• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pengujian Hipotesis

1. Uji Analisis Varians Tiga Jalan Sel Tak Sama

Pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh

dan interaksi antara model pembelajaran (TPS dan TGT), aktivitas belajar, serta

kemampuan memori terhadap prestasi belajar. Pengujian hipotesis dalam

penelitian ini menggunakan anava tiga jalan (2x2x2) dengan sel tak sama. Uji

anava ini memakai bantuan MINITAB 15 menggunakan GLM (General Linier

Model), dilanjutkan uji lanjut untuk H0 yang ditolak. Hasil pengolahan data pada

ranah kognitif melalui bantuan so/iware minitab 15 dapat dilihat pada tabel 4.34

berikut mi

Tabel 4.34 Hasil GLM untuk Prestasi Belajar Kognitif ditinjau dari model Pembelajaran (TPS dan TGT), Aktivitas Belajar dan Kemampuan Memori

Source DF Seq SS Adj SS Adj MS F P

Model Pembelajaran (A) 1 408,00 265,54 265,54 7,14 0,011 Aktivitas belajar (B) 1 365,05 338,04 338,04 9,09 0,004 Kemampuan memori (C) 1 398,92 450,79 450,79 12,12 0,001 Model pembelajaran* B 1 228,89 246,20 246,20 6,62 0,014 Model pembelajaran* C 1 9,45 9,13 9,13 0,25 0,623 B* Kemampuan memori 1 43,25 47,28 47,28 1,27 0,266 ModelPembelajaran* B * C 1 36,54 36,54 36,54 0,98 0,327

commit to user

Dari tabel 4.34 dapat dilihat bahwa P value untuk pembelajaran dengan

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan TGT terhadap prestasi

belajar adalah 0,011 atau lebih kecil dari 0,05 (taraf signifikansi) berarti H0 yang

menyatakan “ tidak ada penggaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar”

ditolak. Kesimpulan yang diperoleh dari ditolaknya H0 ini adalah ada penggaruh

model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar.

Dari tabel 4.34 dapat dilihat bahwa P value untuk aktivitas belajar siswa

terhadap prestasi belajar siswa adalah 0,004 atau lebih kecil dari 0,05 (taraf

signifikansi) berarti H0 yang menyatakan “ tidak ada pengaruh aktivitas belajar

tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar” ditolak . Kesimpulan yang diperoleh

dari ditolaknya H0 ini adalah ada pengaruh aktivitas belajar tinggi dan rendah

terhadap prestasi belajar.

Dari tabel 4.34 dapat dilihat bahwa P value untuk kemampuan memori

siswa terhadap prestasi belajar siswa adalah 0,001 atau lebih kecil dari 0,05 (taraf

signifikansi) berarti H0 yang menyatakan “ tidak ada pengaruh tingkat kemampuan

memori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar” ditolak . Kesimpulan yang

diperoleh dari ditolaknya H0 ini adalah ada pengaruh tingkat kemampuan memori

tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar .

Dari tabel 4.34 dapat dilihat bahwa P value untuk interaksi model

pembelajaran dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa adalah

commit to user

tidak ada interaksi model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan

Teams Games Tournament (TGT) dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar” ditolak . Kesimpulan yang diperoleh dari ditolaknya H0 ini adalah ada

interaksi model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT) dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar

Dari tabel 4.34 dapat dilihat bahwa P value untuk interaksi model

pembelajaran dengan kemampuan memori siswa terhadap prestasi belajar siswa

adalah 0,623 atau lebih besar dari 0,05 (taraf signifikansi) berarti H0 yang

menyatakan “ tidak ada interaksi model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT) dengan kemampuan memori siswa terhadap prestasi belajar” diterima . Kesimpulan yang diperoleh dari

diterimanya H0 ini adalah tidak ada interaksi model pembelajaran kooperatif tipe

Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT) dengan kemampuan memori siswa terhadap prestasi belajar.

Dari tabel 4.34 dapat dilihat bahwa P value untuk interaksi aktivitas

belajar dengan kemampuan memori siswa terhadap prestasi belajar siswa adalah

0,266 atau lebih besar dari 0,05 (taraf signifikansi) berarti H0 yang menyatakan “

tidak ada interaksi antara aktivitas belajar dan kemampuan memori terhadap

prestasi belajar siswa” diterima . Kesimpulan yang diperoleh dari diterimanya H0

ini adalah tidak ada interaksi antara aktivitas belajar dan kemampuan memori

terhadap prestasi belajar siswa.

