BAB III METODOLOGI PENELITIAN. .......................................... 23-30
H. Pengujian Keabsahan Data
Pada penelitian ini yang dicari adalah kata-kata, maka tidak mustahil ada kata-kata yang keliru yang tidak sesuia antara yang dibicarakan dan kenyataan yang sesungguhnya. Hal ini bisa dipengaruhi oleh kredebilitas informasinya, waktu pengungkapan dan kondisi yang dialami dan sebagainya. Maka perlu melakukan trianggulasi yaitu pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu. Sehingga ada dikatakan trianggulasi dari sumber, trianggulasi dari teknik pengumpulan data dan trianggulasi waktu.43
Pada penelitian ini, penulis menggunaka ketiga Trianggulasi tersebut diantaranya sebagai berikut:
43Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif ( Bandung : Alfabeta, 2011), h. 170
30
a. Triangulasi sumber adalah menguji kreadibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.
b. Trianggulasi teknik adalah menguji kreadibilatas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda misalnya data diperoleh dengan cara wawancara lalu dicek dengan observasi dan dokumentasi.
c. Trianggulasi waktu adalah pengujian kreadibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan atau wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.44
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis melakukan pemeriksaan data dengan cara membandingkan hasil observasi atau pengamatan langsung dilapangan dengan hasil wawancara informan melalui tanya jawab, data hasil wawancara dengan hasil dokumentasi dilapangan, dan data hasil observasi dengan data dokumentasi yang peneliti peroleh di lapangan sehubung dengan permaslahan yang diteliti.
44Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2016), h. 274.
31
BAB IV
PELAKSANAAN BUDAYA LITERASI AL-QURAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Sekolah merupakan lembaga pendidikan alternatif bagi orang tua dan masyarakat untuk ikut melibatkan putra putrinya dalam dunia pendidikan. Setiap daerah tentu mempunyai sekolah yang mampu menunjang pendidikan anak menjadi semakin berkualitas dengan sejumlah program yang telah disediakan. SMA Negeri 14 Makassar sebagai lembaga pendidikan umum setingkat dengan sekolah menengah atas yang memiliki keunggulan tersendiri dalam pendidikan,
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 14 Makassar adalah sekolah yang terletak di Jl. Baji Minasa No. 9 Makassar Desa/ Kelurahan Tamarunang Kec. Mariso, Kab. Makassar, Sulawesi Selatan. SMA Negeri 14 Makassar terletak di daerah pemukiman warga Kab. Makassar warga disekitar sekolah kebanyakan dari Nelayan, Supir Angkot/ Bentor, Wiraswasta, dan PNS.
