KEPALA KANTOR
2. Pengorganisasian e-filling
Organizing dalam e-filling sangat penting karena dalam
pengorganisasian e-filling merupakan proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan
mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi. Organizing juga meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan beberapa tugas.
Aspek utama lain dari organizing adalah pengelompokan kegiatan ke departemen atau beberapa subdivisi lainnya. Misalnya kepegawaian, untuk memastikan bahwa sumber daya manusia diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Mempekerjakan orang untuk pekerjaan merupakan aktifitas kepegawaian yang khas. Kepegawaian adalah suatu aktifitas utama yang terkadang diklasifikasikan sebagai fungsi yang terpisah dari organizing.
Proses pengorganisasian e-filling ini disampaikan oleh staf AR (Accounting Representative) yang mangatakan :
“staf perpajakan mengkoordinasisikan para AR dan TPT/Helpdesk agar pengusaha yang karyawannya di atas 20 orang untuk menggunakan e-SPT dan pelaporan secara online karena sudah melampaui target wajib pajak yang menggunakan e-filling dan sejauh ini sudah berjalan dengan baik.:(wawancara dengan ibu HA,01/07/2019)
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa pengorganisasian dari e-filling tersebut sudah berjalan dengan baik karena sebagai staf perpajakan sudah mengatur dan mengorganisasikan tugas dengan baik.
Senada dengan hal di atas salah satu pelaksana pelayanan pajak mengungkapkan mengenai organizing e-filling yang mengatakan bahwa: “setelah proses perencanaan. Kami sebagai staf pelaksana perpajakan mengadakan koordinasi dan evaluasi tiap minggunya.:” (Wawancara dengan ibu KN, 01/07/2019)
Berdasarkan hal di atas dapat diketahui bahwa staf pelaksana perpajakan mengadakan evaluasi dan terus mengkoordinasi agar apa yang mereka rencanakan berjalan sesuai dengan tujuan.
Hal serupa juga dikatakan oleh pelaksana pemeriksa perpajakan yang mengatakan bahwa :
“cara pengorganisasiannya yaitu dengan melalui evaluasi dan memang ada tim khusus yang menangani masalah ini seperti para tim helpdesk.” (wawancara dengan bapak AD,0P1/07/2019)
Berdasarkan hal di atas, dapat diketahui bahwa pengorganisasian e-filling di kantor pelayanan pajak pratama Maros sudah berjalan cukup baik karena tiap minggunya mereka mengadakan rapat evaluasi tentang pelaporan SPT. Jadi sisa wajib pajak yang harus melaporkan kewajiban pajaknya kepada kantor pelayanan pajak.
Adapun yang dikatakan oleh salah satu wajib pajak Kabupaten Maros yang mengatakan bahwa :
“menurut saya, cara mereka mengatur atau mengorganisasi para wajib pajak sudah bagus mi Karena sistem ini sudah baik, dan sudah sangat mudah menolong kami sebagai wajib pajak dalam melaporkan SPT, bahkan sistem ini sangat mudah dipahami karena mengisinya seperti mengisi E-mail ataupun pendaftaran akun yang biasa dipakai pengguna media digital komputerisasi lainnya” (wawancara dengan bapak MK, 02/07/2019).
Hal serupa juga dikatakan oleh wajib pajak yang mengatakan bahwa :
“Sistem E-Filling mudah sekali dan cepat kalau mau diakses karena menggunakan sistem online mi, jadi kalau ada wajib pajak yang kewalahan atau kurang paham mengenai e-filing ini pas mau di akses, wajib pajak bisa langsung kekantor untuk dipandu oleh petugas di sana
bagaimana mengakses E-Filling ini.” (wawancara dengan bapak AS,02/07/2019)
Berdasarkan hasil wawancara dari dua informan wajib pajak di atas, dapat diketahui bahwa wajib pajak Kabupaten Maros sangat terbantu dengan adanya E-filling karena bahwa pengorganisasian mengenai E-Filling sudah diterapkan dengan baik, ini di buktikan dengan adanya feedback atau respon yang baik antara wajib pajak dengan SPT nya yang di laporkan dengan respon AR yang bertugas menganalisa hasil input SPT wajib pajak dengan menggunakan sistem Filing. Jadi dapat disimpulkan pengorganisasian E-Filling benar-benar di terapkan oleh wajib pajak pribadi maupun pengusaha yang harus di laporkan dengan adanya proses SPT yang harus di sampaikan. 3. Pelaksanaan E-Filling
Dalam penerapan e-filling, penilaian pelaksanaan sangatlah penting karena berhasil tidaknya kegiatan yang dijalankan dalam suatu organisasi atau pekerjaan dilihat dari pelaksanaannya. Pelaksanaan merupakan aktifitas atau usaha-usaha yang dilaksanakan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijaksanaan yang telah dirumuskan dan ditetapkan dengan dilengkapi segala kebutuhan, alat-alat yang dibutuhkan, siapa yang melaksanakan, dimana tempat pelaksanaannya mulai dan bagaimana cara yang harus dilaksanakan, suatu proses rangkaian kegiatan tindak lanjut setelah program atau kebijaksanaan ditetapkan yang terdiri atas pengambilan keputusan, langkah yang strategis maupun operasional atau kebijaksanaan menjadi kenyataan guna mencapai sasaran dari program yang ditetapkan semula. Pelaksanaan dapat diartikan sebagai implementasi dan juga penerapan.
