• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : ANALISIS HASIL PENELITIAN

4.3. Analisis dan Pengujian Hipotesis

4.3.4. Pengujian Hipotesis

4.3.4.1. Pengujian Menyeluruh atau Simultan (Uji F)

Secara simultan, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F (F test). Uji F dilakukan untuk menguji apakah variabel-variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Adapun hipotesis untuk uji F adalah sebagai berikut:

H1: Capital adequacy ratio, Loan to deposit ratio, Non- performing loan ratio, Return on equity, dan Dividend per share secara simultan berpengaruh terhadap harga saham.

Uji ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi �ℎ� �� dengan ketentuan:

- Jika �ℎ� �� <��pada α 0.05, maka � ditolak dan � diterima, - Jika �ℎ� �� > � �� pada α 0.05, maka � diterima dan � ditolak.

Setelah uji F dilakukan, maka diperoleh nilai �ℎ� �� dan nilai

signifikansi.

Tabel 4.8. Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan ANOVAb Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 48.038 5 9.608 18.425 .000a Residual 7.822 15 .521 Total 55.859 20

a. Predictors: (Constant), Ln_DPS, Ln_CAR, Ln_NPL, Ln_LDR, Ln_ROE b. Dependent Variable: Ln_Closing

F tabel 2.90

Sumber: Data diolah penulis

Dari uji ANOVA (Analysis of Varians) atau uji F, menunjukkan bahwa nilai �ℎ� �� sebesar 18.425 sedangkan� �� sebesar 2.90 dengan df pembilang = 4, df penyebut = 21 dan taraf signifikan α = 0.05 sehingga �ℎ� �� > � ��. Dengan demikian maka � diterima dan � ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara capital adequacy ratio(LN_CAR),

loan to deposit ratio (LN_LDR), non-performing loan ratio (LN_NPL),

return on equity (LN_ROE), dan dividend per share (LN_DPS) secara simultan atau bersama-sama terhadap perubahan saham.

Dari tabel 4.8 di atas dapat dilihat bahwa tingkat signifikansi sebesar 0.000 lebih kecil dari taraf yang ditentukan α = 0.05 mengindikasikan bahwa LN_CAR, LN_LDR, LN_NPL, LN_ROE, LN_DPS, secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perubahan saham.

4.3.4.2. Pengujian Individu atau Parsial (Uji t)

Untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model regresi berpengaruh terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan uji t (t test). Ada lima hipotesis yang akan diuji dengan uji t.

H1: Capital adequacy ratio secara parsial berpengaruh terhadap harga saham.

H2: Loan to deposit ratio secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham

H3: Non-performing loan ratio secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham.

H4: Return on equity secara parsial tidak berpengaruh terhadap harga saham. H5: Deviden per share secara parsial berpengaruh terhadap harga saham.

Tabel 4.9. Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 12.568 4.314 2.914 .011 Ln_CAR -2.278 .754 -.323 -3.022 .009 Ln_LDR -.472 .794 -.070 -.595 .561 Ln_NPL -.029 .337 -.012 -.085 .934 Ln_ROE .310 .502 .160 .617 .546 Ln_DPS .672 .229 .695 2.931 .010

a. Dependent Variable: Ln_Closing t tabel 2.080

Sumber: Data diolah penulis

Dari uji t yang telah dilakukan, diperoleh nilai � �� sebesar 2.080 Dari hasil uji t yang disajikan pada tabel 4.9 dapat diketahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.

a. Capital adequacy ratio (LN_CAR) mempunyai nilai signifikansi sebesar 0.009 < 0.05 artinya signifikan, sedangkan nilai �ℎ� �� diperoleh sebesar -3.022< dari nilai � �� sebesar 2.080. Hasil ini berarti � ditolak dan � diterima. Artinya Capital adequacy ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

b. Loan to deposit ratio (LN_LDR) mempunyai nilai signifikansi sebesar 0.561 < 0.05 artinya signifikan, sedangkan nilai �ℎ� �� diperoleh sebesar

-0.595 > dari nilai � �� sebesar 2.080. Hasil ini berarti � ditolak dan � diterima. Artinya Loan to deposit ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

c. Non-performing loan ratio (LN_NPL) mempunyai nilai signifikansi sebesar 0.934 yang berarti nilai ini lebih besar dari 0.05 artinya tidak signifikan, sedangkan nilai �ℎ� �� diperoleh sebesar -0.085. Nilai �ℎ� �� lebih kecil dari nilai � �� sebesar -2.080 artinya tidak signifikan. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa � ditolak dan � diterima, artinya Non-performing loan ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

d. Return on equity (LN_ROE) mempunyai nilai signifikansi sebesar 0.546 < 0.05 artinya signifikan, sedangkan nilai �ℎ� �� sebesar 0.617 > dari nilai � �� sebesar 2.080sehingga � ditolak dan � diterima, artinya variabel Return on equity tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

e. Devidend per share (LN_DPS) mempunyai nilai signifikansi sebesar 0.010 < 0.05 artinya signifikan, sedangkan nilai �ℎ� �� sebesar 2.931 <

dari nilai � �� sebesar 2.080sehingga � diterima dan � ditolak, artinya variabel Return on equity berpengaruh secara parsial terhadap harga saham.

Uji t ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi �ℎ� �� dengan

ketentuan:

-Jika �ℎ� �� <�� pada α 0.05, maka � ditolak dan � diterima, -Jika �ℎ� �� > � ��pada α 0.05, maka � diterima dan � ditolak.

4.3.4.3 Pengujian Koefisien Determinasi ()

Nilai koefisien korelasi(R) menunjukkan seberapa besar korelasi atau hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen. Koefisien korelasi dikatakan kuat jika nilai R berada di atas 0.5 dan mendekati nilai 1. Koefisien determinasi (� ) menunjukkan seberapa besar variabel

independen menjelaskan variabel dependennya. Nilai R square adalah nol sampai dengan satu. Apabila nilai R square semakin mendekati satu, maka variabel-variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sebaliknya, semakin kecil nilai R square, maka kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen semakin terbatas. Nilai R square memiliki kelemahan yaitu nilai R square akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel independen meskipun variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena itu, digunakan nilai

Tabel 4.10. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted Square Std. Error of the Estimate 1 .927a .860 .813 .72210

a. Predictors: (Constant), Ln_DPS, Ln_CAR, Ln_NPL, Ln_LDR, Ln_ROE b. Dependent Variable: Ln_Closing

Sumber: Data diolah penulis

Pada model summary di atas, dapat dilihat hasil analisis regresi secara keseluruhan, dimana nilai R sebesar 0.927 yang menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara harga saham (variabel dependen) dengan Capital adequacy ratio, loan to deposit ratio, non-performing loan ratio, return on equity, dividend per share,

(variabel independen) mempunyai tingkat hubungan yang sedang yaitu sebesar 92,7%. Tingkat hubungan yang sedang ini dapat dilihat dari tabel pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi.

Nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,831. Angka ini mengidentifikasikan bahwa harga saham (variabel dependen) mampu dijelaskan oleh Capital adequacy ratio, loan to deposit ratio , non-performing loan ratio , return on equity, dividend per share, (variabel independen) sebesar 81,3% sedangkan selebihnya sebesar 18,7% dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Kemudian standard error of the estimate adalah sebesar 0.72210 dimana semakin kecil angka ini akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi harga saham.

Tabel 4.11.Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 - 0,199 Sangat Rendah 0,2 - 0,399 Rendah 0,4 - 0,599 Sedang 0,6 - 0,799 Kuat 0,8 – 1 Sangat Kuat Sumber: Sugiyono, 2004:183

Dokumen terkait