• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Hipotesi Kedua

C. Pengujian Hipotesis

2. Pengujian Hipotesi Kedua

Hipotesis kedua menyatakan bahwa “terdapat pengaruh positif pola asuh terhadap kemandirian anak dalam keluarga “. Di bawah ini adalah hasil pengujian hipotesis masing dari beberapa jenis pola asuh dengan rgresi sederhana satu prediktor.

Tabel 23. Ringkasan Hasil Regresi X2 terhadap Y Koefisien Variabel X2 (pola asuh otoriter X2 (pola asuh demokrasi) X2 (pola asuh permisif X2 Konstanta 81,267 67,776 84,141 77,367 koefisien determinasi 0,083 0,139 0,054 0,082 Koefisien korelasi 0,251 1,334 0,233 0,286 thitung 2,363 3,637 2,179 2,721 ttabel 1,989 1,989 1,989 1,989

Sumber : Data Primer yang diolah a. Pola Asuh Otoriter

a) Persamaan Garis Regresi

Berdasarkan tabel 23 maka persamaan garis regresi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

Y = 81,267 + 0,402X2

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X2

sebesar 0,402 yang berarti, apabila Pola Asuh otoriter (X2) meningkat 1 point maka Kemandirian Anak dalam keluarga (Y) akan meningkat sebesar 0,402 point.

b) Koefisien Determinasi .

Koefisien Determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Garis regresi digunakan untuk menjelaskan proporsi dari kemandirian anak (Y) yang diterangkan oleh variabel independennya. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS versi 21 menunjukkan koefisien korelasi rx2y (pola asuh otoriter) sebesar 0,251 dan koefisien determinasi r2

x1y (pola asuh otoriter) sebesar 0,063. Nilai tersebut berarti 6,3 % perubahan pada variabel kemandirian anak (Y) dapat diterangkan oleh variabel pola asuh otoriter (X2) , sedangkan 93,7 % dijelaskan oleh variabel yang lain.

c) Pengujian Signifikansi dengan Uji t

Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikansi regresi pola asuh otoriter (X2), terhadap kemandirian anak dalam keluarga. Berdasarkan hasil analisis data koefisien korelasi (rx2y) pola asuh otoriter sebesar 0,251 dan koefisien determinasi (r2

x2y) pola asuh otoriter sebesar 0,063, dapat dinyatakan terdapat pengaruh positif antara

kriteria yang digunakan jika thitung lebih besar dari ttabel maka signifikan dan sebaliknya jika thitung lebih kecil dari ttabel maka tidak signifikan. Berdasar hasil uji diperoleh nilai thitung sebesar 2,363. Jika dibandingkan dengan nilai ttabel 1,989 pada taraf signifikansi 5%, maka nilai thitung > ttabel

sehingga signifikan. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pola asuh otoriter terhadap kemandirian anak dalam keluarga. b. Pola Asuh Permisif

a) Persamaan Garis Regresi

Berdasarkan tabel 24 maka persamaan garis regresi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

Y = 84,141 + 0,616X2

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X2 (pola asuh permisif) sebesar 0,616 yang berarti, apabila Pola Asuh Permisif (X2) meningkat 1 point maka Kemandirian anak dalam keluarga (Y) akan meningkat sebesar 0,616 point

b) Koefisien Determinasi .

Koefisien Determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Garis regresi digunakan untuk menjelaskan proporsi dari kemandirian anak (Y) yang diterangkan oleh variabel independennya. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS versi 21 menunjukkan koefisien korelasi rx2y (pola asuh permisif)sebesar

Nilai tersebut berarti 5,4 % perubahan pada variabel kemandirian anak (Y) dapat diterangkan oleh variabel pola asuh permisif (X2) , sedangkan 94,6 % dijelaskan oleh variabel yang lain.