Adapun hasil wawancara penulis dengan seorang Pelaksana pemeriksa perpajakan terkait masalah pelaksanaan e-filling yang mengatakan bahwa:
“kalau sejauh ini pelaksanaan e-filling sudah cukup baik karena terbukti di tahun 2019 ini KPP Pratama Maros berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Namun masih ada saja wajib pajak di Kabupaten Maros yang belum paham mengenai sistem e-filling ini, tapi nda masalah ji karna ada ji teman-teman yang lain akan mengarahkan.” (wawancara dengan bapak AD.01/07/2019).
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa pelaksanaaan e-filling sejauh ini sudah berjalan dengan cukup baik karena target yang telah ditetapkan tercapai pada tahun ini, namun yang menjadi masalah adalah warga wajib pajak di kabupaten Maros masih ada yang belum memahami sistem e-filling tersebut.
Hal serupa juga diungkapkan oleh staf Accounting Representative yang mengatakan bahwa :
“iya, pelaksanaan e-filling sudah berjalan dengan baik karena kemarin kantor pelayanan pajak KPP Maros telah mencapai target yang telah ditetapkan. Selain masalah ketidakpahaman wajib pajak di Maros ini permasalahan lainnya yaitu kurangnya kesadaran wajib pajak akan hak dan kewajibannya.” (wawancara dengan ibu HA, 01/07/2019)
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa pelaksanaaan e-filling sejauh ini sudah berjalan dengan cukup baik karena target yang telah ditetapkan tercapai pada tahun ini, namun yang menjadi masalah adalah warga wajib pajak di kabupaten Maros masih ada yang belum memahami sistem e-filling dan kurang sadar akan hak dan kewajibannya.
Hal berbeda juga dikemukakan oleh staf pelaksana pelayanan pajak yang mengatakan bahwa :
“tujuan adanya e-filling ini adalah agar wajib pajak bisa mandiri dalam pelaporan SPT secara online, biar tidak repotmi juga datang ke kantor, tapi kenyataannya masih banyak wajib pajak yang belum bisa mandiri.” (wawancara dengan bapak KN,01/07/2019).
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa tujuan dari e-filling ini agar para wajib pajak bisa melaporkan SPTnya secara mandiri, namun masih banyak wajib pajak di Kabupaten Maros yang belum bisa mandiri dalam mrlaporkan SPTnya secara online.
Hal berbeda dikatakan oleh wajib pajak pribadi yang mengatakan bahwa : “Saya menggunakan sistem e-filing, alasannya karena waktu penyampaiannya tidak harus datang langsung ke kantor pajak untuk melaporkan pajak, bisa digunakan kapan saja dan dimana saja melalui jaringan internet jadi tidak terikat oleh waktu.” (wawancara dengan bapak AS,02/07/2019)
Hal serupa juga dikatakan oleh seorang wajib pajak pribadi yang mengatakan bahwa :
“yang paling membedakan sebelum ada E-Filling dalam hal ini manual itu proses pelayanannya memakan waktu kerja yang lama, dengan adanya E-Filing tergantung wajib pajaknya mengakses SPTnya meskipun kantor tutup, jadi saling memudahkan dan memberikan manfaat, cuman terkadang hambatannya ada pada jaringan, mungkin terlalu banyak yang akses secara bersamaan” (wawancara dengan bapak JU, 02/07/2019)
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa Pada tahapan proses ini wajib pajak dan pihak pelayanan memang harus terjalin jiwa kooperatif antara pemberian layanan dan yang harus dilayani jadi semenjak adanya sistem E-Filling kerja sama antara penyedia layanan dan wajib pajak terjalin baik dengan manfaat E-Filling tersebut, dengan kemudahan-kemudahan yang dirasakan langsung baik wajib pajak maupun pihak pelayanan dan pihak yang mengelola SPT yang dilaporkan melalui penerapan sistem E-Filling ini.