• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN…

C. Pengujian Hipotesis

Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas data diketahui bahwa nilai signifikansi ≥ 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data mempunyai variansi yang homogen. Hasil uji homogenitas selengkapnya terdapat pada Lampiran 27.

C. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji univariate melalui program SPSS versi 16. Untuk prestasi belajar kognitif dan afektif, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji parametrik yaitu uji anava 3 jalan. Hal ini karena berdasarkan hasil uji normalitas, diperoleh semua kelompok data terdistribusi normal. Hasil analisis pengujian hipotesis dapat dilihat pada Lampiran 28 sedangkan rangkuman analisis disajikan pada Tabel 4.10.

commit to user

Tabel 4.10. Rangkuman Uji Hipotesis Penelitian Prestasi Belajar Kognitif dan Afektif

Prestasi Belajar Kognitif Prestasi Belajar Afektif No Variabel

Sig. Keputusan Uji Sig. Keputusan Uji 1 Media Pembelajaran 0.002 H0 ditolak 0.007 H0 ditolak 2 Kemampuan Penalaran Analitis 0.000 H0 ditolak 0.000 H0 ditolak 3 Gaya Belajar 0.003 H0 ditolak 0.000 H0 ditolak 4 Interaksi Media Pembelajaran

*Kemampuan Penalaran Analitis 0.015

H0 ditolak 0.036 H0 ditolak 5 Interaksi Media Pembelajaran *Gaya

Relajar 0.550

H0 diterima 0.659 H0 diterima 6 Interaksi Kemampuan Penalaran

Analitis*Gaya Belajar 0.039

H0 ditolak 0.042 H0 ditolak

7

Interaksi Media Pembelajaran

*Kemampuan Penalaran Analitis*Gaya Belajar

0.924 H0 diterima 0.576 H0 diterima

Hipotesis dalam penelitian ini ada dua jenis, yaitu hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1). Hipotesis nol (H0) menyatakan tidak ada pengaruh ataupun interaksi antara suatu variabel dengan variabel yang lain. Sedangkan hipotesis alternatif (H1) menyatakan sebaliknya, ada pengaruh ataupun interaksi antara suatu

variabel dengan variabel yang lain. Pengambilan keputusan dalam uji hipotesis dilakukan berdasarkan ketentuan sebagai berikut yaitu: jika nilai signifikansi < 0,05

maka H0 ditolak dan H1 diterima sedangkan jika signifikansi ≥ 0,05 maka H1 ditolak

dan H0 diterima.

Berdasarkan tabel 4.10 dan kriteria pengujian hipotesis, maka analisis pengujian hipotesis penelitian ini.

1. Ada pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek terhadap prestasi belajar siswa

Berdasarkan Tabel 4.10. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0.002 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0.007 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak

commit to user

dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek terhadap prestasi belajar siswa.

2. Ada pengaruh kemampuan penalaran analitis siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.10. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0.000 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh kemampuan penalaran analitis siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0.000 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh kemampuan penalaran analitis siswa terhadap prestasi belajar siswa.

3. Ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.10. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0.003 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0.000 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada pengaruh gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

4. Ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek dan kemampuan penalaran analitis siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.10 diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0.015 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek dan kemampuan penalaran

commit to user

analitis siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0.036 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek dan kemampuan penalaran analitis siswa terhadap prestasi belajar siswa.

5. Ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.10. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0.550 (signifikansi ≥ 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek dan kemampuan penalaran analitis siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0.659 (signifikansi ≥ 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek dan kemampuan penalaran analitis siswa terhadap prestasi belajar siswa.

6. Ada interaksi antara kemampuan penalaran analitis dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.10. diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0.039 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada interaksi antara kemampuan penalaran analitis dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0.042 (signifikansi < 0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti ada interaksi

commit to user

antara kemampuan penalaran analitis dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

7. Ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek, kemampuan penalaran analitis dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan Tabel 4.10 diketahui bahwa untuk prestasi belajar kognitif signifikansi = 0.924 (signifikansi ≥ 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek, kemampuan penalaran analitis dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar afektif signifikansi = 0.576 (signifikansi ≥ 0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada interaksi antara penggunaan pendekatan kontekstual melalui media simulasi animasi komputer dan media film pendek, kemampuan penalaran analitis dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa.

Dokumen terkait