• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dewan Direksi

PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued)

3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI

3. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND

ASSUMPTIONS

Penyusunan laporan keuangan Perusahaan

mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi, dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material atas nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

The preparation of the Company’s financial statements requires management to make judgments, estimates, and assumptions that affect the reported amounts herein, and the related disclosures, at the end of the reporting period. However, uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset or liability affected in future periods.

Pertimbangan Judgments

Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah melakukan pertimbangan, terpisah dari masalah estimasi, yang memiliki dampak signifikan terhadap jumlah yang diakui di dalam laporan keuangan:

In the process of applying the Company’s accounting policies, management has made the following judgments, which have the most significant effect on the amounts recognized in the financial statements:

The original financial statements included herein are in Indonesian language. PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada

Tanggal 31 Maret 2017 Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2016, 2015 Dan 2014 Serta

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued)

For The Three-Month Period Ended March 31, 2017 And For The Years Ended

December 31, 2016, 2015 And 2014 And For The Three-Month Period Ended

March 31, 2016 (Unaudited)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN

ASUMSI (lanjutan)

3. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND

ASSUMPTIONS (continued)

Pertimbangan (lanjutan) Judgments (continued)

Klasifikasi Instrumen Keuangan Classification of Financial Instruments

Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2b.

The Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK 55 (Revised 2014). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company’s accounting policies disclosed in Note 2b.

Penentuan Mata Uang Fungsional Determination of Functional Currency

Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer Perusahaan beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan, mata uang fungsional adalah Rupiah.

The functional currency of the Company is the currency of the primary economic environment in which each entity operates. It is the currency that mainly influences the revenue and cost of rendering services. Based on the Company’s management assessment, the Company’s functional currency is in Rupiah.

Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions

Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date, that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year, are described below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments however, may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.

Nilai Wajar Instrumen Keuangan Fair Value of Financial Instruments

Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan. Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 31.

The Company carries certain financial assets and liabilities at fair values, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair values would differ if the Company utilized different valuation methodology. Any changes in fair values of these financial assets and liabilities would affect directly the Company’s profit or loss. The fair value of financial assets and liabilities are set out in Note 31.

Revaluasi Aset Tetap - Tanah Revaluation of Fixed Assets - Land

Perusahaan mencatat aset tetap - tanah pada nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba rugi. Selain itu, pengukuran aset tetap - tanah pada nilai revaluasi dengan perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menggunakan spesialis penilai independen untuk menentukan nilai wajar pada tanggal 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2015.

The Company carries its fixed assets - land at fair value, with changes in fair value being recognized in profit or loss. In addition, it measures land at revalued amounts with changes in fair value being recognized in other comprehensive income. The Company engaged independent valuation specialists to determine fair value as of March 31, 2017 and December 31, 2015.

The original financial statements included herein are in Indonesian language. PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada

Tanggal 31 Maret 2017 Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2016, 2015 Dan 2014 Serta

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued)

For The Three-Month Period Ended March 31, 2017 And For The Years Ended

December 31, 2016, 2015 And 2014 And For The Three-Month Period Ended

March 31, 2016 (Unaudited)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN

ASUMSI (lanjutan)

3. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND

ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap Estimated Useful Lives of Fixed Assets

Masa manfaat dari aset tetap Perusahaan diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis. Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaan aset.

The useful lives of the item of the Company’s fixed assets are estimated based on the period over which the asset is expected to be available for use. Such estimation is based on a collective assessment of similar business, internal technical evaluation and experience with similar assets. The estimated useful life of each asset is reviewed periodically and updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear, technical or commercial obsolescence, and legal or other limits on the use of the asset.

Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap akan menyebabkan kenaikan beban penyusutan/amortisasi, dan penurunan nilai tercatat aset tetap.

It is possible, however, that future results of operations could be materially affected by changes in the amounts and timing of recorded expenses brought about by changes in the factors mentioned above. A reduction in the estimated useful life of any item of fixed assets would increase the recorded depreciation/ amortization, and decrease the carrying values of these assets.

Tidak terdapat perubahan dalam estimasi masa manfaat aset tetap selama tahun berjalan. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 11.

There is no change in the estimated useful lives of fixed assets during the year. Further details are disclosed in Note 11.

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Impairment of Nonfinancial Assets

Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Data arus kas diambil dari anggaran untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum dilakukan oleh Perusahaan atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset dari UPK yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.

An impairment exists when the carrying value of an asset or Cash Generating Unit (CGU) exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less costs to sell and its value in use. The fair value less costs to sell calculation is based on available data from binding sales transactions in an arm’s length transaction of similar assets or observable market prices less incremental costs for disposing of the asset. The value in use calculation is based on a discounted cash flow model. The cash flows are derived from the budget for the next five years and do not include restructuring activities that the Company is not yet committed to or significant future investments that will enhance the asset’s performance of the cash generating unit being tested. The recoverable amount is most sensitive to the discount rate used for the discounted cash flow model as well as the expected future cash inflows and the growth rate used for extrapolation purposes.

Imbalan Kerja Karyawan Employee Benefits

Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan diakui segera dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan pada saat terjadi.

The determination of the Company’s obligations and cost for pension and employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rates, future annual salary increase, annual employee turn-over rate, disability rate, retirement age and mortality rate. Actual results that differ from the Company’s assumptions are recognized immediately in the statement of profit or loss and other comprehensive income as and when they occurred.

The original financial statements included herein are in Indonesian language. PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada

Tanggal 31 Maret 2017 Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2016, 2015 Dan 2014 Serta

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued)

For The Three-Month Period Ended March 31, 2017 And For The Years Ended

December 31, 2016, 2015 And 2014 And For The Three-Month Period Ended

March 31, 2016 (Unaudited)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN

ASUMSI (lanjutan)

3. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND

ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Imbalan Kerja Karyawan (lanjutan) Employee Benefits (continued)

Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2k. Pada tanggal 31 Maret, 31 Desember 2016, 2015 dan 2014, saldo liabilitas imbalan kerja karyawan Perusahaan masing-masing sebesar Rp 2.187.204.645, Rp 2.516.458.726, Rp 1.382.013.050 dan Rp 1.174.922.705 (Catatan 21).

While the Company believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Company’s actual experiences or significant changes in the Company’s assumptions may materially affect its estimated liabilities for pension and employee benefits and net employee benefits expense. Further details are disclosed in Notes 2k. As of March 31, 2017, December 31, 2016, 2015 and 2014, employee benefits liabilities of the Company amounted to Rp 2,187,204,645, Rp 2,516,458,726, Rp 1,382,013,050 and Rp 1,174,922,705, respectively (Note 21).

Pajak Penghasilan Income Tax

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atau pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

Significant judgement is involved in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due.

Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets

Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan Pada tanggal 31 Maret 2017 dan 2016, 31 Desember 2016, 2015 dan 2014, Perusahaan memiliki rugi fiskal kumulatif masing-masing sebesar Rp 40.900.125.633, Rp 36.311.547.966, Rp 44.785.757.753, Rp 35.029.992.884 dan Rp 19.060.604.923 (Catatan 20c).

Deferred tax assets are recognized for all unused tax losses to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies. As of March 31, 2017 and 2016, December 31, 2016, 2015 and 2014, the Company has accumulated fiscal loss amounting to Rp 40,900,125,633,

Rp 36,311,547,966, Rp 44,785,757,753,

Rp 35,029,992,884 and Rp 19,060,604,923 (Note 20c). Penurunan Nilai Piutang Premi dan Piutang Reasuransi Impairment of Premium Receivables and Due from

Reinsurance Pada tiap tanggal laporan posisi keuangan Perusahaan

menilai apakah terdapat bukti objektif piutang premi dan piutang reasuransi mengalami penurunan nilai. Untuk menentukan apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai, Perusahaan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemungkinan ketidakmampuan untuk membayar utang atau kesulitan signifikan dari debitur dan kegagalan maupun penundaan pembayaran signifikan.

The Company assesses at each statement of financial position date whether there is objective evidence that the premium receivables and due from reinsurance is impaired. To determine whether there is objective evidence of impairment, the Company considers factors such as the possibility of insolvency or significant difficulties of the debtor and default or significant delay in payments. Apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai, jumlah dan

waktu dari arus kas masa depan diestimasi berdasarkan atas pengalaman kerugian historis atas aset dengan karakterisitik risiko kredit yang serupa. Nilai tercatat piutang premi dan piutang reasuransi Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan diungkapkan di dalam Catatan 8 dan 9 atas laporan keuangan.

