MEKANISME PBDKI-2016
3. PENGOLAHAN DAN UMPAN BALIK /PENCETAKAN OUTPUT
Pengolahan hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia menggunakan metode Data Entrydengan metode Swakelola.Pengolahan hasil PBDKI menggunakan system aplikasi berbasis web yang terdiri dari :
Aplikasi Online
• Aplikasi Online digunakan untuk mendistribusikan Aplikasi Offline dengan satuan wilayah Desa/Kelurahan dengan cara MENGUNDUH
• Aplikasi Online juga bisa digunakan untuk melakukan Pemutakhiran BDKI secara online oleh Operator
Aplikasi Offline
• Aplikasi Offline hanya bisa digunakan untuk melakukan pemutakhiran BDKI wilayah Desa/Kelurahan tertentu saja • Penggunaan Aplikasi Offline mengharuskan UNGGAH untuk
mendapatkan KKI keluarga baru dan tabulasi-tabulasi hasil pengolahan data.
Alternatif lokus pengolahan hasil PBDKI adalah sebagai berikut :
• Pengolahan Hasil PBDKI dilakukan di tingkat Kecamatan, dengan memanfaatkan sarana dan prasarana pengolahan data di Balai Penyuluhan
• Pengolahan Hasil PBDKI bisa dilakukan di tingkat Desa/Kelurahan bila memiliki sarana dan prasarana pengolahan data
• Pengolahan Hasil PBDKI bisa dilakukan di tingkat Kabupaten/Kota hanya untuk Kecamatan yang belum memiliki sarana dan prasarana pengolahan data.
Setelah pengolahan hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia selesai dilakukan, maka akan didapatkan basis data keluarga Indonesia yang mutakhir secara nasional. Untuk memberikan umpan balik kepada para pengelola data dan informasi di setiap tingkatan wilayah diperlukan pencetakan output basis data keluarga tersebut dan didistribusikan kepada Kader Pelaksana PBDKI untuk dasar Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia tahun berikutnya.
Panduan Pencatatan dan Pelaporan|53
F. PENGAMATAN DAN EVALUASI
1. Pengamatan
Pengamatan kebenaran data dilakukan dengan menggunakan instrumen lembar supervisi LS/F/I/BDKI/15, sekaligus untuk melakukan verifikasi dan validasi dari data yang telah dilaporkan dalam format F/I/BDKI/15 dan F/I/PK/15.
a. Pengamatan hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia dilakukan oleh pengelola data dari tingkat atas ke tingkat di bawahnya.
b. Pengamatan dapat dilakukan segera setelah pelaksanaan Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia.
c. Tujuan pengamatan ini adalah untuk mengetahui permasalahan/hambatan yang terjadi di lapangan dan menguji kebenaran dan cara pengisian formulir F/I/BDKI/15dan F/I/PK/15. d. Pengamatan disetiap wilayah dilakukan sebagai berikut:
1) Tingkat pusat ke provinsi sampai desa/kelurahan
Pengamatan dilakukan oleh BKKBN Pusat (Direktorat Pelaporan dan Statistik).
2) Tingkat provinsi ke kabupaten dan kota sampai desa/kelurahan Pengamatan dilakukan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi (Bidang ADPIN/Sub Bidang Data dan informasi).
3) Tingkat kabupaten dan kota ke kecamatan sampai desa/kelurahan Pengamatan dilakukan oleh SKPD-KB Kabupaten dan Kota (Unit Pengelola Data dan Informasi).
4) Tingkat kecamatan dan desa/kelurahan ke tingkat RT/RW/dusun Pengamatan dilakukan oleh PPLKB/Ka.UPT dan PLKB/PKB. e. Variabel data yang diamati adalah :
1) Data Kependudukan yang terdiri dari data kepala keluarga dan setiap anggota keluarga meliputi NIK, nama, tanggal lahir, umur, hubungan dengan kepala keluarga, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan, status kawin, dan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional.
2) Data Keluarga Berencana yang terdiri dari usia kawin pertama, jumlah anak yang pernah dilahirkan hidup, kesertaan ber-KB, metode kontrasepsi yang sedang/pernah digunakan, sudah berapa lama menggunakan kontrasepsi, keinginan punya anak lagi, alasan tidak ber-KB, dan tempat pelayanan KB.
3) Data Pembangunan Keluarga yang terdiri dari indikator-indikator pembangunan keluarga.