SMA Negeri 14 Makassar dibangun pada tahun 1991. Pada awal dibangun sekolah ini hanya ada beberapa pendaftar yang berkisaran 100 orang peserta didik, tetapi seiring dengan berjalanya waktu sekolah ini semakin diminati oleh orang tua peserta didik maupun warga yang ada disekitar sekolah, sehingga mereka berlomba-lomba mendaftarkan anak-anak mereka di SMA Negerei 14 Makassar, jumlah peserta didik yang mendaftar dari tiga tahun terakhir sampai sekarang 2017-2019 mencapai 400 sampai 500 peserta didik itu terbukti bahwa semakin tahun jumlah peminat semakin bertambah dari tahun ketahun. Pejabat kepala sekolah yang terdaftar mulai awal berdirinya sekolah SMA Negeri 14 Makassar sampai sekarang (2019) yaitu: Dra. Hj. Rahma Sahibe. pada tahun 1989-1997, Drs. H. Syamsuddin Toak. pada tahun 1997-1999, Drs. Muhammad Natsir Azis
32
pada tahun1999-2004, Drs. Musafir 2004-2006, Drs. Rahmat pada tahun 2006-2009, Drs. Hj. Masita M.Si. pada tahun 2009-2012, Drs. Harfanza pada tahun 2012-2016, Dra. Nur Diani M.Pd. 2016-2018, Dra. Hj. Nurhidayah Masri pada tahun 2019-sekarang.45
1. Profil Sekolah a. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMA Negeri 14 Makassar NPSN : 40311948
NISS : 301196005110 Status Sekolah : Negeri Jenjang Pendidikan : Negeri Status Akreditasi : A
Alamat Sekolah : Jl. Baji Minasa No. 9 Makassar Kode Pos : 90126
Kelurahan/Desa : Tamarunang Kecamatan : Mariso
Kabupaten : Makassar Provinsi : Sulawesi Selatan Negara : Indonesia
b. Data Lengkap
Status Bangunan : Pemerintah
Nomor Sertifikat Tanah : 452 Tahun 1983 Nama Rekening : SMAN 14 Makassar Outlet BNI : BNI Mattoangin Makassar
45Dokumen Kurikulum SMA Negeri 14 Makassar, di Ambil Pada Tanggal 28 Oktober 2009
33
Nomor Rekening Giro : 0272438175
Pemegan Rekening : Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah Luas Tanah : 5.413 M2
Status Tanah : Hak Pakai
Luas Seluruh Bangunan : 2. 176M2 c. Kontak Sekolah
Nomor Telepon : (0411) 854416 Email : [email protected] WebSite : http//sman14mks.sch.id d. Data Periodik
Waktu penyelengaraan : sehari penuh (5 h/m) Status Bos : Bersedia Menerima
Sertifikat ISO : Belum Bersertifikat Sumber Listrik : PLN
Daya Listrik : 3300 Kilowat Akses Internet : Smartfren 2. Visi dan Misi Sekolah
a. Visi SMA Negeri 14 Makassr
“Terdidik dalam Prestasi, Berakhlak, Mandiri dan Peduli Lingkungan “ b. Misi Sekolah
1. Menumbuhkan semangat pengamalan Nilai-nilai dan ajaran Agama yanga dianutnya
2. Melaksanakan pembelajaran dan BK yang Berstandar Nasional Pendidikan dengan mengaktifkan peranan MGMP di tingkat sekolah;
34
3. Meningkatkan kualitas kinerja Pendidik dan Tenaga Pendidikan sebagai upaya pemenuhan pelayanan optimal;
4. Meningkatkan pembinaan terhadap bakat dan minat peserta didik melalui kegiatan Olahraga, seni serta keterampilan yang ramah Lingkungan;
5. Mendorong pemanfaatan berbagai sarana media dan sumber belajar serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
6. Membina Komunikasi dan Kerja Sama Orang Tua Peserta Didik, dengan Mengoptimalkan peran Komite Sekolah.
3. Tujuan SMA Negeri 14 Makassar 1. Tujuan Umum Sekolah
Tujuan sekolah sebagai bagaian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri, demokratis bertanggung jawab, dan siap melanjutkan pendidikan lebih tinggi; 2. Tujuan Khusus Sekolah
a. Menghasilkan pesertA didik yang dapat melaksanakan dan mengamalkan nilai-nilai dan ajaran yang dianutnya:
b. Meghasilkan peserta didik yang terdidik, berprestasi dan memiliki daya saing tinggi:
c. Peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan d. Meghasilkan peserta didik berprestasi sesuai dengan bakat dan
minatnya:
e. Pemanfaatan berbagai sarana, media dan sumber belajar yang berkualitas terintegrasi dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK):
35
f. Terbinanya kerja sama sekolah dengan orang tua, masyrakat dan komite sekolah:
4. Sasaran Program Sekolah
Sasaran program yang akan dilaksanakan dimaksudkan untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. Adapun strategi pelaksanaaan yang wajib dilaksanakan seluruh warga sekolah adalah sebagai berikut:
a. Mengadakan pembinaan terhadap peserta didik, guru dan karyawan secara berkelanjutan;
b. Mengaktifkan MGMP sekolah dan mengikutkan guru dalam MGMP, pelatihan seminar dalam rangka pengembangan wawasan serta peningkatan kemampuan propesionalisme guru; c. Mengintensifkan penggunaan ICT dalam pembelajaran;
d. Menerapkan pendidikan karakter dalam pembelajaran; e. Menerapkan pendidikan lingkungan dalam pembelajaran; f. Mengaktifkan perbaikan dan pengayaan untuk menambah
wawasan peserta didik dan petstasi akademik;
g. Mengadakan pembelajaran dan pembimbingan secara maksimal dan pembelajaran tambahan untuk mata pelajaran tertentu guna meningkatkan kompetensi peserta didik;
h. Mengadakan pelajaran tambahan untuk kelas XII guna peningkatan perolehan nilai rata-rata US/UN dan lulusan SNPTN pada perguruan tinggi minimal 30% dari jumlah lulusan yang mengikuti seleksi;
i. Mengimplemtasikan Gerakan Budaya Literasi (GSL) dalam lingkungan sekolah
36
j. Mengaktifkan kegiatan keagamaan untuk meningkatkan kesehatan rohani;
k. Mengintensifkan pembinaan akhlak mulia terhadap peserta didik guna memantapkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
l. Memantapkan penegakan 9k untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif;
m. Mengaktifkan kegiatan pengembangan diri/ ekstrakurikuler untuk meningkatka prestasi peserta didik;
n. Mengaktifkan SKJ untuk meningkatkan kesehatan Jasmani; o. Meningkatkan apresiasi terhadap karya seni;
p. Mengaktifkan sabtu bersih untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah;
q. Mengadakan olimpiade sekolah, lomba debat dan festival bakat antara kelas;
r. Mengadakan lomba penataan dan kebersihan kelas;
s. Mengintensifkan komunikasi dan kerja sama dengan orang tua peserta didik;
t. Menjalin hubungan yang baik dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar untuk pengembangan sekolah; u. Menjalin komunikasi yang baik dengan lembaga
kursus/bimbingan guna membekali pengetahuan dan keterampilan peserta didik;
37
v. Menjalin komunikasi yang baik dengan lembaga lingkungan hidup guna mengembangkan sekolah sebagai sekolah adiwiyata;
w. Memperbaiki sarana dan prasarana sekolah; x. Mengadakan buku teks pelajaran dan penunjang.
y. Melaporkan pelaksanaan program sekolah secara berkala. 5. Keadaan Guru SMA Negeri 14 Makassar
