HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Penggunaan Media Sosial
Pada saat ini dengan berkembangnya teknologi akan memudahkan untuk mengambangkan usaha terutama usaha kuliner dengan memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan bisnis. Dengan melakukan promosi, iklan, maupun kegiatan pemasaran lainnya dengan memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasarannya. Hal ini disebut lebih mudah dan biaya yang dikeluarkan lebi sedikit daripada harus membuat pamphlet dan plakat-plakat diajalan yang biayanya cukup besar.
Penggunaan media sosial bukan hanya digunakan oleh para anak-anak muda, namun untuk kepentingan yang lain sekarang banyak orang dewasa yang banyak juga menggunakan media sosial . Dengan menggunakan media sosial dapat meminimalisir biaya yang digunakan untuk promosi. Dengan jangkauan
yang luas dapat menembus pasar yang luas pula, bukan hanya sekedar di daerah sendiri namun jua dapat menembus pasar nasional dan juga internasional. Selain jangkauan luas penggunaan media sosial juga bergerak dengan cepat, melihat penggunaan media sosial sat ini yang sangat tinggi.
Seperti yang diutarakan mba Widya sebagai berikut :
“selama menggunakan media sosial, sekarang sudah lebih mudah memasarkannya, daripada punya instagram dan facebook buat sekedar hiburan saha, saya mencoba memasarkan usaha minuman thai tea saya dan hasilnya lumayan, banyak orang dari satu kompleks yang tahu dan datang langsung membeli (wawancara Kak Hasda, Senin 15 Juli 2019) Seperti yang dijelaskan Ibu Widya sebagai pelaku usaha Kuliner Minuman yang sedang marak sekarang banyak medapatkan keuntungan ketika memasarkan secara online ataupun dengan menggunakan media sosial dan mendaftarkan usahanya pada ojek online. Sama seperti Ibu Hasda, Mas Jeff sebagai penjual crepes juga merasakan pemasaran lewat media sosial dan pemesanan melalui go food.
“Alhamdulillah banyak yang memesan online melalui aplikasi gofood mba, mungkin kebanyakan orang malas untuk keluar rumah membeli langsunh, makanya banyak yang memanfaatkan memesan lewat gofood.’
(wawancara Mas Jeff, Senin 15 Juli 2019 )
Berdasarkan penuturan Kak Hasda dan Mas Jeff tersebut bahwa pemasaran yang dilakukan dengan media sosial memberikan banyak manfaat yaitu jangkauan yang luas dan tida terbatas. Sehingga banyak konsumen yang berasal dari luar daerah yang memesan produk usaha kuliner tersebut.
Dalam wawancara yang telah peneliti lakukan diketahui bahwa ada beberapa sosial media yng digunakan oleh pelaku usaha kuliner untuk memasarkan usahanya. Kebanyakan pelaku usaha Kuliner di Kota Makassar
memasarkan usahanya melalui media sosial instagram dengan menggunakan jasa endorsement dan dibantu dengan mendaftarkan usahanya pada aplikasi online seperti gofood untuk lebih memudahkan konsumen dalam melakukan pembelian secara online yang terbukti sangat menghemat waktu dan tenaga.
Namun sedikit pengetahuan tentang petkembangan teknologi saat ini yang menjadi modal untuk melakukan bisnisnya.
Ada beberapa jenis media sosial yang digunakan oleh pelaku usaha kuliner untuk melakukan pemasaran, baik promosi, iklan, berkomunikasi dengan konsumen, dan bertransaksi. Sehingga akan memudahkan proses jual beli secara online karena banyak konsumen yang berada di luar daerah atau kecamatan manggala, tetapi seperti di Kota Makassar pelaku usaha kuliner lebih memanfaatkan Instagram sebagai media promosinya, seperti penuturan Kak Rezi Anindita sebagai pelau usaha Soto ayam Juragan dan Salad buah :
“Saya sih promosinya lebih suka pakai instagram, karena lebih gampang cara pakainya tinggal foto dan upload” (Wawancara Rezi Anindita, Sabtu 20 Juli 2019).
