• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. Uji Multikolinieritas

3.9.3. Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Pengujian t statistik bertujuan untuk menguji signifikansi masing-masing variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat. pengujian t statistik ini merupakan uji signifikansi satu arah dengan menggunakan program SPSS versi 17.0. Adapun kriteria uji t ini dengan cara membandingkan antara nilai probabilitas 0.05 dengan nilai probabilitas Sig dengan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: a. Jika nilai probabilitas 0.05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau

[0.05 ≤ Sig] maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.

b. Jika nilai probabilitas 0.05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [0.05 ≥ Sig] maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.

95

Indah Mulyani, 2014

Pengaruh Kompetensi Guru Sarana Prasarana Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab IV, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kompetensi guru terdiri dari 4 macam diantaranya: kompetensi pedagogik, professional, personal dan sosial. Sesuai dengan penelitian persentase kompetensi pedagogik pada kategori tinggi yang meliputi kegiatan persiapan mengajar, proses belajar mengajar dan mengevaluasi pembelajaran. Kompetensi professional berada pada kategori sedang dalam hal penggunakan sumber bahan ajar tambahan. Kompetensi personal berada pada kategori sedang dalam hal mempunyai kepribadian yang baik, dan bertanggung jawab. Kompetensi sosial berada pada kategori sedang dalam hal bertutur kata yang sopan dan santun di lingkungan sekolah. Sarana prasarana pada kategori sedang dalam hal kelengkapan fasilitas kelas seperti meja, kursi, white board. Motivasi pada kategori sedang tetapi mereka mempunyai cita-cita yang tinggi untuk melanjutkan kuliah pada jurusan ekonomi. Hasil belajar siswa yang paling tinggi adalah dengan nilai 92 dan yang paling rendah adalah nilai 65.

2. Kompetensi guru berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, dalam hal ini semakin tinggi kompetensi yang dimiliki guru ekonomi maka hasil belajar akan meningkat.

3. Sarana prasarana sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, dalam hal ini semakin meningkat sarana prasarana sekolah maka hasil belajar siswa akan meningkat.

4. Motivasi belajar siswa berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, dalam hal ini semakin tinggi motivasi belajar maka hasil belajar siswa akan menurun.

96

Indah Mulyani, 2014

Pengaruh Kompetensi Guru Sarana Prasarana Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 5.2. Saran

Berdasarkan berbagai kondisi yang penulis temukan di lapangan dan ditunjang dengan hasil analisis data maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: 1. Bagi Sekolah

Hendaknya sekolah memperhatikan kompetensi yang dimiliki oleh guru dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas mengajarnya. Hal ini diperlukan untuk menjaga kualitas guru dalam dunia pendidikan, sehingga guru yang ada adalah guru yang benar-benar memiliki kompetensi yang baik untuk menciptakan prestasi di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian kompetensi guru yang paling rendah adalah dalam mengalisis butir soal maka sebaiknya sekolah mengadakan pelatihan kepada semua guru dalam perhitungan butir soal untuk sebelum soal itu di ujikan kepada siswa.

2. Bagi Guru

a. Berdasarkan hasil penelitian, yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa adalah guru harus lebih dekat dengan siswa, memberikan materi yang sistematis dalam mengajar, menggunakan multimetode dan multimedia dalam pembelajaran dan bertuturkata yang sopan dan santun serta menjadi teladan siswa.

b. Dalam mengevaluasi materi guru harus lebih ditingkatkan karena tidak semua siswa yang kurang mengerti materi sebelumnya selalu bertanya, hanya beberapa saja yang selalu menanyakan materi yang tidak dimengerti pada saat les.

c. Kompetensi guru dalam menganalisis butir soal dipandang sangat penting karena akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hasil evaluasi yang dibuat oleh guru akan menjadi gambaran tingkat kemampuan siswa, sehingga kualitas soal evaluasi harus baik, untuk itu sangat penting untuk dilakukannya uji soal terlebih dahulu.

97

Indah Mulyani, 2014

Pengaruh Kompetensi Guru Sarana Prasarana Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

d. Sekolah hendaknya meningkatkan sarana dan prasarana terutama fasilitas internet, agar siswa dan guru memperoleh informasi yang lengkap, terbaru mengenai berbagai macam keilmuan.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Untuk peneliti selanjutnya dapat menambah cakupan populasi dengan meneliti Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di Tasikmalaya, selain itu diharapkan dapat meneliti faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa, seperti tingkat intelegensi (IQ), minat belajar, iklim sekolah dan lingkungan keluarga. Serta diharapkan dapat meneliti tentang Evaluasi efektivitas pengajaran untuk meningkatkan kompetensi guru seperti: PPG, Diklat Kepribadian (Personality training) dan Supervisi Akademik penyusunan RPP berstandar KTSP pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Indah Mulyani, 2014

