• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

H. Teknik Analisa Data

2) Pengujian Hipotesis Kedua

Pengujian hipotesis ini menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan Chow (Gujarati, 1995:512) dengan rumus sebagai berikut:

Y

i

= α

0

+

1X1

+

2X2

+

3

(X1X2) +

1

Keterangan:

Yi = variabel prestasi belajar

α0 = konstanta

X1 = variabel perhatian orang tua X2 = variabel jenis kelamin siswa

X1X2 = nilai interaksi antara variabel perhatian orang tua dengan variabel jenis kelamin siswa

1 2/ 3 = koefisien regresi (besaran pengaruh)

1 = pengganggu regresi

Untuk menguji tingkat signifikansi koefisien regresi dari interaksi variabel X1X2 terhadap Yi maka dilakukan pembandingan nilai signifikansi koefisien regresi ( 3) dengan taraf signifikansi (α)yang digunakan dalam penelitian ini yakni 0,05. Jika signifikansi koefisien regresi ( 3)< dari taraf signifikansi (α)0,05, maka hipotesis diterima.

c. Pengujian Hipotesis Ketiga 1) Perumusan Hipotesis

Ho : tidak ada pengaruh positif disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua.

Ha : ada pengaruh positif disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua.

2) Pengujian Hipotesis Ketiga

Pengujian hipotesis ini menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan Chow (Gujarati, 1995:512) dengan rumus sebagai berikut:

Y

i

= α

0

+

1X1

+

2X2

+

3

(X1X2) +

1

Keterangan:

Yi = variabel prestasi belajar

α0 = konstanta

X1 = variabel disiplin belajar

X2 = variabel jenis pekerjaan orang tua

X1X2 = nilai interaksi antara variabel disiplin belajar dengan variabel jenis pekerjaan orang tua

1 2/ 3 = koefisien regresi (besaran pengaruh)

1 = pengganggu regresi

Untuk menguji tingkat signifikansi koefisien regresi dari interaksi variabel X1X2 terhadap Yi maka dilakukan pembandingan nilai signifikansi koefisien regresi ( 3) dengan taraf signifikansi (α) yang digunakan dalam penelitian ini yakni

0,05. Jika signifikansi koefisien regresi ( 3) < dari taraf signifikansi (α) 0,05, maka hipotesis diterima.

d. Pengujian Hipotesis Keempat 1) Perumusan Hipotesis

Ho : tidak ada pengaruh positif disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa ditinjau dari jenis kelamin.

Ha : ada pengaruh positif disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa ditinjau dari jenis kelamin. 2) Pengujian Hipotesis Keempat

Pengujian hipotesis ini menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan Chow (Gujarati, 1995:512) dengan rumus sebagai berikut:

Y

i

= α

0

+

1X1

+

2X2

+

3

(X1X2) +

1

Keterangan:

Yi = variabel prestasi belajar

α0 = konstanta

X1 = variabel disiplin belajar

X2 = variabel jenis kelamin

X1X2 = nilai interaksi antara variabel disiplin belajar dengan variabel jenis kelamin 1 2/ 3 = koefisien regresi (besaran pengaruh)

1 = pengganggu regresi

Untuk menguji tingkat signifikansi koefisien regresi dari interaksi variabel X1X2 terhadap Yi maka dilakukan pembandingan nilai signifikansi koefisien regresi ( 3) dengan

taraf signifikansi (α)yang digunakan dalam penelitian ini yakni 0,05. Jika signifikansi koefisien regresi ( 3) < dari taraf signifikansi (α) 0,05, maka hipotesis diterima.