Penuturan dari Rezi Anindita sebagai pelaku usaha 2 jenis usaha yaitu soto ayam bakar juragan dan salad buah menggunakan akun instagram sebagai media promosi karena cara penggunaannya yang lebih gampang.
Peneliti juga melakukan wawancara dengan Aulia, tentang akun instagram yang digunakan sebagai media promosinya
“Iya, saya memang lebih mengutamakan instagram sebagai media promosi karena menurut saya instagram itu penggunannya lebih mudah dan lebih simpel dan sangat cocok buat media promosi, karena instagram
fokusnya pada foto-foto dan saya liat semua orang sudah punya akun instagram.” (wawancara Aulia, Senin 22 Juli 2019)
Peneliti juga menanyakan hal sama kepada Hasda, Widya, Mas Jeff, dan Inggit tentang akun isntagram yang digunakan sebagai media promosinya
“Saya mengunakan instagram sebagai media promosinya karena sudah lebih mudah dan simpel dalam penggunaannya” (wawancara mas Jeff, Senin 15 Juli 2019)
“memang lebih mudah menggunakan instagram utuk memprosikan karena sudah di dukung juga dengan jasa endorsement oleh selebgram, jadi orang-orang lebih cepat tau sama produk yang kita jual, dan sudah gampang untuk transaksinya, bisa Cuma pesan lewat pesan instagram saja.” ( wawancara Hasda, Rabu 17 Juli 2019)
“Orang sekarang lebih liat gambar ya, jadi saya pikir intsagram yang lebih cocok karena sudah memfokuskan ke gambar, selain itu memang sekarang instagram lebih banyak peminatnya”(wawancara Inggit , Selasa 23 Juli 2019)
“cara menggunakannya yang lebih mudah, dan instagram sekarang sudah banyak yang pakai ( wawancara Widya, Senin 15 Juli 2019)
Dari hasil wawancara yang telah dilakukan dari berbagai Informan, dapat disimpulkan bahwa akun media sosial instagram lebih mudah dan efesien dalam penggunannya sebagai media promosi karena instagram lebih memfokuskan ke foto dan instagram lebih banyak peminatnya mulai dari anak-anak sampai dewasa sekarang sudah menggunakan instagram, intsagram sekarang merupakan aplikasi yang sudah pokok da nada pada setiap smartphone, karena instagram memiliki banyak fitur dan sudah didukung engan fitur-fitur promosi bagi pelaku usaha itu sendiri.
Tabel 4.2
Penggunaan Akun Instagram Sebagai Media Promosi Oleh Pelaku Usaha Kuiner dalam menggunakan media sosial sebagai media promosi dalam memasarkan produknya dan Frekuensi Update di Akun Instagram. Data frekuensi update ini dilihat dari hasil obeservasi langsung akun instagram masing-masing produk usaha, ditinjau dari seberapa sering memposting produk pada akun isntagram baik perhari, perminggu dan perbulan. 5 dari sepuluh atau 50% pelaku usaha kuliner mengeluarkan biaya perbulan Rp.121.000 sampai dengan Rp.200.000 dengan frekuensi update perhari, 3 dari sepuluh atau 30% pelaku usaha kuliner yang mengeluarkan biaya perbulan Rp. 86.000 sampai dengan Rp. 120.000 dengan frekuensi update perminggu dan 2 dari sepuluh atau 20% pelaku usaha
kuliner mengeluarkan biaya Rp. 50.000 sampai dengan Rp. 85.000 perbulan dengan frekuensi update perbulan.
