BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Pengolahan Data Menggunakan Perangkat Lunak Tessy
Judul Tesis Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Sumatera Utara Tahun 2013 yang akan diteliti menggunakan Perangkat Lunak Tessy sebanyak 35 tesis dengan kode T1 adalah Tesis 1, T2 adalah Tesis 2 dan seterusnya T35 adalah Tesis 35 sebagai berikut:
No
Tabel 4.1.Hasil Analisis Data Tesis dengan Menggunakan Perangkat Lunak Tessy
No Judul
Dari hasil analisis diatas maka rata-rata tingkat kemiripan tesis tersebut adalah 26%. Berdasarkan pengujian menggunakan perangkat lunak plagiarisme tessy dapat diketahui tingkat kemiripan tesis yang sedang berdasarkan pendapat satroasmoro adalah >30-70% sebanyak 7 tesis dan tingkat kemiripan tesis yang rendah berdasarkan presentase sastroasmoro adalah <30% , dan dapat diketahui
tingkat kemiripan tesis yang rendah ada 26 serta tingkat kemiripan tesis yang ttinggi berdasarkan presentase sastroasmoro adalah >70% sebanyak 2 tesis.
Adapun presentase tingkat kemiripan tersebut sebagai berikut:
1. Tingkat Kemiripan Tinggi
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T21 dengan presentase total 95.11%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 29.01%; bab2 sebanyak 25.77% dan bab 3,4,5 sebanyak 40.33% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang sedang karena >70%.
2. Tingkat Kemiripan Tinggi
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T15 dengan presentase total 81.02%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 21.05%; bab2 sebanyak 15.29% dan bab 3,4,5 sebanyak 44.68% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang sedang karena >70%.
3. Tingkat Kemiripan Sedang
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T22 dengan presentase total 66.34%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 17.06%; bab2 sebanyak 5.77% dan bab 3,4,5 sebanyak 43.51% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang sedang karena >30-70%.
Tabel 4.2 Hasil Presentasi Tingkat Kemiripan Tertinggi, Sedang dan Rendah 4. Tingkat Kemiripan Sedang
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T7 dengan presentase total 49.67%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 19.37%; bab2 sebanyak 11.72% dan bab 3,4,5 sebanyak 18.58% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang sedang karena >30-70%.
5. Tingkat Kemiripan Rendah
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T19 dengan presentase total 5.18%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 3.14%; bab2 sebanyak 1.44% dan bab 3,4,5 sebanyak 0.6% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang rendah karena >30%.
6. Tingkat Kemiripan Rendah
Berdasarkan hasil tingkat kemiripan yang rendah dengan menggunakan perangkat lunak tessy terdapat pada T29 dengan presentase total 4.09%
yang dimana terdapat presentase pada bab 1 sebanyak 2,7%; bab2 sebanyak 0.9% dan bab 3,4,5 sebanyak 0.43% dan di kategorikan sebagai tingkat kemiripan yang rendah karena >30%.
No Kode
4.5 Karakteristik Informan
Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan S2 Biologi Universitas Sumatera Utara yang lulus tahun 2013. Penulis melakukan wawancara dengan 6 informan. Wawancara yang dilakukan melalui perkenalan dan pendekatan terlebih dahulu dengan informan, dengan meminta waktunya untuk bersedia di wawancarai, dengan menjelaskan terlebih dahulu maksud dan tujuan dilakukannya wawancara tersebut. Adapun karakteristik informan sebagai berikut:
Tabel 4.3
Kode Sumber Bagian
I₁ Informan 1 Tingkat kemiripan tesis yang rendah I₂ Informan 2 Tingkat kemiripan tesis yang rendah I₃ Informan 3 Tingkat kemiripan tesis yang tinggi I₄ Informan 4 Tingkat kemiripan tesis yang tinggi I₅ Informan 5 Tingkat kemiripan tesis yang sedang I₆ Informan 6 Tingkat kemiripan tesis yang sedang
4.3 Kategori
Setelah melakukan wawancara peneliti menyusun kerangka pedoman wawancara menjadi beberapa kategori sebagai berikut:
4.3.1 Penyebab terjadinya tindakan plagiarisme di dunia akademik
1. Plagiarisme secara umum
Apakah anda mengetahui apa itu plagiarisme?Tindakan yang bagaimana?Apa saja sanksi yang anda ketahui dari tindakan plagiarisme tersebut? Apakah ada sosialisasi terkait peraturan sanksi tersebut di kalangan jurusan anda? Jika ada, bagaimana sosialisasi yang diberikan pada saat anda menyelesaikan tugas anda?