Jika dalam penelitian ini, data tidak memenuhi pengujian prasyarat analisis, maka hipotesis akan di uji dengan menggunakan statistika non parametrik, yaitu chi square dan dikerjakan dengan perhitungan manual. Chi square merupakan salah satu tes statistik non parametrik atau tes bebas distribusi. Teknik statistik ini digunakan untuk menguji hipotesis bila dalam populasi terdiri dari dua kategori atau lebih dimana data berbentuk nominal dan sampelnya besar. Rumuschi squareyang digunakan adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2008:107) :

Penjabaran rumus chi square menurut Hartono (2004:230) adalah sebagai berikut:

Keterangan : χ2

= Chi-Square

fo = frekuensi yang diobservasi

fh = frekuensi yang diharapkan

Rumus untuk mencari fh (Hartono, 2004:226) adalah sebagai berikut:

Keterangan :

fh = frekuensi yang diharapkan

∑fa = jumlah frekuensi pada akhir pada tabel ∑fb = jumlah frekuensi pada baris sel yang dicari ∑fk = jumlah frekuensi pada kolom sel yang dicari

Derajat kebebasan ditentukan dengan rumus sebagai berikut ((Hartono, 2008:230) : Keterangan : dk = derajat kebebasan b = jumlah baris k = jumlah kolom Jika nilai χ2

hitung> dari nilai χ2

tabel pada taraf signifikasi 5% (α = 0,050, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya, Jika nilai χ 2 hitung< dari nilai χ 2

tabelpada taraf signifikasi 5% (α = 0,050, maka Ha ditolak dan Hoditerima.

Apabila pada hasil perhitungan chi square terdapat pengaruh atau hubungan, maka perlu dihitung koefisien kontigensi. Koefisien kontigensi dihitung untuk mengetahui derajat hubungan antara faktor satu dengan faktor yang lainnya. Rumus yang digunakan untuk menghitung koefisien kontigensi adalah sebagai berikut (Sudjana, 1996:282):

Keterangan:

C = koefisien kontigensi

χ2

= khi kuadrat

n = jumlah responden

Agar harga koefisien (C) dapat diperoleh dapat dipakai untuk menilai derajat asosiasi antara faktor, maka harga C perlu dibandingkan dengan koefisien kontigensi maksimum (Cmaks) yang bisa terjadi. Harga C maksimum dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

m = banyaknya kategori yang paling kecil diantara variabel yang diketahui semakin dekat nilai C dengan Cmaks, maka makin kuat hubungan yang terjadi di antara variabel tersebut.

Perhitungan interprestasi rasio koefisien kontigensi (C) terhadap C maksimum (Cmaks) adalah sebagai berikut:

Tabel 3.8

Interpretasi Rasio Koefisien Kontigensi terhadap Cmaksimum

Nilai C Interpretasi ≥0,81 Sangat Tinggi 0,61 – 0,80 Tinggi 0,41 – 0,60 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah ≤0,21 Sangat Rendah

51 BAB IV

GAMBARAN UMUM

A. Sejarah Berdirinya SMP Negeri 4 Gamping

Berdasarkan surat dari Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta nomor: 266/113.4/I.IK/84 tanggal 15 Mei 1984, menugaskan kepala SMP Negeri Balecatur yang pada waktu itu dijabat oleh Bapak Sudiyo untuk mengelola rencana pendirian sekolah baru yaitu SMP Negeri Gamping. Tempat pendaftaran penerimaan siswa baru kelas satu sebanyak 2 kelas dengan jumlah seluruhnya 88 siswa. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar bagi siswa kelas satu tersebut, sementara menempati gedung SMP Negeri Balecatur dan masuk sekolah pada siang hari. Tenaga-tenaga pengajarnya diambil dari guru-guru SMP Negeri Balecatur antara lain Bapak Rabidi dan Bapak Sungkemo B.A., di samping itu juga, dipersiapkan guru-guru untuk bertugas di SMP Negeri Gamping seperti Ibu Helena, Ibu Koestiah dan sebagainya. Pimpinan sekolah dirangkap oleh kepala SMP Negeri Balecatur. Pada bulan Juli 1984, Bapak Sudiyo dialih tugaskan ke SMP Negeri III Pandak, Bantul. Sebagai penggantinya adalah Bapak Drs. Suhardi yang semula kepala SMP Negeri Bejiharjo, Gunung Kidul.

