• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Model Pembelajaran Kooperatif T ipe Bidak

2. Pengolahan Data Hasil Non Tes

Data hasil observasi dianalisis untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru selama pembelajaran berlangsung. Sedangkan data hasil skala sikap dianalisis untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran kooperatif tipe Bidak dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematis siswa. Data dianalisis secara kuantitatif dengan melihat perolehan rata-rata skor sikap siswa dibandingkan dengan skor netral.

Selain menganalisis rata-rata skor sikap siswa, juga dianalisis dengan persentase sikap positif dan sikap negatif setiap item pertanyaan. Untuk pertanyaan positif, sikap positif adalah sikap keseringan (banyaknya respon SS dan Sr) dan sikap negatif adalah sikap ketidakseringan (banyaknya respon Jr dan Js). Untuk pernyataan negatif, sikap positif adalah sikap ketidakseringan (banyaknya respon Jr dan JS) dan sikap negatif adalah sikap keseringan (banyaknya respon SS dan Sr).

Oktavien (2012: 69) menyatakan bahwa untuk mengetahui sikap positif atau sikap negatif mahasiswa terhadap pembelajaran, maka rata-rata skor setiap mahasiswa dibandingkan dengan skor netral terhadap butir skor, indikator dan klasifikasinya. Bila rata-rata skor mahasiswa lebih kecil dari skor netral, artinya mahasiswa mempunyai sikap negatif. Sedangkan apabila rata-rata skor mahasiswa lebih besar dari skor netral, artinya mahasiswa mempunyai sikap positif.

75

Rahmi Faujiah Hayati , 2013

Peningkatan Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bidak (Bantuan Individual Dalam Kelompok)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai peningkatan kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematis, antar siswa yang memperoleh pembelajaran model kooperatif tipe Bidak (bantuan individual dalam kelompok) dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Kemampuan pemahaman matematis siswa, baik dengan pembelajaran model kooperatif tipe Bidak maupun pembelajaran konvensional sama-sama mengalami peningkatan. Peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe Bidak lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.

2. Kemampuan berpikir kritis matematis siswa, baik dengan pembelajaran model kooperatif tipe Bidak maupun pembelajaran konvensional sama-sama mengalami peningkatan. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe Bidak lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.

3. Siswa memberikan respon positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Bidak dalam mengembangkan kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematis.

B. Saran

Dari kesimpulan di atas, saran yang dikemukakan sebagai berikut:

1. Pembelajaran model kooperatif tipe Bidak (bantuan individual dalam) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang baik untuk diimplementasikan dalam pengembangan pembelajaran matematika di kelas. 2. Menggunakan pembelajaran model kooperatif tipe Bidak (bantuan individual

dalam kelompok) memerlukan waktu yang lebih lama dari pembelajaranan konvensional, sehingga guru diharapkan untuk mempertimbangkan terlebih

76

Rahmi Faujiah Hayati , 2013

Peningkatan Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bidak (Bantuan Individual Dalam Kelompok)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

dahulu topik-topik materi yang lebih esensial dalam penerapannya agar pembelajaran akan lebih terarah dan siswa dapat menerapkannya sesuai prosedur matematis.

3. Hasil tes kemampuan pemahaman dan berpikir kritis matematis terlihat masih banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM, guru sebaiknya membiasakan siswa dengan soal-soal kemampuan berpikir kritis matematis. 4. Bagi peneliti selanjutnya agar menelaah kembali pembelajaran ini untuk

melihat pengaruhnya pada kemampuan matematik lainnya sehingga dapat menerapkan pembelajaran dengan lebih baik dan maksimal lagi.

5. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu Madrasah Aliyah Negeri di Kota Tasikmalaya, penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada sekolah lainnya dengan sampel yang berbeda sehingga diharapkan dapat lebih baik lagi.

77

Rahmi Faujiah Hayati , 2013

Peningkatan Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bidak (Bantuan Individual Dalam Kelompok)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Aizikovitsh, E., & Amit, M. (2010). “Integrating Theories In The Promotion Of

Critical Thinking In Mathematics Classrooms”. Journal of Science

Education and Technology, 9, 149-159.http://www.cerme7.

univ,rzeszow.pl/WG/7/Aizikovitsh-Udi_CERME7_WG7.pdf.