Seperti yang di ungkapkan oleh informan I₁, I₂, I₃, I₄, I₅, I₆, I₇,I ₈ berikut:
I₁ : “Plagiarisme merupakan tindakan yang menjiplak karya seseorang. Sanksi dari tindakan tersebut akan di keluarkan dari universitas, misalnya seperti dosen yang menjiplak karya seseorang sanksinya akan di cabut gelarnya. Tidak ada sosialisasi yang di berikan di jurusan mengenai sanksi tersebut.”
I₂ : “Plagiarisme merupakan tindakan penjiplakan, tindakan seperti meniru karya orang lain, mengutip, mengambil karya orang lain tanpa mencantumkan sumbernya. Sanksi yang diberikan dalam tindakan ini akan ada dilakukan pemecatan kalau guru besar, kalau mahasiswa di suruh ulang kembali.
Tidak ada sosialisai mengenai sanksi plagiarisme di jurusan.”
I₃ : “Plagiarisme tindakan yang mencontoh karya seseorang dengan sama persis. Tidak ada sosialisasi yang di berikan di jurusan.”
I₄ : “Plagiarisme merupakan tindakan yang mengambil karya seseorang tanpa mencantumkan sumber kutipannya. Tidak ada sosialisasi yang di lakukan di jurusan mengenai sanksi tersebut.”
I₅ : “Plagiarisme tindakan yang mengambil referensi atau pengutipan tanpa mencantumkan sumber tersebut. Tidak ada sosialisasi langsung yang di berikan dari jurusan, tetapi sosialisasi pada saat bimbingan dengan dosen di berikan pemahaman tentang plagiarisme.”
I₆ : “Plagiarisme tindakan yang menjiplak karya atau kata-kata
berikan misalnya di bidang riset, risetnya di tarik/ di batalkan, kalau di bidang akademik di berikan sanksi akademik seperti di keluarkannya dari universitas. Ada di lakukan sosialisasi, seperti di kenalkan dengan sofware-software tentang plagiarisme.”
Berdasarkan pernyataan-pernyataan informan di atas bahwa plagiarisme merupakan suatu tindakan menjiplak atau mengambil karya seseorang tanpa mencantumkan sumber referensi yang di ambil. Adapun sanksi yang di berikan dari tindakan plagiarisme tersebut berupa pemecatan atau pencabutan gelar yang telah di terimanya. Tidak adanya sosialisasi yang di berikan oleh jurusan mengenai tindakan dari plagiarisme tersebut.
2. Penulis tidak mempunyai waktu yang cukup dalam menghasilkan karya ilmiah dan penulis tidak mempunyai kemampuan menghasilkan karya sendiri.
Pada saat anda mengerjakan tugas, berapa lama kah waktu yang diberikan untuk menyelesaikannya? Saat menyelesaikan tugas, apakah anda mengambil dan mengutip ide orang lain tanpa menulis pengakuan? Jika ya, mengapa?
I₁ : “tergantung deadline yang di berikan. Pernah lupa mencantumkan sumbernya tetapi langsung di ganti, cari yang lain lagi.”
I : “biasanya di berikan tugas dikumpulkan minggu depan.
Kalau mengutip atau mengambil biasanya selalu ditulis sumbernya.”
I : “satu hari bisa. Kalau mengambil ide orang lain sama persis tidak pernah tapi menambahkannya sedikit dan sumbernya tidak di buat karena kan tidak sama persis saya
I : “tergantung dosen dan tugas yang di berikan yang bagaimana. Terkadang kalau lagi bingung karena dikejar deadline langsung ambil saja.”
I : “tergantung tugas yang bagaimana yang di berikan. Harus di cantumkan karena mengutip ide orang lain.”
