• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN

B. Pengujian Persyaratan Analisis

Sebelum melakukan pengujian hipotesis, perlu dilakukan uji prasayarat :

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel yang diambil dari populasi memiliki distribusi normal atau tidak. Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan Uji Liliefors, maka diperoleh hasil masing- masing variabel sebagai berikut :

a. Uji Normalitas Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi)

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan Uji Liliefors pada pada variabel Prestasi Belajar IPS (pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi) diperoleh Lobs = 0,0807 dan Ltabel = 0,1401. Data sampel dikatakan

berdistribusi normal apabila Lobs < Ltabel dan jika Lobs > Ltabel berarti sampel

tidak berdistribusi normal. Karena Lobs < Ltabel (0,0807 < 0,1401), maka dapat

disimpulkan bahwa Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi) berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,05. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 148.

b. Uji Normalitas Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang rendah)

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan Uji Liliefors pada pada variabel Prestasi Belajar IPS (pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi) diperoleh Lobs = 0,1290 dan Ltabel = 0,1401. Data sampel dikatakan

berdistribusi normal apabila Lobs < Ltabel dan jika Lobs > Ltabel berarti sampel

tidak berdistribusi normal. Karena Lobs < Ltabel (0,1290 < 0,1401), maka dapat

disimpulkan bahwa Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang rendah) berdistribusi normal pada

taraf signifikansi 0,05. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 149.

c. Uji Normalitas Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang intensitas penggunaan sumber belajar yang tinggi)

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan Uji Liliefors pada pada variabel Prestasi Belajar IPS (pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi) diperoleh Lobs = 0,0989 dan Ltabel = 0,1401. Data sampel dikatakan

berdistribusi normal apabila Lobs < Ltabel dan jika Lobs > Ltabel berarti sampel

tidak berdistribusi normal. Karena Lobs < Ltabel (0,0989 < 0,1401), maka dapat

disimpulkan bahwa Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang intensitas penggunaan sumber belajar yang tinggi) berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,05. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 150.

d. Uji Normalitas Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang intensitas penggunaan sumber belajar yang rendah)

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan Uji Liliefors pada pada variabel Prestasi Belajar IPS (pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi) diperoleh Lobs = 0,1091 dan Ltabel = 0,1401. Data sampel dikatakan

berdistribusi normal apabila Lobs < Ltabel dan jika Lobs > Ltabel berarti sampel

tidak berdistribusi normal. Karena Lobs < Ltabel (0,1091 < 0,1401), maka dapat

disimpulkan bahwa Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang intensitas penggunaan sumber belajar yang rendah) berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,05. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 152.

e. Uji Normalitas Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi dengan intensitas penggunaan sumber belajar yang tinggi)

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan Uji Liliefors pada pada variabel Prestasi Belajar IPS

(pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi dengan intensitas penggunaan sumber belajar yang tinggi) diperoleh

Lobs = 0,0744 dan Ltabel = 0,1401. Data sampel dikatakan berdistribusi normal

apabila Lobs < Ltabel dan jika Lobs > Ltabel berarti sampel tidak berdistribusi

normal. Karena Lobs < Ltabel (0,0744 < 0,1401), maka dapat disimpulkan

bahwa Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi denga intensitas penggunaan sumber belajar yang tinggi) berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,05. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 153.

f. Uji Normalitas Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang rendah dengan intensitas penggunaan sumber belajar yang tinggi)

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan Uji Liliefors pada pada variabel Prestasi Belajar IPS (pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi) diperoleh Lobs = 0,1871 dan Ltabel = 0,195. Data sampel dikatakan

berdistribusi normal apabila Lobs < Ltabel dan jika Lobs > Ltabel berarti sampel

tidak berdistribusi normal. Karena Lobs < Ltabel (0,1871 < 0,1401), maka dapat

disimpulkan bahwa Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang rendah dengan intensitas sumber belajar yang tinggi) berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,05. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 154.

g. Uji Normalitas Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi dengan intensitas penggunaan sumber belajar yang rendah)

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan Uji Liliefors pada pada variabel Prestasi Belajar IPS (pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi dengan intensitas penggunaan sumber belajar yang rendah) diperoleh

Lobs = 0,1214 dan Ltabel = 0,195. Data sampel dikatakan berdistribusi normal

normal. Karena Lobs < Ltabel (0,1214 < 0,195), maka dapat disimpulkan bahwa

Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang tinggi) berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,05. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 155. h. Uji Normalitas Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi

tentang kualitas pembelajaran IPS yang rendah dengan intensitas penggunaan sumber belajar yang rendah)

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau tidak. Berdasarkan Uji Liliefors pada pada variabel Prestasi Belajar IPS (pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang rendah dengan intensitas penggunaan sumber belajar yang tinggi) diperoleh

Lobs = 0,1283 dan Ltabel = 0,1401. Data sampel dikatakan berdistribusi normal

apabila Lobs < Ltabel dan jika Lobs > Ltabel berarti sampel tidak berdistribusi

normal. Karena Lobs < Ltabel (0,1283 < 0,1401), maka dapat disimpulkan

bahwa Prestasi Belajar IPS (Pada siswa yang memiliki persepsi tentang kualitas pembelajaran IPS yang rendah dengan intensitas penggunaan sumber belajar yang rendah) berdistribusi normal pada taraf signifikansi 0,05. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 13 halaman 156.

2. Uji Homogenitas

Uji Homegenitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi yang homogen atau tidak. Adapun uji homogenitas yang dilakukan dengan metode Bartlet diperoleh harga statistik uji χ2hitung = 2,63 sedangkan χ2tabel untuk taraf signifikansi 0,05 adalah χ20.05; 1 = 3,841. Karena

χ2

hitung = 2,63 < 3,841 = χ20.05; 1, maka Ho diterima. Hal ini menjukkan populasi homogen. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 14 halaman 158.

Dokumen terkait