HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2 Pembahasan Hasil Penelitian
5.2.2 Pengujian Hipotesis
Penelitian ini mengajukan sebuah model persamaan regresi berganda yang menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, dengan persamaan regersi sebagai berikut :
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 e Dimana:
Y = Peran auditor inspektorat dalam pengawasan keuangan daerah X1 = Gangguan Pribadi X2 = Gangguan Eksternal X3 = Gangguan Organisasi X4 = Sistem Imbalan α = konstanta β = koefisien regresi e = error
H0 akan ditolak jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 sehingga hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.Tingkat signifikansi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar 0,05 karena dinilai cukup ketat untuk mewakili hubungan antara variabel-variabel yang diuji atau menunjukkan hubungan bahwa korelasi antara kedua variabel cukup nyata.Di samping, itu tingkat signifikansi 0,05 sering digunakan dalam penelitian-penelitian ilmu sosial (Levin, 1998).Tabel 5.8 menunjukkan hasil pengujian model yang terdapat di dalam lampiran.
Tabel 5.8 Pengujian Model
Keterangan B Standard
Error
TTabel THitung Signifikansi
Konstan 62.863 3.060 20.542 0.000 Gangguan Pribadi -0.166 0.057 2.06 -2.915 0.007 Gangguan Ekstern -0.518 0.107 2.06 -4.855 0.000 Gangguan Organisasi -1.059 0.425 2.06 -2.494 0.018 Sisitem Imbalan 0.179 0.299 0.600 0.553 R2 Model 81.6 % Signifikansi model 0.000 FTabel 2.760 FHitung 33.302 Sumber : Lampiran 16
Jika dinyatakan di dalam bentuk persamaan regresi maka dapat dituliskan sebagai berikut :
Y = 62.863 -0.166X1 – 0.518X2 - 1.059X3 + 0.179X4
Berdasarkan lampiran yang dirangkumkan di dalam tabel 5.8, dapat disampaikan beberapa kesimpulan umum sebagai berikut :
1. Hipotesis penelitian yang menyatakan secara simultan variabel gangguan pribadi, gangguan ekstern, gangguan organisasi dan sistem imbalan berpengaruh signifikan terhadap peran inspektorat daerah dapat diterima.Hal
ini terlihat dari nilai probabilitas model sebesar 0.000 jauh lebih kecil dari batas signifikansi yang digunakan yaitu sebesar 0.05.Berdasarkan uji-F dengan jumlah sampel 35, variabel independen 4 dan tingkat signifikansi sebesar 0.05 dihasilkan bahwa Fhitung (33.302) > Ftabel (2.76) sehingga hipotesis penelitian dapat diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa kombinasi dari variabel independen berpengaruh terhadap peran inspektorat di Kabupaten Dairi.
2. Variabel gangguan pribadi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap hasil peran inspektorat daerah berdasarkan output yang terdapat di lampiran yang diringkaskan di dalam tabel 5.8 menunjukkan bahwa nilai probabilitas sebesar 0.007, dimana nilai ini lebih kecil dari batas signifikansi model yaitu 0.05 serta uji-t menghasilkan nilai thitung ([-2.915]) > ttabel (2.06), dimana jika nilai thitung lebih besar dari ttabel maka hipotesis penelitian diterima.Koefisien yang bertanda negatif menujukkan bahwa variabel gangguan pribadi memberikan pengaruh negatif terhadap peran inspektorat.
3. Variabel gangguan ektern secara parsial menunjukkan pengaruh yang signifikan karena berdasarkan output nilai probabilitas lebih kecil (0.000) dari tingkat signifikansi sebesar 0.05 serta uji-t menghasilkan nilai thitung ([-4.855]) > ttabel (2.06).Koefsien yang bertanda negatif menunjukkan bahwa varaiabel ini memberikan pengaruh negatif terhadap peran inspektorat.
4. Variabel gangguan organisasi berpengaruh signifikan terhadap peran inspektorat.Hasil uji variabel ini menunjukkan probabilitas 0.018 lebih kecil
dari batas signifikansi yang digunakan (0.05) serta uji-t menghasilkan nilai thitung [-2.494] > ttabel (2.06).Koefisien variabel ini yang juga bertanda negatif menujukkan bahwa variabel ini memberikan pengaruh negatif terhadap peran inspektorat.
5. Variabel sistem imbalan menjadi satu-satunya variabel yang secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap peran inspektorat.Hal ini terlihat dari nilai signifikansi sebesar 0.553 lebih besar dari batas signifikansi penelitian (0.05) serta uji-t menghasilkan nilai thitung [0.600] < ttabel (2.06).Koefisien variabel menjadi tidak dapat diintepretasi karena nilainya tidak signifikan. 6. Koefisien determinasi sebesar 81.6 % artinya peran inspektorat daerah
dipengaruhi pada kisaran 81.6 % oleh gangguan pribadi, gangguan ekstern, gangguan organisasi, dan sisitem imbalan.Sisanya sebanyak 18.4 % dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang digunakan di dalam penelitian ini.