Anderson, L. W & Krathwohl, D. R. (2010). Kerangka Landasan Untuk

Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Awofala, A. O. A. & Nneji, L. M. (2010). Effect of Framing and Team Assisted

Individualized Instructional Strategies on Students’ Achievement in

Mathematics. Journal of Science Teachers' Association of Nigeria. stanonline.org/journal/.../JSTAN-Awofala,%2.

Bell, H. F. (1978). Teaching and Learning mathematics (in Secondary School). Dubuque, lowa: WM. C. Brown company Publiser.

Dahar, R. W. (1996). Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Depdiknas. (2003). Kurikulum 2004, StandarKompetensi, Mata Pelajaran

Matematika Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Jakarta:

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.

Depdiknas. (2006). Permendiknas nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi

Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Depdiknas.

Ennis, R. H. (1995). Critical Thinking. United States of America: Prantice Hall. Ennis, R. H. (1996). Critical Thinking. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Facione, P. A. (1992). Critical thinking: What it is and what it counts. Insight Assessment. California Academic Press. Tersedia: www. Insight assessment. com/pdf_files/what&why2006.pdf

Fisher, A. (2009). Berpikir Kritis: Sebuh Pengantar. Jakarta: Erlangga

Gompa, V. (2006). A Mathematics Course for Pre-Service Elementary Teachers Using Inquiry Based Learning and Technology. Journalof Research and

Development in Education, 69, 501-550.http://sections.maa.org/lams/

proceedings/spring2006/Vijaya.and.Raghu.Gompa.pdf.

Hake, R. R. (1999). Analyzing Change/Gain Scores. AREA-D-American

Educational Research Association’s Devision D, Measurement and

Research Methodology. [Online]. Tersedia : http:/lists.asu.Edu/cgibin/wa?A2=ind9903&L=aera d&p=R6855.

78

Rahmi Faujiah Hayati , 2013

Peningkatan Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bidak (Bantuan Individual Dalam Kelompok)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Hanief, S. (2011). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Geometri Dimensi Tiga dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bidak pada Kemampuan Daya Tilik Ruang Siswa SMK Kelas XI teknik Gambar

Bangunan. Tesis Unnes: Tidak diterbitkan.

Hikmah, H. N. (2012). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Mahasiswa PGSD Melalui Implementasi Strategi Modelling The Way

Dalam Perkuliahan Pendidikan Matematika II. Tesis pada SPs UPI:

Tidak Diterbitkan.

Ibrahim, M. (2001). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press.

Inch, E. S., Warnick, B. & Endres, D. (2006). Critical Thinking and

Communication: The Use of Reason in Argument. USA: Pearson

Education.

Jihad, A. & Haris, A. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo

Joyce, B., Weil, M. & Calhoun, E. (2009). Models of Teaching Model-model

Pengajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Karim, A. (2010). Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Model Reciprocal

Teaching. Tesis pada SPs UPI: Tidak Diterbitkan.

Karli, H. & Margaretha, S. Y. (2002). Implementasi Kurikulum Berbasis

Kompetensi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Bina Media

Informasi.

Kartini. (2012). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Serta Belief Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas Melalui Pembelajaran Inkuiri

Model Alberta. Disertasi pada SPs UPI: Tidak diterbitkan.

Lie, A. (2002).Cooperatif Learning: Mempraktikan Cooperatif Learning di

Ruang- Ruang Kelas. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.

Made W. S., N. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization Untuk Meningkatkan Hasil Belajar teknologi Informasi dan Komunikasi Siswa Kelas XI IS 2 Di SMA Negeri 1 Sukasada. Kumpulan Artikel KARMAPATI. ISSN 2252-9063. Volume 1, Nomor 4,

Agustus 2012.

Meel, D. E. (2003). Models and Theories of Mathematical Understanding:

Comparing Pirie and Kieren’s Models of The Growth of Mathematical

Understanding and APOS Theory. Journal of CBMS Issues in Mathematics Education, vol. 12.

79

Rahmi Faujiah Hayati , 2013

Peningkatan Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bidak (Bantuan Individual Dalam Kelompok)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Meltzer, D. F. (2002). The Relationship between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gain in Physics. American Journal of Physics. Vol.70.Page. 1259-1268.

Mousley, J. (2005). “What does mathematics understanding look like?”, in Clarkson, Philip (eds), Journal of Building connections : research, theory and practice : proceedings of the annual conference held at RMIT,

Melbourne, 7th-9th July 2005, pp. 553-560, Merga, Pymble, N.S.W.

NCTM. (1999). Professional Standards for Teaching Mathematics. Reston, VA: NCTM.

