• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

C. Definisi Operasional

2. Menguji Hipotesis Penelitian

Teknik yang digunakan dalam melakukan pengujian hipotesis adalah: a. Hipotesis 1 dan 2 diuji dengan menggunakan teknik korelasi dan

regresi sederhana.

b. Hipotesis 3 diuji dengan menggunakan teknik korelasi dan regresi ganda.

a) Analisis Korelasi

1) Analisis Korelasi Sederhana

Analisis korelasi dimaksudkan untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel X dan variable Y. Ukuran yang digunakan untuk mengetahui derajat hubungan dalam penelitian ini adalah koefisien korelasi (r) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

� ℎ� ��= � − ∑ ∑ √[� . ∑ − ∑ ][� . ∑ − ∑ ]

Keterangan:

n = Jumlah responden

XY = Jumlah perkalian X dan Y

X = Jumlah skor tiap butir

Y = Jumlah skor total

X2 = Jumlah skor X dikuadratkan

Y2 = Jumlah skor Y dikuadratkan

Dari rumus di atas dapat dijelaskan bahwa rxy merupakan koefisien korelasi dari variabel X dan variabel Y dapat dilihat dengan

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

membandingkan rhitung dengan rtabel pada tingkat kepercayaan 95%. Bila rhitung>rtabel dan bernilai positif, maka terdapat pengaruh yang positif.

2) Analisis Korelasi Ganda

Korelasi ganda merupakan angka yang menunjukkan arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel independen secara bersama-sama atau lebih dengan satu variabel dependen. Berikut ini merupakan rumus korelasi ganda (Sugiyono, 2011: 233):

RyX1X2 =

Keterangan :

Ryx1x2 : Korelasi antara X1 dan X2 bersama-sama dengan Y ryx1 : Korelasi Product Moment Y dengan X1

ryx2 : Korelasi Product Moment Y dengan X2 rx1x2 : Korelasi Product Meoment X1 dengan X2

Untuk lebih memudahkan dalam menafsirkan harga koefisien korelasi, menurut Sugiyono (2004, hlm. 231) sebagai berikut:

Tabel 3.8

Tolok Ukur Koefisien Korelasi

Nilai Koefisien Kriteria

0,80 – 1,000 Sangat kuat 0,60 – 0,799 Kuat 0,40 – 0,599 Sedang 0,20 – 0,399 Rendah 0,00 – 0,199 Sangat rendah 3) Uji Signifikansi

Uji signifikasi ini adalah untuk menentukan apakah variabel X tersebut signifikan terhadap variabel Y. Rumus uji signifikansi adalah ((Field, 2000, hlm. 46): 2 1 2 2 1 2 1 2 2 1 2

1

2

x x x x yx yx yx yx

r

r

r

r

r

r

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima

Jika Signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima

4) Uji Koefisien Determinasi

Mencari derajat hubungan berdasarkan Koefisien Determinasi (KD) dengan maksud sejauh mana pengaruh yang diberikan oleh variabel X terhadap variabel Y, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

� = �

2

� %

Keterangan:

KD = Koefisien Determinasi yang dicari r2 = Koefisien Korelasi

b). Analisis Regresi

1. Analisi Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana dimaksudkan untuk mengetahui hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Berikut ini merupakan rumus persamaan umum analisis regresi linier sederhana (Sugiyono, 2004, hlm. 261):

̂ = + �

Keterangan:

̂ = Nilai taksir Y (variabel terikat) dari regresi

a = Konstanta, apabila harga X = 0

b = Koefisien regresi, yaitu besarnya perubahan yang terjadi pada Y jika satu unit perubahan yang terjadi pada X

X = Harga variabel X

a). Uji t

Untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel dependen, karena itu maka dilakukan analisis regresi linier sederhana dengan melakukan uji t.

