• Tidak ada hasil yang ditemukan

ambar 3. Cost Push Inflation

4.3. Pengujian Asumsi Klasik 1.Uji Multikolinieritas 1.Uji Multikolinieritas

4.3.3. Uji Autokorelasi

4.4.2.2. Pengujian Secara Parsial

Uji statistik t digunakan untuk menguji apakah variabel bebas yang dimasukan dalam model secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Metode yang digunakan dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel, nilai t hitung didapat dari print out komputer, sedangkan nilai t tabel didapat dengan memperhatikan jumlah observasi atau pengamatan (n = 10) dan derajat kebebasan (n-k-1), sehingga derajat kebebasan didapat (10-6-1) = (df = 3) dan menggunakan level of significant ( = 0,05, /2 = 0,025 ) serta dengan uji dua arah. Nilai ttabel menunjukkan 3,1824, Jika thitung lebih besar dari t tabel maka variabel bebas yang bersangkutan secara parsial berpengaruh signifikan

terhadap variabel terikat. Sebaliknya, jika thitung lebih kecil dari ttabel maka variabel bebas yang bersangkutan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

Berdasar pada dua metode uji statistik t diatas, maka uji selengkapnya seperti tercantum pada Tabel 10. Pada tabel tersebut dicantumkan uji t dengan membandingkan t hitung dengan t tabel dan uji t dengan membandingkan nilai probabilitas kesalahan parsial dengan level of significant yang digunakan.

Tabel 11: Uji Parsial

Variabel Bebas thitung ttabel Kesimpulan

Likuiditas -2.199 -3,1824 Tidak Signifikan

Inflasi -0.943 -3,1824 Tidak Signifikan

Pertumbuhan Ekonomi -1.710 -3,1824 Tidak Signifikan

CAR 1.560 3,1824 Tidak Signifikan

ROA -0.811 -3,1824 Tidak Signifikan

LDR 1.162 3,1824 Tidak Signifikan

Sumber : Lampiran 3

a) Pengaruh Likuiditas Terhadap Tingkat Suku Bunga Deposito Pada Bank Yang Go Public

Pengujian pengaruh variabel pendapatan nasional dapat juga dibuktikan dengan hipotesis statistik.

H0: b1 = 0, berarti tidak ada pengaruh variabel likuiditas terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

H1: b1 0, berarti ada pengaruh variabel likuiditas terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Untuk variabel likuiditas (X1), dengan nilai thitung sebesar -2,199 > ttabel sebesar –3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas X1 berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel likuiditas secara parsial dapat disimpulkan bahwa thitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial terdapat pengaruh negatif tidak signifikan variabel likuiditas terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

b) Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Tingkat Suku Bunga Deposito Pada Bank Yang Go Public

Pengujian pengaruh variabel tingkat inflasi dapat juga dibuktikan dengan hipotesis statistik.

H0: b2= 0, berarti tidak ada pengaruh variabel tingkat inflasi terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

H1: b2 0, berarti ada pengaruh variabel tingkat inflasi terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Untuk variabel tingkat inflasi (X2), dengan nilai thitung sebesar -0,943 > ttabel sebesar –3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat inflasi X2 berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel tingkat inflasi secara parsial dapat disimpulkan bahwa thitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel tingkat inflasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

c) Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Suku Bunga Deposito Pada Bank Yang Go Public

Pengujian pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi dapat juga dibuktikan dengan hipotesis statistik.

H0: b3= 0, berarti tidak ada pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

H1: b3 0, berarti ada pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Untuk variabel pendapatan pertumbuhan ekonomi (X3), dengan nilai thitung sebesar -1,710 > ttabel sebesar –3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi X3 berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel pertumbuhan ekonomi secara parsial dapat disimpulkan bahwa t hitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel

pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

d) Pengaruh CAR Terhadap Tingkat Suku Bunga Deposito Pada Bank Yang Go Public

Pengujian pengaruh variabel CAR dapat juga dibuktikan dengan hipotesis statistik.