I : “tergantung tugasnya yang bagaimana, biasanya 2 minggu seperti paper atau jurnal gitu, kalau seperti pertanyaan biasanya Cuma 2 hari. Kebanyakan lupa ya mencantumkannya, karena ingin cepat.”
Berdasarkan pernyataan dari informan-informan di atas bahwa waktu yang di berikan oleh dosen dalam pengerjaan tugas tidak menentu. Tergantung tugas yang bagaimana, seperti halnya dalam pengerjaan review jurnal dan paper di berikan waktu 2 minggu sedangkan tugas yang berupa pertanyaan hanya 2 hari saja. Saat menyelesaikan tugas sumber yang telah dikutip mereka cantumkan sebagai rujukan.
3. Penulis merasa bahwa pembaca dan dosen tidak akan mengetahuinya
Bagaimana menurut pendapat anda tentang penilaian dosen terhadap tugas-tugas mata kuliah? Apakah dosen tersebut mengecek tugas tersebut satu persatu? Jika tidak, apakah hal tersebut menjadi motivasi mahasiswa melakukan tindakan copy- paste langsung dari internet?
I₁ : “penilaian yang di berikan dosen objektif. Kalau menurut saya tidak di cek satu persatu. Ya karena tugas tersebut deadlinenya besok tidak berpikir lagi untuk mengcopy-paste nya.”
I : “biasanya di cek satu persatu tugasnya kalau di bidang
banyak tidak di cek. Kadang mengcopy langsung dari internet itu kalau tugas yang di berikan.”
I : “tidak tahu di cek atau tidak. Tergantung pribadinya kalau menurut saya.”
I : “Kalau itu tidak tahu, tapi kalau menurut saya kalau mahasiswanya banyak ya tidak di periksa. Iya, karena mau cepat selesai jadi copy-paste langsung.”
I : “Kalau saya pribadi di periksa, tapi tidak tahu misalnya dosen yang lain di periksa atau tidak. Pasti mahasiswa mengcopy langsung. Sedangkan kita mengingatkan saja tetap berulang-ulang, apa lagi tidak diingatikan atau di crosschek.”
I : “ini yang tidak tahu apakah di periksa apa tidak. Kalau seandainya tidak di periksa pasti ada motivasi mahasiswa melakukan tindakan tersebut.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa mereka tidak mengetahui apakah dosen tersebut mengecek satu persatu dari tugas yang telah diberikan. Mereka beranggapan kalau mahasiswanya banyak maka dosen tidak akan mengecek tugas tersebut satu persatu. hal inilah yang menyebabkan motivasi mahasiswa dalam mengcopy-paste langsung dari internet.
4. Penulis tidak mengetahui cara melakukan parafrase
1. Apakah anda pernah mengambil kalimat orang lain dan mengubahnya dengan kata-kata anda tetapi tanpa mengubah idenya? Jika ya, mengapa hal itu bisa terjadi?
2. Apakah mengubah kalimat orang lain dan membuatnya kedalam kalimat sendiri tanpa mengubah idenya tergolong kedalam tindakan plagiat?
I₁ : “(1). pernah tapi di ubah dari kalimat pasif menjadi aktif, atau mengubah kalimatnya dengan kalimat sendiri atau artiannya tetap sama. (2). Kalau tetap di cantumkan namanya di sumber acuannya menurut saya tidak.”
I : “(1). Pernah karena sudah bingung. Karena sudah diburu waktunya terlalu cepat yang di berikan oleh dosen. (2). Iya tergolong.”
I : “(1). Pernah. (2). Mengubah kalimatnya tapi idenya tetap kalau menurut saya tidak plagiat.”
I : “(1). Ya pernah, (2). Saya rasa tidak.”
(2). Tidak karena kan ceritanya berbeda.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa mereka tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan parafrase.
5. Penulis lupa mencantumkan nama penulis yang telah diambil karya ilmiahnya sebagai bahan bacaan ketika memasukkannya kedalam karya sendiri.
1. Apakah dalam penyusunan tugas akhir anda menggunakan aplikasi sitasi?
2. Apakah anda mengecek kembali setiap kembali pengutipan beserta penulisnya?
I₁ :” (1). Tidak. (2). Tidak, kalau sudah di kutip tidak di cek kembali.”