Sementara itu berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia nomor 0577/c/1984 tentang pendirian SMP Negeri Gamping dan izin Kanwil Depdikbud propinsi DIY, maka di dusun Kalimanjung, Desa

Ambarketawang, Kecamatan Gamping dibangun gedung SMP yang dipersiapkan untuk SMP Negeri Gamping. Bangunan gedung tersebut menempati tanah kas Desa Ambarketawang seluas 8.740 m2. Kemudian pada tanggal 2 Desember 1985 gedung SMP Negeri Gamping yang terdiri dari 3 ruang kelas mulai ditempati. Pada tanggal 1 Juli 1986 Bapak Susanto, B.A. yang semula kepala SMP Negeri Canden, Bantul dialih tugaskan sebagai kepala SMP Negeri Gamping. Upacara serah terima jabatan dari Bapak Drs. Suhardi kepada Bapak Susanto, B.A. diselenggarakan pada hari Senin tanggal 28 Juli 1986 di SMP Negeri Gamping. Pada tanggal 1 Januari 1987 Bapak Drs. Poeger selaku kepala kantor wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan propinsi DIY meresmikan gedung SMP Negeri Gamping dengan penandatanganan prasasti.

Seiring dengan bertambahnya usia SMP Negeri Gamping, sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan/proses belajar mengajar juga bertambah lengkap. Sarana dan prasarana yang telah dibangun antara lain: lapangan basket, lapangan volly, bulutangkis, yang dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan prestasi olah raga dan mencari bibit-bibit olah ragawan dikalangan siswa SMP Negeri Gamping. Untuk menumbuhkan semangat gemar membaca dikalangan siswa SMP Negeri Gamping, maka dibangun gedung perpustakaan. Di samping itu, dibangun pula gedung laboratorium IPA. Sesuai dengan semangat otonomi daerah maka SMP Negeri Gamping berubah nama menjadi SMP Negeri 4 Gamping, hal ini sesuai dengan keberadaan SMP dalam satu kecamatan yang berjumlah 4.

Ketika diresmikan pada tahun 1987, SMP Negeri Gamping hanya terdiri dari 3 kelas, dan sekarang (tahun 2008) sudah terdiri dari 18 kelas dengan jumlah siswa 642 orang.

B. Gambaran Umum SMP Negeri 4 Gamping

SMP Negeri 4 Gamping terletak di Dusun Kalimanjung, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Menempati area seluas 8.740 meter persegi yang berstatus hak milik. Luas tersebut sudah termasuk ruang koperasi sekolah dan mushola.

Lokasi SMP Negeri 4 Gamping jauh dari jalan raya, sehingga suasana relatif tenang dan sangat menunjang dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil observasi diperoleh gambaran lingkungan fisik sekolah sebagai berikut:

a. Kondisi fisik sekolah

Kondisi sekolah cukup baik, yang terdiri dari 18 ruang kelas, ruang pertemuan, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, laboratorium IPA dan komputer, perpustakaan, ruang BP, ruang OSIS, ruang koperasi sekolah, ruang UKS, mushola, toilet dan kantin. Dibagian depan sekolah terdapat halaman yang luas dan parkir kendaraan bermotor.

Sekolah ini memiliki sarana prasarana yang baik/memadai, baik itu dalam proses pembelajaran maupun yang lainnya. Hal ini bisa

dilihat dari sarana prasarana yang dimiliki oleh SMP Negeri 4 Gamping Sleman sebagai berikut:

Tabel 4.1

Data Tentang Banyaknya Ruang SMP Negeri 4 Gamping

No. Jenis Ruang Jumlah

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15 16. 17. 18 19. 20. Ruang kelas