H0: b4= 0, berarti tidak ada pengaruh variabel CAR terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

H1: b4 0, berarti ada pengaruh variabel CAR terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Untuk variabel CAR (X4), dengan nilai thitung sebesar 1,560 < ttabel sebesar 3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel CAR X4 berpengaruh positif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel CAR secara parsial dapat disimpulkan bahwa t hitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel CAR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

e) Pengaruh ROA Terhadap Tingkat Suku Bunga Deposito Pada Bank Yang Go Public

Pengujian pengaruh variabel ROA dapat juga dibuktikan dengan hipotesis statistik.

H0: b5= 0, berarti tidak ada pengaruh variabel ROA terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

H1: b5 0, berarti ada pengaruh variabel ROA terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Untuk variabel ROA (X5), dengan nilai thitung sebesar -0,811 > ttabel sebesar -3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel ROA (X5) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel ROA secara parsial dapat disimpulkan bahwa t hitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel ROA berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

f) Pengaruh LDR Terhadap Tingkat Suku Bunga Deposito Pada Bank Yang Go Public

Pengujian pengaruh variabel LDR dapat juga dibuktikan dengan hipotesis statistik.

H0: b5= 0, berarti tidak ada pengaruh variabel LDR terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

H1: b5 0, berarti ada pengaruh variabel LDR terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Untuk variabel LDR (X6) dengan nilai thitung sebesar 1,162 < ttabel sebesar 3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel LDR (X6) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel LDR secara parsial dapat disimpulkan bahwa t hitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel LDR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

4.5. Pembahasan

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel likuiditas secara parsial dapat disimpulkan bahwa thitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial terdapat pengaruh negatif tidak signifikan variabel likuiditas terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public. Tidak berpengaruhnya variabel likuiditas disebabkan jumlah uang yang beredar tidak serta merta uang tersebut dialokasikan ke simpanan

deposito. Jika uang beredar tinggi, maka suku bunga akan cenderung turun atau rendah. Namun demikian, besarnya uang beredar tersebut akan dialokasikan ke banyak sektor dan deposito hanya salah satu vubyek investasi. Berbagai obyek investasi yang menarik dengan adanya jumlah uang beredar yang tinggi adalah: a. Sektor riil. Sektor ini paling menarik pada saat likuiditas ekonomi tinggi

karena suku bunga cenderung rendah, maka biaya bunga juga akan rendah. Karena suku bunga rendah, maka pemilik dana akan mengalokasikan dananya pada sektor-sektor riil yang mampu memberikan tingkat pengembalian tinggi.

b. Pasar Modal. Sektor ini juga salah satu obyek yang menarik untuk berinvestasi, karena dinamisnya saham akan membantu investor mendapatkan pengembalian yang lebih tinggi.

Simpulan yang dapat disampaikan adalah tidak signifikannya likuiditas ekonomi terhadap suku bunga deposito karena uang beredar yang melimpah dimasyarakat justru tidak secara keseluruhan disimpan dalam bentuk deposito, karena banyak obyek investasi yang mampu memberikan pengembalian lebih besar dari bunga deposito.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel tingkat inflasi secara parsial dapat disimpulkan bahwa thitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel tingkat inflasi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public. Inflasi identik dengan suku bunga, karena didalam suku

