HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
4. Pengujian Hipotesis Penelitian
Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana guna menguji hipotesis pertama dan hipotesis kedua, serta analisis regresi linear ganda dengan dua prediktor untuk menguji hipotesis ketiga. Teknik analisis regresi dilakukan dengan menggunakan bantuan program aplikasi pengolah data yang masing-masing akan dijelaskan sebagai berikut.
a. Uji Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah “terdapat pengaruh positif Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah terhadap Mutu Sekolah di SMK Negeri 1 Tempel tahun ajaran 2017/2018”. Pengujian hipotesis pertama dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan data penelitian yang diolah menggunakan program aplikasi pengolah data (Lampiran 8, halaman: 209) diperoleh hasil dengan ringkasan sebagai berikut:
Tabel 18. Ringkasan Hasil Uji Hipotesis Pertama Variabel rx1y r2
x1y Koefisien Konstanta Keterangan X1 – Y 0,519 0,269 0,386 55,628 Positif Sumber: Data primer yang diolah
124
Dari hasil pengujian hipotesis pada tabel 18 dapat diketahui bahwa koefisien korelasi (rx1y) menunjukkan nilai 0,519. Koefisien korelasi yang bernilai positif tersebut menunjukkan bahwa Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah memiliki hubungan yang positif pada tingkat yang sedang terhadap Mutu Sekolah.
Hasil perhitungan dalam tabel juga dapat diketahui nilai koefisien determinasi (r2
x1y) sebesar 0,269. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah mampu memengaruhi perubahan Mutu Sekolah sebesar 26,90%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada 73,10% faktor atau variabel lain yang memengaruhi Mutu Sekolah selain Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah.
Berdasarkan tabel 18 tersebut selanjutnya diperoleh besarnya koefisien Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah sebesar 0,386 dan bilangan konstata sebesar 55,628. Dari angka-angka tersebut, dapat dinyatakan dalam persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 0,386X1 + 55,628
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,386 yang berarti jika nilai Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (X1) naik satu satuan, maka Mutu Sekolah (Y) akan naik sebesar 0,386.
Hasil pengujian hipotesis dalam tabel 18 juga menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,519. Hasil perhitungan rhitung sebesar
125
0,519 lebih besar dari rtabel sebesar 0,195 pada taraf signifikansi 5%. Jika rhitung lebih besar daripada rtabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, hasil pengujian rhitung (0,519) lebih besar dari rtabel
(0,195) berarti bahwa hipotesis pertama yang berbunyi, “terdapat pengaruh positif Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah terhadap Mutu Sekolah di SMK Negeri 1 Tempel tahun ajaran 2017/2018”, diterima.
b. Uji Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah “terdapat pengaruh positif Budaya Sekolah terhadap Mutu Sekolah di SMK Negeri 1 Tempel tahun ajaran 2017/2018”. Pengujian hipotesis kedua ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan data penelitian yang diolah menggunakan program aplikasi pengolah data (Lampiran 8, halaman: 210) diperoleh hasil dengan ringkasan sebagai berikut:
Tabel 19. Ringkasan Hasil Uji Hipotesis Kedua Variabel rx1y r2
x1y Koefisien Konstanta Keterangan X2 – Y 0,562 0,316 0,865 37,770 Positif Sumber: Data primer yang diolah
Dari hasil pengujian hipotesis pada tabel 19 dapat diketahui bahwa koefisien korelasi (rx2y) menunjukkan nilai 0,562. Koefisien korelasi yang bernilai positif tersebut menunjukkan bahwa Budaya Sekolah memiliki hubungan yang positif pada tingkat yang sedang terhadap Mutu Sekolah.
126
Hasil perhitungan dalam tabel juga dapat diketahui nilai koefisien determinasi (r2
x2y) sebesar 0,316. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa Budaya Sekolah mampu memengaruhi perubahan Mutu Sekolah sebesar 31,56%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada 68,44% faktor atau variabel lain yang memengaruhi Mutu Sekolah selain Budaya Sekolah.
Berdasarkan tabel 19 tersebut selanjutnya diperoleh besarnya koefisien Budaya Sekolah sebesar 0,865 dan bilangan konstata sebesar 37,770. Dari angka-angka tersebut, dapat dinyatakan dalam persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 0,865X2 + 37,770
Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,865 yang berarti jika nilai Budaya Sekolah (X2) naik satu satuan, maka Mutu Sekolah (Y) akan naik sebesar 0,865.
Hasil pengujian hipotesis dalam tabel 19 juga menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,562. Hasil perhitungan rhitung sebesar 0,562 lebih besar dari rtabel sebesar 0,195 pada taraf signifikansi 5%. Jika rhitung lebih besar daripada rtabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, hasil pengujian rhitung (0,562) lebih besar dari rtabel
(0,195) berarti bahwa hipotesis kedua yang berbunyi, “terdapat pengaruh positif Budaya Sekolah terhadap Mutu Sekolah di SMK Negeri 1 Tempel tahun ajaran 2017/2018”, diterima.
