• Tidak ada hasil yang ditemukan

Frekuensi 18 55 186 409 332 1000 Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2011

4.8 Pengujian Analisis Jalur (Path Analysis)

4.8.2 Pengujian Sub-struktur 2

Analisis Gaya Kepemimpinan (X) Serta Motivasi (Y) terhadap Kinerja Karyawan (Z) PT Bukit Asam

● Pengujian Secara Simultan (Keseluruhan) Gaya Kepemimpinan (X) Serta Motivasi (Y) Terhadap Kinerja Karyawan (Z) PT Bukit Asam.

ε1 ρY ρYx e2 ρzx pZ ρzy Sumber: Penulis, 2011 Gambar 4.8. Sub-struktur 2 Gaya Kepemimpinan (X) Motivasi (Y) Kinerja Karyawan (Z)

a. Pengujian secara simultan (keseluruhan)

Tabel 4.21. Anova Sub-struktur 2

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regressio

n 14,203 2 7,101 27,249 ,000(a)

Residual 25,279 97 ,261

Total 39,481 99

a Predictors: (Constant), Motivasi, Gaya Kepemimpinan b Dependent Variable: Kinerja

Sumber:Hasil Pengolahan Data, 2011

Tabel 4.22. Model Summary Sub-struktur 2

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,600(a) ,360 ,347 ,51050

a Predictors: (Constant), Motivasi, Gaya Kepemimpinan Sumber:Hasil Pengolahan Data, 2011

Hipotesis:

● Ho = Tidak ada pengaruh atau kontribusi antara variabel gaya kepemimpinan (X) dan motivasi (Y) secara simultan dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Z) PT Bukit Asam.

● Ha = Ada pengaruh atau kontribusi antara variabel gaya kepemimpinan (X) dan motivasi (Y) secara simultan dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Z) PT Bukit Asam.

Dasar Pengambilan Keputusan:

● Jika nilai probabilitas lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0.05 ≤ Sig), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.

● Jika nilai probabilitas lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0.05 ≥ Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.

Dari hasil signifikansi pada tabel 4.21 diperoleh nilai Sig. Sebesar 0.000. Jika dibandingkan dengan α = 0.05, maka nilai Sig lebih kecil dari α (Sig ≤ α) yaitu 0.000 ≤ 0.05 yang artinya Ho ditolak atau Ha diterima. Oleh sebab itu, pengujian secara individual dapat dilakukan.

Besarnya pengaruh variabel X dan Y secara simultan terhadap variabel Z dapat diketahui dengan melihat nilai Rsquare pada tabel 4.22 bahwa RSquare = 0.360 = 36%. Dan besarnya pengaruh variabel lain yang mempengaruhi nilai variabel Z diluar penelitian ini adalah sebesar 64%. Sementara itu, besarnya koefisien jalur bagi variabel lain diluar penelitian yang mempengaruhi nilai dapat dihitung melalui rumus sebagai berikut:

Pzε2 = √1 - r2

= √1 – 0.360 = 0.800 b. Pengujian Individu

Uji secara individual ditunjukkan oleh tabel Coefficients berikut: Tabel 4.23. Coefficients Sub-struktural 2

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,079 ,327 3,301 ,001 Gaya Kepemimpina n ,415 ,083 ,433 4,998 ,000 Motivasi ,237 ,071 ,290 3,348 ,001

a Dependent Variable: Kinerja Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2011

● Pengujian Secara Individual Antara Variabel Gaya Kepemimpinan (X) dan Variabel Kinerja Karyawan (Z)

Uji t : Hipotesis:

Ho = Variabel gaya kepemimpinan tidak berpengaruh secara individu terhadap variabel kinerja karyawan

Ha = Variabel gaya kepemimpinan berpengaruh secara individu terhadap variabel kinerja karyawan

thitung < ttabel = Ho diterima dan Ha ditolak thitung > ttabel = Ho ditolak dan Ha diterima

ttabel dilihat pada taraf signifikansi 0,05 dimana df = jumlah sampel – jumlah variabel = 100 – 2 = 98 dan ttabel pada df 59 = 1,658 sedangkan thitung diperoleh pada tabel 4.23 dimana dari tabel 4.23 dapat diketahui besarnya thitung variabel X terhadap Z = 4.998 yang berarti thitung > ttabel (4.998 > 1,658 ), maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya variabel X berpengaruh secara individu terhadap variabel Z.

