BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Pengujian hipotesis
a. Regresi linear sederhana
Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Persamaan umum regresi sederhana adalah: (Sudjana, 2005: 315).
Y = a + bX Keterangan:
Y = subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan a = konstanta
b = koefisien regresi
X = subyek dari variabel independen yang mempunyai nilai tertentu b. Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap dependen secara individu. Uji t dilakukan untuk menguji signifikansi konstanta dari setiap variabel independen akan berpengaruh terhdap variabel dependen. Rumus yang digunakan sebagai berikut:t =
Keterangan: t : t hitung
n : jumkah responden(Sugiyono, 2017: 230). c. Koefisien determinasi
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan sebuah model menerangkan variasi variabel dependen. Interval koefisien determinasi adalah antara 0,00 sampai 1,000. Nilai R2 yang mendekati 0,00 berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen sangat rendah. Nilai yang mendekati 1,000 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2013: 97).jadi Koefisien determinasi adalah suatu cara untuk mengukur kemampuan variabel dependen/terikat.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi data
Deskripsi data merupakan paparan data yang telah dikumpulkan selama penelitian. Data ditampilkan secara sistematis dan rasional yang menggambarkan keterkaitan dan keutuhan penelitian. Deskripsi data yang disajikan dalam penelitian ini meliputi paparan/penyajian tiap variabel meliputi mean (M), median (Me), standar deviasi (SD).
Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga semester 5 yang telah mengikuti kuliah Akhlak Tasawuf. Pada penelitian ini jumlah populasi sebanyak 397 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, dan mengambil 15% dari populasi yang ada sehingga jumlah sampel yang didapat sebanyak 60 mahasiswa.
Berdasarkan hasil data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga semester 5 yang menjadi responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 43 mahasiswa dan responden degan jenis kelamin laki-laki sebanyak 17 mahasiswa
Dalam penelitian ini data penelitian mencakup 2 data variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Data variabel bebas meliputi
intensitas mengikuti kuliah akhlak tasawuf (X), dan variabel terikat meliputi sikap sabar (Y1) dan sikap tawakal (Y2) pada mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga semester 5.
Adapun analisis deskriptif dari masing-masing data tiap variabel adalah sebagai berikut:
a. Intensitas mengikuti kuliah akhlak tasawuf
Penelitian ini data intensitas mengikuti kuliah Akhlak Tasawuf diperoleh melalui angket (kuesioner) yang diberikan kepada mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga semester 5 sebanyak 60 responden. Setelah memperoleh angka dari angket yang disebar, langkah selanjutnya yaitu melakukan analisis terhadap data tersebut. Dalam penelitian ini data diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS for windows versi 16 dan diketahui harga mean sebesar 21,36, median sebesar 22,00, skor maksimum sebesar 26, skor minimum sebesar 14. Untuk menemukan jumlah kelas interval digunakan rumus Struges 1+3,3 log n, dimana n adalah jumlah responden. Dari penelitian ini diketahui n adalah 60, sehingga diperoleh banyak kelas 1+3,3 log 60=8,755=8. Rentang data (Range) diperoleh dari data terbesar – data terkecil yakni 26 – 14 =12. Dengan diketahui rentang data maka dapat diperoleh panjang kelas interval masing-masing kelompok yaitu rentang data: jumlah kelas interval yakni, 12 : 8 =1,5
dibulatkan menjadi 2. Berikut dapat dilihat tabel distribusi frekuensi variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf.
Tabel 4.1
Distribusi frekuensi variabel intensitas mengikuti kuliah akhlak tasawuf
No Interval Frekuensi Frekuensi Relatif (%)
1 12-13 0 0 2 14-15 2 3,3 3 16-17 2 3,3 4 18-19 6 10 5 20-21 18 30 6 22-23 24 40 7 24-25 7 11,7 8 26-27 1 1,7 Jumlah 60 100
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui distribusi frekuensi variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf paling tinggi paada kelas interval nomor 6 yang mempunyai rentang 22-23 sebanyak 24 mahasiswa.