Dari tabel 4.34 dapat dilihat bahwa P value untuk interaksi antara model

pembelajaran, aktivitas belajar dengan kemampuan memori siswa terhadap

commit to user

berarti H0 yang menyatakan “ tidak ada interaksi antara model pembelajaran

kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT), aktivitas belajar dan kemampuan memori siswa terhadap prestasi belajar” diterima

. Kesimpulan yang diperoleh dari diterimanya H0 ini adalah tidak ada interaksi

antara model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT), aktivitas belajar dan kemampuan memori siswa terhadap prestasi belajar. Hasil pengolahan data pada ranah kognitif melalui

bantuan so/iware minitab 15 dapat dilihat pada tabel 4.35 berikut ini,

Tabel 4.35 Hasil GLM untuk Prestasi Belajar Afektif ditinjau dari Model pembelajaran (TPS dan TGT), Aktivitas Belajar dan Kemampuan Memori

Source DF Seq SS Adj SS Adj MS F P

Model Pembelajaran (A) 1 26,85 22,83 22,83 0,45 0,508 Aktivitas belajar (B) 1 4,51 3,47 3,47 0,07 0,796 Kemampuan memori (C) 1 146,36 109,97 109,97 2,15 0,150 Model pembelajaran* B 1 65,19 71,49 71,49 1,40 0,244 Model pembelajaran* C 1 11,51 18,47 18,47 0,36 0,551 B* Kemampuan memori 1 42,87 37,26 37,26 0,73 0,398 ModelPembelajaran* B * C 1 73,06 73,06 73,06 1,43 0,239

Dari tabel 4.35 dapat dilihat bahwa P value untuk semua sumber lebih besar

dari 0,05 (taraf signifikansi) yang berarti H0 diterima. Karena H0 diterima maka

dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini tidak ada penggaruh penggunaan

model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar, tidak ada pengaruh aktivitas belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar, tidak ada pengaruh tingkat kemampuan

commit to user

pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT) dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar, tidak ada interaksi model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan

Teams Games Tournament (TGT) dengan kemampuan memori siswa terhadap prestasi belajar, tidak ada interaksi antara aktivitas belajar dan kemampuan memori

terhadap prestasi belajar siswa, dan tidak ada interaksi antara model pembelajaran

kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT), aktivitas belajar dan kemampuan memori siswa terhadap prestasi belajar.

2. Uji Lanjut Anava

Uji lanjut anava bertujuan untuk mengetahui tingkat pengaruh variabel

bebas terhadap variahel terikat. Nilai P-value yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan H0 ditolak, sehingga perlu dilakukan analisis lanjutan dengan One

Way Anom (Analysis of Mean). Hasil anava yang perlu diuji lanjut adalah ada

penggaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT) terhadap prestasi belajar (hipotesis pertama), ada pengaruh aktivitas belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar (hipotesis

kedua), ada pengaruh tingkat kemampuan memori tinggi dan rendah terhadap

prestasi belajar (hipotesis ketiga), ada interaksi model pembelajaran kooperatif tipe

Think Pair Share (TPS) dan Teams Games Tournament (TGT) dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar (hipotesis keempat). Sedangkan hipotesis

kelima, keenam dan ke tujuh tidak perlu diuji lanjut. Hal ini karena P value dari

ketiga hipotesis terakhir itu lebih besar dari 0,05 yang berarti H0 diterima. Adapun

commit to user 2 1 7 9 7 8 7 7 7 6 7 5 7 4 7 3 7 2 7 1 M . P e m b e l ( A ) M e a n 7 2 . 4 6 5 7 7 . 5 3 5 7 5 U j i L a n j u t A n a v a K o g n i t i f P a d a M . P e m b e l a j a r a n A l p h a = 0 . 0 5

Gambar 4.5 Uji Lanjut Anava Kognitif Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS dan TGT

Dari gambar 4.5 terlihat bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan

antara model pembelajaran tipe TPS (1) dan pembelajaran dengan TGT (2).

Siswa yang diberikan pembelajaran tipe TGT mempunyai rerata prestasi yang

lebih baik dibanding dengan siswa yang diberikan pembelajaran dengan tipe TPS.