Berbagai hal yang terdapat di dalam hasil pengujian model akan lebih diperjelas pada bagian berikutnya.
5.2.3 Pembahasan
Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada bagian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.Artinya, secara simultan variabel gangguan pribadi, gangguan ektern, gangguan organisasi dan sistem imbalan berpengaruh secara signifikan terhadap
peran inspektorat di Pemerintahan Kabupaten Dairi.Hal ini terlihat dari berbagai output hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS dan dianalisa dengan berbagai teknik yang sesuai.
Hasil penelitian ini melengkapi hasil penelitian Amrullah (2010) yang menemukan bahwa variabel personal background (latar belakang pribadi) dan pengetahuan mempengaruhi peran seorang inspektorat.Personal background (latar belakang pribadi) pada dasarnya memiliki persamaan dengan ketiga variabel gangguan sehingga hasil kedua penelitian ini dapat dikatakan sejalan.Hasil penelitian ini juga sesuai dengan hasil penelitian Siregar (2009), dimana ketiga variabel gangguan yang digunakan pada penelitian tersebut dan yang digunakan pada penelitian ini juga secara simultan berpengaruh terhadap independensi pemeriksa.Variabel independensi yang digunakan oleh Siregar (2009) pada dasarnya adalah syarat dalam pelaksanaan peran seorang inspektorat.Hasil analisis secara parsial juga menunjukkan hal yang sama, dimana variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempengaruhi peran inspektorat daerah di Kabupaten Dairi.
Sistem imbalan yang menjadi variabel yang ditambahkan dalam penelitian ini terbukti tidak berpengaruh terhadap peran auditor secara parsial.Hal ini kemungkinan disebabkan bahwa inspektorat yang berstatus sebagai PNS memiliki konsep bahwa peran mereka sebagai inspektorat tidak memiliki hubungan dengan gaji yang diperoleh karena sistem penggajian yang ditetapkan pada PNS telah memiliki aturan yang baku.Inspektorat masih memandang bahwa imbalan masih terbatas pada gaji
yang diterima dan belum memandang imbalan dalam bentuk bukan uang sebagai sesuatu reward yang harus diperoleh.
Ditinjau dari teori, hasil yang diperoleh dalam penelitian ini sesuai dengan berbagai teori terkait.Gangguan pribadi, gangguan ekstern, dan gangguan organisasi akan dapat mempengaruhi seorang pemeriksa dalam menjalankan fungsinya.Pengaruh itu timbul sebagai akibat dampak dari berbagai variabel tersebut yang mempengaruhi sikap dan tindakan inspektorat dalam menjalankan fungsinya.Hal ini juga yang mendasari berbagai peraturan perundang-undangan terkait diorancang untuk meminimalkan adanya ketiga jenis gangguan tersebut dalam diri seorang inspektorat.
Jika memperhatikan tanda pada koefisien masing-masing variabel, dapat diperhatikan bahwa ketiga tanda pada variabel gangguan adalah negatif.Tanda negatif tersebut dapat mengarahkan pada kesimpulan bahwa keberadaan gangguan akan memberikan pengaruh negatif terhadap peran auditor.Hal ini sejalan dengan teori yang membangun konsep hubungan antar variabel tersebut.Walaupun tidak signifikan, jika diperhatikan, tanda untuk koefisien variabel sistem imbalan bertanda positif, hal ini berarti keberadaan variabel sistem imbalan akan mempengaruhi peran inspektorat secara positif.Hal ini juga sejalan dengan teori yang membangun hubungan antara variabel tersebut.
Hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa ketiga variabel gangguan berpengaruh secara parsial sementara variabel sistem imbalan tidak berpengaruh secara parsial menunjukkan bahwa peran seorang inspektorat lebih dipengaruhi oleh
berbagai gangguan yang dihadapinya daripada permasalahan sistem imbalan.Pemerintah Kabupaten Dairi sebaiknya lebih berkonsentrasi untuk meminimalisasi keberadaan variabel gangguan ini agar peran inspektorat di Kabupaten Dairi dapat ditingkatkan.
Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 81.6% menyatakan bahwa variabel dependen secara bersama-sama mempengaruhi kualitas hasil pemeriksaan sebesar 81.6 %.Nilai koefisien determinasi tersebut relatif besar.Variabel independen dapat menerangkan kualitas hasil pemeriksaan mencapai 81.6% sehingga model ini dapat dikatakan cukup baik untuk menerangkan permasalahan yang sedang diteliti, sedangkan variabel lain memberikan pengaruh sekitar 18 %.Dalam penelitian ilmu sosial nilai koefisien determinasi sebesar ini relatif tinggi.Hal ini memperkuat keyakinan peneliti dalam penerimaan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini.