• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Hasil Penelitian

4.2.3. Pengujian Hipotesis

Berikut merupakan hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel berikut ini.

a. Predictors: (Constant), SQRTPMK, SQRTMK b. b. Dependent Variable: SQRTROA

Sumber :SPSS 20, Data diolah 2016

Dari tabel 4.5 diatas dapat kita lihat bahwa angka koefisien Adjusted R square bernilai 0,246. Angka ini mengindikasikan bahwa hanya 24,6 % variasi atau perubahan dalam profitabilitas (ROA) mampu dijelaskan oleh modal kerja dan perputaran modal kerja. Dan sisanya 75,4 % dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam dalam model penelitian. Standard error of estimate menunjukkan angka sebesar 1.28425. Semakin kecil angka ini, semakin tepat model regresi dalam memprediksi profitabilitas (ROA)

4.2.3.2. Uji Signifikansi Parsial (t-test)

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/ independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Variabel independen dikatakan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen apabila variabel dependen tersebut memiliki nilai signifikansi (sig) di bawah 0.05.

Tabel 4.6.

Uji Signifikansi Parsial (t-test)

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

1. Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas (ROA)

Dari tabel 4.6 menunjukkan nilai t hitung variabel modal kerja sebesar 2,153 sedangkan t tabel sebesar 1,665, hal ini bearti t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dan nilai signifikansi modal kerja 0,034 lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel modal kerja berpengaruh secara positif terhadap profitabilitas (ROA).

2. Pengaruh Efektifitas Modal Kerja Terhadap Profitabilitas (ROA) Dari tabel 4.6 menunjukkan nilai t hitung variabel perputaran modal kerja sebesar 2,241 sedangkan t tabel sebesar 1,665, hal ini bearti t hitung > t tabel sehingga Ho diterima dan Ha ditolak dan nilai signifikansi perputaran modal kerja 0,028 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel perputaran modal kerja berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA). Nilai perputaran modal kerja sebesar 2,241 menunjukkan bahwa perputaran modal kerja berpengaruh secara positif terhadap profitabilitas (ROA).

4.2.3.3. Uji Sigifikansi Simultan (F-test).

Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Variabel-variabel independen tersebut dikatakan mempunyai pengaruh secara simultan dan signifikan terhadap variabel dependen apabila memiliki nilai signifikansi (sig) di bawah 0,05.

Tabel 4.7.

b. Predictors: (Constant), SQRTPMK, SQRTMK

Sumber :SPSS 20, Data diolah 2016

Dilihat dari tabel 4.7 diatas, nilai F hitung adalah sebesar 4,221 dan nilai F tabel diketahui sebesar 2,365. Sehingga dapat diketahuai bahwa Fhitung > Ftabel (4,221 > 2,365) dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Tingkat signifikansi pada tabel diatas adalah sebesar 0,018 dan lebih kecil dari 0,05 dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel independen secara bersamaan (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap ROA pada perusahaan perdagangan retail yang terdaftar di BEI. Hal ini berarti H1 : Terdapat pengaruh modal kerja dan efektifitas modal kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur subsektor perdagangan retail yang terdaftar pada BEI tahun 2011-2015 diterima.

4.2.3.4. Uji Moderating (Uji Residual)

Variabel moderating dianggap sebagai variabel moderating kalau nilai koefisien parameternya negatif dan signifikan.

1. Pengaruh Modal Kerja Terhadap Profitabilitas dengan Total Debt to Assets Sebagai variabel moderating

Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah Total Debt To Assets dapat memoderting variabel modal kerja dengan profitabilitas, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.8.

Uji Residual Modal Kerja dan Total Debt to Assets

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Sumber :SPSS 20, Data diolah 2016

Dari tabel diatas dapat dilihat hasil uji moderating menggunakan uji residual. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung ROA < t tabel (1,156 < 2.920 ) dengan nilai signifikansi 0,251 lebih besar dari 0,05. Pada tabel jelas terlihat bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel dan diperoleh hasil yang tidak signifikan dan nilai koefisien parameter yang positif maka dapat disimpulkan bahwa variabel total debt to assets bukanlah variabel moderating.

Berdasarkan tabel 4.8 diatas diperoleh nilai-nilai koefisien yang dapat dibuat dalam persamaan berikut.

Z = 0,398 - 1,475 X1 + e

│e│ = 0,398 + 0,027Y Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa :

1. Nilai konstanta 0,398 menunjukkan apabila semua variabel ( modal kerja, profitabilitas dan residual antara modal kerja dan total debt to assets) dalam keadaan konstan maka nilai total debt to asset adalah 0,398 dan diperoleh koefisien modal kerja sebesar -1,475

2. Pada regresi kedua menunjukkan nilai profitabilitas (Y) bernilai positif (0,027). Hal ini mennggambarkan tidak ada lack of fit antara modal kerja dengan Total debt to asset sehingga variabel total debt to asset tidak dapat dikatakan sebgai variabel moderating.

Hal ini berarti H2 : Total Debt to Assets mampu memoderasi hubungan antara modal kerja dengan profitabilitas pada perusahaan manufaktur subsector perdagangan retail yang terdaftar pada BEI tahun 2011-2015 ditolak.

2. Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas dengan Total Debt to Assets Sebagai variabel moderating

Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah Total Debt To Assets dapat memoderting variabel modal kerja dengan profitabilitas, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 4.9.

Uji Residual Perputaran Modal Kerja dan Total Debt to Assets

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Sumber :SPSS 20, Data diolah 2016

Dari tabel diatas dapat dilihat hasil uji moderating menggunakan uji residual. Hasil penelitian menunjukkan nilai t hitung ROA < t tabel (2,440 < 2.920 ) dengan nilai signifikansi 0,017 lebih kecil 0,05. Meskipun diperoleh hasil yang signifikan akan tetapit hitung lebih besar dari t tabel dan syarat dipenuhinya suatu variabel dapat memoderasi dengan menggunakan uji residual adalah kalau nilai koefisien parameternya negatif . Hasil uji diatas menunjukkan nilai koefisien yang positif yang berarti total debt to asset bukanlah variabel yang bisa memoderasi hubungan antara perputaran modal kerja dan profitabilitas.

Berdasarkan tabel 4.9 diatas diperoleh nilai-nilai koefisien yang dapat dibuat dalam persamaan berikut.

Z = 0.250 - 0.031 X2 + e

│e│ = 0.250 + 0,051 Y Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa :

1. Nilai konstanta 0,250 menunjukkan apabila semua variabel ( perputaran modal kerja, profitabilitas dan residual antara perputaran modal kerja dan

total debt to assets) dalam keadaan konstan maka nilai total debt to asset adalah 0,250 dan diperoleh koefisien modal kerja sebesar -0,031

2. Pada regresi kedua menunjukkan nilai profitabilitas (Y) bernilai positif ( 0,051). Hal ini mennggambarkan tidak ada lack of fit antara modal kerja dengan Total debt to asset sehingga variabel total debt to asset tidak dapat dikatakan sebgai variabel moderating.

Hal ini berarti H3 : Total Debt to Assets mampu memoderasi hubungan antara perputaran modal kerja dengan profitabilitas pada perusahaan manufaktur subsector perdagangan retail yang terdaftar pada BEI tahun 2011-2015 ditolak.

4.3. PEMBAHASAN

Dokumen terkait