Ruang laboratorium IPA Ruang laboratorium komputer Ruang perpustakaan

Ruang ketrampilan menjahit Ruang ketrampilan tata rias Ruang UKS

Ruang BP/BK Ruang kepala sekolah Ruang guru

Ruang tata usaha Ruang OSIS

Ruang koperasi sekolah Kantin sekolah

Mushola

Kamar mandi/WC guru Kamar mandi/WC siswa Gudang

Ruang penjaga sekolah Ruang ketrampilan masak

18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 5 1 3 15 2 1 1

Sumber: Buku laporan sekolah, 2008 Tabel 4.2

Sarana Yang Dimiliki SMP Negeri 4 Gamping

No. Nama Barang Jumlah

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Komputer Mesin ketik Mesin printer Mesin stensil Almari OHP T V/Audio Rak buku

Meja Guru dan Tata usaha Meja siswa Kursi siswa 26 15 4 4 27 2 4 10 69 567 1.119

b. Fasilitas kegiatan belajar mengajar termasuk media Fasilitas kelas : papan tulis dan alat tulis

Praktek : Laboratorium IPA, laboratorium komputer, tata rias, tata boga, mesin jahit.

c. Perpustakaan

Perpustakaan SMP Negeri 4 Gamping, Sleman dijaga oleh satu orang. Waktu peminjaman buku setiap hari. Koleksi buku yang ada adalah sebagai berikut:

1). Buku paket 2). Buku pelengkap 3). Buku referensi 4). Buku bacaan 5). Majalah dan koran d. Fasilitas olah raga

Sekolah ini mempunyai satu lapangan olah raga yang dapat berfungsi sebagai lapangan basket, lapangan volly, lapangan bulutangkis/badmintondan lapangan sepak bola.

e. Bimbingan konseling

Bimbingan konseling berjalan dengan baik tanpa mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar. Masalah yang ditangani bimbingan konseling antara lain siswa-siswa yang bermasalah dikeluarga, masalah individu dan bimbingan siswa ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Masalah yang sering muncul adalah

masalah individu seperti keterlambatan dan pakaian yang tidak sesuai dengan peraturan.

f. Ruang OSIS

OSIS yang ada di SMP Negeri 4 Gamping telah mempunyai ruang sendiri. Didalamnya terdapat fasilitas yang cukup memadai. Struktur organisasi OSIS lengkap dan telah mampu merealisasikan program kerjanya, meskipun kadang terjadi ketidakharmonisan antar anggota, namun hal itu dapat diatasi.

Kondisi non fisik sekolah dapat ditinjau dari komponen yang ada di SMP Negeri 4 Gamping yaitu dari guru, siswa dan karyawan sekolah yang perinciannya sebagai berikut:

a. Keadaan Guru

Guru merupakan suatu komponen dalam pendidikan yang mempunyai peran penting dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu kondisi serta jumlah guru dalam satu lembaga pendidikan sangat perlu diperhatikan. Yang dimaksud keadaan guru disini adalah data seluruhnya tentang guru yang ada di SMP Negeri 4 Gamping, Sleman. Berdasarkan hasil dokumentasi yang bersumber pada buku laporan bulan Januari 2008 diperoleh keterangan bahwa guru yang mengajar di SMP Negeri 4 Gamping berjumlah 44 orang dengan perincian:

1). Guru PNS : 41 orang

Untuk lebih jelasnya berikut penulis sajikan tabel mengenai tenaga edukatif di SMP Negeri 4 Gamping, Sleman.

Tabel 4.3

Data Keadaan Guru SMP Negeri 4 Gamping

No. Uraian Laki-laki Perempuan Jumlah

1. 2. 3.

Kepala Sekolah Guru PNS Guru tidak tetap

1 20 3 -20 10 1 40 13 Jumlah 24 30 54

Sumber: Buku laporan sekolah, 2008. b. Keadaan Siswa

Dari data yang penulis dapatkan bahwa jumlah kelas yang terdapat di SMP Negeri 4 Gamping berjumlah 18 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 642 orang, terdiri dari 350 siswa laki-laki dan 292 siswa perempuan. Pembagian kelas tersebut yaitu kelas VII berjumlah 217, kelas VIII berjumlah 214 dan kelas IX berjumlah 211. Adapun perincian dari klasifikasi siswa menurut kelas dan jenis kelamin untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4

Data Klasifikasi Siswa Menurut Kelas dan Jenis Kelamin

Kelas Jumlah Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah

VII VIII IX 6 6 6 117 128 105 102 84 106 219 212 211 Jumlah 18 350 292 642

Sumber: Buku laporan sekolah, 2008. c. Keadaan karyawan

Karyawan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah orang yang membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 4 Gamping yang fungsinya di luar tenaga pengajar.