Guru adalah seorang tenaga pendidik yang pdofesional yang mengabdikan dirinya untuk mendidik, membimbing dan mengajarkan suatu ilmu kepada peserta didik dan melatih peserta didik agar agar memahami pengetahuan yang diajarkan serta melakukan evaluasi kepada peserta didik.
Adapun jumlah tenaga pendidik SMA Negeri 14 Makassar sebagaimana di uraikan di bawah ini.
Tabel 4.1
Keadaan Guru SMA Negeri 14 Makassar
No NAMA KD MP
1 Drs. Nirwati Rauf A1 Pendidikan Agama 2 Abd Bariy S.Pd.I A2 Pendidikan Agama
3 Saehu S.Pd.I A3 Pendidikan Agama
4 Agustin Dwi Nurtjajanti.S.Pak
A4 Pendidikan Agama
5 Dra. Hj. Salmah B1 PPKN
38
7 Dra. Hj. Kurnianti C1 Bahasa Indonesia 8 Fatmawati Anwar S.Pd C2 Bahasa Indonesia
9 Jumriah S.Pd C3 Bahasa Indonesia
10 Sitti Saenab S.Pd C4 Bahasa Indonesia 11 Ayundari S.P.d C5 Bahasa Indonesia 12 Drs. Anwar M.Pd D1 Bahasa Inggris 13 Dra. H. Rahmawati R. M.M D2 Bahasa Inggris 14 Hj. Siti Robajah S.Pd D3 Bahasa Inggris 15 Mercy Sumangkul Kiring
S.Pd
D4 Bahasa Inggris
16 Drs. Jundaiswary. M.Pd D5 Bahasa Inggris 17 Drs. Agustiaty Kurusi E1 Matematika 18 Nurlina Anas S.Pd., M.Pd E2 Matematika
19 Ismail S.Pd E3 Matematika
20 Nitawani S.Pd E4 Matematika
21 Yuni Andila S.Pd E5 Matematika 22 Nurul Masita Mukhtar, S.Pd E6 Matematika 23 Hj. Musyawirah, S.Pd F1 Fisika 24 Eny Asfianti, S.Pd F2 Fisika
39
25 Nisbah S.Pd F3 Fisika
26 Rohyati Hamid, S.Pd G1 Biologi 27 Annisa Talib, S.Pd G2 Biologi 28 Tuty Widyanti, S.Si., M.Si G3 Biologi 29 Drs. Hj. Asmara Dewi H1 Kimia
30 Jariah, S.Pd H2 Kimia
31 Drs. Akbar Razak H3 Kimia
32 Drs. Sukri H4 Kimia 33 Arriani syahruddin, S.Pd., M.M H5 KIMIA 34 Sugiarti S.Pd J1 Sejarah 35 Ekawati S.Pd J2 Sejarah 36 Jumaisa S.Pd J3 Sejarah 37 Drs. Husaima, M.M.Pd K1 Geografi 38 Drs. Hj. Sri Nurul Hayati K2 Geografi 39 Drs. Hj. Dewi Manja,
M.M.Pd
L1 Ekonomi
40 Rahmi S.E., M.Pd L2 Ekonomi
40
42 Ani Sulistiawati, S.Pd L4 Ekonomi
43 Drs. Amir Said M1 Sosiologi
44 Atikah Rahma Gaffar, S.Pd M2 Sosiologi
45 Drs. A Maiti N1 Seni
46 Sri Kasymirani S S.Pd N2 Seni 47 Drs. H. Bakri B.M. M.Pd P1 Penjas 48 Ayu Ariyandani, S.Pd P2 Penjas 49 Muh. Ichwan Bakri, S.Pd P3 Penjas 50 Ayu Ichwan Bakri, S.Pd P4 Penjas
51 Dra. Asmara Dewi R1 PKWU
52 Drs. Akbar Razak R2 PKWU
53 Drs. Sukri R3 PKWU
54 Tati Juliati S.Pd R4 PKWU
55 Ani Suliaswati, S.Pd R5 PKWU 56 Drs. Susilawati, M.Pd S1 BD 57 Drs. Susilawati, M.Pd W1 JER
41
Tabel 4.2 Guru dan Tata Usaha
Guru /tata usaha L P JML Keterangan
Guru Tetap 12 32 44
Guru Honorer/Tdk Tetap 5 10 15
Staf Tata Usaha Tetap 4 5 10 Honor 5 Orang Sumber data: Hasil kegiatan Observasi dan Dokumentasi SMA N 14 Makasar
Berdasarkan pada tebel diatas, menunjukka bahwa jumlah tenaga pengajar PNS terdiri dari Laki-laki sebanyak 12 Orang dan perempuan sebanyak 32 orang jumlah keseluruhan 44 orang, guru non PNS/Honorer terdiri dari Laki-laki sebanyak 5 orang dan perempuan sebanyak 10 orang jumlah keseluruhan 15 orang, Tata Usaha Laki-laki sebanyak 4 orang dan perempuan sebanyak 5 orang jadi jumlah keseluruhan sebanyak 69 orang personil.
