• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Hipotesis

Dalam dokumen CAHAYA NUGRAHANI S4309003 (Halaman 67-80)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pengujian Hipotesis

Analisa uji regresi linier berganda dan analisis regresi dengan variabel intervening dilakukan untuk memperoleh jawaban atas hipotesis yang diturunkan. Hasil pengujian hipotesis diuraikan sebagai berikut :

commit to user

1. Hipotesis Pertama

Tabel 7

Hasil Analisa Regresi untuk Hipotesa Pertama

Variabel Dependen = Manajemen Laba

Variabel Koef. Std.Error T Sig

(Constant) -0,474 0,081 -5,865 0,000 * KA -0,004 0,023 -0,182 0,856 Size 0,119 0,013 8,853 0,000 * Lev 0,006 0,006 1,036 0,304 R2 = 0,592 Adj R2 = 0,575 F = 33,437

Durbin Watson = 0,927 Prob Value = 0,005 Ket * : signifikan pada tingkat signifikansi 1%

Sumber : Hasil Pengolahan Data

Hasil pengujian regresi I dengan manajemen laba sebagai variabel dependen. Pada pengujian regresi I ini menggunakan pengujian koefisien regresi parsial. Pengujian tersebut bermanfaat untuk mengetahui apakah variabel independen dan variabel kontrol berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen, dalam hal ini variabel manajemen laba secara individual. Sebuah variabel dianggap memiliki pengaruh signifikan apabila memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari alpha 5%.

Berdasarkan hasil pengujian regresi pertama, diperoleh hasil bahwa terbukti tidak ada pengaruh signifikan dari variabel KA dan Lev terhadap

commit to user

DA dan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap DA hanyalah variabel Size. Pada variabel KA memiliki koefisien negatif dan nilai signifikansinya lebih besar dari alpha 5%, yang mengindikasikan adanya korelasi negatif yang tidak signifikan terhadap manajemen laba. Hal ini diduga terjadi karena audit atas laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor berkualitas yang independen bukanlah ditujukan untuk mendeteksi adanya praktik manajemen laba, melainkan untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan selain itu para pengguna laporan keuangan terutama investor dan calon investor dianggap kurang menyadari pentingnya kualitas auditor dalam melaksanakan proses audit.

Variabel Lev memiliki koefisien positif dan juga nilai signifikansi yang lebih besar dari alpha 5%, hal ini mengindikasikan adanya korelasi positif yang tidak signifikan terhadap manajemen laba. Variabel Size memiliki koefisien positif dan nilai signifikansi kurang dari alpha 5%, ini mengindikasikan adanya korelasi positf yang signifikan terhadap manajemen laba. Artinya semakin besar Size atau Ukuran Perusahaan maka semakin besar kemungkinan praktik manajemen laba. Hasil ini konsisten dengan penelitian Dechow dkk. (1995).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa H1 (ada pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba) tidak diterima karena berdasarkan hasil pengolahan data variabel KA tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba secara individual.

commit to user

2. Hipotesis Kedua

Tabel 8

Hasil Analisa Regresi untuk Hipotesis Kedua

Variabel Dependen = Nilai Perusahaan

Variabel Koef. Std.Error T Sig.

(Constant) -0,300 0,389 -0,770 0,444 DA 6,861 1,590 0,000 0,000 * R2 = 0,208

Adj R2 = 0,197 Durbin Watson = 0,275

Ket * : signifikan pada tingkat signifikansi 1% Sumber : Hasil Pengolahan Data

Hasil pengujian regresi untuk hipotesis kedua ini dengan nilai perusahaan sebagai variabel dependen. Angka adjusted R Square menunjukkan koefisien determinasi atau peranan varience (variabel independen dalam hubungan dengan variabel dependen). Angka adjusted R Square sebesar 0,197. Hasil analisis regresi ini menunjukkan t hitung DA adalah sebesar 0,000 dengan signifikansi t bernilai 0,000 dan koefisien regresi sebesar 6,861. Hal ini berarti bahwa DA mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Dari hasil uraian di atas dapat disimpulkan bahwa H2 (manajemen laba berpengaruh terhadap nilai perusahaan) diterima karena berdasarkan hasil pengolahan data, variabel DA memiliki pengaruh positif signifikan

commit to user

terhadap Nilai Perusahaan, yang diduga manajemen laba memang merupakan salah satu strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan.

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Siallagan & Machfoedz (2006), yang menguji kualitas laba terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang listing di BEJ pada periode 200-2004 yang menyimpulkan bahwa kualitas laba secara positif berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

3. Hipotesis Ketiga

Hipotesis ketiga bertujuan untuk membuktikan apakah manajemen laba dapat berperan sebagai variabel intervening pada pengaruh kualitas audit terhadap nilai perusahaan. Hipotesis ketiga dilakukan dengan path analysis yang merupakan perluasan dari multiple regression analysis (Ghozali 135, 2007). Path analysis digunakan untuk menelusuri urutan anteseden atau variabel yang mengakibatkan variabel independen (Sekaran, 2000).

