BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.5 Pengujian Hipotesis
Setelah dilakukan pengujian awal terhadap data penelitian berikut akan dilakukan uji hipotesis 1 dengan menggunakan analisis regresi berganda kemudian uji hipotes 2 dan 3 menggunakan uji interaksi atau MRA (Moderated Regression Analysis).
a. Pengujian Hipotesis 1
Pengujian hipotesis 1 dilakukan untuk melihat pengaruh jumlah keanggotaan komite audit dan frekuensi rapat komite audit terhadap kualitas pelaporan keuangan yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda.
1. Uji Simultan (Uji-F)
Sebelum melakukan pengujian untuk uji parsial dengan menggunakan uji t, maka akan dilakukan pengujian apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh bersama-sama terhadap variabel dependen. Uji yang dilakukan adalah dengan menggunakan Uji-F. Berikut ini merupakan hasil perhitungan Uji-F.
Tabel 4.5. Output SPSS Uji-F
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa F hitung adalah sebesar 13.612 > F tabel 2.71 dengan taraf signifikan sebesar 0.000 < 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel jumlah keanggotaan komite audit dan frekuensi rapat komite audit dalam penelitian ini mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan.
2. Uji Parsial (Uji-t)
Uji-t pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Tampilan output SPSS uji-t dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6. Output SPSS Uji-t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 170.606 15.595 10.940 .000 JUMLAH KEANGGOTAAN KOMITE AUDIT -2.333 4.306 -.056 -.542 .590 FREKUENSI RAPAT KOMITE AUDIT -8.082 1.611 -.517 -5.018 .000
a. Dependent Variable: KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN Sumber : Data Diolah, 2015
Harga t hitung yang ada selanjutnya dibandingkan dengan harga t tabel. Untuk kesalahan 5 % uji dua pihak dan dk = n – 2 = 71, maka diperoleh t tabel = 1.671 (t tabel terlampir). Adapun kriteria penerimaan hipotesis adalah sebagai berikut : Ho (Hipotesis Nol) : µ = 0 (tidak ada pengaruh)
Tabel 4.6 menjelaskan untuk variabel jumlah keanggotaan komite audit, nilai t hitung -0.542 < t tabel 1.671 dan nilai sig sebesar 0.590 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa jumlah keanggotaan komite audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan Untuk variabel frekuensi rapat komite audit, nilai t hitung 5.018 > t tabel 1.671 dan nilai sig sebesar 0.000 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel frekuensi rapat komite audit berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan
3. Koefisien Determinasi
Tabel 4.7 berikut merupakan Tabel model summary yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kualitas model regresi yang terbentuk dapat menerangkan kondisi yang sebenarnya, dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi (R square).
Tabel 4.7
Output Uji Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .529a .280 .259 27.16193 2.124
Sumber: Data Diolah, 2015
Tabel 4.7 menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan besarnya pengaruh variabel bebas (jumlah keanggotaan komite audit dan frekuensi rapat komite audit,) terhadap variabel terikat (kualitas pelaporan keuangan) adalah sebesar 0.529 (52,9%), dimana dari 100 % yang mempengaruhi kualitas pelaporan keuangan ternyata jumlah keanggotaan komite audit dan frekuensi rapat komite
audit dapat berpengaruh terhadap besarnya kualitas pelaporan keuangan sebesar 52,9 % sedangkan selebihnya sebesar 47,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4. Uji Analisis Regresi Berganda
Tabel 4.8.
Output Uji Regresi Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 170.606 15.595 10.940 .000 JUMLAH KEANGGOTAAN KOMITE AUDIT -2.333 4.306 -.056 -.542 .590 FREKUENSI RAPAT KOMITE AUDIT -8.082 1.611 -.517 -5.018 .000 Sumber : Data Diolah, 2015
Berdasarkan pada Tabel 4.8 dapat dilihat koefisien untuk persamaan regresi dari penelitian ini, yang dapat disusun dalam persamaan matematis sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2
Y = 170.606 + (-2.333)X1+ (-8.082)X2
Persamaan regresi berganda tersebut menunjukkan nilai a = 170.606 yang berarti apabila jumlah keanggotaan komite audit dan fekuensi pertemuan komite audit tidak ada maka kualitas pelaporan keuangan perusahaan bernilai 170.606, dengan nilai β1= (-2.333)X1 menunjukkan bahwa apabila jumlah keanggotaan komite audit lebih sedikit maka akan menurunkan kualitas pelaporan keuangan. Dengan
nilai β2 = (-8.082)X2 menunjukkan bahwa apabila frekuensi rapat komite audit lebih sedikit maka akan menurunkan kualitas pelaporan keuangan
b. Pengujian Hipotesis 2
Pengujian hipotesis 2 dilakukan untuk melihat pengaruh jumlah keanggotaan komite audit terhadap kualitas pelaporan keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderator yang dilakukan dengan menggunakan uji interaksi atau MRA (Moderated Regression Analysis).
1. Uji Simultan (Uji-F)
Uji pengaruh simultan digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel. Berikut ini merupakan hasil perhitungan Uji-F.
Tabel 4.9. Output SPSS Uji-F
Sumber : Data Diolah, 2014
Tabel 4.9 menunjukkan bahwa F hitung adalah sebesar 2.364 < F tabel 2.71 dengan taraf signifikan sebesar 0.079 > 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel jumlah keanggotaan komite audit, kualitas audit dan moderat 1 dalam penelitian ini tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan.
