6.1 Umum
Masalah keselamatan kerja dalam pengoperasian dan pemeliharaan alat – alat besar menjadi prioritas untuk selalu diperhatikan oleh para pelakunya yaitu operator dan mekanik alat – alat berat.
Hampir semua kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh ketidak taatan dalam melaksanakan peraturan yang mendasar dari keselamatan kerja dalam pengoperasian dan pemeliharaan alat – alat berat.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, sebaiknya operator Wheel Loader memahami dan mengikuti petunjuk keselamatan kerja dan memenuhi beberapa tanda peringatan yang terdapat pada buku petunjuk dan juga yang terpasang pada unit alatnya sebelum melakukan pengoperasian dan pemeliharaan.
Disisi lain pada setiap tempat yang strategis dan mudah dilihat selalu terpampang tanda peringatan “UTAMAKAN KESELAMATAN” atau “SAFETY FIRST” tersebut harus selalu memperhatikan keselamatan kerja, baik untuk dirinya sendiri, peralatan yang dioperasikan dan orang lain beserta lingkungan disekitarnya.
6.2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Secara Umum
6.2.1 Ketentuan
a. Untuk melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaan Wheel Loader ini hanya diperbolehkan bagi tenaga yang telah terlatih dan diberi kewenangan untuk melakukan hal tersebut.
b. Tidak di perbolehkan mengoperasikan Wheel Loader apabila tidak sehat (sakit) atau mengantuk karena habis minum obat atau setelah minum – minuman keras. Mengoperasikan dalam keadaan seperti ini akan berakibat buruk dalam penguasaan diri dan dapat menimbulkan kecelakaan.
c. Apabila bekerja sama dengan orang lain atau dengan seseorang yang mengatur lalu lintas ditempat kerja, harus diyakini bahwa orang – orang tersebut memahami bahasa isyarat yang dipahami di tempat kerja tersebut.
6.2.2 Peralatan Keselamatan Kerja
a. Parkir alat harus pada tempat yang rata/datar dan dalam keadaan aman.
b. Harus diyakini bahwa semua pelindung dan penutup berada pada posisinya dengan baik. Apabila ada yang rusak harus segera diperbaiki
c. Selalu menggunakan peralatan keselamatan kerja seperti tuas pengunci (Safety Lock Lever) dan sabuk keselamatan secara benar
d. Penggunaan yang keliru dari peralatan keselamatan kerja dapat mengakibatkan kecelakaan besar atau kematian
e. Alat pemadam kebakaran yang berada pada Wheel Loader agar diperiksa ketersediaannya dan diperiksa masa pakainya, jangan sampai kadaluarsa
f. Kelengkapan/isi kotak P3K diperiksa dan harus diyakini bahwa obat-obatan yang tersedia masih dalam batas waktu pakainya, tidak kadaluarsa.
6.2.3 Alat Pelindung Diri (APD)
a. Hindarkan pemakaian pakaian kerja yang terlalu longgar, barang perhiasan dan rambut panjang terurai. Barang – barang dan rambut tersebut dapat terlibat tuas atau komponen yang berputar dan dapat menyebabkan kecelakaan besar dan kematian.
b. Jangan memakai pakaian yang berminyak (oli) karena merupakan barang yang mudah terbakar.
c. Kenakan topi pengaman, kacamata pelindung, masker dan sarung tangan pada saat mengoperasikan dan melakukan pelaksanaan pemeliharaan.
Harus selalu memakai pelindung (masker), topi pengaman dan sarung tangan bila menghadapi pekerjaan dengan metal tajam yang tersebar atau material lancip/tajam terutama bila memasang pin dengan tumbukan palu dan bila membersihkan
elemen saringan udara dengan hembusan udara bertekanan.
d. Periksa semua peralatan pelindung berfungsi dengan baik sebelum peralatan tersebut digunakan.
6.3 Meninggalkan Ruang Operator
a. Sebelum bersiap untuk meninggalkan alat, harus diperiksa posisi parkir alat dalam keadaan aman, pada tempat yang datar/rata dan terhindar dari lingkungan yang membahayakan.
b. Apabila berdiri dari tempat duduk operator, maka harus memposisikan tuas pengaman (safety lever) dan rem parkir pedal dalam kondisi terkunci untuk pengamanan.
c. Pada saat meniggalkan alat, tempatkan peralatan bucket betul-betul menyentuh tanah, pasanglah kunci pengaman pada posisi LOCK dan rem parkir pada posisi ON, kemudian berhentikan engine dan pergunakan kunci kontak untuk mengunci seluruh peralatan. Kunci harus dibawa oleh operator.
6.4 Memasuki/Naik Dan Meninggalkan/Turun dari Wheel Loader a. Salah satu sebab utama seseorang mengalami
cedera adalah jatuh dari suatu ketinggian.
b. Tidak boleh melompat bila akan masuk atau meninggalkan Wheel Loader dan jangan keluar atau masuk ruang operator bila alat sedang jalan.
c. Bila akan masuk atau meninggalkan alat, hadapkan muka ke alat dan gunakan tangga dan steps untuk menjaga keselamatan, agar dijaga tiga titik tumpu anggota badan (dua kaki, satu tangan, atau dua tangan satu kaki) bertumpu pada tangga atau steps untuk menunjang kekuatan/kestabilan operator dalam posisi tersebut.
d. Untuk menghindarkan bahaya dari tergelincir dan bahaya lainnya. Pada waktu keluar dan masuk ruang operator agar tempat pijakan dan pegangan dibersihkan dari material yang membahayakan.
e. Jangan memegang suatu tuas operasi atau tuas pengunci apabila masuk atau keluar (Wheel Loader).