I : “(1). Tidak. (2). Mengecek satu persatu.”
I : “(1). Tidak. (2). Di cek satu persatu.” tahu apakah ada sumber yang tidak tercantum.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa mereka tidak menggunakan aplikasi sitasi dalam pengerjaan tugas akhir mereka. Setelah mereka mengerjakan tugas mereka mengecek kembali apakah sumber rujukan telah di cantumkan atau tidak.
6. Penulis tidak tahu cara mengutip dengan baik dan benar
Apa yang menyebabkan seseorang mengambil dan mengutip ide orang lain tanpa pengakuan?
I₁ : “karena ingin cepat selesai atau karena buru-buru dalam mengerjakannya.”
I : “tidak tahu bagaimana cara menulisnya, cara mengutip dan kurangnya minat baca serta tidak tahu menganalisis.”
I : “Susah membentuk kalimat, untuk membuat satu kalimat satu paragraf merangkaikan kata-katanya maka mereka mengambil ide orang lain.”
I : “Ya karena ingin cepat-cepat selesai, serta tidak mengetahui cara mengutip yang benar.”
I : “karena seolah oleh itu pendapatnya, mungkin yang kedua karena malas untuk mencantumkannya dan mencarinya kembali.”
I : “ingin cepat selesai.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa dalam pengerjaan tugas akhir mahasiswa lupa dalam mencantumkan sumber kutipannya, hal itu disebabkan karena mereka tidak tahu bagaimana cara mengutip dan menulis yang benar, serta mereka ingin cepat selesai.
7. Rendahnya minat menganalisis terhadap sumber referensi yang dimiliki
Apa yang menyebabkan mahasiswa tidak mampu atau tidak terbiasa mengeksplor kemampuan menulis?
I₁ : “karena jaman sekarang kan sudah praktis dengan adanya gadget, jadi minat baca tersebut berkurang. Mereka seakan- akan tinggal mencarinya dengan instan dari internet.”
I : “kurangnya minat baca serta minat menganalisis.”
I : “Karena tidak terbiasa dalam menulis cerita.”
I : “karena rendahnya minat baca, serta tidak tahu menganalisisnya bagaimana.”
I : “Rendahnya minat baca, iya karena tidak perlu jauh-jauh mahasiswa kami aja lemah dalam pembuatan skripsi itu di pembahasan. Pembahasan itu repot sekali untuk mengarahkannya ke anak-anak. Minat membaca malas serta menganalisis pun malas terakhirnya mereka tidak tahu membuat pembahasan.”
I : “rendahnya minat baca serta menganalisis.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa penyebab dari
minat baca serta menganalisis. Mereka beranggapan ingin cepat selesai dengan hal yang instan saja seperti mencarinya dari internet.
8. Individu merasa tertekan terhadap persaingan diakademik, mereka beranggapan bahwa IPK yang tinggi merupakan tiket untuk meraih penghargaan dan individu enggan mendapatkan peringkat terbawah sehingga mahasiswa melakukan plagiat karena orientasi nilai yang tinggi
1. Apakah anda pernah mengambil data penelitian orang lain dari internet?
2. Apa yang menyebabkan seseorang menyalahgunakan data penelitian yang muncul diinternet?
I₁ : “(1). Kalau sebagai perbandingan dengan tugas saya.
(2). Misalnya anak akuntansi langsung ambil saja dari internet, karena pihak perusahaan juga tidak memberikan data yang asli jadi mereka di suruh mencarinya melalui internet.”
I : “(1). Tidak. (2). Yang pertama orang tersebut malas, yang kedua karena kurangnya pemahaman tentang sanksi yang di berikan di seputaran kampus, yang ketiga karena di kejar waktu dan ingin cepat selesai atau cepat tamat.”
I : “(1). Datanya tidak pernah tapi kalau judul pernah. (2).
Karena tidak punya ide, serta tertekan dalam pengerjaannya dan ingin cepat tamat.”
I : “(1). Kalau sebagai pembanding iya. (2).Ya karena praktis tinggal ambil di internet dan mereka ingin cepat tamat juga.”
