• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENGUJIAN MATERIAL ASPAL

4.8 Pengujian Berat Jenis Aspal

 Keringkan cawan Gooch dan isinya pada suhu 110 ± 5 0C sekurang-kurangnya selama 20 menit.

 Dinginkan cawan Gooch dan isinya di dalam desikator skurangnya selama 20 menit dan tentukan beratnya, misal sama dengan C. Berat cawan Gooch dan bahan tidak larut dicatat pada Kotak E4 Lampiran 2-5.

 Ulangi langkah pengeringan, pendinginan dan penimbangan, sampai diperoleh berat yang konstan dengan ketelitian ± 0,0003 g. Catat sebagai berat cawan Gooch dengan bagian tidak larut (misal sama dengan C).

 Hitung persentase bahan yang tidak larut dengan rumus 100

B x A C

dan catat hasilnya pada Kotak E6 Lampiran 2-5.

 Hitung persentase bahan yang larut dengan rumus 100 - x100

B A C

dan catat hasilnya pada Kotak E7 Lampiran 2-5.

 Ulangi langkah-langkah di atas untuk benda uji yang lain dan catat hasilnya pada kotak-kotak Kotak F1 sampai dengan Kotak F7 Lampiran 2-5.

 Hitung nilai rata-rata persentase bahan yang tidak larut dan persentase bahan yang larut pada Kotak G1 dan Kotak G2 Lampiran 2-5.

4.7.3 Pelaporan Hasil Pengujian

Semua data yang terkait dengan contoh aspal dan pengujian (termasuk hasil perhitungan) harus dicatat dalam formulir yang telah disiapkan, yaitu dengan cara mengisi kotak-kotak seperti yang ditunjukkan pada Lampiran 2-5.

Laporkan persentase bahan yang tidak larut dan bahan yang larut. Apabila bahan yang tidak larut kurang dari 1,0 persen, laporkan persentase bahan yang tidak larut dan bahan yang larut sampai 0,01 persen terdekat; Apabila bahan yang tidak larut 1,0 persen atau lebih, laporkan persentase bahan yang tidak larut dan bahan yang larut sampai 0,1 persen terdekat.

4.8 Pengujian Berat Jenis Aspal

Meskipun berat jenis aspal biasanya tidak dicantumkan dalam spesifikasi, namun pada pekerjaan beton aspal, berat jenis aspal penting. Hal tersebut didasarkan pada dua alasan sebagai berikut:

 Apabila dipanaskan, aspal memuai dan bila didinginkan menyusut. Oleh karena itu, maka volume aspal akan lebih besar pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan volu pada suhu yang lebih rendah. Informasi tentang berat jenis aspal memungkinkan volume aspal pada suhu tertentu diokonversi menjadi volume pada suhu yang ditetapkan.

Judul Modul: Melakukan Pengujian Material Aspal

Halaman 73

Buku Informasi Edisi 2013

 Pada perancangan campuran beton aspal, berat jenis aspal diperlukan untuk menghitung persentase rongga udara dalam beton aspal. Dalam hal tersebut, persentase rongga udara dalam beton aspal akan menentukan sifat beton aspal.

Prinsip pengujian berat jenis adalah melalui penentuan berat dan volume benda uji pada suhu tertentu (biasanya 25 0C). Perbandingan antara berat dengan volum merupakan berat jenis.

4.8.1 Persiapan Pengujian

a. Pengkondisian Air Suling

Kondisikan air suling untuk pengujian berat jenis aspal melalui langkah-langkah sebagai berikut:

 Isi gelas kimia dengan air suling yang telah dididihkan dan didinginkan, sampai air dapat merendam piknometer dengan jarak antara bagian atas piknometer dengan permukaan air tidak kurang dari 40 mm.

 Rendam gelas kimia dalam penangas sedemikian rupa sehingga bagian bawah gelas kimia terendam pada kedalaman tidak kurang dari 100 mm dan bagian atas gelas kimia berada di atas permukaan air dalam penangas.

 Jepit gelas kimia agar tetap pada posisinya.

 Atur dan pertahankan suhu air dalam penangas agar tidak berbeda lebih dari 1 0C dari suhu pengujian.

b. Kalibrasi Piknometer

Lakukan kalibrasi piknometer melalui langkah-langkah sebagai berikut:

 Timbang piknometer yang bersih dan kering sampai 1 mg terdekat, misal beratnya sama dengan A, dan catat pada Kotak D2 Lampiran 2-6.

 Isi piknometer dengan air suling yang telah dididihkan dan dinginkan sampai suhunya sesuai dengan suhu pengujian; kemudian tutup piknometer. Dalam hal tersebut, air di dalam piknometer tidak boleh mengandung sedikitpun gelembung udara.

 Rendam piknometer dalam gelas kimia berisi air suling yang terendam dalam penangas.

 Biarkan piknometer terendam dalam waktu yang tidak kurang dari 30 menit.

Catat pada Lampiran 2-6: waktu mulai perendaman dicatat pada Kotak B1 dan waktu selesai perendaman dicatat pada Kotak B2.

 Keluarkan piknometer dari gelas kimia dan segera keringkan bagian atas penutup piknometer dengan satu kali sentuhan lap kering (lihat Catatan 2).

Keringkan pula secepatnya bagian luar lainnya dari piknometer dan timbang sampai 1 mg terdekat, misal beratnya sama dengan B, dan catat pada Kotak C4 Lampiran 2-6.