127 c. Uji Hipotesis Ketiga
Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah “terdapat pengaruh positif Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah dan Budaya Sekolah secara bersama-sama terhadap Mutu Sekolah di SMK Negeri 1 Tempel tahun ajaran 2017/2018”. Pengujian hipotesis ketiga ini menggunakan analisis regresi linear berganda dua prediktor.
Berdasarkan data penelitian yang diolah menggunakan program aplikasi pengolah data (Lampiran 8, halaman: 211) diperoleh hasil dengan ringkasan sebagai berikut:
Tabel 20. Ringkasan Hasil Uji Hipotesis Ketiga Variabel Koef Ry(1,2) R2
y(1,2) Konst Fhitung Ket
Y X1 0,208 0,603 0,364 37,017 19,755 Positif X2 0,602
Sumber: Data primer yang diolah
Dari hasil pengujian hipotesis pada tabel 20 dapat diketahui bahwa koefisien korelasi antara X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap Y (Ry(1,2)) menunjukkan nilai sebesar 0,603. Koefisien korelasi yang bernilai positif tersebut menunjukkan bahwa Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah dan Budaya Sekolah secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif pada tingkat yang kuat terhadap Mutu Sekolah.
Hasil perhitungan dalam tabel juga dapat diketahui nilai koefisien determinasi (R2y(1,2)) sebesar 0,364. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah
128
dan Budaya Sekolah secara bersama-sama mampu memengaruhi perubahan Mutu Sekolah sebesar 36,41%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada 63,59% faktor atau variabel lain yang memengaruhi Mutu Sekolah selain Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah dan Budaya Sekolah.
Berdasarkan tabel 20 tersebut selanjutnya diperoleh besarnya koefisien Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (X1) sebesar 0,208; koefisien Budaya Sekolah (X2) sebesar 0,602; dan bilangan konstata sebesar 37,017. Dari angka-angka tersebut, dapat dinyatakan dalam persamaan regresi sebagai berikut:
Ŷ = 0,208X1 + 0,602X2 + 37,017
Persamaan garis regresi tersebut menunjukkan bahwa:
1) Koefisien regresi variabel Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (X1) bernilai positif sebesar 0,208 yang berarti bahwa apabila nilai variabel Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (X1) meningkat satu satuan, maka variabel Mutu Sekolah (Y) akan meningkat sebesar 0,208 satuan, dengan asumsi variabel Budaya Sekolah (X2) tetap.
2) Koefisien regresi variabel Budaya Sekolah (X2) bernilai positif sebesar 0,602 yang berarti bahwa apabila nilai variabel Budaya Sekolah (X2) meningkat satu satuan, maka variabel Mutu Sekolah (Y) akan meningkat sebesar 0,602 satuan, dengan
129
asumsi variabel Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (X1) tetap.
Hasil pengujian hipotesis dalam tabel 20 juga menunjukkan Fhitung sebesar 19,755. Hasil perhitungan Fhitung sebesar 19,755 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,74 pada taraf signifikansi 5%. Jika Fhitung
lebih besar daripada Ftabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, hasil pengujian Fhitung (19,755) lebih besar dari Ftabel (2,74) berarti bahwa hipotesis ketiga yang berbunyi, “terdapat pengaruh positif Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah dan Budaya Sekolah secara bersama-sama terhadap Mutu Sekolah di SMK Negeri 1 Tempel tahun ajaran 2017/2018”, diterima.
Berdasarkan hasil perhitungan (Lampiran 8, halaman: 212-214) diketahui besarnya Sumbangan Relatif (SR) dan Sumbangan Efektif (SE) masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat yang disajikan pada tabel berikut:
Tabel 21. Sumbangan Relatif (SR) dan Sumbangan Efektif (SE)
Variabel Sumbangan Relatif (SR) Sumbangan Efektif (SE) X1 (Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah) 31,64% 11,52% X2 (Budaya Sekolah) 68,36% 24,89% Total 100,00% 36,41%
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel ringkasan hasil analisis di atas, dapat diketahui bahwa sumbangan relatif variabel Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (X1) adalah sebesar 31,64% dan variabel Budaya Sekolah (X2) adalah sebesar 68,36%. Sumbangan efektif
130
variabel Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (X1) adalah sebesar 11,52% dan variabel Budaya Sekolah (X2) adalah sebesar 24,89%. Total sumbangan efektif sebesar 36,41% berarti bahwa Pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah dan Budaya Sekolah secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif sebesar 36,41% terhadap variabel Mutu Sekolah di SMK Negeri 1 Tempel tahun ajaran 2017/2018, sedangkan sisanya sebesar 63,59% diberikan oleh faktor atau variabel lain diluar penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa total sumbangan relatif sebesar 100% dan total sumbangan efektif sebesar 36,41%.