Untuk mencari mean ideal (Mi) menggunakan rumus ½ (skor maksimum + skor minimum) yaitu ½ (26+14) = 20, jadi diperoleh nilai mean ideal (rata-rata ideal) sebesar 20. Dan untuk mencari
Standar Deviasi Ideal (Sdi) digunakan rumus 1/6 (skor maksimum – skor minimum) yaitu 1/6 (26-14) = 2, jadi diperoleh nilai standar deviasi ideal sebesar 2. Dari perhitungan tersebut dapat dikategorikan dalam 3 kategori, maka dapat dibuat tabel distribusi frekuensi kategori kecenderungan sebagai berikut:
Tabel 4.2
Distribusi kecenderungan skor variabel intensitasmengikuti kuliah akhlak tasawuf No Skor F Frekuensi Relatif (%) Kategori 1 X _> 22 32 53,3 Tinggi 2 18 _< X _< 22 4 6,7 Sedang 3 X < 22 24 40 Rendah Jumlah 60 100
Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf memiliki kecenderungan sebesar 53,3% sebanyak 32 mahasiswa memiliki Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf yang tinggi, sebesar 6,7% sebanyak 4 mahasiswa memiliki intensiats mengikuti kuliah Akhlak Tasawuf yang sedang, dan sebesar 40% sebanyak 24 mahasiswa memiliki intensitas mengikuti kuliah Akhlak Tasawuf yang rendah. Jadi dapat
disimpulkan bahwa kecenderungan memiliki intensitas mengikuti kuliah Akhlak Tasawuf yang tinggi.
b. Sikap sabar
Dalam penelitian ini data sikap sabar diperoleh melalui angket (kuesioner) yang diberikan kepada mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga semester 5 sebanyak 60 responden. Setelah memperoleh angka dari angket yang disebar, langkah selanjutnya yaitu melakukan analisis terhadap data tersebut. Dalam penelitian ini data diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS for windows versi 16 dan diketahui harga mean sebesar 17,80, median sebesar 18,00, skor maksimum sebesar 21, skor minimum sebesar 12. Untuk menemukan jumlah kelas interval digunakan rumus Struges 1+3,3 log n, dimana n adalah jumlah responden. Dari penelitian ini diketahui n adalah 60, sehingga diperoleh banyak kelas 1+3,3 log 60=8,755=8. Rentang data (Range) diperoleh dari data terbesar – data terkecil yakni 21 – 12 =9. Dengan diketahui rentang data maka dapat diperoleh panjang kelas interval masing-masing kelompok yaitu rentang data: jumlah kelas interval yakni, 9 : 8 =1,25 dibulatkan menjadi 2. Berikut dapat dilihat tabel distribusi frekuensi variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf.
Tabel 4.3
Distribusi frekuensi variabel sikap sabar
No Interval Frekuensi Frekuensi Relatif (%)
1 7-8 0 0 2 9-10 0 0 3 11-12 1 1,7 4 13-14 6 10 5 15-16 6 10 6 17-18 24 40 7 19-20 18 30 8 21-22 5 8,3 Jumlah 60 100
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui distribusi frekuensi variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf paling tinggi paada kelas interval nomor 6 yang mempunyai rentang 17-18 sebanyak 24 mahasiswa.
Untuk mencari mean ideal (Mi) menggunakan rumus ½ (skor maksimum + skor minimum) yaitu ½ (21+12) = 16,5, jadi diperoleh nilai mean ideal (rata-rata ideal) sebesar 16,5. Daun untuk mencari Standar Deviasi Ideal (Sdi) digunakan rumus 1/6 (skor maksimum – skor minimum) yaitu 1/6 (21-12) = 1,5, jadi diperoleh nilai standar
deviasi ideal sebesar 2. Dari perhitungan tersebut dapat dikategorikan dalam 3 kategori, maka dapat dibuat tabel distribusi frekuensi kategori kecenderungan sebagai berikut:
Tabel 4.4
Distribusi kecenderungan skor variabel sikap sabar No Skor F Frekuensi Relatif (%) Kategori
1 X _> 18 23 38,3 Tinggi
2 15_< X _< 18 30 50 Sedang
3 X < 18 7 11,7 Rendah
Jumlah 60 100
Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa variabel Sikap Sabar memiliki kecenderungan sebesar 38,3% sebanyak 23 mahasiswa memiliki Sikap Sabar yang tinggi, sebesar 50% sebanyak 30 mahasiswa memiliki Sikap Sabar yang sedang, dan sebesar 11,7% sebanyak 7 mahasiswa memiliki Sikap Sabar yang rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa kecenderungan memiliki Sikap Sabar yang Sedang.
c. Sikap tawakal
Dalam penelitian ini data sikap tawakal diperoleh melalui angket (kuesioner) yang diberikan kepada mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga semester 5 sebanyak 60 responden. Setelah memperoleh
angka dari angket yang disebar, langkah selanjutnya yaitu melakukan analisis terhadap data tersebut. Dalam penelitian ini data diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS for windows versi 16 dan diketahui harga mean sebesar 21,38, median sebesar 22,00, skor maksimum sebesar 24, skor minimum sebesar 16. Untuk menemukan jumlah kelas interval digunakan rumus Struges 1+3,3 log n, dimana n adalah jumlah responden. Dari penelitian ini diketahui n adalah 60, sehingga diperoleh banyak kelas 1+3,3 log 60=8,755=8. Rentang data (Range) diperoleh dari data terbesar – data terkecil yakni 24 – 16 =8. Dengan diketahui rentang data maka dapat diperoleh panjang kelas interval masing-masing kelompok yaitu rentang data: jumlah kelas interval yakni, 8 : 8 =1 . Berikut dapat dilihat tabel distribusi frekuensi variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf.
Tabel 4.5
Distribusi frekuensi variabel sikap tawakal No Interval Frekuensi Frekuensi Relatif (%)
1 16 2 3,3 2 18 4 6,6 3 19 7 11,7 4 20 7 11,7 5 21 9 15 6 22 7 11,7 7 23 13 21,7
8 24 11 8,3
Jumlah 60 100
Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui distribusi frekuensi variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf paling tinggi paada kelas interval nomor 7 yang mempunyai rentang 23 sebanyak 13 mahasiswa.
Untuk mencari mean ideal (Mi) menggunakan rumus ½ (skor maksimum + skor minimum) yaitu ½ (24+16) = 20, jadi diperoleh nilai mean ideal (rata-rata ideal) sebesar 20. Daun untuk mencari Standar Deviasi Ideal (Sdi) digunakan rumus 1/6 (skor maksimum – skor minimum) yaitu 1/6 (24-16) = 1,3, jadi diperoleh nilai standar deviasi ideal sebesar 1,3. Dari perhitungan tersebut dapat dikategorikan dalam 3 kategori, maka dapat dibuat tabel distribusi frekuensi kategori kecenderungan sebagai berikut:
Tabel 4.6
Distribusi kecenderungan skor variabel sikap tawakal No Skor F Frekuensi Relatif (%) Kategori
1 X _> 21,3 40 66,7 Tinggi 2 18,7_< X _< 21,3 18 30 Sedang 3 X < 21.3 2 3,3 Rendah Jumlah 60 100
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa variabel Sikap Tawakal memiliki kecenderungan sebesar 66,7% sebanyak 40 mahasiswa memiliki Sikap Tawakal yang tinggi, sebesar 30% sebanyak 18 mahasiswa memiliki Sikap Tawakal yang sedang, dan sebesar 3,3% sebanyak 2 mahasiswa memiliki Sikap Tawakal yang rendah. Jadi dapat disimpulkan bahwa kecenderungan memiliki Sikap Tawakal yang Tinggi.
2. Uji Asumsi Dasar a. Uji normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi data yang diperoleh dari masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak sebagai persyaratan pengujian hipotesis. Rumus yang digunakan dalam uji normalitas ini adalah rumus Kolmogorov Smirnov. Data dikatakan normal apabila nilai dari probabilitas dari SPSS lebih besar dari 0,05. Sehingga jika harga Kolmogorov Smirnov hasil untuk masing-masing variabel lebih besar dari 0,05 maka sebaran datanya normal. Sedangkan jika kurang dari 0,05 maka sebaran datanya tidak normal. Hasil uji normalitas ditunjukkan dengan tabel berikut;
Tabel 4.7 Uji normalitas XY1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual N 60 Normal Parametersa Mean .0000000 Std. Deviation 2.00113162 Most Extreme Differences Absolute .080 Positive .051 Negative -.080 Kolmogorov-Smirnov Z .623
Asymp. Sig. (2-tailed) .833
a. Test distribution is Normal.
Tabel 4.8 Uji normalitas XY2 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual N 60 Normal Parametersa Mean .0000000 Std. Deviation 2.01350156 Most Extreme Differences Absolute .166 Positive .081 Negative -.166
Kolmogorov-Smirnov Z 1.285
Asymp. Sig. (2-tailed) .074
a. Test distribution is Normal.
Dari tabel One Sampel Kolmogrov-Smirnov diperoleh angka probabilitas atau Asymp.Sig. (2-tailed). Nilai ini dibandingkan dengan 0,05 atau menggunakan taraf signifikan 5%. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas adalah sebagai berikut:
1. Nilai Sig atau signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05, maka distribusi itu tidak normal
2. Nilai Sig atau signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05, maka distribusi itu normal
Tabel 4.9
Keputusan uji normalitas data Nama Nilai Asymp. Sig
(2-tailed) Taraf Signifikansi Keputusan XY1 0,833 0,05 Normal XY2 0,074 0,05 Normal b. Uji homogenitas
Uji Homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Asumsi yang mendasari dalam analisis varian adalah varian dari populasi sama.
Sebagai kriteria pengujian jika nilai signifikan lebih dari 0,05 maka dapat diakatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok adalah sama.
Tabel 4.10 Uji homogenitas XY1 Test of Homogeneity of Variances
Sabar Levene
Statistic df1 df2 Sig.
.793 6 47 .580
Tabel 4.11 Uji homogenitas XY2 Test of Homogeneity of Variances Tawakal
Levene
Statistic df1 df2 Sig.
.455 6 47 .838
Dari hasil statistika, output SPSS diatas diketahui nilai signifikan sebesar 0,580 dan 0,833. Karena nilai signifikan lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa inetensitas mengikuti kuliah akhlak tasawuf terhadap sikap sabar dan sikap tawakal mempunyai
c. Uji linearitas
Uji Linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) memiliki hubungan linear atau tidak. Uji linearitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS for windows versi 16. Kriteria pengambilan kesimpulan adalah apabila nilai Fhitung < Ftabel maka distribusi data dikatakan linear dan apabila nilai Fhitung > Ftabel maka distibusi datanya tidak linear. Hasil uji linearitas ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 4.12 Uji linearitas XY1 ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. sikap sabar * inten sitas kulia h Between Groups (Combined) 102.543 12 8.545 2.557 .011 Linearity 23.333 1 23.333 6.982 .011 Deviation from Linearity 79.210 11 7.201 2.155 .034 Within Groups 157.057 47 3.342 Total 259.600 59
Tabel 4.13 Uji linearitas XY2 ANOVA Table Sum of Squares Df Mean Square F Sig. sikap tawakal * intensias kuliah Between Groups (Combined) 92.692 12 7.724 2.045 .041 Linearity 30.986 1 30.986 8.205 .006 Deviation from Linearity 61.705 11 5.610 1.485 .169 Within Groups 177.492 47 3.776 Total 270.183 59
Dari tabel diatas, diperoleh tabel signifikan XY1=0,011 kecil dari 0,05 karena signifikansi kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf dan Sikap Sabar terdapat hubungan linear secara signifikan. Sedangkan signifikansi XY2=0,006 kecil dari 0,05, karena signifikansi kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf dan Sikap Tawakal terdapat hubungan linear secara signifikan.
3. Uji Hipotesis
a. Regresi linear sederhana
Analisis Regresi Linear Sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan anatar variabel.
Tabel 4.14 Koefisien XY1 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .300a .090 .074 2.01831
a. Predictors: (Constant), Intensitas
Tabel 4.15 Koefisiensi XY2 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .339a .115 .099 2.03079
a. Predictors: (Constant), Intensitas
Nilai R merupakan simbol koefisien. Pada tabel diatas nilai korelasi adalah 0,300 dan 0,339.Melalui tabel diatas juga diperoleh R Square atau koefisien Determinasi (KD) yang menunjukkan seberapa
bagus model regresi yang dibentuk oleh interaksi variabel bebas dan variabel terikat. Nilai KD yang diperoleh adalah 0,090atau 9% dan 0,115 atau 11,5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (X) memiliki Konstribusi sebesar 9% terhadap variabel Y1 dan dan 11,5% terhadap variabel Y2.
Tabel 4.16
Uji nilai signifikansi XY1 ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 23.333 1 23.333 5.728 .020a
Residual 236.267 58 4.074
Total 259.600 59
a. Predictors: (Constant), Intensitas b. Dependent Variable: Sikap Sabar
Tabel 4.17
Uji nilai signifikansi XY2 ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 30.986 1 30.986 7.513 .008a
Total 270.183 59 a. Predictors: (Constant), Intensitas
b. Dependent Variable: Sikap Tawakal
Tabel uji signifikansi diatas, digunakan untuk taraf signifikan atau linearitas dari regresi. Kriteria dapat ditentukan berdasarkan uji nilai signifikasi (Sig), dengan ketentuan nilai Sig > 0,05. Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai Sig XY1=0,20 berarti Sig > dari kriteria signifikansi (0,05), sedangkan Sig XY2=0,08 berarti Sig > dari kriteria signifikan (0,05). Dengan demikian model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah signifikan atau model persamaan memenuhi kriteria.
Tabel 4.18
Koefisien regresi sederhana XY1 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 12.030 2.425 4.961 .000 Intensitas .270 .113 .300 2.393 .020
Tabel 4.19
Koefisien regresi sederhana XY2 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 14.734 2.440 6.038 .000 Intensitas .311 .114 .339 2.741 .008
a. Dependent Variable: Sikap Tawakal
Hasil perhitungan koefisien regresi sederhana diatas memperlihatkan nilai koefisien konstanta XY1 adalah sebesar 12.030 variabel bebas (X) adalah sebesar 0,270, Sehingga diperoleh persamaan regresi Y=12.030+0,270X. Sedangkan nilai koefisien konstanta XY2 adalah sebesar 14.734 variabel bebas (X) adalah sebesar 0,311, sehingga diperoleh persamaan regresi Y=14.734+0,311X.
Berdasarkan persamaan diatas diketahui nilai konstantanya XY1 sebesar 12.030 dan konstanta XY2 14.734. Secara matematis, nilai konstanta ini menyatakan bahwa pada saat nilai Intensitas mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf 0, maka sikap sabar dan sikap tawakal memiliki nilai 12.030 dan14.734.
Selanjutnya nilai positif (0,270 dan 0,311) yaang terdapat pada regresi variabel bebas (XY1 dan XY2) menggambarkan bahwa arah hubungan antara variabel bebas (Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf) dengan variabel terikat (Sikap Sabar dan Sikap Tawakal) adalah searah, dimana setiap kenaikan satu satuan variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf akan menyebabkan kenaikan Sikap Sabar dan Sikap Tawakal.
Tabel 4.20
Hasil Korelasi Intensitas mengikuti kuliah Akhlak Tasawuf dan Sikap Sabar
Correlations
intensitas Sabar
Intensitas Pearson Correlation 1 .300*
Sig. (2-tailed) .020
N 60 60
Sabar Pearson Correlation .300* 1
Sig. (2-tailed) .020
N 60 60
Tabel 4.21
Hasil Korelasi Intensitas mengikuti kuliah Akhlak Tasawuf dan Sikap Tawakal
Correlations
intensitas sikap tawakal Inten sitas Pearson Correlation 1 .339** Sig. (2-tailed) .008 N 60 60 sikap tawa kal Pearson Correlation .339** 1 Sig. (2-tailed) .008 N 60 60
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Dari analisis diketahui bahwa responden sebanyak 60 dihasilkan nilai korelasi sebesar 0,300 dan 0,339. Dari data diatas dapat diambil kesimpulan bahwa antar variabel Intensitas Mengikuti Kuliah Akhlak Tasawuf (X) dengan variabel Sikap Sabar dan Sikap Tawakal (Y1, Y2) mempunyai hubungan yang signifikan karena mempunyai nilai korelasi sebesar 0,300 dan 0,339.
b. Uji t
Tabel 4.22 Uji Hipotesis XY1 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 12.030 2.425 4.961 .000 Intensitas .270 .113 .300 2.393 .020
a. Dependent variable: sikap sabar
Tabel 4.23 Uji Hipotesis XY2
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 14.734 2.440 6.038 .000 Intensitas .311 .114 .339 2.741 .008
a. Dependent variable: sikap tawakal 1) Perumusan hipotesis
a) Variabel XY1 dan XY2 Ho : Ditolak
Ha : Diterima 2) Penetapan kriteria
Besarnya nilai t tabel untuk taraf signifikan 5% db=57 (db=N-k) jadi (db=60-3) yaitu 2,002.
3) Hasil thitung
Hasil t hitung diperoleh dengan menggunakan SPSS for windows versi 16 yaitu sebesar XY1=2,393 dan XY2=2,741.
4) Pengambilan keputusan
Jika t hitung lebih besar dari t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan t hitung sebesar XY1=2,393 dan XY2=2,741 diatas dibandingkan dengan t tabel (db=60-3) yaitu 2,002 taraf signifikan 5%, jadi t hitung > t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan kata lain menolak hipotesis nol (Ho) dan menerima hipotesis alternatif (Ha) untuk pengujian kedua variabel.
5) Kesimpulan
Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y1Y2. Dari hasil pengujian hipotesis tersebut terbukti bahwa “Ada pengaruh yang signifikan antara intensitas mengikuti kuliah Akhalak Tasawuf terhadap sikap sabar dan sikap tawakal studi pada mahasiswa semester 5 jurusan pendidikan agama Islam fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Salatiga.
c. Kriteria Determinan (R2)
Tabel 4.24
Koefisien Determinan XY1 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .300a .090 .074 2.01831
a. Predictors: (Constant), Intensitas
Tabel 4.25
Kofisien Determinan XY2 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .339a .115 .099 2.03079
a. Predictors: (Constant), Intensitas
Setelah rhitung diketahui sebesar 0,300 dan 0,339 maka selanjutnya untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y1 dan Y2 dengan menggunakan koefisien determinasi R2 yang dinyatakan dalam persentase.
