• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

5.3.2. Pengujian Hipotesis II

Hasil uji hipotesis dapat dilihat pada Tabel 5.22. Dari hasil uji SPSS 15,0 yang terdapat dalam Tabel 5.22, Model Summary(b) diketahui nilai Adjusted R2 sebesar 0,093. Artinya 9,3% variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas yaitu UE dan CSR, variabel-variabel moderating yaitu PBV. Menunjukkan hasil yang sama dengan model I.

Tabel 5.22. Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,364(a) ,133 ,093 1,03060

Berdasarkan hasil Tabel 5.23 di bawah dapat dilihat bahwa juga hanya variabel CSR yang memiliki pengaruh signifikan terhadap CAR dengan nilai 0,011<0,05 sedangkan variabel interaksi CSR*PBV tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Tabel 5.23. Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta B Std. Error

1 (Constant) 2,273 ,621 3,661 ,001

UE ,062 ,126 ,057 ,493 ,623

CSR -8,918 3,416 -,345 -2,611 ,011

CSR_PBV -,112 ,580 -,026 -,194 ,847

Berdasarkan hasil perhitungan SPSS yang terdapat pada Tabel 5.23, dapat dirumuskan persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Model II:

CAR = 2,273 + 0,062 (UE) – 8,918 (CSR) - 0,112 (CSR*PBV) Interpretasi dari persamaan linier berganda adalah sebagai berikut:

a. Jika Unexpected Earning bertambah 1 maka Cumulative Abnormal Return (CAR)

akan bertambah sebesar 0,062.

b. Jika Corporate Social Responsibility Disclosure (CSR) bertambah 1 maka Cumulative Abnormal Return (CAR) akan berkurang sebesar 8,918.

c. Jika interaksi CSR dan PBV bertambah 1 maka Cumulative Abnormal Return (CAR) akan berkurang sebesar 0,112.

Tabel 5.24. ANOVA(b)

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

Regression 10,562 3 3,521 3,315 ,025(a)

Residual 69,039 65 1,062

1

Total 79,601 68

a Predictors: (Constant), CSR_PBV, UE, CSR b Dependent Variable: CAR

Berdasarkan hasil uji regresi yang dapat dilihat dari Tabel 5.24 ANOVA(b), diketahui bahwa Ha diterima atau ditolak. Apabila p-value dalam kolom sig.<level of significant 5% atau F-hitung > F-tabel, maka H2 diterima.

Hasil uji F-test dalam Tabel 5.24. ANOVA(b) menunjukkan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen, di mana nilai sig.0,025 < 0,05, sehingga H2 diterima, namun jika dilihat nilai adjusted R2 yang

menurun dari 0,106 sebelum dimoderasi menjadi 0,093 dan uji parsial yang menunjukkan nilai uji t dari interaksi CSR*PBV tidak signifikan maka PBV tidak terbukti memoderasi pengaruh CSR terhadap ERC.

5.5. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian terlihat bahwa keterikatan perusahaan terhadap lingkungan perusahaan mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan terjadinya hubungan yang mendukung antara perusahaan dan lingkungan perusahaan. Hal ini terlihat dalam upaya perusahaan menyajikan laporan tentang pertanggungjawaban sosialnya di dalam laporan keuangan mereka. Berdasarkan persentase laporan CSR memang belum terlalu banyak karena hanya memiliki rata-rata 20,13% dari item checklist yang ditetapkan dalam penelitian ini hampir sama dengan penelitian Sayekti dan Wondabio (2007) yaitu 20.17%.

Seperti yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya terdapat beberapa masalah yang umum terjadi dalam penelitian pasar modal yaitu data yang relatif tidak berdistribusi normal, kemungkinan multikolinearitas, dan berbagai masalah lain. Dengan menggunakan berbagai teknik yang dimungkinkan secara statistik beberapa masalah tersebut telah dapat diatasi walaupun akan mengurangi daya jelas dari data yang diperoleh. Gejala multikolinearitas yang relatif sulit untuk diatasi timbul sebagai dampak dari operasional variabel yang digunakan merupakan hasil perkalian sesama variabel tersebut. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya. Penelitian ini telah berusaha mencari solusi atas hal tersebut dengan mencoba melakukan penghapusan