bunga sudah terakomodasi inflasi. Tidak signifikannya inflasi terhadap suku bunga disebabkan pada bunga deposito kandungan inflasi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kandungan inflasi pada suku bunga tabungan. Penyebab kedua adalah inflasi bulanan selalu diumumkan beberapa minggu setelah bulan berakhir, sehingga suku bunga telah lewat. Berbagai faktor tersebut menyebabkan keberadaan inflasi tidak serta menyebabkan suku bunga meningkat atau menurun.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel pertumbuhan ekonomi secara parsial dapat disimpulkan bahwa t hitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public. Pada negara dengan ekonomi yang membaik, maka biasanya suku bunga akan memiliki kecenderungan rendah. Pada tahun 2007 dan 2008 dimana tahun dilakukan penelitian diperoleh bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap suku bunga deposito. Kedua tahun ini agak khusus mengingat terjadi gejolak ekonomin yang agak berat, seperti harga minyak mentah dunia yang mendekati 150 USD per barrel, IHSG BEI yang turun hingga mencapai 50% serta kurs yang bergejolak. Artinya bahwa manajemen bank tidak serta merta menaikan atau menurunkan suku bunga terkait dengan pertumbuhan ekonomi, namun juga masih mempertimbangkan aspek makro lain.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel CAR secara parsial dapat disimpulkan bahwa t hitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel CAR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public. Capital adequacy ratio adalah syarat sebuah bank dapat dikategorikan sehat oleh BI. Artinya apapun banknya, jika CAR kurang dari 12%, maka bank tersebut masuk dalam kategori tidak sehat. Keberadaan CAR tidak digunakan oleh manajemen bank untuk dasar penentuan suku bunga deposito, keberadaan CAR juga tidak digunakan oleh nasabah untuk memilih bank yang digunakan untuk menyimpan bunga deposito.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel ROA secara parsial dapat disimpulkan bahwa t hitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel ROA berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public. Return on Assets merupakan tingkat pengembalian investasi atau aset. ROA ini merupakan ukuran profitabilitas bank yang berguna bagi investor untuk menanamkan dananya pada saham bank yang bersangkutan. Keberadaan ROA tidak digunakan oleh manajemen dalam menentukan suku bunga, karena ROA merupakan sebuah hasil akhir atas proses yang dilakukan perusahaan. Nasabah juga tidak melihat ROA sebagai pertimbangan untuk menenmpatkan dananya pada deposito suatu bank. Dengan demikian keberadaan ROA

sangatlah penting bagi bank dan investor, namun tidak bagi penentuan suku bunga dan pertimbangan nasabah.

Pengujian atas hipotesis statistik yang diajukan untuk variabel LDR secara parsial dapat disimpulkan bahwa t hitung berada pada daerah penerimaan H0. Dapat diartikan bahwa secara parsial variabel LDR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public. Sama seperti CAR, keberadaan LDR juga indikasi kesehatan oleh BI. Jika sebuah bank memiliki LDR rendah, maka terjadi ketidakseimbangan pada bank tersebut. Bank hanya mampu menghimpun dana, namun tidak mampu mengalokasikan dalam bentuk kredit atau bank hanya mampu mengalokasikan kredit, namun tidak berhasil menggali dana. Kondisi ini menyebabkan bank masuk dalam kategori tidak sehat. Untuk itu keberadaan LDR tidak sepenuhnya sebagai penentu suku bunga deposito, sehingga tidak memiliki pengaruh terhadap suku bunga deposito.

5.1. Kesimpulan

Setelah dilakukan pengujian hipotesis, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah:

1. Secara simultan terdapat pengaruh variabel likuiditas perekonomian, inflasi, pertumbuhan ekonomi, CAR, ROA dan LDR terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public. Nilai dari koefisien determinasi dari hasil perhitungan sebesar 0,963. Hal ini berarti 96,3% perubahan variabel terikat (tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public) mampu dijelaskan oleh variabel-variabel bebas yang dimasukkan dalam model (likuiditas perekonomian, inflasi, pertumbuhan ekonomi, CAR, ROA dan LDR) secara bersama-sama, sedangkan sisanya 3,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model (faktor galat). 2. Pengujian secara parsial, dapat disimpulkan sebagai berikut:

a. Variabel likuiditas (X1), dengan nilai thitung sebesar -2,199 > ttabel

sebesar –3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas X1 berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public.

b. Variabel tingkat inflasi (X2), dengan nilai thitung sebesar -0,943 > ttabel sebesar –3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat

yang go public.

