HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
G. Pengujian Hipotesis
a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1
Sumber : Data Diolah, 2016
1. Berdasarkan uji F pada lampiran diperoleh F= 17,389 Dengan nilai sig= 0,000
< 0,05. Ini ditunjukkan bahwa model persamaan regresi berganda tersebut fit (Cocok) digunakan dalam menganalisis peranan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT PLN Persero Ranting jeneponto. Secara simultan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Gaji, Insentif dan Fasilitas terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan analisis Regresi Berganda pada lampiran diperoleh nilai R Square= 0,620 ini ditunjukkan bahwa 62%
variasi dari variabel Gaji, Insentif dan Fasilitas.
37
2. Berdasarkan uji t diperoleh
Tabel 4. 10 UJi t
Sumber : Data Diolah, 2016
a. Besarnya koefisien pengaruh variabel Gaji terhadap Kinerja kerja Karyawan sebesar 0,068 Berdasarkan uji t didapatkan nilai t-hitung=
0,434<t- tabel 0,581 Dan nilai signifikan (sig)= 0,667 > 0,05. Ini ditunjukkan tidak signifikan terhadap peningkatan Kinerja kerja karyawan pada PT PLN Persero Ranting jeneponto.
b. Besarnya koefisien pengaruh variabel Insentif terhadap Kinerja kerja Karyawan sebesar 0,457 Berdasarkan uji t didapatkan nilai t-hitung=
3,075>t- tabel 2,704 Dan nilai signifikan (sig)= 0,004 > 0,05. Ini ditunjukkan signifikan terhadap peningkatan Kinerja kerja karyawan pada PT PLN Persero Ranting jeneponto.
c. Besarnya koefisien pengaruh variabel Fasilitas terhadap Kinerja kerja Karyawan sebesar 0,581 Berdasarkan uji t didapatkan nilai t-hitung=
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Y
3,733>t- tabel 2,423 Dan nilai signifikan (sig)= 0,001 > 0,05. Ini ditunjukkan signifikan terhadap peningkatan Kinerja kerja karyawan pada PT PLN Persero Ranting jeneponto.
H. Pembahasan
Peranan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT PLN Persero Ranting jeneponto Kabupaten jeneponto.
1. Gaji
Gaji merupakan sejumlah pembayaran kepada pegawai yang diberi tugas administratif dan manajemen yang biasanya ditetapkan secara bulanan.
Sedangkan upah merupakan imbalan yang diberikan kepada buruh yang melakukan pekerjaan kasar dan lebih banyak mengandalkan kekuatan fisik, jumlah pembayaran upah biasanya ditetapkan secara harian atau berdasarkan unit pekerjaan yang diselesaikan.
Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai (sig) sebesar 0,000 < 0,05.
Dengan demikian bahwa peranan motivasi melalui Gaji, Insentif dan fasilitas secara simultan memiliki peranan terhadap kinerja karyawan pada PT PLN (Persero) ranting Jeneponto Kabupaten Jeneponto. Ini ditunjukkan bahwa jika Gaji, Insentif dan fasilitas secara bersama- sama ditingkatkan, maka akan meningkatkan kinerja kerja karyawan.
Berdasarkan analisis regresi berganda pada lampiran diperoleh nilai koefisien determinasi R Square = 0,620, ini menuunjukkan bahwa 62%
variasi dari variabel kinerja kerja karyawan ditentukan (dipengaruhi) oleh variabel Gaji, Insentif dan Fasilitas, hal ini berarti masih ada variabel bebas
39
yang lain yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan yang tidak dimasukkan dalam model analisis. Besarnya variasi dan kinerja kerja karyawan yang dapat ditaksir oleh variabel yang lain adalah 38% variabel lain yang diduga berpengaruh terhadap kinerja kerja karyawan adalah karakteristik individu diantaranya pendidikan, pelatihan dan lain lain- lain.
