B. Penguatan Nasionalisme Siswa 1.Definisi Penguatan
2. Penguatan Nasionalisme dan Patriotisme bangsa
Muhamadsyani (2011) dalam artikel yang di tulisnya mengatakan secara jelas bahwa “Nasionalisme dan patriotisme sangat diperlukan dalam pembangunan bangsa agar setiap elemen bangsa bekerja dan berjuang keras mencapai jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa yang bermartabat. Jati diri dan kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa ini merupakan modal yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan dan hambatan di masa depan”. Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme dalam konteks globalisasi saat ini harus lebih dititikberatkan pada elemen-elemen strategis dalam percaturan global.
Oleh karena itu, strategi yang dapat dilakukan antara lain:
a. Penguatan peran lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dalam ikut membangun semangat nasionalisme dan
patriotisme, terutama di kalangan generasi muda. Generasi muda adalah elemen strategis di masa depan. Mereka sepertinya menyadari bahwa dalam era globalisasi, generasi muda dapat berperan sebagai subjek maupun objek.
b.Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah yang dalam perspektif kepentingan nasional dinilai strategis, seperti: daerah perbatasan, kawasan industri strategis, daerah pertanian (logistik), serta daerah penghasil bahan tambang dan hasil hutan. Hal ini bisa dilakukan dengan memperkecil kesenjangan ekonomi, sosial, dan budaya di wilayah tersebut melalui berbagai program pendidikan dan pembinaan yang melibatkan peran masyarakat setempat.
c.Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme pada masyarakat yang hidup di daerah rawan pangan (miskin), rawan konflik, dan rawan bencana alam. Strategi ini dapat dilakukan dengan menyelenggarakan berbagai program yang diorientasikan pada peningkatan kesetiakawanan sosial dan partisipasi masyarakat.
d.Peningkatan apresiasi terhadap anggota atau kelompok masyarakat yang berusaha melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa. Demikian pula dengan anggota atau kelompok masyarakat yang berhasil mencapai prestasi
yang membanggakan di dunia internasional. Apresiasi ini dapat dilakukan dengan pemberian penghargaan oleh negara dan kemudian prestasinya diangkat oleh media massa.Peningkatan peran Pemerintah dan masyarakat RI dalam ikut berperan aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan regional dan internasional, seperti penyelesaian konflik, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan lain-lain”.
3. DefinisiNasionalisme
Di jelaskan oleh Tjahyadi (2010:23) Nasionalisme adalah paham yang melatarbelakangi negara-negara modern di Eropa di Abad XVIII dan di negara – negara dunia ketiga pada awal abad XX. Jika Nasionalisme di Eropa pada abad modern membawa pada semangat kolonialisme dan imprealisme yang memuncak pada awal abad ke duapuluh, maka nasionalisme yang muncul pada negar-negara yang pernah terjajah adalah nasionalisme yang anti kolonialisme. Pada akhir abad ke-20 muncul juga bentuk nasionalisme “baru” yang berpijak pada “negara-bangsa” yang sempit yang telah memecah belah beberapa negara bahkan dengan segala tragedi kemanusiaannya.
Di jelaskan pula oleh Kohn ( Tukiran dkk,2010:74) menjelaskan mengenai pengertian nasionalisme yaitu :
Nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan yang tertinggi harus di serahkan pada negara kebangsaan. Perasaan sangat mendalam dalam suatu ikatan yang erat dengan tanah tumpah darahnya selalu ada di sepanjang sejarah dengan
kekuatan – kekuatan yang berbeda- beda. Akan tetapi baru akhri abad ke – 18 Masehi dalam arti kata modern menjadi suatu perasaan yang di akui secara umum dan Nasionlaisme ini makin lama makin kuat peranannya dalam membentuk semua bagi kehidupan baik yang bersifat umum maupun yang bersifat pribadi. Gans (Tjahyadi,2010:37-38) Nasionalisme dan Identitas bangsa merupakan dua konsep kunci yang terkait. Dapat dikatakan demikian karena tidak dapat disanggah bahwa budaya nasional merupakan relaitas objektif melindungi budaya nasional dalam tingkat tertentu sesungguhnya merupakan prasyarat bagi penghargaan atas diri sendiri. Dan penghargaan atas diri sendiri ini akan menciptakan dasar yang memungkinkan orang-orang dan keturunannya hidup dalam budaya nasional, dan ini akan membangun kondisi yang memungkinkan mereka membangun identitas diri.