Tabel 4.3
Daftar Harga Produk Usaha Kuliner No Pelaku Usaha
Kuliner Nama Usaha Kuliner Harga Produk Perstuan
1 Hasda Ca'ma-Ca'ma Rp. 3000,-
2 Widya Oma Thai Tea Rp. 15.000,-
3 Jeff My Crepes Rp. 7000,-
4 Rezi Anindita Soto Ayam Bakar juragan Rp. 20.000,- 5 Rezi Anindita Juragan Salad Rp. 20.000,-
6 Aulia Piscok Lumpur Rp. 18.000,-
7 Inggit Ayam Wijen Nut Rp. 24.000,-
8 Irwan One Salad Rp. 25.000,-
9 Rian Moko Orange Rp. 5000,-
10 Hastuti Jalangkote Sehati Rp. 3000,-
Sumber: Hasil Survey, 2019
Dari tabel di atas dapat diketahui harga dari masing-masing produk usaha kuliner di Kompleks Puri Taman Sari Kecamatan Manggala Kota Makassar. Tabel menunjukkan harga yang paling ,rah adalah Rp.3000 dan yang paling mahal adalah Rp. 25.000. Harga diambil peneliti sebagian sudah dirata-ratakan bagi harga menunya yang bervariasi, seperti varian dan ukuran sehingga masing-masing memiliki harga yang berbeda-beda tergantung dari varian dan ukurannya.
2. Manfaat Penggunaan Media Sosial Instagram bagi Pengusaha Kuliner Kecamatan Manggala
Media sosial memberikan banyak dampak positif dalam pengembangan usaha kuliner di Kecamatan Manggala yaitu menjadi salah satu pendorong yang kuat bagi pelaku usaha kuliner itu sendiri untuk terus mengembangkan bisnisnya, meningkatkan penjualan produk, melakukan komunikasi dengan konsumen, serta mengembangkan jaringan pasar yang lebih luas lagi.
a. Meningkatkan Penjualan Produk
Pemanfaatan media sosial untuk memasarkan produk bagi pelaku usaha kuliner memberikan pengaruh yang positif selain dapat menghemat biaya namun juga dapat memperluas pemasaran. Sehingga pendapatan penjualan usaha kuliner semakin meningkat dari pemanfaatan penggunaan media sosial dari sebelumnya yang pemasarannya masih tradisional dengan menjual secara langsung dan hanya kepada masyarakat terdekat sekitar.
“untuk pendapatan ya kak, Alhamdulillah banyak peningkatan karena sekarang banyak yang memesan dari luar yang semakin banyak karena melihat iklan yang saya upload di instagram, itu semakin bertambah setelah saya menggunakan jasa endorsement dari selebgram Makassar .” (wawancara kak Hasda, rabu 17 Juli 2019).
Pernyataan dari Kak Hasda di atas menjelaskan bahwa penjualan mengalami peningkatan penjualan dikarenakan telah banyaknya pelanggan taXso (tahu bakso) ini pembelinya berasal dari luar kecamatan. Dan juga pernyataan dari Mas Jeff.
“Setelah ikut melakukan pemasaran online, untuk pendapatan bertambah kak bahkan kebanyakan pelanggan memesan dengan online mengandalkan aplikasi ojek online seperti go food.” ( wwancara Mas Jeff , Senin 15 Juli 2019).
Ibu Widya mengalami peningkatan penjualan Oma Thai teanya setelah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi atau pemasaran secara online. Seperti yang telah di kemukakan ibu Widya dan Hastuti :
“kalau dibilang meningkat ya meningkat d karena kalau hanya mengandalkan penjualan langsung dirumah dan teman-teman di sekitar rumah tidak terlalu banyak, kalau ditambah dengan promosi dan penjualan online memanfaatkan ojek online hasilnya cukup lumayan”.(Ibu Widya)
“Jadi banyak yang tau dan order, banyak yang datang langsung, katanya liat di Instagram”. (Hastuti)
Dari pernyataan diatas, dapat dijelaskan bahwa pengaruh dari peranan media sosial sebagai sarana promosi untuk melakukan pemasaran membawa dampak positif kepada pelaku usaha Kuliner karena dapat lebih memerbanyak konsumen begitupun dengan meningkatkan pendapatan penjualan yang memanfaatkan media sosial dan aplikasi ojek online atau go food untuk pemesanannya, sehingga kosnsumen dapat dengan mudah, cepat , efektif, dan hemat karena go food biaya menawarkan berbagai keuntungan yang memesanlewat aplikasi go food seperti menawarkan beberapa potongan harga, dan tidak perlu lagi melaukan transaksi langsung atau dalam melakukan transaksi tanpa harus bertransaksi secara langsung lagi kita bisa membeli berbagai produk yang diinginkan sehinga dengan begitu bisa menghemat biaya dan waktu. Dengan adanya aplikasi go food juga bisa meningkatkan konsumen dan meningkatkan penjualan dan akan
meningkatkan pendapatan sehingga pelaku usaha untuk mendaftarkan usahanya pada go food.