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Pengujian dilakukan menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dan 2 sisi. Uji t pada regresi ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Akdon (2008, hlm. 144), yaitu:

ℎ� ��

= �

� −

− �

Keterangan: t = nilai thitung

r = Koefisien korelasi hasil rhitung

n = Jumlah responden

Menguji taraf signifikansi yaitu dengan membandingkan harga thitung dengan ttabel dengan tingkat kepercayaan tertentu dan dengan dk = n –

2. Koefisien dikatakan signifikan atau memiliki arti apabila harga thitung >ttabel.

b) Uji Signifikansi

Uji signifikansi ini adalah untuk menentukan apakah variabel X tersebut signifikan terhadap variabel Y. Rumus uji signifikansi adalah (Sugiyono, 2011):

Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima

Jika Signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima

2. Analisis Regresi Ganda

Analisis regresi ganda adalah alat peramalan pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi kausal antara dua variabel bebas atau lebih dengan variabel terikat. Analisis regresi berganda menggunakan rumus: Untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat yang dikontrol oleh variabel bebas lainnya, atau secara bersama-sama digunakan rumus analisis regresi ganda sebagai berikut:

̂

= + + +

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

̂ = Nilai taksir Y (variabel terikat) dari persamaan regresi a = Nilai konstanta

b1 = Nilai koefisien regresi X1 b2 = Nilai koefisien regresi X2 X1 = variabel bebas

X2 = Nilai koefisien regresi X2 E = Prediktor (pengganggu)

a). Uji t

Uji t atau uji koefesien regresi secara parsial digunakan untuk mengetahui apakah secara parsial variabel independen berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel dependen, karena itu maka dilakukan analisis regresi linier ganda dengan melakukan uji t. Pengujian dilakukan menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dan 2 sisi. Uji t pada regresi ini menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Akdon dan Hadi (2005, hlm. 44), yaitu:

ℎ� ��=�√� − − �

Keterangan: t = nilai thitung

r = Koefisien korelasi hasil rhitung n = Jumlah responden

Menguji taraf signifikansi yaitu dengan membandingkan harga thitung dengan ttabel dengan tingkat kepercayaan tertentu dan dengan dk = n –

2. Koefisien dikatakan signifikan atau memiliki arti apabila harga thitung >ttabel.

b) Uji Signifikansi

Uji signifikansi ini adalah untuk menentukan apakah variabel X tersebut signifikan terhadap variabel Y. Rumus uji signifikansi adalah (Sugiyono, 2011):

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Jika Signifikansi > 0,05 maka Ho diterima

Jika Signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima

c) Uji f

Sedangkan untuk mencari signifikansi pada uji f digunakan rumus fhitung yang kemudian dibandingkan dengan ftabel. Untuk mencari kesimpulan, jika fhitung≥ftabel maka Ho ditolak, artinya signifikan, sebaliknya jika fhitung≤ ftabel maka Ho diterima, artinya tidak signifikan.

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 101

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang dijelaskan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan hasil penelitian sebagai berikut.

1. Kompetensi Kerja pada perusahaan otomotif AUTO 2000 secara keseluruhan berada pada kategori sangat baik.

2. Motivasi berprestasi pada perusahaan otomotif AUTO 2000 berada pada kategori sangat baik.

3. Mutu kinerja lulusan pada perusahaan otomotif AUTO 2000 secara keseluruhan berada pada kategori sangat baik.

4. Terdapat pengaruh Kompetensi Kerja terhadap Mutu kinerja lulusan pada perusahaan otomotif AUTO 2000 berdasarkan hasil penelitian pengaruhnya berada pada kategori kuat.

5. Terdapat pengaruh Motivasi berprestasi Mutu kinerja lulusan pada perusahaan otomotif AUTO 2000 berdasarkan hasil penelitian pengaruhnya berada pada kategori kuat.

6. Terdapat pengaruh Kompetensi Kerja dan Motivasi berprestasi terhadap Mutu kinerja lulusan pada perusahaan otomotif AUTO 2000 berdasarkan hasil penelitian pengaruhnya berada pada kategori kuat.

.

B. Rekomendasi

Mengacu pada hasil analisis dan kesimpulan penelitian, maka penulis memberikan beberapa rekomendasi sbagai berikut:

1. Untuk meningkatkan mutu kinerja karyawan lulusan SMK Otomotif, perusahaan sebaiknya memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan, seminar atau workshop sebagai aktualisasi diri untuk

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

meningkatkan pengetahuan dan pemahaman baru mengenai tugas dan pekerjaan mereka sehari-hari.

2. Untuk meningkatkan mutu kinerja karyawan lulusan SMK Otomotif perusahaan juga harus terus memberikan motivasi berupa peningkatan insentif atau reward yang berhubungan dengan penghargaan kepada karyawan

3. Untuk peneliti selanjutnya, penelitian ini masih terbatas kepada variable yang diteliti, masih banyak factor dan variable yang belum diteliti sehingga perlu adanya penelitian lain mengenai mutu kinerja luluan SMK Otomotif ini.

