C. Operasional unit distribusi
4.2 Pelaksanaan operasi SPAM .1 Penerapan SOP
4.2.4 Pengoperasian sistem transmisi dan distribusi
Kegiatan pengoperasian dilaksanakan untuk sekurang-kurangnya memenuhi kebutuhan standar pelayanan minimum air minum kepada masyarakat. Pengoperasian sarana sistem penyediaan air minum dengan jaringan bertujuan untuk menjalankan, mengamati dan menghentikan unit-unit agar berjalan secara bekesinambungan pada sebagian dan/atau keseluruhan unit. Penjabaran tujuan dan sasaran dari sistem transmisi dan distribusi terdapat pada Tabel 4.1.
4.2.4.1 Unit transmisi dan distribusi
Pengoperasian pipa transmisi air minum dan jaringan pipa distribusi air minum meliputi kegiatan–kegiatan:
1. Inspeksi jaringan pipa
Dilakukan minimal seminggu sekali meliputi:
• Pemeriksaan kondisi katup, termasuk pemeriksaan fungsi katup udara dan katup wash out.
• Pemeriksanaan jalur pipa, apakah ada kebocoran/kerusakan, atau antisipasi terhadap kemungkinan kerusakan yang diakibatkan oleh akar tanaman, perbaikan jalan, dan tanah longsor.
Tabel 4.1 Tujuan dan sasaran dari instalasi produksi SPAM
KOMPONEN TUJUAN
1 Reservoir Mampu menyediakan cadangan air yang terbebas dari kontaminasi, untuk menjamin tingkat pelayanan yang ditetapkan serta meniadakan resiko gangguan pelayanan yang terjadi akibat adanya gangguan pengaliran (gangguan di unit pengolahan, kebocoran, atau pembersihan pipa), termasuk antisipasi penggunaan air untuk kebakaran.
2 Jaringan distribusi Mampu mengalirkan air yang bebas dari kontaminasi ke setiap titik pelayanan sesuai dengan debit, tekanan dan kontinuitas menurut rencana yang telah ditetapkan. 3 Jaringan transmisi Mampu mengalirkan air dari sumber ke IPA, atau dari
IPA ke reservoir distribusi.
4 Perpompaan Mampu menyediakan tekanan yang dibutuhkan untuk mengalirkan air melalui jaringan distribusi, atau mengalirkan air ke reservoir distribusi/IPA, dan menjamin tercapainya kriteria teknis pengaliran dan standar pelayanan minimum.
2. Pengurasan pipa.
Pengurasan pipa (wash out) dimaksudkan untuk membuang kotoran yang terakumulasi dalam pipa pada saat tidak ada aliran. Pengurasan dapat dilakukan secara berkala sekurang-kurangnya 3 bulan sekali atau sesuai kebutuhan.
3. Pengaturan buka tutup katup.
Pada kondisi tertentu dimana debit pengolahan menurun, kemungkinan diperlukan pengaturan buka tutup katup pada jaringan distribusi untuk mengatur pengaliran air yang merata ke semua wilayah pelayanan.
4. Pemompaan distribusi.
Pemompaan air ke dalam jaringan pipa distribusi dilakukan pada daerah pelayanan yang tidak memungkinkan pengaliran terus menerus secara gravitasi, dan untuk menjaga tekanan air di pelanggan (titik jangkauan pelayanan terjauh) minimum 1 atm. Tekanan air yang cukup dapat menghambat infiltrasi air tanah dari luar yang dapat menyebabkan kontaminasi terhadap air hasil olahan.
Untuk efisiensi pemompaan, maka instalasi pemompaan dilengkapi dengan hydrophor yang bekerja secara otomatis, sehingga selalu dapat mempertahankan tekanan air yang dikehendaki dalam jaringan pipa utama.
Pengamatan saat pompa beroperasi dilakukan untuk:
• Menjamin muka air dalam bak tetap pada ukuran yang disyaratkan. • Mengatur katup untuk menjaga tinggi muka air.
• Membaca nilai tekanan air pada manometer yang dipasang pada pipa tekan. • Membaca angka pada meter air yang terpasang pada sistem output pompa. • Memperhatikan adanya bunyi dan getaran yang tidak biasa.