Judul Modul: Melakukan Pengujian Material Aspal

Halaman 74

Buku Informasi Edisi 2013

Catatan 1: Jangan lakukan pengeringan ulang pada bagian atas dari penutup apabila pada bagian tersebut terbentuk tetesan air akibat dari pemuaian. Apabila pengeringan bagian atas penutup dilakukan segera setelah piknometer dikeluarkan dari

penangas, maka berat air merupakan berat pada suhu pengujian. Apabila pada saat penimbangan terbentuk embun pada piknometer, maka segera keringkan kembali bagian luar piknometer (tidak termasuk penutup) sebelum beratnya ditentukan dan dicatat.

Catatan 2: Kalibrasi harus dilakukan pada suhu pengujian. Piknometer yang dikalibrasi pada suhu tertentu tidak dapat digunakan untuk pengujian pada suhu lain, kecuali apabila telah dikalibrasi ulang pada suhu pengujian yang sesuai.

c. Penyiapan Contoh Uji

Lakukan penyiapan contoh uji untuk pengujian berat jenis aspal dengan cara memanaskan contoh dengan hati-hati dan mengaduk (untuk menghindari terjadinya pemanasan setempat), sampai contoh cukup cair untuk dituangkan.

Pemanasan contoh uji tidak boleh lebih dari 110 0C di atas titik lembek yang diperkirakan. Jangan lakukan pemanasan contoh lebih dari 60 menit di atas nyala api pembakar atau pelat pemanas atau lebih dari dua jam di dalam oven.

Hindari adanya gelembung udara dalam benda uji. Catat pada Lampiran 2-6:

waktu mulai pemanasan dicatat pada Kotak A1, waktu selesai pemanasan dicatat pada Kotak A2, dan suhu pemanasan dicatat pada Kotak A3.

4.8.2 Prosedur Pengujian

Dengan mengacu pada SNI 06-2441-1991, langkah-langkah pengujian berat jenis aspal adalah sebagai berikut:

 Tuangkan contoh uji ke dalam piknometer (yang telah dibersihkan, dikeringkan dan dihangatkan), sampai kira-kira tiga per empat volume piknometer. Hindari benda uji menempel pada bagian dalam piknometer di atas batas yang ditetapkan serta adanya gelembung udara pada permukaan benda uji (lihat catatan di bawah). Catat pada Lampiran 2-6: waktu mulai pengujian dicatat pada Kotak B3.

Catatan: Apabila pada permukaan benda uji terdapat gelembung udara, hilangkan gelembung tersebut dengan cara menyapukan nyala api dari pembakar bunsen pada permukaan benda uji dalam piknometer. Untuk menghindari pemanasan berlebih, jangan biarkan terjadi kontak antara nyala api dengan benda uji yang terlalu lama.

 Biarkan piknometer dan isinya pada suhu ruang selama sekurang-kurangnya 40 menit. Catat pada Lampiran 2-6: waktu mulai pengkondisian dicatat pada Kotak A4 dan waktu selesai pengkondisian dicatat pada Kotak A5.

 Timbang piknometer berisi benda uji dan tutupnya sampai 1 mg terdekat, misal sama dengan C, dan catat pada Kotak A Lampiran 2-6.

Judul Modul: Melakukan Pengujian Material Aspal

Halaman 75

Buku Informasi Edisi 2013

 Isi piknometer dengan air suling yang telah dididihkan dan didinginkan sampai suhunya sesuai dengan suhu pengujian; kemudian tutup piknometer. Dalam hal tersebut, air didalam piknometer tidak boleh mengandung sedikitpun

gelembung udara.

 Masukkan piknometer yang sudah diisi dalam gelas kimia yang terendam dalam penangas.

 Biarkan piknometer terendam dalam gelas kimia/penangas selama sekurang-kurangnya 30 menit. Catat pada Lampiran 2-6: waktu mulai perendaman dicatat pada Kotak B1 dan waktu selesai perendaman dicatat pada Kotak B2.

 Keluarkan piknometer dari gelas kimia dan keringkan dan timbang dengan cara yang sama dengan yang dilakukan pada saat kalibrasi piknometer. Timbang piknometer berisi benda uji dan air, misal beratnya sama dengan D, dan catat pada Kotak C7 Lampiran 2-6.

Catatan: Hasil pengujian dua benda yang dilakukan oleh teknis yang sama tidak boleh berbeda lebih dari 0,003.

 Ulangi langkah-langkah di atas untuk benda uji yang lain dan catat hasilnya pada kotak-kotak yang sesuai pada Lampiran 2-6.

 Lakukan penghitungan:

 Berat benda uji. Catat hasilnya pada Kotak C3 dan D3 Lampiran 2-6.

 Berat air dalam piknometer (piknometer tidak diisi benda uji. Catat hasilnya pada Kotak C6 dan D6 Lampiran 2-6.

 Berat air dalam piknometer (piknometer diisi benda uji. Catat hasilnya pada Kotak C9 dan D9 Lampiran 2-6.

 Berat jenis benda uji. Catat hasilnya pada Kotak C10 dan D10 Lampiran 2-6.

 Berat jenis rata-rata. Catat hasilnya pada Kotak E Lampiran 2-6.

4.8.3 Pelaporan Hasil Pengujian

Semua data yang terkait dengan contoh aspal dan pengujian (termasuk hasil perhitungan) harus dicatat dalam formulir yang telah disiapkan, yaitu dengan cara mengisi kotak-kotak seperti yang ditunjukkan pada Lampiran 2-6.

Berat jenis aspal yang dilaporkan merupakan nilai rata-rata hasil pengujian dua benda uji, yang dinyatakan dalam angka sampai desimal ke tiga terdekat.

Dokumen terkait