6.5 Pencegahan Kebakaran Dari Bahan Bakar Dan Pelumas
Bahan bakar, pelumas dapat terbakar dengan nyala api. Bahan bakar merupakan bahan yang mudah terbakar dan dapat membahayakan.
Agar dapat diikuti persyaratan berikut ini :
a. Jauhkan nyala api atau korek api dari bahan yang mudah terbakar b. Matikan engine dan dilarang merokok pada saat mengisi bahan bakar c. Kencangkan semua penutup bahan bakar dan pelumas
d. Pilih tempat dengan sirkulasi udara yang baik untuk tempat penambahan dan penyimpan bahan bakar dan pelumas
e. Bahan bakar dan pelumas disimpan ditempat tertentu dan tidak boleh dimasuki oleh orang – orang yang tidak berkepentingan
6.6 Keselamatan Kerja Pada Pekerjaan dengan Temperatur Tinggi
a. Sesaat setelah alat berhenti operasi, suhu minyak pelumas engine dan minyak hidrolik masih tinggi dan masih bertekanan. Kegiatan saat itu yaitu dengan membuka tutup (cap), menguras (drain) pelumas atau air, atau mengganti filter dapat menyebabkan luka bakar yang serius.
Harus ditungu termperatur turun dahulu dan ikuti petunjuk khusus apabila akan melaksanakan pekerjaan tersebut.
b. Untuk mencegah terjadinya semburan air panas, matikan engine, tunggu sampai suhu air turun (dingin) kemudian buka tutup radiator (cap) perlahan-lahan untuk mengeluarkan tekanan sebelum melepas cap. (Bila akan memeriksa apakah suhu air pendingin telah turun. Letakkan tangan dekat radiator dan rasakan panas udaranya. Hati-hati jangan sampai menyentuh radiator).
c. Untuk mencegah semburan minyak hidrolik yang panas, matikan engine, tunggu sampai dingin, kemudian tutup (cap) dikendorkan perlahan-lahan, untuk mengeluarkan tekanan setelah itu baru cap buka penuh (Bila akan memeriksa tangan dekat tangki minyak hidrolik dan rasakan panas udaranya. Hati-hati jangan sampai menyentuh tangki).
6.7 Sebelum Memulai Operasi
a. Sebelum memulai untuk mengoperasikan unit, lakukan pemeriksaan lingkungan dengan teliti dari kondisi yang dapat menimbulkan bahaya, semua material yang mudah terbakar yang terdapat diruang operator, disekitar engine dan battery dibersihkan, semua tempat bahan bakar disingkirkan ke tempat penyimpannya yang aman. Simpan ke tempatnya semua tools dari tempat operator dan bersihkan kotoran yang melekat pada kaca spion, pegangan dan tangga
b. Stel tempat duduk operator pada posisi yang nyaman dan periksa sabuk pengaman dari kemungkinan aus atau rusak
c. Periksa kaca spion dan kaca jendela harus dalam keadaan bersih dan posisi kaca spion harus sesuai dengan sudut pandang operator
d. Tidak diperbolehkan orang lain naik/menumpang pada Wheel Loader selama pengoperasian
e. Periksa lokasi dan kondisi tanah pada daerah kerja, dan tentukan metoda operasi yang paling baik dan paling aman
Atur permukaan tanah serata mungkin sebelum melakukan pengoperasian, apabila lapangan sangat berdebu, semprotkan air sebelum pengoperasian
f. Apabila beroperasi pada jalan umum, dilakukan pengaturan para pejalan kaki dan kendaraan dengan menempatkan petugas pengatur lalu lintas, atau menempatkan patok – patok dan memasang tanda “dilarang masuk” sekeliling daerah kerja.
Patuhi semua rambu-rambu keselamatan kerja selama melakukan pemeliharan dan pengoperasian
g. Bila ada pipa air, pipa gas atau jaringan listrik tegangan tinggi yang terpasang dibawah tanah di daerah kerja, tandai lokasinya dan laporkan kepada instansi terkait melalui atasan.
Harus hati – hati jangan memotong atau merusak pipa atau jaringan tersebut h. Sebelum menghidupkan engine lakukan
pemeriksaan keliling lagi, mungkin ada orang atau barang yang baru mendatangi
i. Jangan menghidupkan engine bila ada tanda peringatan digantungkan pada tuas kendali operasi j. Apabila akan menghidupkan engine bunyikan
klakson
k. Menghidupkan engine dan mengoperasikan alat harus dalam posisi duduk
Keterangan tanda peringatan :
6.8 Pemeliharaan Battery (Accu).
Air accu (electrolyte) mengandung asam sulfat dan dalam battery menimbulkan gas hydrogen yang mudah terbakar. Kesalahan dalam menanganinya akan menimbulkan kebakaran.
• Jangan merokok atau membawa sumber api selama melakukan perawatan battery.
• Bila melakukan perawatan battery, selalu gunakan kacamata pengaman, masker dan sarung tangan karet.
• Apabila terkena air accu segera bersihkan dengan air.
BAHAYA !
JANGAN DIOPERASIKAN
Bila plat tanda peringatan ini tidak dipakai simpan ditempat penyimpanan
• Bila mata yang terkena air accu segera basuh dengan air yang banyak kemudian periksakan kepada dokter.
• Bila secara tidak sengaja air accu terminum, minum air atau susu yang banyak, telur mentah atau minyak tumbuh-tumbuhan. Selanjutnya periksakan kepada dokter.
• Bila membersihkan bagian atas battery, gunakan kain basah yang bersih.
• Kuatkan selalu tutup sel accu.
• Bila mengisi battery dengan alat pengisi, lepaskan hubungan battery dengan engine.
BAB 7