• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pengujian Hipotesis

1. Menghitung koefisien korelasi product moment

Analisis koefisien korelasi product moment dengan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut:

commit to user

80

Tabel 16. Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi Sederhana

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2011

Hasil analisis koefisien korelasi product moment diperoleh nilai-nilai sebagai berikut:

a. Koefisien korelasi persepsi siswa pada kemampuan profesional guru dengan hasil belajar mata diklat Statika bangunan diperoleh hasil Pearson Correlation sebesar 0,405 dengan signifikansi 0,002. Harga koefisien korelasi kemudian dibandingkan dengan harga rtabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,231. Dari harga-harga tersebut diketahui bahwa harga rhitung

> rtabel atau 0,405 > 0,231. Karena rhitung > rtabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian disimpulkan terdapat hubungan positif antara persepsi siswa pada kemampuan profesional guru dengan hasil belajar mata diklat statika bangunan. Hubungan positif artinya bahwa persepsi

Correlations 1,000 ,405 ,470 ,446 ,405 1,000 ,192 ,137 ,470 ,192 1,000 ,164 ,446 ,137 ,164 1,000 . ,002 ,000 ,001 ,002 . ,091 ,172 ,000 ,091 . ,128 ,001 ,172 ,128 . 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 Hasil Belajar

Persepsi Siswa pada Kemampuan

Profesional Guru Kecerdasan Emosi SIkap Siswa Hasil Belajar

Persepsi Siswa pada Kemampuan

Profesional Guru Kecerdasan Emosi SIkap Siswa Hasil Belajar

Persepsi Siswa pada Kemampuan Profesional Guru Kecerdasan Emosi SIkap Siswa Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N Hasil Belajar Persepsi Siswa pada Kemampuan Profesional Guru Kecerdasan Emosi SIkap Siswa

commit to user

siswa pada kemampuan profesional guru dengan hasil belajar siswa berbentuk linier.

b. Koefisien korelasi Kecerdasan Emosi dengan hasil belajar mata diklat Statika bangunan diperoleh hasil Pearson Correlation sebesar 0,470 dengan signifikansi 0,000. Harga koefisien korelasi kemudian dibandingkan dengan harga rtabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,231. Dari harga-harga tersebut diketahui bahwa harga rhitung > rtabel atau 0,470 > 0,231. Karena rhitung > rtabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian disimpulkan terdapat hubungan positif antara Kecerdasan Emosi dengan hasil belajar mata diklat statika bangunan. Hubungan positif artinya bahwa kecerdasan emosi dengan hasil belajar siswa berbentuk linier.

c. Koefisien korelasi sikap siswa dengan hasil belajar mata diklat Statika bangunan diperoleh hasil Pearson Correlation sebesar 0,446 dengan signifikansi 0,001. Harga koefisien korelasi kemudian dibandingkan dengan harga rtabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,231. Dari harga-harga tersebut diketahui bahwa harga-harga rhitung > rtabel atau 0,446 > 0,231. Karena rhitung > rtabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian disimpulkan terdapat hubungan positif antara sikap siswa dengan hasil belajar mata diklat statika bangunan. Hubungan positif artinya bahwa sikap siswa dengan hasil belajar siswa berbentuk linier.

2. Menghitung koefisien korelasi linier ganda dan koefisien determinasi Hasil analisis koefisien korelasi ganda ditunjukkan sebagai berikut:

commit to user

82

Tabel 17. Hasil Uji Koefisien Korelasi Ganda dan Koefisien Determinasi

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2011

Berdasarkan hasil analisis di atas, besarnya koefisien korelasi linier ganda atau Rhitung yaitu sebesar 0,664 dan besarnya koefisien determinasi atau R2 yaitu sebesar 0,441. Hasil perhitungan koefisien korelasi ganda selanjutnya diuji signifikansinya dengan menggunakan uji F hitung. Hasil uji F yang diperoleh yaitu sebagai berikut:

Tabel 18. Hasil Uji Signifikansi Koefisien Korelasi Ganda

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2011

Berdasarkan hasil analisis signifikansi koefisien korelasi ganda di atas, dapat diketahui besarnya F hitung yaitu 12,079 dengan signifikansi sebesar 0,000. Harga F hitung kemudian dibandingkan dengan harga F tabel pada df 3 lawan 46 dan taraf signifikansi 5% sebesar 2,81. Karena harga Fhitung 12,079 > F tabel sebesar 2,81, maka hipotesis nol ditolak dan

Model Summaryb ,664a ,441 ,404 2,041 2,605 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constant), SIkap Siswa, Persepsi Siswa pada Kemampuan Profesional Guru, Kecerdasan Emosi

a.

Dependent Variable: Hasil Belajar b. ANOVAb 150,919 3 50,306 12,079 ,000a 191,581 46 4,165 342,500 49 Regression Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), SIkap Siswa, Persepsi Siswa pada Kemampuan Profesional Guru, Kecerdasan Emosi

a.

Dependent Variable: Hasil Belajar b.

commit to user

menerima hipotesis alternatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa koefisien korelasi ganda cukup signifikan.

3. Koefisien Determinasi

Harga koefisien determinasi diketahui sebesar 0,441. Dengan melihat besarnya koefisien determinasi, dapat diketahui besarnya kontribusi persepsi siswa pada kemampuan guru, kecerdasan emosi, dan sikap siswa dalam mempengaruhi hasil belajar mata diklat statika bangunan yaitu sebesar 44,1%. Sedangkan kontribusi terhadap hasil belajar sebesar 100%-44,1% = 55,9%, yaitu diberikan oleh faktor-faktor atau variabel lain di luar penelitian ini.

