• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

IV.5 Pengujian Hipotesa

Setelah analisis data tabel tunggal dan analisis tabel tunggal dilakukan, maka peneliti akan melakukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan pengujian hipotesa. Pengujian hipotesa dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesa dalam penelitian ini diterima atau ditolak. Hipotesa meliputi variabel bebas (X) yaitu Bauran promosi dan variabel terikat (Y) yaitu Motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair. Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

Ho: Tidak terdapat hubungan antara Pengaruh bauran promosi terhadap Motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair .

Ha : Terdapat hubungan antara Pengaruh bauran promosi terhadap Motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair .

Tabel 38

Hasil Uji Korelasi Spearmen Menggunakan Piranti Lunak SPSS antara Pengaruh Bauran Promosi terhadap Motivasi konsumen untuk Berkunjung

ke Plaza Medan Fair

pengaruh bauran promosi motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair Spearman's rho pengaruh

bauran promosi Correlation Coefficient 1.000 .333** Sig. (2-tailed) . .001 N 100 100 motivasi konsumen untuk berkunjung ke PLAZA MEDAN FAIR Correlation Coefficient .333** 1.000 Sig. (2-tailed) .001 . N 100 100

pengaruh bauran promosi motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair Spearman's rho pengaruh

bauran promosi Correlation Coefficient 1.000 .333** Sig. (2-tailed) . .001 N 100 100 motivasi konsumen untuk berkunjung ke PLAZA MEDAN FAIR Correlation Coefficient .333** 1.000 Sig. (2-tailed) .001 . N 100 100

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil uji hipotesis Spearman’s rho diatas, korelasi spearman yang diperoleh adalah 0,333. Sesuai dengan kAIDDAh Spearman rho, jika rs > 0 maka hipotesis diterima. Selanjutnya, merujuk pada kuat lemahnya hubungan berdasarkan skala Guilford, maka hasil 0,333 menunjukkan hubungan yang cukup berarti. Dengan demikian Ha yang menyatakan terdapat hubungan antara pengaruh bauran promosi dengan motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair diterima.

Kemudian tahap selanjutnya adalah mencari besarnya kekuatan pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y, yaitu dengan rumus:

Kp = (Rs)2 x 100% Kp = (0,333)2 x 100% Kp = 0,1108 x 100%

Kp = 11,08 %

Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa, besarnya kekuatan pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y adalah 11,08 % .

IV.6 Pembahasan

Promosi adalah salah satu usaha dari komunikasi pemasaran dalam menginformasikan dan memmpengaruhi orang sehingga tertarik untuk melakukan transaksi. Menurut teori AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action), alat promosi harus menarik perhatian, mendapatkan dan mendorong minat, membangkitkan keinginan/menumbuhkan motivasi, menentukan keputusan, dan menghasilkan tindakan. Aspek terpenting untuk mendapatkan konsumen bagi Plaza Medan Fair adalah memahami proses terjadinya respon dari konsumen, dan mengetahui/memahami usaha promosi yang efektif untuk memotivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair.

Berdasarkan hasil dari analisis tabel tunggal dan silang yang telah dilakukan, maka dapat dilihat bahwa ada korelasi antara bauran promosi dan motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair. Terdapat perbedaan efek atau dampak yang dirasakan pada setiap responden, namun sebagian besar responden menyatakan ada korelasi antara bauran promosi dengan motivasi untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair. Merujuk pada kuat lemahnya korelasi atau hubungan yang terjadi dengan menggunakan skala Guilford, maka hasil korelasi Spearman pada responden adalah sebesar 0,333. Nilai 0,333 menunjukkan adanya hubungan yang rendah tapi pasti. Maka hipotesis “Terdapat hubungan antara

pengaruh bauran promosi dan motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair” diterima. Hasil tersebut sekaligus juga menolak Ho yang menyatakan Tidak terdapat hubungan antara Pengaruh bauran promosi terhadap Motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair.

Nilai koefisien korelasi skala Guilford dapat digunakan untuk mengukur kekuatan derajat hubungan antara kedua variabel dalam penelitian ini. Dari hasil penghitungan nilai Rho adalah 0,333. Maka dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang rendah tapi pasti antara kedua variabel dalam penelitian ini yaitu bauran promosi dengan motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair.

Motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah suatu dorongan atau keadaan yang membuat konsumen berkunjung ke Plaza Medan Fair. Kemenarikan bauran promosi (iklan, personal selling, sales promotion, publisitas, internet marketing, dan direct marketing) yang diadakan Plaza Medan Fair mampu memotivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair. Selain itu, kualitas narasumber sebagai seorang motivator juga mampu memberikan efek kepada penontonnya, yaitu adanya motivasi yang muncul untuk memperoleh prestasi dalam studi. Disamping materi yang menarik dan kualitas narasumber, ternyata durasi penayangan juga mempunyai pengaruh. Terbukti bahwa durasi penayangan yang sudah berlangsung saat ini mampu memotivasi penonton untuk terus mengasah dan mengembangkan keterampilannya. Durasi yang dirasa tepat, secara efektif mampu memberikan stimulus kepada penonton

Selain itu, diketahui juga besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y dengan menggunakan rumus Kp = (Rs)2 x 100% ; diperoleh hasil sebesar 11,08 %, selebihnya 98,92% dipengaruhi oleh faktor lainnya.

Hasil dan pengujian hipotesis merupakan tahap akhir dari keseluruhan analisis data. Setelah seluruh nilai – nilai diperoleh, maka akan dilanjutkan dengan memberikan kesimpulan dan saran atas penelitian ini, yaitu dalam bagian penutup pada BAB V.

BAB V PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Berdasarkan penyajian dan analisa data yang telah dilakukan sesuai dengan langkah – langkah yang dituntut dan telah dilaksanakan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Dari hasil pengolahan data 100 responden, maka didapatkan hasil pengaruh positif bauran promosi terhadap motivasi konsumen untuk berkunjung ke Plaza Medan Fair adalah sebagai berikut:

1) Iklan = 42 responden termotivasi, dan 24 responden sangat termotivasi 2) Personal selling = 43 responden termotivasi, dan 7 responden sangat

termotivasi

3) Sales promotion = 54 responden termotivasi, dan 9 responden sangat termotivasi

4) Publisitas = 53 responden termotivasi, dan 9 responden sangat termotivasi 5) Internet marketing = 57 responden termotivasi, dan 9 responden sangat

termotivasi

6) Direct marketing = 49 responden termotivasi, dan 9 responden sangat termotivasi

2. Jika membandingkan dan mengurutkan antara variabel-variabel dalam bauran promosi diatas, dilihat dari pengaruh yang paling dominan mempengaruhi motivasi konsumen berkunjung ke Plaza Medan Fair adalah sebagai berikut: 1) Iklan/advertising

2) Promosi penjualan/Sales promotion

3) Penawaran melalui internet/Internet marketing.

V.2 Saran

Adapun beberapa saran yang diajukan penulis, merujuk pada hasil pertanyaan dari kuisioner yang dibagikan kepada pengunjung Plaza Medan Fair yang menjadi responden pada penelitian ini, berikut beberapa saran yang diajukan oleh penulis:

1. Pengunjung berharap akan hadirnya toko-toko baru di Plaza Medan Fair yang lebih beragam lagi, seperti: Bioskop 21, Jco Dounuts, Gramedia, dan tempat hiburan waterpark.

2. Pengunjung berharap Plaza Medan Fair lebih meingkatkan kualitasnya terutama pada fasilitas area parkir yang lebih luas, dan fasilitas toilet yang bersih dan nyaman.

Dokumen terkait