Uji Signifikan secara individu: Hipotesis:

● Ho = Tidak ada pengaruh atau kontribusi antara variabel gaya kepemimpinan (X) secara signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Z) PT Bukit Asam.

● Ha = ada pengaruh atau kontribusi antara variabel gaya kepemimpinan (X) secara signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Z) PT Bukit Asam.

Dasar Pengambilan Keputusan:

● Jika nilai probabilitas lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0.05 ≤ Sig), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.

● Jika nilai probabilitas lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0.05 ≥ Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.

Dari hasil uji signifikansi pada tabel 4.23, diperoleh nilai Sig. Sebesar 0.000. Jika dibandingkan dengan α = 0.05, maka nilai Sig lebih kecil dari α (Sig ≤ α) yaitu 0.000 ≤ 0.05 yang artinya Ho ditolak atau Ha diterima artinya signifikan. Kesimpulannya adalah ada pengaruh atau kontribusi antara variabel gaya kepemimpinan (X) secara signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Z) PT Bukit Asam.

● Pengujian secara individual antara variabel motivasi (Y) dan variabel kinerja karyawan (Z).

Uji t : Hipotesis:

Ho = variabel motivasi tidak berpengaruh secara individu terhadap variabel kinerja karyawan

Ha = variabel motivasi berpengaruh secara individu terhadap variabel kinerja karyawan

thitung < ttabel = Ho diterima dan Ha ditolak thitung > ttabel = Ho ditolak dan Ha diterima

ttabel dilihat pada taraf signifikansi 0,05 dimana df = jumlah sampel – jumlah variabel = 100 – 2 = 98 dan ttabel pada df 98 = 1.658 sedangkan thitung diperoleh pada tabel 4.23 dimana besarnya thitung = 3.348 yang berarti thitung > ttabel (3.348 > 1.658 ), maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya variabel Y berpengaruh secara individu terhadap variabel Z.

Uji Signifikansi secara individu: Hipotesis:

● Ho = Tidak ada pengaruh atau kontribusi antara variabel motivasi (Y) secara signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Z) PT Bukit Asam

● Ha = ada pengaruh atau kontribusi antara variabel motivasi (Y) secara signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Z) PT Bukit Asam

Dasar Pengambilan Keputusan:

● Jika nilai probabilitas lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0.05 ≤ Sig), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.

● Jika nilai probabilitas lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0.05 ≥ Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.

Berdasarkan tabel 4.23, diperoleh variabel motivasi nilai Sig sebesar 0.001. Kemudian dibandingkan dengan probabilitas 0.05, ternyata nilai probabilitas 0.05 lebih besar dari nilai probabilitas Sig atau (0.05 ≥ Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya signifikan. Kesimpulannya adalah ada pengaruh atau kontribusi antara variabel motivasi (Y) secara simultan dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Z) PT Bukit Asam.

Kerangka hubungan antara jalur gaya kepemimpinan (X) terhadap kinerja karyawan (Z), dan motivasi (Y) terhadap kinerja karyawan (Z) dapat dibuat melalui persamaan struktural sebagai berikut:

Z = ρzx x + ρzy y + ρZε2

Z = 0.433 X + 0.290 Y + 0.800 ε2

Dari tabel 4.23 diketahui masing-masing koefisien jalur tersebut adalah sebagai berikut:

Koefisien jalur X terhadap Z (ρXZ) = 0.433 Koefisien jalur Y terhadap Z (ρYZ) = 0.290