6. Keadaan Peserta Didik
Dalam pendidikan formal, peserta didik merupakan objek atau sasaran utama untuk dididik dan dibina, peserta didik ini tidak dapat dipisahkan dengan guru dari interaksi edukatif. Dimana guru memberikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didik, begitu pun sebaliknya peserta didik menerima ilmu yang disampaikan oleh guru. Dari data yang penulis peroleh jumlah keseluruhan peserta didik dari tiga tahun terakhir:
42
Tabel 4.3
Data Pendaftar dalam Tiga (3) Tahun Terakhir
TAHUN PELAJARAN JUMLAH PENDAFTAR JUMLAH YANG DITERIMA PRESENTASE YANG DITERIMA 2017 / 2018 431 315 73,08 % 2018 / 2019 418 345 82,53 % 2019 / 2020 492 350 71,14 % Tabel 4.4
Data Siswa dalam 3 (tiga) tahun terakhir :
TAHUN AJARAN
KELAS X KELAS XI KELAS XII JUMLAH
JM L
KL S
IPA IPS IPA IPS
JM L KL S JM L KLS JM L KL S JM L KL S JM L KL S 2017 / 2018 305 9 165 5 115 4 117 5 171 4 873 27 2018 / 2019 345 10 207 6 76 3 170 5 113 4 911 28 2019 / 2020 350 10 141 5 142 5 200 6 65 2 897 28
43
Tabel 4.5
Data Kelas untuk tahun pelajaran 2019 /2020
Ruang /Kelas
Jumlah Ruang Kelas Asli Jml.ruang lainnya yang digunakan R.Kelas Jml.Ruang yang digunakan R.Kelas 9 x 8 M2 A 8 x 8 M2 B 7 x 8 M2 C Jml a+b+c 20 5 3 28 - 28 Tabel 4.6 Data Tamatan Tahun Pelajaran
Tamatan (%) Rata-rata NEM
Siswa yg melanjutkan ke Perguruan Tinggi
Negeri (%)
Jumlah Target Hasil Target Jumlah Target
2017 303 100% 46.08 80.00 58 45%
2018 288 100% 35.08 75.00 68 50%
2019 281 100% 42.50 75.00 45 65%
44
7. Sarana dan Prasarana
Kegiatan belajara mnegajar akan akan berlangsung dengan baik apabila kebutuhan yang mendukung terlaksana proses belajar mengajar tersebut memadai Sarana prasaran adalah alat penunjang pendidikan untuk mencapai terlaksananya pross belajar mengajar.
Tabel 4.7 Sarana dan Prasrana
Jenis Ruangan Jml Ukuran Jenis Ruangan Jml Ukuran 1. Ruang Belajar 26 2.176 M2 11.R.Wakasek Kur
Ka TU
1 24M2
2. Perpustakaan 1 120 M2 12.Ruang Wakasek
1 31,5M2
3. Lab. Fisika 1 117 M2 13. Ruang Guru 1 135M2 4. Lab. Kim &
Lab.Bio
1 117 M2 14. Ruang Tata Usaha
1 42M2
5. Lab.IPS - - 15.Ruang BK 1 28M2
6. Lab. Komputer 1 120 M2 16.Ruang Koperasi
1 24M2
7. Ruang Multimedia 1 72 M2 17. Ruang UKS 1 21M2
8. Lab. Bahasa - - 18.Ruang Penjaga
Sekolah 1 12M2 9. R.Ibadah/Mushalah 1 112M2 10. Ruang Kepala Sekolah 1 40,5 M2
45
B. Proses Pelaksanaan Budaya Literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar
Proses Pelaksanaan Budaya Literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar meliputi tiga tahap yaitu:
1. Perencanaan pelaksanaan budaya literasi Al-Quran.
Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan perlu adanya perencanaan yang jelas agar setiap dari rencana yang akan dicapai lebih sistematis dan terarah dalam mencapai tujuan. Dalam perencanaan literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar di harapkan kegiatan literasi Al-Quran menjadi lebih terarah, hingga peserta didik akan lebih giat dan termotivasi dalam mengikuti literasi Al-Quran dan yang terpenting adalah tujuan kegiatan literasi bisa tercapai.
Berdasarkan Kebijakan yang diterapkan pemerintah kepala dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan tentang literasi Al-Quran yang tertuan dalam nomor surat 0045/4944-P-SMA-Disdik per 1Agustus 2018, yang mendorong perbaikan akhlak peserta didik khususnya di tingkat SMA dan SMK melalui gerakan literasi Al-Quran. Irman Yasin Limpo memilki sebuah inovasi untuk mendorong perbaikan akhlak khususnya di tingkat SMA dan SMK melalui literasi Al-Quran.
Perencanaan Pelaksanaan literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar. Diharapkan seluruh peserta didik dan guru-guru ikut terlibat dalam melaksanakan budaya literasi yang diadakan oleh sekolah setiap hari jumat sebelum jam pelajatran pertama dimulai yang di laksanakan di halaman sekolah.