2. Uji Parsial (Uji-t)
Uji-t pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Tampilan output SPSS uji-t dapat dilihat pada Tabel 4.10
Tabel 4.10. Output SPSS Uji-t
Sumber : Data Diolah, 2014
Berdasarkan pada Tabel 4.10 dapat dilihat koefisien untuk persamaan regresi dari penelitian ini, yang dapat disusun dalam persamaan matematis sebagai berikut:
Y = a1 + b1X1 + b3X3 + b5 X1X3
Y = 128.358+ 0.287X1+ 31.624X3 + (-13.416)X1X3
Tabel 4.10 menjelaskan untuk variabel jumlah keanggotaan komite audit, nilai t hitung 0.043 < t tabel 1.671 dan nilai sig sebesar 0.966 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa jumlah keanggotaan komite audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan.
Untuk variabel kualitas audit, nilai t hitung 0.955 < t tabel 1.671 dan nilai sig sebesar 0.343 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel
kualitas audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan
Untuk variabel moderat 1 yang merupakan interaksi antara jumlah keanggotaan dan kualitas audit, nilai t hitung -1.398< t tabel 1.671 dan nilai sig sebesar 0.167 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, dapat disimpulkan bahwa variabel moderat 1 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan dan bukan merupakan variabel moderating.
3. Koefisien Determinasi
Tabel 4.11 berikut merupakan Tabel model summary yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kualitas model regresi yang terbentuk dapat menerangkan kondisi yang sebenarnya, dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi (R square).
Tabel 4.11. Output Uji Determinasi
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .305a .093 .054 30.70261 2.084
Sumber: Data Diolah, 2015
Tabel 4.11 menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan besarnya pengaruh variabel bebas (jumlah keanggotaan komite audit, kualitas audit dan moderat 1,) terhadap variabel terikat (kualitas pelaporan keuangan) adalah sebesar 0.305 (30,5%), dimana dari 100 % yang mempengaruhi kualitas pelaporan keuangan ternyata jumlah keanggotaan komite audit, kualitas audit dan moderat 1 dapat berpengaruh terhadap besarnya kualitas pelaporan keuangan sebesar 30,5 %
sedangkan sisanya sebesar 69,5 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
c. Pengujian Hipotesis 3
Pengujian hipotesis 3 dilakukan untuk melihat pengaruh frekuensi rapat komite audit terhadap kualitas pelaporan keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderator yang dilakukan dengan menggunakan uji interaksi atau MRA (Moderated Regression Analysis).
1. Uji Simultan (Uji-F)
Uji pengaruh simultan digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel. Berikut ini merupakan hasil perhitungan Uji-F.
Tabel 4.12. Output SPSS Uji-F
Sumber : Data Diolah, 2014
Tabel 4.12 menunjukkan bahwa F hitung adalah sebesar 9.058 < F tabel 2.71 dengan taraf signifikan sebesar 0.000 > 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara bersama-sama frekuensi rapat komite audit, kualitas audit dan moderat 2 dalam penelitian mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan.
4. Uji Parsial (Uji-t)
Uji-t pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Tampilan output SPSS uji-t dapat dilihat pada Tabel 4.13
Tabel 4.13. Output SPSS Uji-t
Sumber : Data Diolah, 2015
Berdasarkan pada Tabel 4.13 dapat dilihat koefisien untuk persamaan regresi dari penelitian ini, yang dapat disusun dalam persamaan matematis sebagai berikut:
Y = a1 + b2X2 + b4X3 + b6 X2X3
Y = 156.333 + (-6.431)X2 + 11.160X3 + (-2.592)X2X3
Tabel 4.13 menjelaskan untuk frekuensi rapat komite audit, nilai t hitung 2.189 > t tabel 1.671 dan nilai sig sebesar 0.032 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa frekuensi rapat komite audit berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan.
Untuk variabel kualitas audit, nilai t hitung 0.603 < t tabel 1.671 dan nilai sig sebesar 0.548 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dapat disimpulkan bahwa
variabel kualitas audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan.
Untuk variabel moderat 2 yang merupakan interaksi antara frekuansi pelaporan keuangan dan kualitas audit, nilai t hitung 0.714 < t tabel 1.671 dan nilai sig sebesar 0.477 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dapat disimpulkan bahwa variabel moderat 2 tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan dan bukan merupakan variabel moderating.
3. Koefisien Determinasi
Tabel 4.14 berikut merupakan Tabel model summary yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kualitas model regresi yang terbentuk dapat menerangkan kondisi yang sebenarnya, dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi (R square).
Tabel 4.14. Output Uji Determinasi
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .532a .283 .251 27.30969 2.109
Sumber: Data Diolah, 2015
Tabel 4.14 menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan besarnya pengaruh variabel bebas (frekuensi, kualitas audit dan moderat 2) terhadap variabel terikat (kualitas pelaporan keuangan) adalah sebesar 0.532 (53,2%), dimana dari 100 % yang mempengaruhi kualitas pelaporan keuangan ternyata frekuensi rapat komite audit, kualitas audit dan moderat 2 dapat berpengaruh terhadap besarnya kualitas pelaporan keuangan sebesar 53,2% sedangkan sisanya
sebesar 46,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.