2 1 7 9 7 8 7 7 7 6 7 5 7 4 7 3 7 2 7 1 A k t . B e la j a r ( B ) M e a n 7 2 . 7 4 7 7 7 . 2 5 3 7 5 U j i L a n j u t A n a v a K o g n i t i f P a d a A k t i v i t a s B e l a j a r A l p h a = 0 . 0 5

Gambar 4. 6 Uji Lanjut Anava Kognitif Pada Aktivitas Belajar Tinggi dan Rendah

Dari gambar 4.6 terlihat bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan

antara siswa yang mempunyai aktivitas belajar tinggi (1) dengan siswa yang

commit to user

tinggi mempunyai rerata prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa yang

mempunyai aktivitas belajar rendah

2 1 7 9 7 8 7 7 7 6 7 5 7 4 7 3 7 2 7 1 K . M e m o r i ( C ) M e a n 7 2 . 5 7 3 7 7 . 4 2 7 7 5 U j i L a n j u t A n a v a K o g n i t i f P a d a K e m a m p u a n M e m o r i A l p h a = 0 . 0 5

Gambar 4.7 Uji Lanjut Anava Kognitif Pada Kemampuan Memori Tinggi dan Rendah

Dari gambar 4.7 terlihat bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar yang signifikan

antara siswa yang mempunyai kemampuan memori tinggi (1) dengan siswa yang

mempunyai kemampuan memori rendah (2). Siswa yang mempunyai kemampuan

memori tinggi mempunyai rerata prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa

yang mempunyai kemampuan memori rendah.

2 2 2 1 1 2 1 1 8 2 8 0 7 8 7 6 7 4 7 2 7 0 6 8 6 6 A B M e a n 7 0 . 5 8 7 9 . 4 2 7 5 U j i L a n j u t A n a v a K o g n i t i f P a d a S e l A B A l p h a = 0 . 0 5

Gambar 4.8 Uji Lanjut Anava Kognitif pada Sel AB

Dari gambar 4.8 terlihat bahwa hanya A1B2 (model pembelajaran kooperatif tipe

commit to user

signifikan dengan yang lainnya. Karena A1B2 mempunyai prestasi yang jauh

lebih rendah dibanding yang lainnya. Dengan kata lain A1B2 mempunyai prestasi

yang paling rendah di bawah rata-rata.

Plot Rata-rata (Untuk analisis hipotesis)

2 1 7 8 7 7 7 6 7 5 7 4 7 3 7 2 M . P e m b e l ( A ) M e a n M a i n E f f e c t s P l o t f o r K . K o g n i t i f D a t a M e a n s

Gambar 4.9 Grafik Model Pembelajaran Kooperatif (A)

Gambar 4.9 ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan TGT (2) mempunyai

prestasi yang lebih tinggi dibanding dengan Pembelajaran dengan TPS (1).

2 1 7 8 7 7 7 6 7 5 7 4 7 3 7 2 A k t . B e la j a r ( B ) M e a n M a i n E f f e c t s P l o t f o r K . K o g n i t i f D a t a M e a n s

commit to user

Gambar 4,10 ini menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai aktivitas belajar

tinggi (1) mempunyai prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa yang

mempunyai aktivitas belajar rendah (2).

2 1 7 8 7 7 7 6 7 5 7 4 7 3 7 2 K . M e m o r i ( C ) M e a n M a i n E f f e c t s P l o t f o r K . K o g n i t i f D a t a M e a n s

Gambar 4.11 Grafik Kemampuan Memori (C)

Gambar 4.11 ini menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai kemampuan

memori tinggi (1) mempunyai prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa

yang mempunyai kemampuan memori rendah (2).

2 1 8 0 . 0 7 7 . 5 7 5 . 0 7 2 . 5 7 0 . 0 2 1 8 0 . 0 7 7 . 5 7 5 . 0 7 2 . 5 7 0 . 0 M . P e m b e l ( A ) A k t . B e l a j a r ( B ) 1 2 ( A ) M . P e m b e l 1 2 ( B ) B e la j a r A k t . I n t e r a c t i o n P l o t f o r K . K o g n i t i f D a t a M e a n s

Gambar 4.12 Grafik Interaksi Model Pembelajaran dengan Aktivitas Belajar

Dari gambar 4.12 terlihat bahwa siswa yang diberi pembelajaran dengan

pembelajaran TGT(2) akan selalu mempunyai prestasi yang lebih baik walaupun

commit to user

akan mempunyai prestasi yang lebih baik jika aktivitas belajar tinggi, tetapi jika

aktivitas belajarnya rendah akan mempunyai prestasi yang kurang baik. Dari

gambar 4.12 juga bisa dilihat adanya interaksi antara model pembelajaran dengan

aktivitas belajar.Walaupun pada grafik tidak berpotongan tapi bila di

interpolasikan maka grafik akan berpotongan.

D. PEMBAHASAN HASIL ANALISIS

Dokumen terkait