c) Pengujian Signifikansi dengan Uji t

Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikansi regresi pola asuh permisif (X2), terhadap kemandirian anak dalam keluarga. Berdasarkan hasil analisis data koefisien korelasi (rx2y) pola asuh permisif sebesar 0,233 dan koefisien determinasi (r2

x2y) pola asuh permisif sebesar 0,054, dapat dinyatakan terdapat pengaruh positif antara X2 pola asuh permisif terhadap Y. Uji signifikansi menggunakan uji t, kriteria yang digunakan jika thitung lebih besar dari ttabel maka signifikan dan sebaliknya jika thitung lebih kecil dari ttabel maka tidak signifikan. Berdasar hasil uji diperoleh nilai thitung sebesar 2,179. Jika dibandingkan dengan nilai ttabel 1,989 pada taraf signifikansi 5%, maka nilai thitung > ttabel

sehingga signifikan. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pola asuh permisif terhadap kemandirian anak dalam keluarga. c. Pola Asuh Demokrasi

a) Persamaan Garis Regresi

Berdasarkan tabel 23 maka persamaan garis regresi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X2

sebesar 1,334 yang berarti, apabila Pola Asuh Demokrasi (X2) meningkat 1 point maka Kemandirian Anak dalam keluarga (Y) akan meningkat sebesar 1,334 point.

b) Koefisien Determinasi .

Koefisien Determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Garis regresi digunakan untuk menjelaskan proporsi dari kemandirian anak (Y) yang diterangkan oleh variabel independennya. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS versi 21 menunjukkan koefisien korelasi rx2y (pola asuh demokrasi) sebesar 0,373 dan koefisien determinasi r2

x1y (pola asuh demokrasi) sebesar 0,139. Nilai tersebut berarti 13,9 % perubahan pada variabel kemandirian anak (Y) dapat diterangkan oleh variabel pola asuh demokrasi (X2) , sedangkan 86,1 % dijelaskan oleh variabel yang lain.

c) Pengujian Signifikansi dengan Uji t

Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikansi regresi pola asuh demokrasi (X2), terhadap kemandirian anak dalam keluarga. Berdasarkan hasil analisis data koefisien korelasi (rx2y) pola asuh demokrasi sebesar 0,373 dan koefisien determinasi (r2

x2y) pola asuh otoriter sebesar 0,139, dapat dinyatakan terdapat pengaruh positif antara X2 pola asuh demokrasi terhadap Y. Uji signifikansi menggunakan uji t,

dan sebaliknya jika thitung lebih kecil dari ttabel maka tidak signifikan. Berdasar hasil uji diperoleh nilai thitung sebesar 3,657. Jika dibandingkan dengan nilai ttabel 1,989 pada taraf signifikansi 5%, maka nilai thitung > ttabel

sehingga signifikan. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pola asuh demokrasi terhadap kemandirian anak dalam keluarga.

d. Pola Asuh Secara Keseluruhan

a) Persamaan Garis Regresi

Berdasarkan tabel 23 maka persamaan garis regresi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

Y = 77,367 + 0,235X2

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X2

sebesar 0,235 yang berarti, apabila Pola Asuh (X2) meningkat 1 point maka Kemandirian Anak dalam keluarga (Y) akan menuingkat sebesar 0,235 point.

b) Koefisien Determinasi .

Koefisien Determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Garis regresi digunakan untuk menjelaskan proporsi dari kemandirian anak (Y) yang diterangkan oleh variabel independennya. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS versi 21 menunjukkan koefisien korelasi rx2y sebesar 0,286 dan koefisien determinasi r2

x1y sebesar 0,082. Nilai tersebut berarti 8,2 % perubahan

pada variabel kemandirian anak (Y) dapat diterangkan oleh variabel pola asuh (X2) , sedangkan 91,8 % dijelaskan oleh variabel yang lain.