Tabel 4.4
Peningkatan Penjualan Sebelum dan Setelah Menggunakan Akun Instagram Sebagai Media Promosi di Media Sosial
No Nama Usaha
Tabel diatas menunjukkan hasil wawancara yang telah dilakukan yang menjelaskan bahwa terjadi peningkatan penjualan dari segi penjualan produk dari semua pelauku usaha kuliner di Kompleks Puri Taman Sari Kecamatan Manggala yang menggunakan instagram sebagai media promosi untuk berjualan, untuk mengetahui persentasi peningkatan penjualan dapat dihitung dengan cara mengurangkan jumlah penjualan yang menggunakan aku instagram dengan penjualan yang belum menggunakan akun instagram , hasil dari pengurangnayya di kali dengan 100, dan kembali di bagi dengan jumlah penjualan tanpa menggunakan instagram .
Pada table ini dijelaskan usaha tahu bakso kak Hasda sebelum menggunakan media sosial yang berjualannya langsung mengandalkan halaman rumahnya hanya 60 pcs bakso tahu yang hargnya Rp.3000/pcs dan setelah menggunakan media sosial dan mendaftarkan usahanya itu pada aplikasi ojek online penjualannya meningkat tiga kali lipat dari 60 pcs tahu bakso sekarang menjadi 200 tahu bakso atau setara dengan meningkatnya sampai 233% yang pemesanannya kebanyakan melalui aplikasi Go Food.
Begitu juga dengan usaha oma thai tea yang dirintis oleh bu Widya. Ibu Widya yang mengandalkan teras rumahnya sendiri untuk berjualan juga mengalami peningkatan penjualan dari 15 gelas perhari yang harga pergelasnya Rp.10.000kini meningkat menjadi 25 gelas perhari atau 66,7%
setelah memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan
usahanya sehingga konsumen lebih mudah bertransaksi karena usaha Ibu Widya kini juga terdaftar pada aplikasi grabfood.
Penjualan crepes Mas Jeff juga mengalami peningkatan setelah memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya dan mendaftrkan usahanya pada grabfood sehingga orang lebih mudah dalam bertransaksi. Mas Jeff yang dulunya hanya hanya menjual 20 buah crepes sebelum menggunakan media sosial sebagai sarana promosinya sekarang setelah menggunakan media sosial meningkat menjadai 30 buah crepes yang jam penjualannya mulai dari jam 15.00 sampai malam dengan harga Rp 7000 – Rp 10.000 perbuah tergantung varian rasanya.
Soto ayam bakar juragan dan salad buah juga jurgan usaha dari Rezi Anindita mengalami kenaikan penjualan diatas 50% setelah melakukan promosi melalui instagram melalaui instagram dengan harga Soto dan salad buah Rp 20.000/porsi dan salad buah kenaikan penjualannya sampai 150%
dan 108%.
Begitu juga dengan usaha yang kuliner yang ditekuni Aulia, promosi menggunakan akun isntagram dapat menngkatkan penjualannya dari 10 menjadi 30 kotak sebanyak 200 % yang dijual Rp.18.000 perkotaknya.
Penjualan Ayam Wijen Nut yang dirintis oleh Inggit sangat terihat peningkatan penjualan penjualan yang sebelum emnggunakan akun instagram sebagai media promosi hanya bisa menjual 7 porsi sekarang bisa menjual sedkitnya 15 porsi yang dijual dengan harga Rp 15.000, atau meningkat sebanyak 114%.