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 103

Arif, Zaenudin. (1982). Motif Berprestasi Dan Tingkat Status Sosial Ekonomi Sebagai Faktor-Faktor Penentu Terhadap Minat Belajar Orang Dewasa Dalam Program Kejar Paket A. Tesis, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia

Alewine, Thomas C, 202. Seri Manajemen Sumber Daya Manusia ìKinerja/ Performanceî, Penilaian Kinerja dan Standar Kinerja, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. (2002). Metodologi Penelitan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Castetter, W. B. & Young, I. P. (2000). The human resources function in educational administration. (edisi ketujuh). Upper Saddle River: Prentice-Hall.

Flippo, Edwin. B. ( 1995 ), Alih Bahasa Oleh Moh. Masud, Manajemen Personalia, Edisi Kelima. Jakarta. Erlangga.

Gibson, et al. (1995). Organization. New York: Maxmillian Publishing Co. Inc

Gregorio, H.C. (1978). School Administration and Supervision. Philippine: Gracia Publishing Company

Hasan, M. Iqbal. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia

Heizer, Jay. H dan Render, Barry. (2004). Prinsip-prinsip Manajemen Operasi. Penerbit Salemba Empat. Pearson Education Asia

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Liana, Yuyuk. (2012). Pengaruh Iklim Organisasi dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Guru SMA di Kabupaten Malang. Jurnal Manajemen dan Akuntansi STIE Malangkucecwara Volume 1 Nomor 2.

Lindgren, C.H. (1976). An Introduction to Sosial Psichology. New Delhi: Wiley Estem Private Limited.

Mangkunegara, A.A.P. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mathis R. L dan Jackson H. J. (2006). Human Resource Management, Manajemen Sumber Daya Manusia. South-Western: Cengage Learning

McClelland, D.C. (1987). Human Motivation. New York: Cambrige University Press.

Moeheriono. (2009). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Bogor: Ghalia

Morgan, C.T., dkk. (1986). Introduction to Psychology (7th Ed.). Singapore: McGraw Hill Book Co.

Rahayu , Kristyaningtyas. (2010). Hubungan Motivasi Berprestasi dan Pengalaman Kerja Industri Peserta Didik terhadap Efektifitas Pembelajaran Produktif (Studi pada SMK Negeri di Kota Tasikmalaya). Tesis, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia

Robbins, Stephen P.(2006). Organizational Behavior. New Jersey: Prentice Hall,Inc.do Persada.

Ruky, Achmad S. (2002). Sistem Manajemen Kinerja. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Sardiman, A.M (2000). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sallis, Edward. (2007). Total Quality Manajemen In Education. London: Kogan Page Educational Series

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Schuler, R.S. (1987). Personnel and Human resource Management (3rd ed). West Publishing Company.

Siagian (1998). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta. Bumi aksara

Simamora, Henry. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Ke-3. STIE YKPN. Yogyakarta.

Singarimbun, dan Efendi. (2003). Metode Penelitan Survey. Jakarta: PT. Pustaka LP3ES Indonesia

Siswanto Sastrohadiwiryo, DR, (2003), Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, edisi 2, PT. Bumu Aksara, Jakarta

Sugiyono. (2009). Statiska untuk penelitian. Bandung : Alfabeta.

Sutisna, Oteng. (1993). Administrasi Pendidikan. Bandung: Angkasa

Suyadi, Prawirosentono. (2000). Kebijakan Kinerja Karyawan – Kiat Membangun Organisasi Kompetitif Menjelang Perdagangan Bebasa Dunia, BPFE, Yogyakarta.

Spencer, Lyle M. Signe M. Spencer. (2008). Competence WorkModel For Superior Performance. New York: John Wiley and Sons

Toha, Miftah. (2008). Perilaku organisasi konsep dasar dan aplikasinya. Jakarta: Penerbit PT. Raja Persada.

Yamin, Martinis dan Maisah. (2010). Standarisasi Kinerja Guru, Jakarta: Gaung Persada Press

NURHAYATI, 2014

PENGARUH KOMPETENSI KERJA DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP MUTU KINERJA LULUSAN SMK OTOMOTIF PADA PERUSAHAAN AUTO 2000 KOTA BANDUNG

Dokumen terkait