4. Menentukan Model Regresi

Model regresi merupakan bentuk dari persamaan regresi. Dalam penelitian ini, model regresi yang dapat dibuat adalah model regresi ganda. Hasil analisis untuk menentukan model regresi yaitu sebagai berikut:

Tabel 19. Hasil Uji Analisis Persamaan Regresi Ganda

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2011

Coefficientsa 3,727 2,693 1,384 ,173 ,069 ,027 ,289 2,557 ,014 ,952 1,051 ,085 ,027 ,358 3,150 ,003 ,944 1,060 ,089 ,029 ,348 3,097 ,003 ,962 1,040 (Constant) Persepsi Siswa pada Kemampuan Profesional Guru Kecerdasan Emosi SIkap Siswa Model 1 B Std. Error Unstandardize d Coefficients Beta Standardized Coefficients

t Sig. Tolerance VIF Collinearity

Statistics

Dependent Variable: Hasil Belajar a.

commit to user

84

Model hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas dirumuskan sebagai berikut:

Y = 3,727 + 0,069 X1 + 0,085 X2 + 0,089 X3

Persamaan regresi di atas dapat diartikan sebagai berikut:

a. Nilai konstanta sebesar 3,727, diartikan jika X1, X2 dan X3 bernilai 0, maka Y sebesar 3,727.

b. Nilai koefisien X1 sebesar 0,069, diartikan jika X1 meningkat sebesar 1 satuan, maka Y akan meningkat sebesar 0,069. Sebaliknya jika X1 menurun sebesar 1 satuan, maka Y akan menurun sebesar 0,069 satuan. c. Nilai koefisien X2 sebesar 0,085, diartikan jika X2 meningkat sebesar 1

satuan, maka Y akan meningkat sebesar 0,085. Sebaliknya jika X2 menurun sebesar 1 satuan, maka Y akan menurun sebesar 0,085 satuan. d. Nilai koefisien X3 sebesar 0,089, diartikan jika X3 meningkat sebesar 1

satuan, maka Y akan meningkat sebesar 0,089. Sebaliknya jika X3 menurun sebesar 1 satuan, maka Y akan menurun sebesar 0,089 satuan. 5. Uji signifikansi koefisien regresi

Hasil analisis koefisien regresi ditunjukkan oleh hasil analisis sebagai berikut:

commit to user Tabel 20. Hasil Analisis Data Secara Parsial

Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2011

Uji signifikansi koefisien regresi ditunjukkan oleh t hitung dalam output SPSS. Dari hasil tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Koefisien Regresi Persepsi Siswa pada Kemampuan Profesional Guru dengan Hasil Belajar Mata Diklat Statika Bangunan

Hasil analisis signifikansi koefisien regresi antara persepsi siswa pada kemampuan profesional guru dengan hasil belajar mata diklat statika bangunan dengan thitung diketahui sebesar 2,557 dan signifikansi sebesar 0,014. Karena harga signifikansi 0,014 < 0,05, maka disimpulkan hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dinyatakan bahwa besarnya koefisien regresi untuk variabel persepsi siswa pada kemampuan profesional guru cukup berarti dalam mempengaruhi hasil belajar mata diklat statika bangunan.

Coefficientsa 3,727 2,693 1,384 ,173 ,069 ,027 ,289 2,557 ,014 ,952 1,051 ,085 ,027 ,358 3,150 ,003 ,944 1,060 ,089 ,029 ,348 3,097 ,003 ,962 1,040 (Constant) Persepsi Siswa pada Kemampuan Profesional Guru Kecerdasan Emosi SIkap Siswa Model 1 B Std. Error Unstandardize d Coefficients Beta Standardized Coefficients

t Sig. Tolerance VIF Collinearity

Statistics

Dependent Variable: Hasil Belajar a.

commit to user

86

b. Koefisien regresi Kecerdasan Emosi dengan hasil belajar mata diklat statika bangunan

Hasil analisis signifikansi koefisien regresi antara Kecerdasan Emosi dengan hasil belajar mata diklat statika bangunan dengan t hitung diketahui sebesar 3,150 dan signifikansi sebesar 0,003. Karena harga signifikansi 0,003 < 0,05, maka disimpulkan hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dinyatakan bahwa besarnya koefisien regresi untuk variabel Kecerdasan Emosi cukup berarti dalam mempengaruhi hasil belajar mata diklat statika bangunan.

c. Koefisien regresi Sikap Siswa dengan hasil belajar mata diklat statika bangunan

Hasil analisis signifikansi koefisien regresi antara sikap siswa dengan hasil belajar mata diklat statika bangunan dengan t hitung diketahui sebesar 3,097 dan signifikansi sebesar 0,003. Karena harga signifikansi 0,003 < 0,05, maka disimpulkan hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dinyatakan bahwa besarnya koefisien regresi untuk variabel sikap siswa cukup berarti dalam mempengaruhi hasil belajar mata diklat statika bangunan.

6. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif a. Sumbangan relatif

Sumbangan relatif X1 terhadap Y sebesar 26,59% Sumbangan relatif X2 terhadap Y sebesar 38,14% Sumbangan relatif X3 terhadap Y sebesar 35,27%

commit to user

Dari ketiga sumbangan relatif tersebut, sumbangan terbesar terhadap hasil belajar yaitu variabel X2 atau kecerdasan emosi.

b. Sumbangan efektif

Sumbangan efektif X1 terhadap Y sebesar 11,72% Sumbangan efektif X2 terhadap Y sebesar 16,81% Sumbangan efektif X3 terhadap Y sebesar 15,54%

Dari ketiga sumbangan efektif tersebut, sumbangan terbesar terhadap hasil belajar yaitu variabel X2 atau kecerdasan emosi.

Dokumen terkait