Untuk menguji hipotesis ketiga diperlukan dua persamaan karena pengambilan keputusan atas hipotesis tersebut harus membandingkan nilai standardized beta coefficient dari pengaruh langsung kualitas audit terhadap nilai perusahaan dengan nilai standardized beta coefficient dari pengaruh tidak langsung kualitas audit terhadap manajemen laba melalui manajemen laba sebagai variabel intervening.

commit to user

Sebagai awal adalah melakukan analisis berganda dengan kualitas audit terhadap variabel independen terhadap manajemen laba sebagai variabel dependen.

Tabel 9

Hasil Analisa Regresi Persamaan (3) Untuk Hipotesis Ketiga

Variabel Unstandardized Coefficient B Std. Error Standardized Coefficient B t Sig. (Constant) 0,236 0,033 7,237 0,000 KA -0,015 0,035 -0,052 -0,438 0,663

Sumber : Hasil Pengolahan Data

Persamaan pertama yang diperoleh yaitu : DAit = 0,236-0,052KAit

Dari persamaan pertama yang akan diambil nilai standardized beta coefficient yang selanjutnya akan digunakan untuk pengujian hipotesis ketiga. Terlihat nilai standardized beta coefficient adalah -0,052. Selanjutnya dilakukan analisis regresi berganda dengan kualitas audit sebagai variabel independen terhadap nilai perusahaan sebagai variabel dependen dengan manajemen laba sebagai variabel intervening.

commit to user

Tabel 10

Hasil Analisa Regresi Persamaan (4) dan (5) untuk Hipotesis Ketiga

Variabel Unstandardized Coefficient B Std. Error Standardized Coefficient B t Sig. (Constant)1 0,230 0,491 0,504 0,150 (Constant)2 -0,300 0,389 -0,770 0,444 KA -0,002 0,529 0,027 0,004 0,997 DA 6,861 1,590 0,456 4,317 0,000*

Ket * : signifikan pada tingkat signifikansi 1%

Sumber : Hasil Pengolahan Data

Persamaan regresi yang diperoleh adalah : Qit = -0,230 - 0,002 KAit (4)

Qit = -0,300 + 6,861 DAit (5)

Hasil analisa regresi persamaan (3) untuk hipotesis ketiga menunjukkan nilai t hitung KA adalah sebesar 0,0049 dengan signifikansi t bernilai 0,997 (tidak signifikan) dan koefisien regresi sebesar -0,002. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas audit secara individu tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Nilai t hitung DA sebesar 4,317 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan hal yang berbeda, yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukkan bahwa secara individu

commit to user

variabel DA (manajemen laba) berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan.

Hipotesis ketiga berusaha membuktikan apakah manajemen laba dapat berperan sebagai variabel intervening pada pengaruh kualitas audit terhadap nilai perusahaan. Menurut Sekaran (169 : 2007) untuk membuktikan hipotesis ketiga yang melibatkan variabel intervening dapat dilakukan dengan melihat nilai standardized beta coefficient dari pengaruh langsung kualitas audit terhadap nilai perusahaan dibandingkan nilai standardized beta coefficient dari pengaruh tidak langsung kualitas audit terhadap nilai perusahaan melalui manajemenlaba.

Melalui analisis yang telah dilakukan diperoleh standardized beta coefficient dari pengaruh langsung kualitas audit terhadap nilai perusahaan 0,027. Nilai standardized beta coefficient dari pengaruh tidak langsung diperoleh dengan mengalikan nilai standardized beta coefficient kualitas audit terhadap manajemen laba dengan nilai standardized beta coefficient manajemen laba terhadap nilai perusahaan, sehingga diperoleh pengaruh tidak langsung kualitas audit terhadap nilai perusahaan melalui manajemen laba sebesar -0,052 x 0,456 = -0,023711 atau -0,24

Terlihat bahwa nilai standardized beta coefficient dari pengaruh langsung kualitas audit terhadap nilai perusahaan lebih besar daripada nilai standardized beta coefficient pengaruh tidak langsung kualitas audit terhadap nilai perusahaan melalui manajemen laba dan juga melihat bahwa nilai standardized beta coefficient hubungan langsung kualitas audit

commit to user

terhadap nilai perusahaan tidak signifikan (0,997), maka manajemen laba tidak dapat berperan sebagai variabel intervening.

Maka dapat disimpulkan bahwa manajemen laba tidak dapat berperan sebagai variabel intervening pada pengaruh kualitas audit terhadap nilai perusahaan, hasil analisis ini berarti menolak hipotesis ketiga, yang berarti hasil penelitian tidak konsisten dengan penelitian Teoh (1993) yang berargumen bahwa kualitas audit berhubungan positif dengan kualitas earnings dan penelitian Ardiati (2005) menyatakan bahwa KAP Big 5 lebih berkualitas dalam mendeteksi adanya earnings management dalam suatu perusahaan.