Pengaruh Kompetensi Guru Sarana Prasarana Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Abdul A. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Abim S. (2004). Psikologi Kependidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Adam R. (2011). Kualitas Guru Indonesia Harus Ditingkatkan . Tersedia [Online].

http://berita.liputan6.com/read/360011/kualitas-guru-indonesia-harus-ditingkatkan. [21 Februari 2012]

Ali I. (1996). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Dunia Pustaka Jaya

Arikunto S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto S. (2009). Dasar-dasar Evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Budiwati N dan Permana L. (2010). Perencanaan Pembelajaran Ekonomi. Bandung: Lab FPEB

Depdiknas. (2003). Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas

Depdiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia

Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Jakarta : Depdiknas

Depdiknas. (2005). Undang-undang Republik Indonesia No. 14 tahun 2005 tentang

Guru dan Dosen. Jakarta : Depdiknas.

Dimyati dan Mudjiono. (1999). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rieneka Cipta Djamarah Saeful B.. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rieneka Cipta

Hadis A dan Nurhayati B. (2010). Psikologi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Hamzah B Uno. (2008). Profesi Kependidikan, Problema, Solusi Dan Reformasi

Pendidikan Di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara

Hamzah B Uno. (2010). Teori Motivasi dan Pengukurannya (Analisis Bidang

Indah Mulyani, 2014

Pengaruh Kompetensi Guru Sarana Prasarana Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kusnendi. (2008). Model-Model Persamaan Struktural Satu dan Multigroup Sampel

dengan LISREL. Bandung: Alfabeta

Mulyasa E. (2005). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya Mulyasa E. (2008). Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya Riduwan. (2003). Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabeta

Riduwan dan Kuncoro E. (2011). Cara Menggunakan dan Memakai Path Analysis. Bandung: Alfabeta

Rohmana Y. (2010). Ekonometrika Teori dan Aplikasi dengan EViews. Bandung: Laboratorium Pendidikan Ekonomi dan Koperasi FPEB UPI

Syah M. (2010). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Syah M. (2008). Psikologi Belajar. Bandung: Grafindo Persada

Sudjana N. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sukmadinata S N. (2009). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rieneka Cipta.

Sudjana, N. (2009). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo

Wahyono T. (2009). 25 Model Analisis Statistik dengan SPSS 17. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Wingkel WS. (2007). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi

Sumber Lainnya

Indah Mulyani, 2014

Pengaruh Kompetensi Guru Sarana Prasarana Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Fitriani, Pratiwi, I. (2011). Analisis Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran kuntansi (survey Pada Kelas XI SMA Negeri di Kota Bandung). Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Marhamah, Rahmah, R. (2010). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil

Belajar Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi (Studi Survey pada siswa kelas XI Madrasah Aliyah se-Kota Bandung). Skripsi. Bandung:

Universitas Pendidikan Indonesia

Nina Karlina. (2012). Pengaruh Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar terhadap

Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran ekonomi. Skripsi UPI Bandung:

tidak diterbitkan

Rinny Dwi Cahyanti. (2011). Pengaruh Iklim Sekolah dan Kreativitas Guru dalam

Mengelola Pembelajaran Ekonomi terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi. Skripsi FPEB UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Rustandi Putra (2012). Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru, Fasilitas Belajar dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi. Skripsi pada FPEB UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Wulandari, Rini, S. (2010). Kontribusi Kompetensi Pedagogik Dan Profesional

Terhadap Proses Dan Hasil Pembelajaran Matematika (Survey Terhadap Guru Matematika SMPN Di Kota Palembang).Tesis. Magister pada SPS UPI: Tidak

diterbitkan

Yamin, H. (2009). Kajian Kompetensi Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.

Synopsis. Online. Tersedia :

http//yusufhadi.net/wp-content/upload/2009/02/synopsis-kompetensi-guru.pdf. 26 januari 2010.

Iyet Suryanti. (2005). Pengaruh Iklim Sekolah dan Profesionalisasi Guru terhadap

Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS. Skripsi FPEB UPI Bandung:

tidak diterbitkan.

Pangky Irawan. (2010). Hubungan Persepsi terhadap Kompetensi Guru dengan

Motivasi Berprestasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tirto”. Skripsi Universitas Diponegoro Semarang.

Indah Mulyani, 2014

Pengaruh Kompetensi Guru Sarana Prasarana Sekolah Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Renny Rachmayani. (2009). Pengaruh Kompetensi Guru terhadap Motivasi Belajar

dan Implikasinya terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Kabupaten Cianjur. Skripsi FPIPS UPI Bandung: tidak

diterbitkan.

Rinny Dwi Cahyanti. (2011). Pengaruh Iklim Sekolah dan Kreativitas Guru dalam

Mengelola Pembelajaran Ekonomi terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi. Skripsi FPEB UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Sumiati. (2011). Pengaruh Lingkungan Belajar Siswa terhadap Motivasi Belajar dan

Implikasinya terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Syariah di SMP Kota Tasikmalaya. Skripsi pada FPEB UPI Bandung: tidak

Dokumen terkait