Dari analisis regresi pada lampiran diperoleh koefisien pengaruh variabel gaji terhadap kinerja kerja karyawan adalah 0,068 dengan nilai t- hitung = 0,434 < t- tabel 0,581Tingkat signifikansi (sig) = 0,667> 0,05. Ini dtunjukkan bahwa variabel gaji secara parsial tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap peningkatan kinerja kerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Ranting jeneponto. Hal ini menunjukkan bahwa apabila nilai dari gaji dinaikkan, maka kinerja karyawan tetap tidak meningkat. Walaupun demikian, secara simultan variabel gaji berpengaruh signifikan. Hal ini berarti bahwa gaji yang tidak diikuti dengan perbaikan dan peningkatan kualitas variabel- variabel lainnya seperti gaji maka tidak akan memberikan pengaruh yang berarti pada peningkatan kinerja kerja karyawan.
2. Insentif
Insentif adalah suatu sarana memotivasi berupa materi yang diberikan sebagai suatu perangsang ataupun pendorong dengan sengaja kepada para pekerja agar dalam diri mereka timbul semangat yang besar untuk meningkatkan produktivitas kerjanya dalam organisasi.
Hasil analisis variabel insentif diperoleh koefisien pengaruh sebesar 0,457 dengan t- hitung 3,075 > t- tabel 2,704 tingkat signifikansi (sig) = 0,004
< 0,05. Ini ditunjukkan bahwa variabel insentif karyawan pada PT. PLN (Persero) Ranting Jeneponto berpengaruh signifikan.
3. Fasilitas
Fasilitas dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fasilitas fisik dan fasilitas uang. Fasilitas fisik adalah segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan, yang mempunyai peranan dapat memudahkan dan melancarkan suatu usaha fasilitas fisik dapat disebut juga dengan fasilitas materiil.
Hasil analisis variabel Fasilitas diperoleh koefisien pengaruh sebesar 0,581dengan t- hitung 3,733 > t- tabel 2,423 tingkat signifikansi (sig) = 0,001< 0,05. Ini ditunjukkan bahwa variabel Fasilitas karyawan pada PT.
PLN (Persero) Ranting Jeneponto berpengaruh signifikan.
Argumentasinya adalah Gaji berpengaruh kualitas Sumber Daya Manusia karena Gaji membuka aktivitas pembelajaran karyawan yang direncanakan untuk melatih pemikiran, pencapaan karakter, aspirasi, dan kultur. Insentif berpengaruh signifikan terhadap sumber daya manusia karena insentif memberikan kenyamanan karyawan dalam bekerja. Pelaksanaan Fasilitas diarahkan untuk mengubah sikap, pengetahuan dan perilaku keterampilan melalui pengalaman belajar untuk mencapai Kinerja dan kerja yang efektif dalam suatu kegiatan atau berbagai kegiatan. Karyawan PT. PLN lebih membutuhkan Fasilitas karena melihat tugas dan tanggung jawabnya yang berorientasi pada pelayanan sehingga Karyawan butuh keahlian kerja, kecakapan dan keterampilan khusus yang berkaitan dengan tugas pokoknya,
41
dimana hal tersebut dapat dipenuhi melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini Gaji, Insentif dan Fasilitas.
42 A. Simpulan
1) Gaji berpengaruh signifikan dalam meningkatkan Kinerja kerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Ranting Jeneponto Kab. Jeneponto.
2) Insentif berpengaruh signifikan dalam meningkatkan Kinerja kerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Ranting Jeneponto Kab. Jeneponto.
3) Fasilitas sangat berpengaruh positif dan signifikan dalam peningkatan Kinerja kerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Ranting Jeneponto Kab.
Jeneponto.
4) Gaji, Insentif dan Fasilitas secara Simultan bersama- sama berpengaruh terhadap Kinerja kerja Karyawan dengan nilai R Square 0,620 dan nilai Sig= 0,000 jadi 62% variasi nilai Produktivitas kerja pegawai dipengaruhi oleh Pendidikan dan Pelatihan sisanya sebesar 38% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
B. Saran
1. Dalam rangaka peningkatan Kinerja kerja Karyawan, maka disarankan kepada pihak PT. PLN (Persero) Ranting Jeneponto Kabupaten Jeneponto untuk lebih mengoptimalkan dan memfasilitasi pelaksanaan Insentif dan Fasilitas bagi semua pegawai.
2. Dalam rangka pegembangan ilmu pengetahuan, maka untuk peneliti berikutnya diharapkan meneliti variabel lain yang diduga berpengaruh terhadap peningkatan Kinerja Kerja Karyawan.
i