54|Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia
f. Sebagai sampel wilayah untuk masing-masing provinsi dipilih 4 (empat) kecamatan, sedangkan pada tiap kecamatan diambil 2 (dua) dengan desa/kelurahan yang berbeda.
g. Penentuan sampel wilayah berdasarkan pada :
1) Kecamatan dengan peserta aktif tinggi, sedang dan rendah;
2) Setiap bundel F/I/BDKI/15dan F/I/PK/15 yang dipilih diusahakan berasal dari Kader Pelaksana PBDKI yang berlainan.
h. Populasi sampel yang diambil adalah sebagai berikut :
1) Untuk F/I/BDKI/15dan F/I/PK/15 dengan jumlah kepala keluarga (KK)<150 diambil sampelnya sebanyak 10 KK.
2) Untuk F/I/BDKI/15dan F/I/PK/15 dengan jumlah KK >150 diambil sampelnya sebanyak 10%.
Penentuan sampel menggunakan metode sampling acak sederhana (simple random sampling), yaitu suatu teknik sampling yang dipilih secara acak, jadi setiap unsur populasi harus memiliki kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel.
i. Cara pengamatan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1) Ditentukan terlebih dahulu jumlah keluarga yang terpilih sebagai
sampel pengamatan sesuai dengan ketentuan tersebut di atas. 2) Ditentukan keluarga yang akan menjadi sampel pengamatan dengan
dipilih secara acak dari bundel F/I/BDKI/15 dan F/I/PK/15.
3) Setelah itu dilakukan kunjungan rumah kepada keluarga yang terpilih sebagaisampel untuk dilakukan pengamatan dengan caramengecek tingkat kebenaran dari Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia yang telah dilakukan sebelumnya. Pengecekan dilakukan dengan cara wawancara dan menggunakan formulir LS/F/I/BDKI/15.
4) Untuk hasil wawancara yang sesuai diberi tanda centang (√) pada kolom B dan yang tidak sesuaidiberi tanda centang (√) pada kolom S formulir LS/F/I/BDKI/15. Begitu seterusnya sampai semua sampel dikunjungi.
2. Evaluasi
Evaluasi pelaksanaan Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia dilakukan setelah semua langkah kegiatan terlaksana, yaitu mulai dari tahap persiapan sampai dengan penyebarluasan informasi hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia. Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan terhadap berbagai aspek. Aspek-aspek yang perlu dievaluasi yaitu :
Panduan Pencatatan dan Pelaporan|55 a. Aspek Sumber Daya Manusia
Aspek yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang terlibat secara langsung maupun tak langsung dalam Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia, mulai dari pengetahuan, pengalaman, pelatihan, dan sebagainya.
b. Aspek Sarana dan Prasarana
Aspek berkaitan dengan peralatan dan perlengkapan, teknologi serta sarana formulir untuk mendukung proses Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia, seperti: formulir, peta keluarga dan kupon, stiker tanda Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia, alat tulis, dan sebagainya.
c. Aspek Metode
Aspek yang berkaitan dengan sistem dan mekanisme Pengumpulan dan Pelaporan hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia serta penggunaan petunjuk pengisian data keluarga, tata cara pelaksanaan anggaran, dan sebagainya.
56|Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia
BAB V
PENUTUP
Panduan ini merupakan panduan umum bagi pengelola data di tingkat Pusat hingga lini lapangan dalam rangka menyiapkan sasaran Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Nasional. Variabel yang dikumpulkan diharapkan menghasilkan data dan informasi yang bermanfaat dalam menetapkan sasaran Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di semua tingkatan wilayah.Dalam rangka memenuhi kebutuhan data dan informasi di daerah, panduan ini dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Data yang tersedia adalah sebagaimana tertuang dalam intrumen yang digunakan, meliputi data kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.
Untuk dapat dimanfaatkannya data dan informasi hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia, maka kualitas hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia harus menjadi perhatian bersama, baik oleh para pengumpul dan pengelola data disetiap tingkatan wilayah hingga Pusat. Oleh karena itu, untuk menghasilkan data yang berkualitas maka norma, standar, prosedur dan kriteria kerja dalam Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia harus dilaksanakan sesuai dengan pedoman ini. Menyadari keterbatasan dalam penyusunan buku pedoman ini maka diperlukan suatu penyesuaian dengan situasi dan kondisi di lapangan.
Panduan Pencatatan dan Pelaporan | 59
LAMPIRAN
1. FORMULIR PEMUTAKHIRAN BASIS DATA KELUARGA INDONESIA