I : “(1). Data penelitian orang lain sebagai referensi saja sebagai pembanding. (2). Satu mungkin karena tidak punya ide, sedangkan dia terdesak untuk membuat satu karya jadi langsung diambil data itu paling ada di rubah sedikit- sedikit. Kemungkinan mereka mau cepat tamat.”
I : “(1). Tidak pernah, kalau itu namanya plagiat garis keras. (2). Sering terjadi hal seperti itu. Alasannya karena ingin cepat selesai atau tamat.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa mengambil data penelitian orang lain hanya sebagai pembanding saja. Tetapi dengan kondisi yang tertekan mahasiswa tersebut menyalahgunakan data penelitian tersebut menjadi hak miliknya hal itu disebabkan karena ingin cepat selesai atau tamat.
9. Tindakan Copy-Paste
Apakah anda mecari sumber rujukan untuk penelitian anda sering melalui internet? Jika ya, setelah anda mendapatkan sumber tersebut apakah anda mengcopy-paste langsung ke tugas anda? Mengapa?
I₁ : “sering, tetapi kalau untuk penelitian tidak, saya mengambil rujukan dan idenya saja. Biasanya rujukan berupa judul.”
I : “iya. Tetapi lebih sering dari internet karena praktis. Dan dipilih lagi tidak langsung semua dikutipnya .”
I : “Sering. Tidak, saya biasanya merubah terlebih dahulu kalimatnya.”
I : “Ya sering. Tidak di copy langsung tetapi di pilah-pilah dulu mana yang perlu dan mana yang tidak perlu.”
I : “Iya sering, karena jurnal jurnal lebih up to date. Mudah dalam mengaksesnya.
Tidak mengcopynya langsung tetapi membaca dan menelaahnya lagi.”
I : “sangat jarang. Tidak mengcopynya langsung hanya melihat bagaimana pengerjaannya.”
Berdasarkan pernyataan informan-informan di atas bahwa mahasiswa sering mengambil rujukan dari internet karena akses jurnal yang gampang dan up to date. Mereka tidak mengcopy nya langsung melainkan memilih mana yang sesuai sebagai bahan acuan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Klasifikasi plagiarisme berdasarkan proporsi atau presentasi kata, kalimat, paragraf yang dibajak: plagiarisme ringan <30%, plagiarisme sedang 30-70%, dan plagiarisme berat/total >70%.
Hasil analisis data menggunakan perangkat lunak Plagiarism Tessy menunjukkan bahwa tindakan plagiarisme yang terdapat di jurusan S2 Biologi Universitas Sumatera Utara lulusan tahun 2013 masih dalam kisaran rata-rata 26%.
Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat plagiarisme pada tesis mahasiswa diklasifikasikan pada tindakan plagiarisme ringan.
Adapun penyebab dari tindakan plagiarisme adalah tidak adanya sosialisasi mengenai tindakan dari plagiarisme di area Universitas serta tidak paham akan sanksi dari tindakan plagiarisme tersebut. Mereka tidak mengetahui cara mengutip dan menganalisis yang baik dan benar sehingga mereka menggambil tanpa menulis sumbernya. Adapun mereka beranggapan dosen tidak akan mengecek tugas mereka satu persatu dan hal tersebutlah yang membuat mereka melakukan tindakan copy-paste serta dikejar waktu dalam penyelesaian
Rendahnya minat membaca menjadi acuan mereka melakukan hal yang instan dengan mengambilnya dari internet tanpa mencantumkan sumber rujukan atau lupa mencantumkan sumber tujukan. Mereka tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan parafrase, mereka beranggapan hal tersebut tidak tergolong tindakan plagiat.
5.2 Saran
Adapun saran yng dapat penulis berikan adalah :
1. Hendaknya jurusan melakukan sosialisasi mengenai tindakan plagiarisme kepada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir.
2. Hendaknya jurusan melakukan pengecekan ke perpustakaan terhadap judul skripsi/tesis/disertasi yang telah ada di perpustakaan dengan mahasiswa yang sedang mengajukan judul.