4.2.4.2 Unit pelayanan
Pemanfaatan air minum hasil pengoperasian SPAM harus dilakukan secara efisien dan efektif yang terdiri dari kegiatan pemanfaatan sarana sambungan rumah, hidran umum dan hidran kebakaran. Pemanfaatan bertujuan untuk memenuhi pelayanan air minum kepada masyarakat untuk kebutuhan domestik dan non domestik. Pemanfaatan dilaksanakan oleh penyelenggara SPAM untuk kebutuhan pelayanan air minum masyarakat.
Pemanfaatan dilaksanakan untuk memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar air minum seperti mandi, cuci, dan masak, serta kebutuhan lainnya sesuai dengan standar pelayanan kualitas dan kuantitas.
Kegiatan ini meliputi:
1. Pemeriksaan instalasi perpipaan dan perlengkapannya; 2. Pemeriksaan meter air di unit-unit pelayanan;
3. Memantau aliran air dan jumlah pemakaian air, kualitas air, dan kontinuitas. SPAM harus dimanfaatkan seoptimal mungkin melalui kegiatan:
1. Pemasangan sambungan rumah. 2. Pemasangan hidran umum. 3. Pemasangan hidran kebakaran.
Pemasangan sambungan rumah harus melalui proses pendaftaran di kantor penyelenggara SPAM, dan membayar biaya pemasangan sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan penyambungan sesuai daftar urut dan biasanya harus dapat diselesaikan kurang dari 1 minggu.
Pemasangan hidran umum diprioritaskan pada kawasan yang belum terjangkau jaringan perpipaan dan kawasan permukiman padat dan kumuh dan rawan air. Lokasi pemasangan hidran umum minimal seluas 4m x 4m serta ada bukti tertulis atas ijin penggunaan tanah dari pemilik. Masyarakat pemakai hidran umum harus menyiapkan
pengelolaan yang akan bertanggung jawab atas pemungutan penjualan air dan menyetor biaya retribusi kepada penyelenggara SPAM (PDAM).
Diperlukan adanya upaya dalam percepatan penyambungan baru, untuk (i) mempercepat peningkatan cakupan pelayanan, (ii) memberikan kepuasan bagi pelanggan, serta (iii) mempercepat tambahan pendapatan PDAM. Upaya dalam percepatan penyambungan baru:
1. Pemasaran/marketing.
Diperlukan agar masyarakat mengetahui pentingnya air minum yang memenuhi syarat kesehatan, dan bahwa masih tersedia produksi air minum yang dapat didistribusikan pada masyarakat yang memerlukan.
2. Membuat SOP.
Perlu dibuat SOP yang mendorong percepatan pelaksanaan. SOP harus benar-benar difahami oleh para petugas terkait agar dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, misal:
• Waktu pendaftaran/usulan penyambungan: 1 hari. • Survey lapangan oleh petugas: 1 hari.
• Pembayaran penyambungan oleh calon pelanggan: 1 hari.
• Persiapan penyambungan (peralatan/bahan) dan pelaksanaan penyambungan selesai dalam 2 hari setelah pembayaran oleh pelanggan.
• Total waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan: 5 hari. 3. Menseleksi tim pelaksana.
Kesiapan, ketrampilan, dan kedisiplinan karyawan sangat menentukan kecepatan dan keberhasilan penyambungan dengan baik. Untuk itu perlu dipilih karyawan yang memiliki kompetensi serta bisa bekerjasama dengan baik dalam tim.
4. Mempermudah dan mempercepat proses.
Para calon pelanggan harus diberi kemudahan dalam memproses usulan dan melaksanakan transaksi untuk penyambungan, dengan memperbanyak tempat-tempat pelayanan dan memperpendek waktu penyambungan.
Untuk mempercepat pencarian data lapangan, misalnya memastikan adanya tekanan dsb, dapat menggunakan alat bantu GIS.
5. As built drawing.
Semua penyambungan baru harus dibuatkan as built drawing secara lengkap dan baik untuk keperluan dokumentasi, serta untuk memudahkan perbaikan di kemudian hari.
6. Monitoring dan pengawasan.
Perlu dilakukan agar pelaksanaan pekerjaan oleh para petugas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.