk, hanya 6% sampel yang akan langsung membeli. Demikian juga dalam tahapan memperoleh produk, dimana sebagian besar (43,8) lebih memilih produk tersebut lebih mudah dikirimkan ke alamat pembeli (dalam bentuk cd atau tercetak) atau cara lain (15,6%), sedangkan sebagian produk informasi yang dijual dipasaran tersedia dalam bentuk data untuk di download sendiri oleh pembeli. Dengan langsung men-download produk yang dibeli tentunya juga akan menghemat biaya
dan waktu pengiriman. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa sangat mudah memperoleh produk informasi secara online.
5.2.3. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pembelian Secara Online
Kandungan atau isi sebuah produk bukan merupakan faktor yang mempengaruhi penghobi anggrek untuk membeli produk informasi online, 62,5% sampel tidak akan membeli dengan anggapan informasi yang sama tersedia secara gratis di internet. Saat diketahui ternyata kandungan produk tersebut sangat detail dan sesuai dengan yang dibutuhkan, 53,1% sampel masih akan mencari terlebih dahulu di toko buku/ perpustakaan dan 28,1% masih tetap tidak akan membeli. Penawaran keuntungan dan fasilitas yang disediakan untuk menjual ulang produk bukan merupakan faktor yang mempengaruhi sampel untuk membeli produk informasi secara online, hal ini dapat dilihat dari banyaknya sampel yang hanya ingin membeli tanpa mengharapkan keuntungan dengan menjual kembali produknya dan bahkan 15,6% sampel tetap tidak berminat membeli produk tersebut. Faktor yang juga mempengaruhi pembelian secara online adalah tingkat kepercayaan pembeli, kemudahan situs untuk ditemukan menggunakan search engine, tampilan situs, dan kredibilitas situs penjual (Onggo,2005a). Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa kandungan atau isi produk, kemudahan dalam memperoleh, dan dapat dijual ulang merupakan faktor – faktor yang mempengaruhi penghobi anggrek dalam membeli produk informasi secara online.
5.2.4. Perkiraan Biaya yang Dibutuhkan, Pendapatan yang Diperoleh, dan Efisiensi Pemasaran Produk Informasi Anggek Secara Online.
a. Perkiraan biaya dan pendapatan
Dari hasil perhitungan diatas dapat dilihat bahwa perkiraan total biaya yang harus dikeluarkan untuk memasarkan produk informasi secara online adalah Rp.72.670,- setiap bulannya. Jika harga produk Rp.140.000,- dan rata – rata terjadi 20 penjualan perbulan, maka pendapatan dapat mencapai Rp.2.800.000.- perbulan. Dari data tersebut didapat keuntungan penjualan sebesar Rp.2.727.330,- perbulan, dan B/C Ratio sebesar: 38,53. Artinya usaha ini layak dijalankan karena memenuhi indikator kelayakan yakni B/C Ratio positif dan bernilai lebih besar dari 1 (Yuhono, 2004). Dilihat dari segi pendapatan usaha ini juga sangat menguntungkan karena dapat mengembalikan modal yang sebesar Rp.2.500.000,- pada bulan pertama usaha ini djalankan. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan dari segi biaya dan pendapatan usaha ini layak dijalankan.
b. Efisiensi pemasaran online
Dari hasil perhitungan didapat efisiensi sebesar 52%, hasil tersebut dapat dikatakan efisien. Namun biaya – biaya saja tidak memberikan indikasi mengenai efisiensi, terutama bila tidak terdapat adanya standart perbandingan, tidak adanya dasar untuk mendeterminasi berapa tinggi biaya seharusnya (Winardi, 1993). Pemasaran dengan sistem online dapat menghilangkan lembaga–lembaga pemasaran yang terbentuk antara produsen dan konsumen, sehingga terjadi
daerah pemasaran maka sistem pemasaran ini dapat dinilai sangat baik karena dapat menjangkau konsumen yang sangat luas dan dapat memuaskan pelanggan dalam waktu singkat dan dengan biaya yang relatif sedikit (Onggo, 2004). Namun semua hal tersebut belum dapat dikatakan efisien tidak adanya standart akan
efisiensi pemasaran terutama pemasaran online. Hal ini tidak sesuai dengan
hipotesis yang menyatakan pemasaran produk informasi anggrek secara online sangat efisien.
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1) Informasi yang paling banyak dibutuhkan oleh penghobi anggrek dari
forum online adalah informasi yang berkaitan dengan koleksi yang
dimiliki oleh anggota forum.