Usaha Salad Buah One Salad yang ditekuni Irwan sebagai pemilik usahnya mengalami peningkatan penjualan sebesar 86,7% setelah menggunggunaka instaram sebagai media promosi online. Begitu juga dengan usaha yang dirintis oleh Rian dan Ibu Hastuti juga mengalami kenaikan penjualan sebesar 66,7% dan 100%.
Jadi, dari table tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa instagram sebagai media promosi online ssangat berperan dalam meningkathan penjualan di Kompleks Puri Taman Sari Kecamatan Manggala Kota Makassar.
b. Melakukan Interaksi dengan Konsumen
Komunikasi dengan konsumen merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh penjual. Yaitu bagaimana penjual harus berusaha sedekat mungkin dengan konsumen dengan fungsi untuk menjaga konsumen agar tidak berpindah ke penjual lain. Sosial media merupakan salah satu media yang mempermudah komunikasi interaktif antara penjual dengan siapapun , termasuk konsumen dan pihak yang berkepentingan, kapanpun dan dimanapun. Sosial media sangat membantu sebagai penghubung informasi dan komunikasi dari produsen ke konsumen.
Dimanapun mereka berada dan berapapun jaraknya . Media sosial merupakan media yang sangat potensia untuk menemukan konsumen serta membangun image tentang merek suatu produk (Mernil, dkk, 2011)
Tidak hanya itu, perkembangan informasi dari seluruh dunia juga dapat diakses dimanapun dan siapapun. Oleh karenanya, penggunaan
teknologi informasi dan sosial media dapat membantu pelaku usaha untuk terus mengembangkan produknya dan sangat membantu dalam pengambilan keputusan bisnis . Dan yang paling penting manfaat dari media sosial ini adalah tidak berbayar dan tidak memerlukan software khusus.
Dalam wawancara yang telah dilakukan dengan Kak Hasda komunikasi dengan konsumen merupakan hal yang utama untuk dilakukan dengan memanfaatkan media sosial yang ada memudahkan menjalin komunikasi dengan konsumen
“kalau dengan pelanggan harus dekat baik saat melakukan penjualan produk ataupun saat-saat hari biasa. Keakraban selalu saya jaga kadang ada pelanggan yang sudah dianggap seperti saudara sendiri, dan saya menyediakan juga jasa komplain bisa langsung lewat whatsapp sehingga lebih mudah komunikasinya” (Kak Hasda )
Seperti yang juga dipaparkan oleh ibu Widya yang juga menjaga komunikasi dengan konsumen sebagai strategi pemasarannya.
“Kita harus menanyakan bagaimana kualitas produk agar menjadi evaluasi bagi kita, sehingga kita tahu bagaimana dalam memasarkan usaha kita”(Widya)
c. Memperluas Jaringan Pasar
Penggunaan media sosial juga memiliki fungsi lain yaitu dapat memperluas pasar yang sebelumnya hanya daerah-daerah yang kecil yang terdekat dengan dapat menembus pasar yang lebih luas daerah luar kota , luar provinsi, luar pulau bahkan bisa ke luar negeri.
Pelaku usaha di Kompleks Puri Taman Sari Kecamatan Manggala saat ini sudah memiliki pelanggan yang berada di luar Kecamatan Manggala setelah melakukan pemasaran secara online. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya di sekitar pemukiman pelaku usaha itu.
d. Gambaran Penggunaan Instagram Sebagai Media Promosi
Penggunaan media sosial sebagai alat untuk sarana pemasaran dan promosi adalah satu strategi pemasaran yang efektif. Begitu pun saat ini dilakukan oleh para pelaku usaha Kuliner yaitu Ibu Widya, Mas Jeff, mba KakHasda, Aulia, Rezi Anindita, dan Inggit dalam melakukan promosi dan pemasaran menggunakan media sosial Instagram Marketing.
Dalam pemasaran lewat media sosial yang paling penting dan untuk memulai penjualan lewat online adalah mengunggah atau memposting produk dengan memanfaatkan gambar. Dengan media gambar ini merupakan identitas produk agar konsumen atau calon pembeli dapat tau produk yang dijual. Penggunaan Akun Instagram sangat mudah dan efektif dalam memasarkan produk usaha kuliner di media sosial.