. Ini sesuai yang di sampaikan oleh Drs. Hj. Nurhidayah Masri selaku kepala sekolah SMA Negeri 14 Makassar yang menyampaikan bahwa:
Perencanaan pelaksanaan budaya literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar dilaksanakan sebelum jam pelajaran pertama dimulai yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan guru-guru yang diadakan di halaman
46
sekolah setiap hari jumat dan berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan yang mewajibkan pelaksanaan literasi Al-Quran kepada seluruh sekolah menegah atas (SMA) dan sekolah menegah kejuruan (SMK).46
Hal yang sama juga di kemukakan oleh Drs. Nirwati Rauf selaku pembina literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassarberikut penjelasanya:
Perencanaan pelaksanaan budaya literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar di mulai sebelum pelajaran pertama di mulai setiap hari jumat yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan guru-guru yang diadakaan di halama sekolah dan berdasarkan himbauan kepala dinas pendidikan sulawesi selatan.47
Berdasarkan perencanaan pelaksanaan budaya literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar di harapkan kepada seluruh peserta literasi Al-Quran tetap berada di lapangan tempat pelaksanan literasi berlangsung sampai acara literasi selesai di laksanakan. Dan bagi peserta literasi yang ada keperluan mendadak atau segala hal seperti sakit, buang air kecil diharapkan melapor kepada panitia pelaksana yaitu OSIS, Remaja Mesjid maupun guru-guru.
Seperti halnya yang di katakan oleh Drs. Nirwati Rauf selaku pembina literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar yang mengatakan bahwa:
Sebelum pelaksanaan literasi Al-Quran selesai di laksanakan seluruh peserta literasi tidak di perkenangkan meninggalkan tempat pelaksanaan literasi kecuali ada keperluan mendadak seperti sakit, buang air besar dll itupun atas persetujuan dari panitia pelaksana literasi Al-Quran.48
Hal yang sama juga yang di kemukakan oleh Dewashila Ansary selaku ketua OSIS SMA Negeri 14 Makassarberikut penjelasanya:
46 Nurhidayah Masri Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Makassar, Wawancara, Makassar, 28 Oktober 2019
47Nirwati Rauf, Guru Agama Islam SMA Negeri 14 Makassar, Wawancara, Makassar 18 Oktober 2019
48 Nirwati Rauf, Guru Agama Islam SMA Negeri 14 Makassar, Wawancara, Makassar 18 Oktober 2019
47
Sebelum pelaksanaan Budaya literasi selesai di laksanakan peserta tidak diperbolehkan meninggalkan tempat pelaksanaan literasi Al-Quran sampai acara selesai kecuali pendapatkan izin dari panitia pelaksana literasi maupun dari guru.49
Berdasarkan data-data di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa perencanaan pelaksanaan literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 makasaar berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan oleh kepala dinas pendidikan sulawesi selatan yang mewajibkan pelaksanaan literasi Al-Quran di setiap sekolah SMA atau pun SMK. Perencanaan pelaksanaan literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar di laksanakan sebelum jam pertama di mulai setiap hari jumat yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan guru-guru yang diadakan di halman sekol. Dalam proses pelaksanaan literasi berlangsung peserta literasi yang terdiri dari peserta didik dan guru-guru tidak di perkenangkan meninggalkan tempat sebelum pelaksanaan literasi Quran selesai kecuali mendap izin dari panitia literasi Al-Quran.
2. Pelaksanaan budaya literasi Al-Quran.
Literasi Al-Quran merupakan kegiatan pembiasaan rutin yang di lakukan oleh SMA Negegri 14 Makassar setiap hari Jumat sebelum jam pertam dimulai, kegiatan ini dilakukan oleh seluruh peserta didik dan guru-guru yang Muslim untuk membiasakan membaca, menghafal maupun mencintai Al-Quran.
Pelaksanaan literasi Al-Quran yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan guru-guru. Dalam pelaksanaan literasi akan di mulai dengan sholat dhuha secara berjamaah kemudian di lanjut literasi Al-Quran dan ceramah atau motivasi yang biasa di bawakan oleh kepala sekola, guru-guru dan ustad yang di undang
49Dewashila Anshary, Ketua OSIS SMA Negeri 14 Makassar, Wawancara, Makassar 25 Oktober 2019
48
memimpin pelaksanaan literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar. Adapun peserta didik yang non muslim juga tetap diberikan ruang untuk melaksanakan literasi berdasarkan kepercayaan masing-masing yang di pandu oleh guru pembina .
