• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.5. Pengolahan dan Analisis Data

Data yang diperoleh dari penelitian diolah secara manual maupun dengan menggunakan komputer berdasarkan kerangka pemikiran yang telah disusun. Selanjutnya data yang telah diolah akan ditampilkan dalam bentuk

tabel agar mudah dibaca. Sedangkan data kualitatif akan disajikan dalam bentuk uraian secara deskriptif.

Secara ringkas, prosedur pengolahan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Editing

Merupakan kegiatan penulisan data dan informasi yang akan dikumpulkan. Tujuannya untuk mengevaluasi data dan informasi yang ada guna menghindari atau mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin ada dalam pengumpulan data.

2. Tabulasi

Merupakan kegiatan merumuskan data ke dalam bentuk tabel. Tujuannya untuk menghindari kesimpangsiuran dan memudahkan dalam menginterpretasikan data.

3. Interpretasi

Adalah kegiatan yang bertujuan untuk mencari arti yang lebih luas dari hasil penelitian yang diperoleh.

Metode analisa data yang digunakan adalah : 1. Analisis Trend

Analisis trend bertujuan untuk mengetahui tendensi atau kecenderungan keadaan keuangan di masa yang akan datang, baik kecenderungan naik, turun, atau tetap. Untuk menggunakan analisa ini diperlukan minimal tiga periode. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan perusahaan melalui rentang perjalanan waktu yang sudah lalu (data historis) dan memproyeksikan situasi di masa yang akan dating. Analisis ini merupakan pelengkap dari analisis rasio, dimana hasil dari analisis trend akan dijadikan dasar dalam melakukan interpretasi hasil analisis rasio. Dalam analisis trend dibutuhkan satu tahun dasar. Dalam analisis ini yang dijadikan tahun dasar adalah tahun 2004 karena merupakan tahun paling awal dari periode yang dianalisis. Setiap pos yang terdapat dalam laporan keuangan yang dipilih sebagai tahun dasar diberikan angka indeks 100, sedangkan pos-pos yang sama dari periode yang dianalisis dihubungkan dengan pos yang sama dalam laporan

keuangan tahun dasar dengan cara membagi jumlah rupiah tiap-tiap pos dalam periode yang dianalisis dengan jumlah rupiah dari pos yang sama dalam laporan keuangan tahun dasar sehingga dapat dilihat kenaikan atau penurunan nilai persentase tiap pos. Analisis trend dapat dirumuskan sebagai berikut :

Rxi = x

Pxo Pxi

100% ... (1) dimana: Rxi = nilai persentase untuk tahun ke-i

Pxi = pos x dalam laporan keuangan yang akan dianalisis

Pxo = pos x dalam laporan keuangan sebagai tahun dasar

2. Analisis Common Size atau Analisis Laporan Keuangan dengan Persentase Per Komponen ( Analisis Vertikal)

Analisis ini menyederhanakan angka-angka dalam laporan keuangan. Diperlukan angka dasar yang ditetapkan sebagai dasar penghitungan angka konversi. Biasanya untuk neraca dipakai total asset sebagai angka dasar, yaitu 100%. Dan untuk laporan rugi laba dipakai angka penjualan. Dengan angka-angka dasar itu, angka-angka dari pos yang lain dipersentasekan pada angka dasar. Analisis persentase per komponen dapat dirumuskan sebagai berikut :

Ryi = x

Pyo Pyi

100% ... (2) dimana:Ryi = nilai persentase pos yang dibandingkan

Pyi = pos y dalam laporan keuangan tahun ke-i

Pyo = pos dasar sebagai pembanding

3. Analisis Rasio (Ratio Analysis)

Suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan rugi laba secara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.

Jenis rasio keuangan yang digunakan yaitu :

a) Rasio likuditas, rasio ini mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya yang akan

segera jatuh tempo dan juga mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian yang mungkin terjadi, yang terdiri dari :

• Rasio lancar (current ratio) adalah rasio yang dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar. Rasio ini merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui kesanggupan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena rasio ini menunjukkan seberapa jauh tuntutan atau tagihan dari pada kreditur segera dapat berubah menjadi tunai dalam periode yang sama dengan jatuh tempo hutang atau tagihan tersebut. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut : Rasio lancar = lancar Hutang lancar Aktiva ... (3)

• Rasio cepat (quick ratio) adalah rasio yang dihitung dengan menggunakan aktiva lancar tanpa memperhitungkan persediaan dibagi dengan kewajiban lancar. Rasio cepat merupakan ukuran penting untuk mengetahui kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa memperhitungkan penjualan persediaan. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Rasio Cepat = lancar Hutang Persediaan lancar Aktiva ... (4)

b) Rasio pengukur solvabilitas (leverage), rasio yang ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangannya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang serta untuk mengukur sampai berapa jauh aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang, yang terdiri dari :

• Rasio total hutang dengan total aktiva (debt ratio) atau sering disebut juga rasio hutang mengukur sejauh mana kewajiban perusahaan digunakan untuk mendanai pembelian atau investasi atas aktiva perusahaan. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Rasio Hutang = aktiva Total hutang Total ... (5) • Rasio total hutang dengan modal sendiri (total debt to equity ratio) menunjukkan perbandingan antara jumlah seluruh hutang, baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan jumlah modal sendiri perusahaan. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Rasio Total Hutang Dengan Modal Sendiri =

sendiri Modal

hutang Total

(6)

• Rasio modal sendiri dengan total aktiva (equity to total activa ratio) menunjukkan besarnya proporsi jumlah aktiva yang dibiayai dari modal sendiri, disamping menunjukkan tingkat keamanan bagi kreditur. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Rasio Modal Sendiri Dengan Total Aktiva =

aktiva Total

sendiri Modal

(7)

• Rasio antara laba sebelum pajak dengan beban bunga (time interest earned ratio), rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi beban tetapnya berupa bunga, atau mengukur seberapa jauh laba dapat berkurang tanpa perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Time Interest Earned Ratio =

bunga Beban

usaha Laba

... (8)

c) Rasio aktivitas, yaitu rasio-rasio yang dimaksudkan untuk mengukur sampai berapa besar efektifitas perusahaan dalam mengerjakan sumber-sumber dananya, yang terdiri dari :

• Rasio perputaran total aktiva (total assets turnover ratio) memberikan gambaran relatif mengenai efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aktiva yang ada dalam perusahaan untuk menghasilkan penjualan. Dengan kata lain adalah kecepatan berputarnya total aktiva dalam satu periode tertentu. Semakin cepat perputarannya yang ditunjukkan dengan angka rasio yang lebih besar adalah semakin baik karena perusahaan dapat memanfaatkan

total aktivanya dengan efisien untuk menghasilkan penjualan. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Rasio Perputaran Total Aktiva =

aktiva Total

Penjualan

... (9) • Rasio perputaran aktiva tetap (fixed assets turnover ratio) berguna untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam penggunaan aktiva tetapnya untuk menghasilkan penjualan. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Rasio Perputaran Aktiva Tetap =

tetap Aktiva

Penjualan

... (10) • Rasio perputaran piutang (receivable turnover ratio) merupakan kemampuan dana yang tertanam dalam piutang untuk berputar dalam suatu periode tertentu. Semakin tinggi angka rasio berarti semakin cepat perputaran piutang dalam satu periode, maka modal kerja yang tertanam dalam piutang semakin turun karena semakin cepat pencairan piutang menjadi bentuk kas. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Rasio Perputaran Piutang =

Piutang Penjualan

... (11) Sedangkan untuk mengetahui efektifitas dari pada penagihan piutang dapat dilihat dari rata-rata periode penagihan piutang (average collection period) yang dirumuskan sebagai berikut :

Periode Penagihan Piutang =

Piutang Perputaran

Rasio

hari

360 .... (12)

• Rasio perputaran persediaan (inventory turnover ratio) mencerminkan besarnya nilai penjualan yang dilakukan perusahaan untuk setiap persediaan yang dijual. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Rasio Perputaran Persediaan =

Persediaan Penjualan

... (13)

Untuk mengetahui berapa lama persediaan disimpan di gudang atau untuk mengukur efektifitas pengelolaan persediaan tersimpan

dapat dilihat dari rata-rata periode persediaan tersimpan, yang dirumuskan sebagai berikut :

Periode Persediaan Tersimpan =

Persediaan Perputaran Rasio hari 360 .. (14)

d) Rasio profitabilitas, yaitu rasio-rasio yang menunjukkan hasil akhir dari sejumlah kebijaksanaan dan keputusan-keputusan perusahaan, yang terdiri dari :

• Marjin laba kotor (gross profit margin) adalah rasio keuntungan yang menunjukkan kemampuan dari penjualan untuk mendapat laba kotor dan berguna untuk memberikan indikasi mengenai efisiensi operasi perusahaan dan penetapan harga jual. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Marjin Laba Kotor =

Penjualan kotor Laba

... (15) • Rasio operasi (operating ratio) adalah rasio yang menunjukkan tingkat efisiensi perusahaan dalam operasi guna menghasilkan laba dalam setiap rupiah penjualannya. Nilai rasio yang tinggi menunjukkan keadaan yang kurang baik, karena setiap rupiah penjualan yang terserap dalam biaya juga tinggi dan yang tersedia untuk laba kecil. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Rasio Operasi = Penjualan Operasi Biaya penjualan pokok Harga + (16)

• Marjin laba bersih (net profit margin) adalah rasio keuntungan yang menunjukkan kesanggupan perusahaan dalam melakukan penjualan untuk memperoleh laba bersih dan memberikan gambaran relatif mengenai efisiensi perusahaan setelah memperhatikan semua pengeluaran biaya maupun pajak. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :

Marjin Laba Bersih =

Penjualan pajak setelah Laba

... (17) • Rasio tingkat pengembalian investasi atau ROI (return on investment) adalah rasio yang menunjukkan kemampuan dari

seluruh dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bersih pada tahun berjalan, yaitu laba bersih setelah dikurangi bunga dan pajak. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut : ROI = aktiva Total pajak setelah Laba ... (18) • Rasio tingkat pengembalian ekuitas atau ROE (return on equity) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba atas modal yang ditanam oleh para pemiliknya. Angka rasio yang tinggi menunjukkan keberhasilan dari manajemen perusahaan dalam mengelola modal yang ditanamkan oleh pemilik perusahaan, dimana laba yang diperoleh tinggi. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut : ROE = sendiri Modal pajak setelah Laba ... (19) 4. Analisis Du Pont

Persamaan Du Pont menunjukkan bahwa tingkat pengembalian atas aktiva dapat diperoleh dari perkalian marjin laba dengan perputaran total aktiva, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

ROA = Margin laba x Perputaran total aktiva = Penjualan bersih Laba x aktiva Total Penjualan ... (20) Pengembalian atas ekuitas (ROE) perusahaan tergantung pada penggunaan kewajiban (leverage). ROA harus dibagi dengan 1-rasio hutang untuk mendapatkan ROE, adapun rumus ROE, yaitu :

ROE = Hutang Rasio 1 ROA ... (21)

Dokumen terkait