3. Menerapkan sanksi terhadap karya yang melakukan tindakan plagiarisme tersebut dikalangan civitas akademika.
4. Dalam mengerjakan tugas akhir, mahasiswa hendaknya mengecek ulang sumber sumber yang telah di cantumkan.
5. Pihak kampus sebaiknya melakukan sosialisasi terhadap sanksi dari tindakan plagiarisme serta tindakan yang bagaimana saja yang di katakan sebagai tindakan plagiarisme.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta, 2016.
Arista, Riska Fajar, dan Refti Handini Listyani. “Plagiarisme Di Kalangan Mahasiswa.” Paradigma 03 No 02 (2015).
Helgesson, Gert, dan Stefan Eriksson. “Plagiarism In Research.” Med Health Care and Philos 18:91 (2015).
Herqutanto. “Plagiarisme, Runtuhnya Tembok Kejujuran Akademik.” April 2013:
Vol: 1, No: 1.
Hutabarat, Suetha Ronarumata . Tingkat Plagiarisme Pada Skripsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Lulusan Tahun 2015 Berdasarkan Plagiarism Checker X Scanner. Repository Usu, September 2016.
Istiana, Purwani, dan Purwoko. Panduan Anti Plagiarisme. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, 2016.
K, Gowrinath. “Plagiarism in Scientific Research.” Narayana Medical 1, no. 2 (2012).
Low, H. “Defening Plagiarism: Student And Staff Perceptions Of a Grey Concept.” South Africa Journal of Higher Education 31 No. 5 (2017).
Mukhlas, Dimas. Layanan anti plagiarisme yang terjangkau. 19 Maret 2017.
https://mukhlas.staff.ugm.ac.id/econometrica/tessy-versi-3/ (diakses Agustus 01, 2018).
Mulyana. "Pencegahan Tindak Plagiarisme Dalam Penulisan Skripsi: Upaya Memperkuat Pembentukan Karakter Di Dunia Akademik". Cakrawala Pendidikan. Mei 2010.
Nopriadi, Adika. Analisis Tingkat Plagiarisme Terhadap Penulisan Tesis (Studi Kasus Mahasiswa S2 Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara Tahun 2015). Repository Usu, Agustus 2017.
Ramlan, Tengku Erwinsyahbana, dan Nurul Hakim. Malu Menjadi Plagiator Aturan & Sanksi Bagi Penulis. Malang: Intelegensia Media, 2017.
Satria dkk. “Identifikasi Bentuk Plagiat Pada Penulisan Skripsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Unsyiah.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 2 (April 2017): 231-237.
Soelistyo, Henry. Hak Cipta Tanpa Hak Moral. Yogyakarta: Rajawali Pers, 2011.
Soelistyo, Henry. “Plagiarisme: Pelanggaran Hak Cipta dan Etika.” 36.
Yogyakarta: Kanisius, 2011.
Suganda, Tarkus. “Perihal Plagiarisme dalam Artikel Ilmiah.” Agrikultura 17 Nomor 03 (2006): 162-163.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan - Pendekatan Kuantitatif, Kualitatiof, dan R&D-. Bandung: Affabeta, 2015.
Sugiyono. “Metode Penelitian Pendidikan.” Dalam Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Affabeta, 2016.
Supriyati, Ninik. "Metode Penelitian Gabungan (Mixed Methods)". Widyaiswara Bdk Surabaya.
Suwarjo dkk. “Identifikasi Bentuk Plagiat Pada Skripsi Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.” FIP UNY, 2012.
Tessy. http://www.tessy.id/
Wibowo, Adik. “Mencengah dan Menanggulangi Plagiarisme di Dunia Pendidikan.” Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Naional, April 2012:
Vol. 6, No. 5.