2) Bentuk produk informasi yang paling baik dipasarkan secara online adalah
ebook dengan format PDF, sebab untuk membuatnya hampir tidak dibutuhkan biaya dan kemampuan khusus. Disisi lain format tersebut aman, mudah, dan aplikasi untuk membaca format tersebut dapat di download secara gratis. Memperoleh produk informasi secara online dianggap belum mudah bagi sebagian besar penghobi anggrek, hal ini dapat dilihat dari banyaknya penghobi yang masih ragu dan kehilangan minat setelah mengetahui prosedurnya. Sebagian besar penghobi anggrek juga tidak menggunakan fasilitas download yang menghemat waktu dan biaya untuk memperoleh produknya.
3) Faktor – faktor yang mempengaruhi penghobi anggrek untuk membeli
informasi online adalah tingkat kepercayaan pembeli, kemudahan situs untuk ditemukan menggunakan search engine, tampilan situs, dan kredibilitas situs penjual.
6.2. Saran
6.2.1. Bagi yang ingin memulai menjual produk informasi anggrek online
a) Membuat produk informasi yang berkaitan dengan koleksi yang dimiliki
oleh anggota forum anggrek.
b) Mengemas produk informasi dalam bentuk ebook dengan format PDF.
c) Menyediakan berbagai cara untuk memudahkan pembeli memperoleh
produk informasi.
d) Menyediakan petunjuk untuk mempermudah proses download.
e) Membuat tampilan situs menjadi semenarik mungkin.
f) Produk informasi diharapkan tidak hanya memiliki kandungan yang detail
tetapi harus unik.
g) Melakukan pendekatan atau sosialisasi mengenai tata cara pembelian
online di dalam forum anggrek.
h) Tidak meninggalkan strategi pemasaran secara offline.
6.2.2. Bagi peneliti selanjutnya
a) Diharapkan dapat menentukan perbandingan tingkat efisiensi pemasaran
secara online
Anonimous, 2002. Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi Tahun 2002. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi dan Elektronika (P3TIE), Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi.
http://www.inn.bppt.go.id/
Anonimous, 2006a. Anggrek Umum, Dikutip 6 November 2006. http://www.nenganggrek.com/id/news_tips/anggrek/
Anonimous, 2006b. Hobby Anggrek Siapa Takut, Dikutip 1 November 2006. http://www.anggrek.org/index.php/2006/09/04/hobi-anggrek-siapa-takut/#more-73 Anonimous, 2006c. Menggeluti Hobi yang Menuai Rezeki, Dikutip 6 November
2006.
http://www.nenganggrek.com/id/news_tips/menggeluti_hobi_yang_menuai_rezeki/ Anonimous, 2007. Why PDF, Dikutip 29 januari 2007. http://www.adobe.com/ Baker, S. dan Green, H., 2005. Blogs Will Change Your Business, Artikel
BusinessWeek, May 2nd 2005, Dikutip 09 Februari 2007.
Basuki, H., dan Abdurachman, E., 2001. Analisis Peranan Perangkat Lunak Komputer Bersifat Open Source (Linux) Bagi Efisiensi dan Efektivitas Pemanfaatan Teknologi Informasi, Laporan Teknis. Universitas Bina Nusantara, Jakarta.
Harian Kompas, Senin, 10 September 2001. Bisnis Anggrek Menjanjikan, Dikutip 30 oktober 2006.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0109/10/daerah/bisn21.htm Hill, B., 2006. Blogging For Dummies. Wiley Publishing, Inc., Indianapolis, Indiana. http://tech.groups.yahoo.com/group/anggrek/ http://www.anggrek.org http://www.kompas.com http://www.nenganggrek.com/id/ http://www.trubus-online.com
Knox, T., 2005. Create Multiple Streams of Online Income, http://www.dropshipwholesale.net/
Kotler, P., 2000. Marketing Management Millenium Edition, Tenth Edition. Prentice – hall, Boston.
Oetomo, B. S. D., dan Priyogutomo, C. J., 2003. Jargon e-Business, Plus 27
Artikel Populer dan 13 Daftar Situs. PT. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Onggo, B. J., 2004. Cyber Public Relations, Strategi Membangun dan
Mempertahankan Merek Global di Era Globalisasi Lewat Media Online. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.
, 2005a. Cyber Branding Through Cyber Marketing, Siasat dan Motivasi Sukses Promosi, Penjulan, Branding & Pemasaran Online. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.