Gambar 2

Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga

0,027

-0,052 0,456 *

Ket * : signifikan pada tingkat signifikansi 1%

commit to user

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Kualitas Audit terhadap Nilai Perusahaan dengan peranan Manajemen Laba sebagai variabel intervening. Dari tiga hipotesis yang diajukan, dua hipotesis tidak didukung dan satu hipotesis didukung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Hipotesis pertama (ada pengaruh kualitas audit terhadap manajemen laba) tidak dapat diterima karena berdasarkan hasil pengolahan data variabel Kualitas Audit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba secara individual.

2. Hipotesis kedua (ada pengaruh manajemen laba terhadap nilai perusahaan) juga diterima karena terbukti variabel Discretionnary Accruals berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. 3. Hipotesis ketiga (kualitas audit berpengaruh terhadap nilai perusahaan

dengan manajemen laba sebagai variable intervening), berdasarkan path analysis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa manajemen laba tidak dapat berperan sebagai variabel intervening pada pengaruh kualitas audit terhadap nilai perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai standardized beta coefficient dari pengaruh langsung pada kualitas audit terhadap nilai perusahaan yang tidak signifikan (0,997) sebesar 0,27 lebih besar

commit to user

daripada nilai standardized beta coefficient pengaruh tidak langsung kualitas audit terhadap nilai perusahaan melalui manajemen laba sebesar -0,24.

B. Keterbatasan

Penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan. Adapun keterbatasan penelitian yang dapat diungkapkan adalah sebagai berikut :

1. Rentang waktu penelitian yang masih relatif singkat yaitu empat tahun sehingga menyebabkan jumlah sampel yang terbatas.

2. Variabel intervening kualitas audit yang digunakan dalam penelitian ini ternyata kurang dapat memediasi variabel lainnya.

3. Model estimasi manajemen laba yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Modified Jones Model, sedangkan masih terdapat model pengukuran lain yang mungkin akan memberikan hasil yang berbeda dalam penilaian manajemen laba.

4. Model pengukuran nilai perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini hanya satu yaitu dengan Tobin’s Q, sedangkan masih terdapat model pengukuran lain yang mungkin akan memberikan hasil yang berbeda dalam pengukuran nilai perusahaan.

commit to user

C. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melengkapi keterbatasan yang ada dalam penelitian ini dengan mengembangkan beberapa hal sebagai berikut.

1. Untuk penelitian selanjutnya hendaknya menambah rentang periode penelitian.

2. Penelitian selanjutnya perlu mengidentifikasi variabel intervening (pemediasi) kualitas lainnya, misalnya dengan spesialisasi industri auditor untuk mengetahui bagaimana nilai perusahaan.

3. Menggunakan pendekatan lain yang lebih tepat dalam menghitung discretionary accrual yang sesuai dengan kondisi di Indonesia, misalnya pendekatan Instrumental Variable (IV) oleh Kang dan Sivaramakrishnan (1995) yang mengklaim bahwa model deteksi IV lebih baik dari beberapa model sebelumnya.

4. Penelitian yang akan datang hendaknya menggunakan model pengukuran nilai perusahaan yang lain yang diharapkan dapat memberikan perbandingan yang lebih baik.

commit to user

D. Implikasi

Hasil dari penelitian ini dapat digunakan oleh beberapa pihak yang berkepentingan, yaitu antara lain:

1. Implikasi Praktik

Bagi investor, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi, dengan menggunakan informasi mengenai akrual keloaan untuk menilai manajemen laba.

Bagi kreditor, analis keuangan dan auditor disarankan untuk berhati-hati dalam memahami laba yang dilaporkan oleh manajemen dalam laporan keuangan. Mengingat laba yang dilaporkan tersebut dapat dinaikkan atau diturunkan dengan memanfaatkan fleksibilitas dari standar akuntansi keuangan dan regulasi pemerintah.

2. Implikasi Akademik

Adanya penelitian ini menghasilkan kesimpulan mengenai bagaimana manajemen laba dilakukan yang pada akhirnya diharapkan akan menambah wawasan dalam pendeteksian manajemen laba tersebut.

Tingkat manajemen laba pada perusahaan di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya kualitas audit, ukuran perusahaan dan tingkat hutang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh yang ditimbulkan dari kualitas audit terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan variabel kontrol ukuran perusahaan dan leverage, juga

commit to user

menggunakan variabel intervening manajemen laba yang mempengaruhi nilai perusahaan.

3. Implikasi Regulasi

Bagi BAPEPAM, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan membuat peraturan yang berkaitan dengan pengungkapan penuh agar meningkatkan transparansi dalam pelaporan keuangan. Manajemen laba yang dilakukan dengan berbagai motivasi menyebabkan investor bertransaksi di pasar modal yang kurang efisien secara informasi.

Bagi IAI, agar mengupayakan pembatasan pemilihan metode akuntansi bagi manajemen dengan harapan meminimalkan terjadinya manajemen laba yang dapat merugikan berbagai pihak. Disamping itu IAI juga mengeluarkan cara pendeteksian manajemen laba yang sulit untuk diteliti secara langsung dalam laporan keuangan.

Dalam dokumen CAHAYA NUGRAHANI S4309003 (Halaman 67-80)

Dokumen terkait