c) Pengujian Signifikansi dengan Uji t

Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikansi regresi pola asuh (X2), terhadap kemandirian anak dalam keluarga. Berdasarkan hasil analisis data koefisien korelasi (rx2y) sebesar 0,286 dan koefisien determinasi (r2

x2y) sebesar 0,082, dapat dinyatakan terdapat pengaruh positif antara X2 terhadap Y. Uji signifikansi menggunakan uji t, kriteria yang digunakan jika thitung lebih besar dari ttabel maka signifikan dan sebaliknya jika thitung lebih kecil dari ttabel maka tidak signifikan. Berdasar hasil uji diperoleh nilai thitung sebesar 2,721. Jika dibandingkan dengan nilai ttabel 1,989 pada taraf signifikansi 5%, maka nilai thitung > ttabel

sehingga signifikan. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pola asuh terhadap kemandirian anak dalam keluarga.

Hipotesis ketiga menyatakan bahwa “ Terdapat pengaruh positif Tingkat Pendidikan dan Pola Asuh Orang Tua terhadap Kemandirian Anak dalam Keluarga” . Berikut adalah hasil pengujian hipotesis dengan regresi ganda.

Tabel 24. Ringkasan Hasil Regresi Ganda

Variabel Koefisien X1 1,744 X2 0,241 Konstanta 66,715 Rx(1,2) 0,307 R2 x(1,2) 0,094 Fhitung 4,279 Ftabel 1,444

Sumber : Data Primer yang diolah a. Persamaan Garis Regresi

Berdasarkan tabel 24, maka persamaan garis regresi dapat dinyatakan dalam persamaan sebagi berikut:

Y = 66,715 + 1,744X1 + 0,241X2

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien X1 sebesar 1,744 yang berarti, apabila tingkat pendidikan orang tua (X1) meningkat 1 point maka kemandirian anak dalam keluarga (Y) akan meningkat sebesar 1,744 point dengan asumsi X2 tetap.

Koefisien X2 sebesar 0,241yang berarti apabila pola asuh orang tua (X2) meningkat 1 point maka kemandirian anak dalam keluarga (Y) akan meningkat sebesar 0,241 point dengan asumsi X2 tetap.

b. Koefisien Determinasi (R2 x(1,2))

Koefisien determinasi menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi. Garis regresi digunakan untuk menjelaskan proporsi dari kemandirian anak dalam keluarga (Y) yang diterangkan oleh variabel independennya.

21 menunjukkan koefisien korelasi Rx(1,2) sebesar 0,307 dan koefisien determinasiR2

x(1,2) sebesar 0,094. Nilai tersebut berarti 9,4% perubahan pada

variabel kemandirian anak dapat dijelaskan oleh variabel tingkat pendidikan dan pola asuh orang tua, sedangkan sisanya 90,6 % dijelaskan oleh variabel yang lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

c. Pengujian Signifikansi dengan Uji F

Pengujian signifikansi bertujuan untuk mengetahui signifikansi regresi antara tingkat pendidikan dan pol asuh orang tua secara bersama-sama terhadap kemanidrian anak dalam keluarga. Berdasarkan analisis yang diuji koefisien korelasi Rx(1,2) sebesar 0,307, dan koefisien determinasi R2

x(1,2)

sebesar 0,094 dapat dinyatakan terdapat pengaruh tingkat pendidikan orang tua dan pola asuh secara bersama-sama terhadap kemandirian anak dalam keluarga. Uji signifikansi menggunakan uji F, kriteria yang digunakan jika

Fhitung lebih besar atau sama dengan dari Ftabel maka signifikan dan sebaliknya

jika Fhitung lebih kecil dari Ftabel maka tidak signifikan. Berdasar hasil uji diperoleh nilai Fhitung sebesar 4,279. Jika dibandingkan dengan nilai Ftabel

sebesar 1,444 pada taraf signifikansi 5%, maka nilai Fhitung > Ftabel sehingga signifikan. Hal ini berarti bahwa “ terdapat pengaruh yang signifikan tingkat pendidikan dan pola asuh orang tua terhadap kemandirian anak dalam keluarga”.

Dokumen terkait