variabel BETA dan PBV dari model interaksi di mana yang hendak dianalisis adalah interaksi dari CSR*BETA dan CSR*PBV.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan pengaruh CSR terhadap CAR berdasarkan hasil penelitian ini sesuai dengan teori dan berbagai penelitian lainnya yaitu memiliki hubungan yang negatif dan signifikan. Pengaruh yang diperoleh baik ketika dimoderasi oleh BETA signifikan secara statistik dengan koefisien regresi yakni -9,315 maupun ketika dimoderasi dengan PBV yakni -8,918. Hal ini menunjukkan bahwa pelaporan CSR mengurangi pergerakan harga saham yang hanya diakibatkan oleh perubahan laba yang dihasilkan perusahaan. Investor memberikan perhatian atas laporan CSR yang diberikan dalam laporan keuangan sehingga mengurangi porsi sensitivitas mereka terhadap perubahan laba.

Hasil ini relatif sesuai dengan teori yang ada dan berbagai penelitian sebelumnya. Namun jika dilihat dari koefisien determinasi sebesar 13,3% dan maka pengaruh tersebut relatif kecil. Hal ini terjadi karena pengaruh faktor-faktor lain yang mempengaruhi CAR ataupun dalam hal ini sebagai ukuran ERC masih lebih banyak ditentukan oleh faktor-faktor lain seperti persistensi laba, prediktabilitas laba akuntansi, ukuran perusahaan, dan risiko kegagalan perusahaan.

Untuk memberikan gambaran yang lebih detail terhadap hasil penelitian ini, peneliti mengevaluasi hubungan parsial yang terjadi. Berdasarkan hasil tersebut dilihat bahwa hanya variabel CSR yang memiliki hubungan yang signifikan sedangkan interaksi CSR*BETA dan interaksi CSR*PBV tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil ini sesuai asumsi dasar yang digunakan dalam

penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek dari pengungkapan sosial dalam laporan keuangan. Pengungkapan CSR tersebut berdasarkan data-data yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga saham sebagai akibat dari pergerakan laba perusahaan dapat dikurangi dengan pengungkapan sosial yang memadai, karena perhatian investor tidak hanya terfokus kepada laba akuntansi lagi namun sudah memperhatikan faktor lain dalam hal ini adalah laporan terkait CSR.

Pengungkapan sosial yang pada awalnya merupakan tindakan sukarela ternyata telah memberikan efek yang positif terhadap fluktuasi haraga saham. Pemahaman dasar dalam interaksi pasar modal dan perusahaan adalah perusahaan tidak menginginkan harga sahamnya mengalami fluktuasi yang besar. Fluktuasi harga saham yang besar dapat mengakibatkan kekurangpercayaan investor terhadap kinerja perusahaan. Hal ini dapat menurunkan citra perusahaan, bahkan untuk mengatsasi hal tersebut sering terindikasi dilakukan praktek akuntansi yang kurang baik seperti perataan laba, pengaturan laba, dan berbagai rekayasa laporan keuangan. Pemahaman yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengunkapan CSR dapat mengurangi fluktuasi tersebut karena memiliki hubungan korelasi negatif terhadap CAR.

Pada dasarnya hasil ini diperoleh karena investor menginginkan pengungkapan penuh atas setiap informasi yang ada di dalam perusahaan. CSR hanya merupakan suatu bagian dalam perusahaan yang diminta untuk dilaporkan. Pengungkapan penuh (full disclousure) yang konsisten atas keseluruhan informasi akan membuat resiko pergerakan harga saham menjadi semakin kecil. Apabila sebuah

perusahaan melakukan hal tersebut maka harga saham dari perusahaan tersebut tidak akan mengalami gejolak yang besar. Beberapa saham yang sering dikelompokkan dalam saham kecil yang gampang untuk dipermainkan harganya adalah perusahaan-perusahaan yang diterpa banyak isu. Isu tersebut hanya bisa muncul karena tidak ada pengunkapan informasi yang memadai dari manajemen perusahaan tersebut kepada publik sehingga investor tidak dapat melakukan valuasi saham yang memadai.

BAB VI

Dokumen terkait