Where there is objective evidence of impairment, the amount and timing of future cash flows are estimated based on historical loss experience for assets with similar credit risk characteristics. The carrying amount of the Company’s premium receivables and due from reinsurance at the statement of financial position date is disclosed in Notes 8 and 9 to the financial statements.

The original financial statements included herein are in Indonesian language. PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada

Tanggal 31 Maret 2017 Dan Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2016, 2015 Dan 2014 Serta

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2016 (Tidak Diaudit) (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT MALACCA TRUST WUWUNGAN INSURANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (continued)

For The Three-Month Period Ended March 31, 2017 And For The Years Ended

December 31, 2016, 2015 And 2014 And For The Three-Month Period Ended

March 31, 2016 (Unaudited)

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN

ASUMSI (lanjutan)

3. USE OF JUDGMENTS, ESTIMATES AND

ASSUMPTIONS (continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Estimasi Klaim Estimated Claim

Perusahaan wajib membentuk cadangan untuk pembayaran klaim yang timbul. Cadangan ini merupakan biaya yang diharapkan untuk menyelesaikan klaim yang telah terjadi, tetapi masih dalam proses pada tanggal laporan posisi keuangan.

The Company is required to establish reserves for payment of claim that arise. These reserves represent the expected ultimate cost to settle claims occurring prior to, but still outstanding as of the statement of financial position date. Perusahaan menetapkan cadangan berdasarkan jenis

produk, jenis dan periode penjaminan dan tahun kejadian. Ada dua kategori cadangan: cadangan untuk klaim yang sudah dilaporkan dan cadangan untuk klaim yang “sudah terjadi tetapi belum dilaporkan” (IBNR).

The Company establishes its reserves by product line, type and extent of coverage and year of occurrence. There are two categories of reserve: reserves for reported losses and reserves for “Incurred But Not Reported” (IBNR) losses. Cadangan Perusahaan untuk klaim yang sudah dilaporkan

adalah berdasarkan pada estimasi pembayaran di masa mendatang untuk menyelesaikan klaim yang sudah dilaporkan dan klaim. Perusahaan membuat estimasi tersebut berdasarkan pada fakta-fakta yang tersedia pada saat cadangan ditetapkan.

The Company’s reserves for reported losses are based on estimates of future payments to settle reported claims. The Company bases such estimates on the facts available at the time the reserves are established.

Perusahaan membentuk cadangan IBNR dengan menggunakan data historis IBNR yang diproyeksikan terhadap premi bruto tahun berjalan, untuk mengakui perkiraan biaya dari klaim yang sudah terjadi tetapi belum dilaporkan.

The Company’s establishes IBNR reserves using historical data of IBNR that projected to current year gross premium, to recognize the estimated cost of losses for claim which have already occurred but not yet reported.

Nilai tercatat estimasi klaim Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan diungkapkan di dalam Catatan 14 atas laporan keuangan.

The carrying amount of the Company’s estimated claim at the statement of financial position date is disclosed in Note 14 to the financial statements.

Pengujian kecukupan liabilitas Liability adequacy test

Pada tanggal pelaporan, keseluruhan jumlah aset dan liabilitas asuransi yang dicatat telah dilakukan pengujian kecukupan liabilitas dan Manajemen meyakini bahwa nilai tersebut adalah memadai.

As of the reporting date, all insurance assets and liabilities have been estimated and the management believes that the amounts recorded are adequate.

4. KAS DAN BANK 4. CASH AND BANKS

Terdiri atas: This account consists of:

31 Desember/ December 31, 31 Maret 2017/

March 31, 2017 2016 2015 2014

Kas 143.421.971 141.952.337 144.166.976 111.884.636 Cash on hand

Kas di Bank Cash in Banks

Rupiah Rupiah

PT Bank Central Asia Tbk 8.996.895.191 9.200.874.328 691.512.227 552.675.304 PT Bank Central Asia Tbk

PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 110.710.086 110.668.414 110.142.402 - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 79.292.210 80.909.329 120.617.803 63.828.314 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank CIMB Niaga Tbk 21.665.396 7.767.811 147.669.445 87.028.685 PT Bank CIMB Niaga Tbk