No Judul Tesis Presentase Bab 1
Presentase Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
1. Tesis 1 9.72% 0.66% 6.92% 17.3%
Tabel 1
Gambar 1.1. Berdasarkan hasil bab
Gambar 1.3. Berdasarkan Hasil Bab 3,4 dan 5
Gambar 2.1. Berdasarkan hasil bab 1 No Judul Tesis Presentase
Bab 1
Presentase Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
2. Tesis 2 3.37% 0.32% 4.08% 7.77%
Tabel 2
Gambar 2.2. Berdasarkan hasil bab 2
Gambar 2.3. Berdasarkan hasil bab
N o
Judul Tesis
Presentase Bab 1
Presentase Bab 2 Presentase Bab 3,4,5
Total
3. Tesis 3 11.46% 8.85% 13.85% 34.16%
Tabel 3
Gambar 3.1. Berdasarkan hasil bab 1
Gambar 3.2. Berdasarkan hasil bab 2
No Judul Tesis Presentase Bab 1
Presentase Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
4. Tesis 4 2.62% 1.43% 3.49% 7.54%
Tabel 4
Gambar 3.3. Berdasarkan hasil bab 3,4,5
Gambar 4.1. Berdasarkan hasil bab 1
Gambar 4.3. Berdasarkan hasil bab
No Judul Tesis
Presentase Bab 1
Presentase Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
5. Tesis 5 28.95% 1.77% 7.89% 38.61%
Tabel 5
Gambar 5.1. Berdasarkan hasil bab 1
Gambar 5.2. Berdasarkan hasil bab 2
Gambar 5.3. Berdasarkan hasil bab 3,4,5
No Judul Tesis Presentase Bab 1
Presentase Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
6. Tesis 6 12.23% 5.41% 10.73% 28.37%
Tabel 6
Gambar 6.1. Berdasarkan hasil bab 1
Gambar 6.2. Berdasarkan hasil bab 2
Gambar 6.3. Berdasarkan hasil bab
No Judul Tesis Presentase Bab 1
Presentase Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
7. Tesis 7 19.37% 11.72% 18.58% 49.67%
Gambar 7.2. Berdasarkan hasil bab 2.
No Judul Tesis Presentase Bab 1
Presentase Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
8. Tesis 8 4.37% 3.85% 35.48% 43.7%
Gambar 7.3. Berdasarkan hasil bab 3,4,5 Tabel 8
Gambar 8.1. Berdasarkan hasil bab 1.
Gambar 8.2. Berdasarkan hasil bab
Tabel 9 No Judul
Tesis
Presentase Bab 1
Presenta se Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
9. Tesis 9 11.25% 1.98% 2.79% 16.02%
Gambar 8.3. Berdasarkan bab 3,4,5
Gambar 9.1. Berdasarkan hasil bab 1
Gambar 9.3. Berdasarkan bab 3,4,5 Gambar 9.2. Berdasarkan bab 2.
No Judul Tesis
Presentase Bab 1
Presenta se Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
10. Tesis 10 24.19% 2.53% 2.02% 28.74%
Gambar 10.1. Berdasarkan bab 1
Gambar 10.2. Berdasarkan bab 2
Gambar 10.3. Berdasarkan hasil bab 3,4,5
No Judul Tesis
Presentase Bab 1
Presenta se Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
11. Tesis 11 2.72% 2.32% 1.14% 6.18%
Tabel 11
Gambar 11.1. Berdasarkan hasil
Gambar 11.2. Berdasarkan hasil bab 2
Gambar 2. Berdasarkan hasil bab 2.
No Judul Tesis
Presentase Bab 1
Presenta se Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
12. Tesis 12 8.78% 2.96% 8.35% 20.09%
Gambar 11.3. Berdasarkan hasil bab Tabel 12
Gambar 12.1. Berdasarkan hasil bab 1
Gambar 12.2. Berdasarkan hasil bab 2
Gambar 12.3. Berdasarkan bab 3,4,5.
No Judul Tesis
Presentase Bab 1
Presentase Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
13. Tesis 13 14.3% 3.05% 11.78% 29.13%
Gambar 13.1. Berdasarkan hasil bab 1
Gambar 13.2. Berdasarkan hasil bab 2
Tabel 14 No Judul
Tesis
Presentase Bab 1
Presenta se Bab 2
Presentase Bab 3,4,5
Total
14. Tesis 14 7.45% 3.02% 0.21% 10.68%
Gambar 13.3. Berdasarkan bab 3,4,5
Gambar 14.1. Berdasarkan hasil bab 1
Gambar 14.2. Berdasarkan hasil bab 2
Gambar 14.3. Berdasarkan hasil bab 3,4,5
Tabel 15 No Judul
Tesis
Presentase Bab 1
Presenta
Presenta