Karyawan yang berada dalam suatu lembaga pendidikan memiliki peranan yang sangat besar dalam rangka ikut mensukseskan tercapainya tujuan kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, keberadaannya perlu mendapatkan perhatian yang lebih baik. Karyawan yang berada di SMP Negeri 4 Gamping tahun ajaran 2007/2008 adalah sebagai berikut:

1). Tenaga administrasi : 10

2). Pesuruh : 2

3). Penjaga malam : 2

Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel berikut: Tabel 4.5

Data Keadaan Karyawan SMP Negeri 4 Gamping

No. Uraian Laki-laki Perempuan Jumlah

1. 2. 3. Tenaga administrasi Pesuruh Penjaga malam 5 2 2 5 -10 2 2 Jumlah 9 5 14

Sumber: Buku laporan sekolah, 2008.

C. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

a. Visi SMP Negeri 4 Gamping, Sleman adalah menyiapkan peserta didik menjadi manusia cerdas, beriman, terampil dan bermoral Pancasila.

b. Misi SMP Negeri 4 Gamping, Sleman:

1). Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan beragama serta berbudaya, sehingga menjadi manusia yang arif dalam bertindak, berbudi pekerti luhur dan bermoral Pancasila.

2). Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien agar peserta didik berkembang optimal sesuai dengan potensi, minat dan bakat yang dimiliki.

3). Menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam penguasaan teknologi serta ketrampilan hidup.

c. Tujuan sekolah

1). Tujuan jangka pendek

a) Meningkatkan iman dan taqwa

b) Meningkatkan kreativitas peserta didik

c) Mengadakan lomba olah raga, seni budaya dan kebersihan kelas

d) Menyiapkan peserta didik dalam lomba bahasa inggris, olimpiade IPA dan matematika

e) Mengadakan lomba pidato bahasa indonesia dan bahasa inggris

f) Mengadakan penyuluhan-penyuluhan bagi peserta didik g) Pengadaan buku-buku

h) Pengadaan alat-alat pendidikan

i) Mengadakan penelitian tindakan kelas dan pelatihan-pelatihan bagi guru.

j) Mengadakan pemeriksaan mata, gigi dan tes IQ

k) Penataan lingkungan dengan menanam tanaman-tanaman dalam pot

l) Pembentukan klub olah raga 2). Tujuan jangka panjang

a) Meningkatkan iman dan taqwa sesuai dengan ajaran agamanya dengan baik dan benar

b) Meningkatkan budi pekerti yang luhur serta bermoral Pancasila

c) Meningkatkan prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik

d) Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam

berkomunikasi dengan bahasa inggris

e) Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam

pengoperasian komputer dengan baik

f) Mengembangkan kreativitas peserta didik dibidang olah raga, seni budaya dan keterampilan hidup untuk mandiri g) Membudayakan hidup sehat dengan lingkungan yang

sehat, penataan lingkungan dan pencegahan

penyalahgunaan narkoba

h) Pemenuhan kebutuhan air bersih dan merehabilitasi kamar mandi/WC untuk peserta didik

i) Meningkatkan profesionalisme guru

j) Melengkapi fasilitas sesuai dengan standar dan tipe sekolah baik ruangan maupun media pendidikan

61

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 April 2009 di SMP Negeri 4 Gamping, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII. Jumlah populasi penelitian ini adalah 430 siswa. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 412. Hal ini dikarenakan 16 siswa tidak masuk sekolah dan 2 siswa tidak mengembalikan kuesioner. Semua butir pernyataan dalam penelitian ini telah diisi dengan lengkap oleh seluruh responden penelitian (siswa), sehingga keseluruhan jawaban responden dapat menjadi sumber data dari penelitian ini. berikut ini disajikan deskripsi data dan varibel penelitian:

A. Deskripsi Data

1. Deskripsi Responden

Berikut ini disajikan tabel diskripsi kelas responden (lampiran 4 hal 132):

Tabel 5.1

Deskripsi Kelas Responden Karakteristik Responden Uraian Frekuensi (siswa) Frekuensi Relatif Kelas a. VII 205 49,76% b. VIII 207 50,24% Total 412 100%

Sumber: Data Primer

Deskripsi kelas responden penelitian tersaji dalam tabel 5.1 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden kelas VII sebanyak 205 siswa (49,76%) dan kelas VIII sebanyak 207 siswa (50,24%). Dengan

demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian ini adalah kelas VIII.

2. Deskripsi Variabel Penelitian

Deskripsi variabel penelitian mencakup perhatian orang tua, disiplin belajar, prestasi belajar, jenis pekerjaan orang tua, dan jenis kelamin antara lain, sebagai berikut:

a. Perhatian Orang Tua

Berikut ini disajikan tabel deskripsi variabel penelitian perhatian orang tua antara lain, sebagai berikut (lampiran 6 hal 148):

Tabel 5.2

Deskripsi Variabel Penelitian Perhatian Orang Tua

Skor f fr(%) Kategori ≥45 135 32,77 Sangat Tinggi 39 – 44 223 54,13 Tinggi 36 – 38 39 9,47 Cukup 33 – 35 13 3,16 Rendah ≤32 2 0,49 Sangat Rendah Total 412 100

Sumber: Data Primer

Dari tabel 5.2 di atas diketahui bahwa 135 siswa (32,77%) menyatakan bahwa perhatian orang tua sangat tinggi, 223 siswa (54,13%) menyatakan tinggi, 39 siswa (9,47%) cukup tinggi, 13 siswa (3,16%) rendah dan 2 siswa (0,49%) sangat rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan perhatian orang tua adalah tinggi. Hal ini didukung oleh hasil perhitungan nilai mean = 42,62 ; median = 42,45; modus = 42,65; dan standar deviasi = 329,52.

b. Disiplin Belajar

Berikut ini disajikan tabel deskripsi variabel penelitian disiplin belajar antara lain, sebagai berikut (lampiran 6 hal 148):

Tabel 5.3

Deskripsi Variabel Penelitian Disiplin Belajar

Skor f fr(%) Kategori ≥26 81 19,66 Sangat Tinggi 23 – 25 117 28,39 Tinggi 21 – 22 95 23,06 Cukup 19 – 20 57 13,83 Rendah ≤18 62 15,05 Sangat Rendah Total 412 100

Sumber: Data Primer

Dari tabel 5.3 di atas diketahui bahwa 81 siswa (19,66%) menyatakan bahwa disiplin belajar sangat tinggi, 117 siswa (28,39%) tinggi, 95 siswa (23,06%) cukup tinggi, 57 siswa (13,83%) rendah, dan 62 siswa (15,05%) sangat rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan disiplin belajar adalah tinggi. Hal ini didukung oleh hasil perhitungan nilai mean = 22,33 ; median = 22,33; modus = 21,96; dan standar deviasi = 181,23.

c. Prestasi Belajar

Berikut ini disajikan tabel deskripsi variabel penelitian prestasi belajar antara lain, sebagai berikut (lampiran 5 hal 145):

Tabel 5.4

Deskripsi Variabel Penelitian Prestasi Belajar (Daftar Distribusi Frekuensi)

Kelas Interval fi fr(%) xi xi2 fixi fixi2

786 - 807 17 4.13 796.5 634,412 13,541 183,345,140 808 - 829 60 14.56 818.5 669,942 49,110 2,411,792,100

830 - 851 89 21.60 840.5 706,440 74,805 5,595,713,220 852 - 873 119 28.88 862.5 743,906 102,638 10,534,456,406 874 - 895 68 16.50 884.5 782,340 60,146 3,617,541,316 896 - 917 37 8.98 906.5 821,742 33,541 1,124,965,140 918 - 939 11 2.67 929.5 863,970 10,225 104,540,400 940 - 961 8 1.94 950.5 903,450 7,604 57,820,816 962 - 983 2 0.49 972.5 945,756 1,945 3,783,025 984 - 1005 1 0.24 972.5 945,756 973 945,756 Jumlah 412 100% 7,071,960 353,553 23,633,957,564

Sumber: Data Primer

Dari tabel 5.4 di atas diketahui bahwa 1 siswa (0,24%) menyatakan bahwa prestasi belajar berada di antara 984 - 1005, 2 siswa (0,49%) prestasi belajar berada di antara 962 - 983, 8 siswa (1,94%) prestasi belajar berada di antara 940 – 961, 11 siswa (2,67%) prestasi belajar berada di antara 918 – 939, 37 siswa (2,67%) prestasi belajar berada di antara 896 - 917, 68 siswa (2,67%) prestasi belajar berada di antara 674 – 895, 119 siswa (2,67%) prestasi belajar berada di antara 852 – 873, 89 siswa (2,67%) prestasi belajar berada di antara 830 – 851, 60 siswa (2,67%) prestasi belajar berada di antara 808 – 829, 17 siswa (2,67%) prestasi belajar berada di antara 786 – 807.

Tabel 5.5

Deskripsi Variabel Penelitian Prestasi Belajar (PAP tipe II)

Perhitungan Skor f fr(%) Kategori

0 + 81% (1200 – 0) = 972 ≥972 3 0.73 Sangat Tinggi 0 + 66% (1200 – 0) = 792 792 – 971 407 98.79 Tinggi 0 + 56% (1200 – 0) = 672 672 – 791 2 0.49 Cukup 0 + 46% (1200 – 0) = 552 552 – 671 0 0.00 Rendah

Dari tabel 5.4 di atas diketahui bahwa 3 siswa (0,73%) menyatakan bahwa prestasi belajarnya adalah sangat tinggi, 407 siswa (98,79%) prestasi belajarnya tinggi, dan 2 siswa (0,49) prestasi belajarnya cukup.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan prestasi belajar berada di antara 852 – 873 (pada daftar distribusi frekuensi) dan tinggi (pada PAP Tipe II) . Hal ini didukung oleh hasil perhitungan nilai mean = 859,02; median = 925,57; modus = 862,07; dan standar deviasi = 7.498,89.

d. Jenis Pekerjaan Orang Tua

Berikut ini disajikan tabel deskripsi variabel penelitian perhatian jenis pekerjaan orang tua antara lain, sebagai berikut (lampiran 4 hal 137):

Tabel 5.6

Deskripsi Variabel Penelitian Jenis Pekerjaan Orang Tua Deskripsi Variabel Pekerjaan f fr Pekerjaan Orang Tua (Ayah) 1. Buruh, petani, pedagang, wiraswasta, sejenisnya 308 74,8% 2. Pegawai swasta, guru swasta, dokter, pengacara, sejenisnya 63 15,3% 3. PNS, perangkat desa, ABRI, TNI, Polisi 22 5,3% 4. Lainnya (tidak 19 4,6%

bekerja) Total 412 100% Pekerjaan Orang Tua (Ibu) 1. Buruh, petani, pedagang, wiraswasta, sejenisnya 172 41,7% 2. Pegawai swasta, guru swasta, dokter, pengacara, sejenisnya 25 6,1% 3. PNS, perangkat desa, ABRI, TNI, Polisi 16 3,9% 4. Lainnya (tidak bekerja) 199 48,3% Total 412 100%