c. Variabel pendapatan pertumbuhan ekonomi (X3), dengan nilai thitung sebesar -1,710 > ttabel sebesar –3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi X3 berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public. d. Variabel CAR (X4), dengan nilai thitung sebesar 1,560 < ttabel

sebesar 3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel CAR X4 berpengaruh positif tidak signifikan terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang

terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang

n terhadap tingkat suku bunga deposito pada Bank yang go public. go public.

e. Variabel ROA (X5), dengan nilai thitung sebesar -0,811 > ttabel sebesar -3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel ROA (X5) berpengaruh negatif tidak signifikan

go public.

f. Variabel LDR (X6) dengan nilai thitung sebesar 1,162 < ttabel sebesar 3,1824. Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel LDR (X6) berpengaruh positif tidak signifika

Sebagai bagian akhir dari penelitian ini, maka saran yang dapat

at dinamis

yek investasi yang dapat dipertimbangkan untuk menempatkan dana naik. disampaikan adalah:

1. Bagi pengelola bank hendaknya mempertimbangkan keberadaan variabel likuiditas perekonomian, inflasi, pertumbuhan ekonomi, CAR, ROA dan LDR yang secara simultan berpengaruh terhadap besaran suku bunga deposito. Untuk itu dimungkinkan suku bunga deposito bersif

yang mengikuti pergerakan pasar dan fundamental perusahaan.

2. Bagi pemilik dana hendaknya mempertimbangkan alternatif investasi lain dalam menempatkan dananya. Hal tersebut disebabkan pada saat kondisi makro kondusif, biasanya suku bunga akan cenderung rendah. Alternatif investasi berupa kurs, saham, emas dan sektor riil merupakan ob

Boediono, 1990, Ekonomi Internasional, Badan Penerbit Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

D.G. Piere dan D.M. Shaw, 1999. Inflation: Theory Policy, Macmillan, London. Dornbusch, Rudiger dan Stanley Fischer, 1996, Makro Ekonomi, Terjemahan Oleh

Mulyadi, Edisi Pertama, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Francis, Clark J., 1996., Investment Analysis and Management, Fourth Edition, USA: Mc Graw Hill, Inc.

---., 2000., Investment Analysis and Management, Ten Edition, USA: Mc Graw Hill, Inc.

Gujarati, Damodar. 1997. Ekonometrika Dasar. Jilid Dua. Terjemahan. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Hempel, H George and Donald G. Simonson, 1991, Bank Financial Management, Canada: John Wiley & Sons, Inc.

Koch, W Timothy, 1995, Bank Management, Orlando: The Dryden Press.

Kustini, 2000. Pengaruh Faktor Eksternal Dan Internal Terhadap Tingkat Suku Bunga Di Indonesia. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

Muslichah, 2001. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Suku Bunga Deposito Berjangka Pada Bank Swasta Nasional Di Indonesia. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

Nopirin. 2002. Ekonomi Moneter. Buku 2. Edisi I. Yogyakarta : BPFE UGM.

Purwitasari, 2002. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penentuan Tingkat Suku Bunga Tabungan Di Indonesia. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

Rinawati, 1999. Pengaruh Beban Ketergantungan dan Pendapatan Serta Tingkat Suku Bunga Terhadap Tabungan Masyarakat Pada Bank Umum Pemerintah di Jawa Timur. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya

Samuelson, Paul A., dan William D. Nordhaus., 1992, Mikroekonomi. Edisi Pertama. Terjemahan. Jakarta: Erlangga.

Samuelson, Paul A., 2000. Economics, an Introductory Analysis. Thirteenth Edition, McGraw-Hill Book Company.

Sukirno, Sadono. 2000. Makro Ekonomi Modern. Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa.

Supranto, J., 1984. Ekonometrika, Buku II. Jakarta: LPFE-UI.

Suyatno, Thomas, 1996. Kelembagaan Perbankan, Cetakan Kedelapan, Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.

Weston, J. Fred and Thomas E. Copeland, 2002. Managerial Finance, 9 Edition, Orlando, Florida: The Dryden Press.

th

Miller dan Pulsinelli (1989 Partadiredja, 2000

Dokumen terkait