Menurut Eryanto (2011:37) dalam skripsinya menyatakan tentang suatu nasionalisme, bahwa :
Nasionalisme lebih dikenal dengan istilah bela negara atau rasa kebangsaan yang didalamnya terkandung makna akan kesadaran dan semangat cinta tanah air, memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa atau memelihara kehormatan bangsa dan negaranya. Nasionalisme dalam makna persatuan dan kesatuan bangsa identik dengan sebuah kesadaran individu suatu bangsa yang secara potensial atau aktual akan bersama-sama menacapai,mempertahankan, dan mengabdikan diri demi kemakmuran, kekuatan, serta keutuhan bangsa dan negara yang dicintainya.
Berdasarkan pernyataan di atas diyakinkan tentang suatu kesadaran nasionalismesuatu bangsa dimana akan berbuat apapun untuk bisa mempertahankan negaranya, membela tanah airnya, rela berkorban demi
bangsa, demi suatu kemakmuran bersama didalam hidup bersama dalam suatu negara demi tanahtumpah darahanya
Sejalan dengan penjelasan di atas, Soekarno (Eryanto,2011:38) mengartikan nasionalisme sebagai berikut :
Nasionalisme merupakan perwujudan dari rasa cinta tanah air yang dijabarkan dalam bentuk keindahan dan kedamaian. Indikator yang mengarah kepada cinta tanah air ialah rasa cinta terhadap bangsa dan bahasa sendiri, cinta terhadap sejarah bangsa yang gilang gemilang, serta cinta pada kemerdekaan dan benci terhadap penjajahan.
Berdasarkan pada uraian di atas, rasa nasionalisme harus di bentuk dan di bangun secara menifestasi melalui berbagai teori dan praktek, sehingga mampu menghasilkan sebuah paradigma dan realita. Dalam membangun rasa nasionalisme yang secara utuh memerlukan pemahaman dan organisasi berbasisis gerakan untuk bertransaksi secara sosial dengan masyarakat, sehingga pada akhirnya terjadi interaksi kuat antara organisasi dan masa dalam satu ide, yaitu nasionalisme ( Eryanto, 2011:38)
Berdasarkan peryataan di atas semangat suatu bangsa dengan gairah dan persatuan antar organisasi dan masa di dalam tubuh suatu bangsa akan bersatu padu membentuk suatu kekuatan yang di namakan dengan nasionalisme. Nasionalisme inilah yang akan menggerakan bersama membela negaranya, memperjuangkan dan membangun negara ini menjadi suatu negara yang makmur di cinta bangsanya.
Ada beberapa bentuk dan konsep nasionalisme seperti yang dikemukakan oleh Diyah ( Eryanto,2011:38-39) diantaranya sebagai berikut :
a. Nasiobalisme Kewarganegaraan, merupakan sejenis Nasionalisme diman negara memperolah kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya. Hal tersebut lebih dikenal dengan istilah “kehendak rakyat” atau “perwakilan politik”
b. Nasionalisme Etnis, merupakan sejenis Nasioanlisme dimana negara memperolah kebenaran politik dari budaya asal atau etnis
sebauh masyarakat. Hal tersebut lebih dikenal dengan istilah Volk yang arti dalam bahasa Jermannya yaitu “untuk rakyat” c. Nasionalisme Romantik atau sering disebut dengan
Nasionalisme Organik atau Nasionalisme Identitas merupakan sejenis Nasionalisme diman negara memperolah kebenaran politik secara semula jadi “organik”, hasil dari bangsa tau ras. Nasionalisme romantik ini bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menempati idealisme romantik.
d. Nasionalisme Budaya, merupakn sejenis Nasionalisme dimana negara memperolah kebenaran politik dari budaya bersama dan bukanya “sifat keturunan” seperti warna kulit, ras, dan lain sebagaianya.
e. Nasionalisme Kenegaraan, merupakan sejenis Nasionalisme dimana negara memperolah kebenaran politik dari variasi Nasionalisme Kewaraganegaraan yang digabungkan dengan nasionalisme Etnis. PerasaanNasionalistik yang kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat demokrasi. Penyelenggaraan sebauh “negara State” merupakan suatu argumen yang ulung seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri.
f. Nasionalisme Agama, merupakan sejenis Nasionalisme diman negara memperolah politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya Nasionalisme etnis yakni mencampuradukan dengan Nasioanlisem keagamaan.
Sesuai dengan peryataan di atas bahwa dapat di gambarkan dengan jelas bahwa nasionalisme merupakan suatu perasaan senasib sepenangungan dimana sudah ada dan terbentuk dalam suatu bangsa Indonesia karena adanya suatu kolonialisme yang begitu panjang, sehingga dengan keadaan seperti itulah tumbuhlah suatu gejolak dari bangsa Indonesia membentuk suatu gerakan dan masa yang mengelorakan untuk mendeka dan ingin mewujudkan suatu kehidupan yang aman, tentram dan mampu berdiri sendiri membentuk suatu peradaban bangsa yang penuh dengan perasaan untuk bangkit bersama