Sumber: Data Primer

Dari tabel 5.5 diatas diketahui bahwa ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua (ayah) ada sebanyak 308 siswa (74,8%) ayahnya sebagai buruh, petani, pedagang, wiraswasta, sejenisnya; 63 siswa (15,3%) ayahnya sebagai pegawai swasta, guru swasta, dokter, pengacara, sejenisnya; 22 siswa (5,3%) ayahnya sebagai PNS, perangkat desa, ABRI, TNI, polisi; dan 19 siswa (4,6%) ayahnya sebagai lainnya (tidak bekerja). Sedangkan ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua (ibu) ada sebanyak 172 siswa (41,7%) ibunya sebagai buruh, petani, pedagang, wiraswasta, sejenisnya; 25 siswa (6,1%) ibunya sebagai pegawai swasta, guru swasta, dokter, pengacara, sejenisnya; 16 siswa (3,9%) ibunya sebagai PNS, perangkat desa, ABRI, TNI, polisi; dan 199 siswa (48,3%) ibunya sebagai lainnya (tidak bekerja). Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa sebagian besar responden berasal dari orang tua (ayah) yang bekerja sebagai buruh, petani, pedagang, wiraswasta, sejenisnya. Sementara ditinjau dari pekerjaan orang tua (ibu) sebagian besar responden adalah sebagai lainnya (tidak bekerja). e. Jenis Kelamin

Berikut ini disajikan tabel deskripsi variabel penelitian jenis kelamin antara lain, sebagai berikut (lampiran 4 hal 133):

Tabel 5.7

Deskripsi Variabel Penelitian Jenis Kelamin

Jenis Kelamin f fr

Laki-laki 217 52,67%

Perempuan 195 47,33%

Total 412 100%

Sumber: Data Primer

Dari tabel V.6 di atas diketahui bahwa 217 siswa (52,67%) berjenis kelamin laki-laki, dan 195 siswa (47,33%) berjenis kelamin perempuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki.

B. Pengujian Persyaratan Analisis 1. Uji Normalitas

Pengujian normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data setiap variabel berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas dilakukan dengan program SPSS for windows versi 13.0. yang didasarkan padaOne-Sample Kolmogorof-Smirnov Test. Berikut

ini disajikan tabel ringkasan pengujian normalitas (lampiran 7 hal 151):

Tabel 5.8

Hasil Pengujian Normalitas Variabel Perhatian Orang Tua dan Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar

Prestasi Belajar Perhatian Orang Tua Disiplin Belajar N 412 412 412 Normal Parameters Mean 860.53 42.63 22.32 Std. Dev 34.000 3.855 3.484 Most Extreme Differences Absolut .058 .062 .064 Positive .058 .054 .056 Negative -.023 -.062 -.064 Kolmogorof-Smirnov 1.172 1.252 1.289

Asymp. Sign. (2-tailed) .128 .087 .072

Sumber: Data Primer

Hasil pengujian sebagaiman tersaji dalam tabel V.7 menunjukkan bahwa asymptotic significance (asym. sign.) nilai probabilitas untuk variabel perhatian orang tua, disiplin belajar dan prestasi belajar lebih besar dari alpha (α) = 0.05. Dengan demikian distribusi data untuk variabel-variabel tersebut dapat dikategorikan normal.

2. Uji Linearitas

Pengujian linearitas dilakukan berdasarkan uji statistik F pada tingkat signifikansi 5%. Berikut ini disajikan hasil Pengujian linearitas hubungan perhatian orang tua dan disiplin belajar dengan prestasi belajar (lampiran 7 hal 151):

Tabel 5.9

Hasil Pengujian Linearitas

Variabel Fhitung Ftabel Kesimpulan

Perhatian Orang Tua

dengan Prestasi Belajar

1.791 1.60 Tidak Linear

Prestasi Belajar

Pada tabel V.13 menunjukkan bahwa variabel perhatian orang tua dengan prestasi belajar nilai F hitung sebesar 1,791 dan variabel disiplin belajar dengan prestasi belajar nilai F hitung sebesar 3.168 sedangkan variabel perhatian orang tua pada derajat kebebasan df (18:392) dan variabel disiplin belajar pada derajat kebebasan df

Dokumen terkait