Dengan model yang masih tetap sama dengan gambar 4.8, namun disajikan dengan nilai koefisien jalur yang telah diperoleh melalui analisa jalur, model sub-struktur 2 menjadi:

ε1 ρY ρYx e2 0.433 pZ 0.290

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2011

Gambar 4.9. Sub-struktur 2 beserta koefisien jalur

Dengan ini berarti analisa sub-struktural 1 dan sub-struktural 2 telah selesai, maka dapat digambarkan struktur hubungan kausal secara lengkap, yakni hubungan antara variabel X, Y dan Z yang memiliki persamaan struktural:

Persamaan sub-struktural 1: Y = 0.349 X + 0.937 ε1 Persamaan sub-struktural 2: Z = 0.433 X + 0.290 Y + 0.800 ε2 Gaya Kepemimpinan (X) Motivasi (Y) Kinerja Karyawan (Z)

ε1 = 0.973 ρY 0.349 ε2 = 0.800 0.433 0.290

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2011

Gambar 4.10. Struktur pengaruh X dan Y terhadap Z beserta koefisien jalur

Sehingga dari gambar 4.10. diatas diketahui seluruh koefisien jalur dari hubungan maka diketahui pula pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung, serta total dari tiap-tiap variabel yang mempengaruhi variabel tertentu. Hasilnya dirangkum dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.24. Rangkuman Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X); Motivasi (Y) secara simultan dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Z)

Variabel Koefisien Jalur Pengaruh

Langsung Langsung Tidak Total

X Terhadap Y 0.349 0.349 - 0.349 X Terhadap Z 0.433 0.433 0.349 x 0.290 = 0.101 (pembulatan) 0.534 Y Terhadap Z 0.290 0.290 - 0.290 ε1 0.973 0.973 - 0.973 ε2 0.800 0.800 - 0.800

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2011

Berdasarkan hasil keseluruhan pengaruh kausal variabel gaya kepemimpinan (X) terhadap motivasi (Y) serta dampaknya terhadap kinerja karyawan (Z) adalah sebagai berikut: Gaya Kepemimpinan (X) Motivasi (Y) Kinerja Karyawan (Z)

1. Gaya kepemimpinan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tinggi rendahnya motivasi. Dengan demikian tinggi rendahnya motivasi dijelaskan oleh gaya kepemimpinan. Besarnya pengaruh gaya kepemimpinan secara langsung terhadap motivasi adalah sebesar (0,349)2 = 12.18%.

2. Motivasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tinggi rendahnya kinerja karyawan. Dengan demikian tinggi rendahnya kinerja karyawan dijelaskan oleh motivasi. Besarnya pengaruh motivasi secara langsung terhadap kinerja karyawan adalah sebesar (0,290)2 = 8,41%.

3. Gaya kepemimpinan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tinggi rendahnya kinerja karyawan dimana besarnya pengaruh gaya kepemimpinan secara langsung terhadap kinerja karyawan adalah sebesar (0,433)2 = 18,74% dan secara tidak langsung (yang melalui motivasi) sebesar (0,101)2 = 1,02% dan kontribusi secara total sebesar (0,534)2 = 28,52%.

4.9 Pembahasan

1. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS bahwa gaya kepemimpinan (X) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap motivasi (Y), besarnya gaya kepemimpinan secara langsung terhadap motivasi mencapai (0,349)2 =12,18%, hal ini menandakan bahwa pola perilaku yang dipelihatkan oleh pimpinan pada saat mempengaruhi aktivitas bawahan seperti yang dipersepsikan bawahan tentang karakteristik pimpinan dapat diterima dan diikuti bawahannya serta sesuai dengan tuntutan atau kebutuhan perusahaan PTBA. Temuan ini diperkuat dengan pernyataan yang dikemukakan Rensis Likert dalam buku

Griffin (2004) menjelaskan bahwa pemimpin yang menggunakan perilaku yang berpusat pada karyawan lebih tertarik pada membangun kelompok kerja dan memastikan karyawan merasa puas karena adanya kepedulian terhadap mereka adalah kesejahteraan bawahan.