Hasilnya sebagai berikut:
= 0,90 x 100% = 9%
R2 XY2=(0,339)kuadrat x 100% = 0,114 x 100%
=11,4%
Dari hasil perhitungan diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh variabel X terhadap Y1 sebesar 9 %. Sedangkan pengaruh variabel X terhadap Y2 sebesar 11,4%. Jadi jumlah R2 XY1 + R2 XY2 adalah 20,4% dan selebihnya 79,6% (dibulatkan menjadi 80%) dipengaruhi oleh faktor lain.
B. Pembahasan
1. Sikap sabar dan tawakal pada mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga
Al-Shabr/sabar merupakan suatu maqam yang amat penting dalam kehidupan spiritual seorang muslim. Para sufi telah menjadikan sabar sebagai pola sikap hidup. Mereka berpegang dan menyakini sebuah hadis Nabi yang menyatakan bahwa sabar adalah separuh iman, karena pada hakekatnya keimanan itu terdiri dari dua bagian yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan, yaitu sabar dan syukur (Suryadilaga, 2016:105).
Berdasarkan hasil analisis diskriptif diatas, dapat diketahui bahwa Sikap Sabar mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Salatiga pada umunya dalam kondisi tinggi sebanyak 23responden(38,3%), kondisi sedang sebanyak 30 responden (50%), sementara kondisi rendah sebanyak 7 responden (11,7%).
Berdasarkan penjelasan diatas tentang masing-masing kategori dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden berada pada kategori sedang yaitu 30 mahasiwa (50%). JadiSikap Sabar mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga berada pada kondisi sedang.
Pengertian tawakal yang demikian itu sejalan pula dengan yang dikemukakan Harun Nasution. Ia mengatakan tawakal adalah menyerahkan diri kepada Allah selamanya dalam keadaaan tentram, jika mendapat pemberian berterimakasih, jika mendapat apa-apa bersikap sabar dan menyerah kepada qada dan qadar Tuhan. tidak memikirkan hari esok, cukup dengan apa yang ada untuk hari ini. tidak mau makan, jika ada orang lain yang lebih berhajat pada makanan tersebut dari pada dirinya. percaya pada janji Allah. menyerah kepada Allah dengan Allah dan karena Allah (Nata, 2002: 202-203).
Berdasarkan hasil analisis diskriptif diatas, dapat diketahui bahwa Sikap Tawakal mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga pada umunya dalam kondisi tinggi sebanyak 40
responden(66,7%), kondisi sedang sebanyak 18 responden (30%), sementara kondisi rendah sebnayk 2 responden (3,3%).
Berdasarkan penjelasan diatas tentang masing-masing kategori dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden berada pada kategori tinggi yaitu 40 mahasiwa (66,7%). Jadi Sikap Tawakal mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga berada pada kondisi tinggi.
2. Intensitas mengikuti kuliah akhlak tasawuf pada mahasiwa semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga
Mata kuliah Akhlak Tasawuf di IAIN Salatiga termasuk salah satu mata kuliah pada semester 2 di jurusan Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Adapun Akhlak Tasawuf adalah salah satu rumpun mata kuliah di IAIN Salatiga. Yang berupaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan diri manusia dari pengaruh kehidupan dunia, sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan Allah swt (Nata, 1997:181).
Berdasarkan hasil analisis diskriptif diatas, dapat diketahui bahwa intensitas mengikuti kuliah akhlak tasawuf mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga pada umumnya dalam kondisi tinggi
sebanyak 32 responden(53,3%), kondisi sedang sebanyak 4 responden (6,7%), sementara kondisi rendah sebanyak 24 responden (40%).
Berdasarkan penjelasan diatas tentang masing-masing kategori dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden berada pada kategori tinggi yaitu 32 mahasiwa (53.3%). Jadi intensitas mengikuti kuliah akhlak tasawuf mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga berada pada kondisi tinggi.
3. Pengaruh intensitas mengikuti kuliah akhlak tasawuf tehadap sikap sabar dan sikap tawakalpada mahasiswa semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi, sedang, dan