NCTM. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. Reston, VA: The National Council of Teachers of Mathematics, Inc.

Noordyana, M. A. (2012). Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Berpikir Kritis Matematis Siswa Melalui Pendekatan Metacognitive

Instruction. Tesis pada SPs UPI: Tidak Diterbitkan.

Oktavien,Y. (2012). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Melalui Pembelajaran dengan

Pendekatan Investigasi. Tesis SPs UPI Bandung. Tidak Diterbitkan

Prabawati, M. N. (2011). Pengaruh Penggunaan Pembelajaran Kontekstual dengan Teknik SQ3R Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman

dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA. Tesis UPI: Tidak diterbitkan.

Reza T., M. (2012). EFL Reading Comprehension Textbooks at University Level: A Critical Thinking Perspective. Journal of Theory Practice in Language

Studies, Vol. 2, No. 8, pp. 1746-1754, August 2012.

Ruseffendi, E. T. (2003). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang non

Eksakta Lainnya. Bandung: Tarsito.

Ruseffendi, E. T. (2006). Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sanjaya, W. (2010). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sanova, Y. (2012). Keterkaitan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematis dalam Pendekatan Contextual Teaching and Learning. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2012 “Pembelajaran ICT yang Menyenangkan”. Palembang: Simetri

80

Rahmi Faujiah Hayati , 2013

Peningkatan Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bidak (Bantuan Individual Dalam Kelompok)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Seymour, D. (1988). Critical Thinking Activities in Patterns, Imagery, Logic. Dale Seymour Publications.

Siregar, E & Nara, H. (2011). Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.

Skemp, R. R. (1976). Relational Understanding and Instrumental Understanding.

Mathematics Teaching, Journal for Research in Mathematics Education.

77, 20-26.

Skemp, R. R. (2009). Psychology of Learning Mathematics. Hillsdale, New Jarsey: Lawrence Associate, Inc., Publiser.

Slavin, R. (1995). Cooperative Learning Second Edition. Boston: Allyn and Bacon.

Slavin, R. (2010). Cooperative Learning Teori Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.

Stylianides, A. J & Stylianides, G. J. (2007). “Learning Mathematics with Understanding: A Critical Consideration of the Learning Principle in the

Principles and Standards for School Mathematics”. Journal The Montana

Mathematics Enthusiast, ISSN 1551-3440, Vol. 4, no.1, pp. 103-11.

Subagiyana. (2008). Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi Matematis Siswa SMP Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assistes Individualization (TAI) dengan Pendekatan

Kontekstual. . Tesis. SPs UPI: Tidak diterbitkan.

Suherman, E. (2003). Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijayakusumah 157.

Suherman, E & Sukjaya, Y. (1990). Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan

Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung: Wijayakusuma.

Sumarmo, U.(1987). Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematika Siswa SMA dikaitkan dengan Kemampuan Penalaran Logik Siswa dan

Beberapa Unsur Proses Belajar Mengajar. Disertasi. UPI: Tidak

diterbitkan.

Suryadi, D. (2012). Membangun Budaya Baru dalam Berpikir Matematika. Bandung: Rizqi Press.

Sutawidjaja & Dahlan J. A. (2011). Pembelajaran Matematika. Jakarta: Universitas Terbuka.

Tata. (2009). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Metakognitif Berorientasi Teori Van

81

Rahmi Faujiah Hayati , 2013

Peningkatan Kemampuan Pemahaman Dan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Bidak (Bantuan Individual Dalam Kelompok)

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Tim MKPBM. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: IMSTEP-JICA UPI.

Turmudi. (2008). Landasan Filsafat dan Teori Pembelajaran Matematika (Berparadigma Eksploratif dan Investigatif). Jakarta Pusat: Lauser Cita Pustaka.

Turmudi. (2009). Taktik dan Strategi Pembelajaran Matematika Referensi untuk

Guru SMA/MA, Mahasiswa, dan Umum. Jakarta Pusat: Lauser Cita

Pustaka.

Wahyudin. (1999). Kemampuan Guru Matematika, Calon Guru Matematika, dan

Siswa dalam Mata Pelajaran Matematika. Disertasi Doktor pada SPs

UPI Bandung: Tidak diterbitkan

Weber, K. (2002). “The Role of Instrumental and Relational Understanding in

Proofs about Group Isomorphisms”. Journal of Mathematics Educational Studies in Mathematics, 48, 101-119.

Dokumen terkait