Begitu juga halnya dengan peneliti Mehta dkk (2003) menjelaskan bahwa ketiga gaya kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, nilai koefisien determinasi yang dihasilkan adalah sebesar 68,7 % dan angka signifikasi < 0,000, nilai Mehta ini menunjukan bahwa kepemimpinan partisipatif memiliki pengaruh yang paling kuat terhadap motivasi, diikuti oleh kepemimpinan yang mendukung (supportive) dan selanjutnya kepemimpinan yang mengarahkan (directive).

2. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS bahwa motivasi (Y) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tinggi rendahnya kinerja (Z) karyawan dengan besarnya pengaruh motivasi (Y) secara langsung terhadap kinerja (Z) karyawan mencapai (0,290)2 =8,41%, hal ini menandakan bahwa adanya dorongan yang menggerakkan perilaku untuk mencapai tujuan karena telah terpenuhi kebutuhan karyawan oleh manajemen atau pimpinan PTBA seperti kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan keamanan, kebutuhan akan kekuasaan, kebutuhan akan status dan kebutuhan akan afiliasi.

Dengan terpenuhinya kebutuhan karyawan PTBA tersebut ternyata berdampak terhadap kinerja karyawan hal ini terlihat dari kualitas dan kuantitas hasil produksi batubara untuk tahun 2010 mencapai 13.200.000 ton atau meningkat 8,35 % bila dibandingkan dengan tahun 2009.

Temuan ini diperkuat dengan pernyataan yang dikemukakan Wexley dan Yuki (2005) menyatakan bahwa motivasi sebagai proses dimana perilaku diberikan energi dan diarahkan, proses motivasi dimulai dari belum terpenuhinya kebutuhan karena kebutuhan dipandang sebagai sumber tenaga atau pemicu perilaku.

Selanjutnya berdasarkan hasil temuan peneliti Mehta dkk (2003) bahwa hasil pengujian analisis regresi motivasi terhadap kinerja adalah motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dari pembahasan dengan teori dan hasil penelitian menyatakan pendapat yang sama bahwa dengan pemenuhan terhadap kebutuhan karyawan akan memotivasi dan memberikan dampak kinerja bagi perusahaan PTBA.

3.Berdasarkan hasil perhitungan SPSS bahwa gaya kepemimpinan (X) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tinggi rendahnya kinerja (Z) karyawan dimana besarnya pengaruh gaya kepemimpinan secara langsung terhadap kinerja karyawan adalah sebesar (0,433)2 = 18,74 % dan secara tidak langsung atau melalui motivasi (Y) sebesar (0,101)2 =1,02 % dan kontribusi secara total sebesar (0,534)2 = 28,52 %, hal ini menunjukan bahwa pola perilaku yang diperlihatkan oleh pimpinan pada saat mempengaruhi aktivitas bawahan seperti dipersepsikan bawahan akan memberikan motivasi karyawan dan berdampak terhadap kinerja dengan meningkatnya hasil produksi secara kuantitas maupun kualitas, tepat waktu sesuai rencana kegiatan, kemampuan karyawan bekerja sama dan karyawan dapat dipercaya.

Temuan ini diperkuat dengan pernyataan House (2005 bahwa gaya kepemimpinan yang berorientasi pada pencapaian, selalu mendorong karyawan untuk berprestasi pada tingkat tertinggi, menekankan pada kesempurnaan dan mempertahankan kepercayaan diri atas kemampuan karyawan.

Selain itu peneliti Ogbonna dan Harris (2000) bahwa hubungan gaya kepemimpinan dan kinerja organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai beta sebesar 0,11, supportive leadership berpengaruh positif tidak langsung terhadap kinerja organisasi dengan nilai 0,09.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa adanya kesamaannya antara hasil perhitungan dengan softwere SPSS dengan teori atau hasil penelitian terdahulu terhadap gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap motivasi dan motivasi berpengaruh terhadap kenerja perusahaan serta gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

Dokumen terkait