Seperti yang dijelaskan oleh Drs. Hj. Nurhidayah Masri selaku kepala sekolah SMA Negeri 14 Makassar bahwa:
Pelaksanaan budaya literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar di ikuti oleh seluruh peserta didik dan guru-guru yang Muslim dalam pelaksanaanya akan diawali dengan sholat dhuha berjamaah yang di pimpin oleh guru maupun ustad setelah itu dilanjut dengan literasi Al-Quran dan ceramah ataupun motivasi yang di bawakan oleh kepala sekolah, guru-guru maupun ustad.50
Pelaksanaan budaya literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar melibatkan beberapa guru agama yang yang membina dan mendampigi pada saat literasi Al-Quran di laksanakan selain itu pelaksanaanya juga melibatkan beberapa lembaga oraganisasi sekolah peserti OSIS dan Remaja Mesjid untuk membantu pelaksanaan literasi seperti menyiapkan alas duduk bagi peserta literasi dan sonsistem serta mengumpulkan peserta literasi dilapangan sebelum pelaksanaan dimulai.
Menurut Drs. Anwar selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum yang menyampaikan bahwa:
Pelaksanaan literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar selain guru pembina yang di berikan tugas dalam pelaksanaan literasi Al-Quran kami juga melibatkan beberapa lembaga organisasi sekolah seperti OSIS dan Remaja mesjid yang bertugas menyiapkan segala keperluan dalam pelaksanaan literasi Al-Quran.51
50 Nurhidayah Masri Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Makassar, Wawancara, Makassar, 28 Oktober 2019
51Anwar, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 14 Makassar,
49
Pelaksanaan literasi Al-Quran ini merupakan sebagai bentuk upaya menjalankan peran sekolah sebagai lembaga yang tidak hanya mengajarkan peserta didik akan ilmu-ilmu umum akan tetapi juga mengajarkan ilmu-ilmu agama agar mereka menjadi peserta didik yang beriman dan bertakwa, sekaligus juga melaksanakan anjuran serta peraturan dari dinas pendidikan sulawesi selatan yang mewajibkan seluruh sekolah SMA dan SMK untuk melaksanakan literasi Al-Quran setiap hari jumat.
Ini sesuai yang dikemukakan oleh Drs. Nirwati Rauf selaku pembina budaya literasi Al-Quran bahwa:
Pelaksanaan budaya literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar merupakan himbaun oleh kepala dinas pendidikan sulawesi selatan yang mewajibkan seluruh sekolah SMA dan SMK untuk melaksanakan literasi Al-Quran setiap hari jumat sebelum pelajaran pertama dimulai.52
Dalam pelaksanaan literasi Al-Quran bagi peserta didik yang belum lancar membaca Al-Quran maka sekolah juga memberikan waktu khusus untuk peserta didik untuk di berikan bimbingan dan pembinaan tentang membaca Al-Quran yang di ambil alih oleh rohis setiap hari jumat sepulang sekolah.
Dari hasil pencapain pelaksanaan literasi Al-Quran tidak hanya membuat peserta didik bisa membaca Al-Quran dan mencintai Al-Quran tetapi dapat membentuk akhlak serta keimanan peserta didik di samping itu kegiatan ini bisa memberikan pengaruh pada kehidupan sehari-hari peserta didik dalam menanamkan nilai-nilai keimanan.
52Nirwati Rauf, Guru Agama Islam SMA Negeri 14 Makassar, Wawancara, Makassar 18 Oktober 2019
50
Berdasarka data-data di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan literasi Al-Quran di SMA Negeri 14 Makassar berdasarkan himbauan dari dinas pendidikan sulawesi selatan dan dukungan dari kepala sekolah beserta guru-guru pelaksanaanya diikuti oleh seluruh peserta didik yang diawali dengan sholat