• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab III. Akuntabilitas Kinerja

3.1 Pengukuran dan Analisis Pencapaian Kinerja

Pengukuran kinerja adalah kegiatan manajemen untuk membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan perencanaan atau target yang telah ditetapkan dalam tahun anggaran. Pengukuran kinerja ini diperlukan untuk mengetahui progres realisasi atau capaian yang telah dilakukan oleh Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surakarta dalam kurun waktu satu tahun anggaran ( Januari s.d. Desember 2020 ).

Adapun cara pengukuran kinerja yang dilakukan adalah dengan membandingkan antara hasil realisasi capaian dengan target pada indikator kinerja sehingga dapat diperoleh gambaran bagaimana keberhasilan pada masing-masing indikator. Selanjutnya dapat dievaluasi dan ditindak lanjuti penyebab keberhasilan maupun kegagalan pada program kegiatan tahun berikutnya.

Pengukuran kinerja ini juga dimaksudkan untuk memantau efektifitas program kegiatan LPFK Surakarta sehingga dapat ditentukan arah kebijakan yang tepat dan selaras untuk mewujudkan visi misi LPFK Surakarta

Efektifitas capaian kinerja diharapkan dapat dirasakan kemanfaatannya oleh pelanggan atau masyarakat, yang dirumuskan sebagai salah satu sasaran yang ingin dicapai LPFK Surakarta yang dapat diwujudkan dengan :

a. Mengikuti peraturan perundangan tentang penganggaran dan efektifitas pelaksanaan anggaran yang berlaku.

b. Mengoptimalkan segala sumber daya

c. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan

d. Memberikan ruang dan kesempatan untuk berinovasi dan berkreasi dalam rangka meningkatkan capaian kinerja.

e. Meningkatkan penerimaan PNBP dengan tetap mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi anggaran.

f. Meningkatkan kesejahteraan dan penghargaan bagi pegawai. g. Pembelanjaan anggaran dengan efektif dan efisien.

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

19

3.1.2. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Analisis pencapaian kinerja ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian realisasi , kemajuan maupun kendala yang dijumpai didalam melaksanakan program kegiatan. Berikut adalah analisis capaian kinerja LPFK Surakarta tahun 2020 :

1) Indek kepuasan pelanggan

Dalam rangka untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan maka dilakukan survey terhadap kepuasan pelanggan, terutama pelanggan yang datang ke LPFK Surakarta. Survei diolah sesuai dengan apa yang telah diatur dalam Permenpan No. 16 tahun 2014 tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Survei dilakukan dengan sampel sebanyak 90 orang pelanggan yang datang ke LPFK Surakarta untuk mendapatkan pelayanan pengujian kalibrasi.

a. Analisa capaian tahun 2020 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2020 Target Realisasi Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Indek Kepuasan Pelanggan 95 87,04

Sasaran /Indikator Kegiatan

Sasaran dari indikator ini adalah terwujudnya peningkatan kepuasan pelanggan, dengan kegiatan berupa survei kepuasan pelanggan dengan metode survei dilakukan di tempat pelanggan/fasyankes selama tahun 2020.

Kondisi yang dicapai

Adapun kegiatan survei kepuasan pelanggan telah dilaksanakan dalam kurun waktu selama tahun 2020 dengan hasil capaian indeks kepuasan sebesar 87,04. Capain tersebut kurang dari target yang hendak dicapai yakni senilai 95. Hal ini disebabkan karena pelayanan yang sempat terhenti saat pandemi covid-19 sehingga berdampak pada perubahan jadwal pekerjaan pengujian kalibrasi. Perubahan parameter penilaian bisa jadi turut menyumbang turunnya indek kepuasan pelanggan. Upaya perbaikan yang akan dilakukan untuk meningkatkan capaian adalah dengan melakukan kegiatan temu pelanggan atau sosialisasi sebagai bentuk kegiatan promosi serta menampung segala informasi berkaitan dengan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan LPFK Surakarta. Selain itu

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

20

untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas serta memberikan lebih banyak kemudahan perlu dikembangkan bentuk kuesioner yang mampu diakses secara online.

b. Analisa capaian tahun 2020 dengan tahun 2019:

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2019

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Target Realisasi Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Indek kepuasan pelanggan 95 96 95 87,04

Apabila dibandingkan capaian indeks kepuasan pelanggan tahun 2020 dengan tahun 2019 mengalami penurunan. Akan tetapi, berdasarkan tabel nilai interval konversi IKM yang merujuk pada Permenpan Nomor 16 Tahun 2014, capaian nilai indeks kepuasan pelanggan tahun 2019 maupun 2020 memiliki predikat yang sama yakni A atau Sangat Baik

c. Analisa perbandingan capaian tahun 2019 dengan target jangka menengah dalam rencana strategis

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Tahun 2020 Target RSB Target Realisasi 2021 2022 2023 2024 Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Indeks kepuasan pelanggan 95 87,04 99 99 99 99

Bila dibandingkan antara capaian tahun 2020 dengan target jangka menengah sebagaimana tabel diatas ,maka LPFK Surakarta optimis akan mampu mencapai target jangka menengah. Keyakinan tersebut dilihat dari tahun ke tahun telah dilakukan peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan dengan melengkapi fasilitas, sarana dan prasarana pendukung yang semakin baik. Selain itu jg didukung dengan semakin baik kemampuan SDM yang ada karena mengikuti

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

21

pelatihan, uji banding dan atau uji profisiensi serta semakin banyak pengalaman yang diperoleh selama melakukan pengujian dan atau kalibrasi.

d. Analisa penyebab keberhasilan dan kegagalan Penyebab kegagalan :

1. Pelayanan yang sempat terhenti saat pandemi covid-19 sehingga berdampak pada perubahan jadwal pekerjaan pengujian kalibrasi.

2. Perubahan parameter penilaian bisa jadi turut menyumbang turunnya indek kepuasan pelanggan

Rencana tindak lanjut :

1. Melakukan kegiatan temu pelanggan atau sosialisasi sebagai bentuk kegiatan promosi serta menampung segala informasi berkaitan dengan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan LPFK Surakarta.

2. Mengembangkan metode pengisian kuesioner secara online agar dapat menjangkau pelanggan lebih luas serta memberikan lebih banyak kemudahan.

3. Meningkatkan kualitas pelayanan pengujian dan atau kalibrasi.

4. Menambah ruang lingkup pelayanan yang terakreditasi secara bertahap

2. Jumlah alat kesehatan yang terlayani (diuji/kalibrasi)

Salah satu tupoksi LPFK Surakarta adalah melakukan pengujian kalibrasi untuk mengetahui kelaikan alat kesehatan yang akan digunakan untuk pelayanan yang menjadi indikator keamanan terhadap peralatan kesehatan yang akan digunakan.

a. Analisa capaian tahun 2020 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Terwujudnya peningkatan

kepuasan stakeholder

Jumlah alat kesehatan

yang terlayani

(diuji/kalibrasi)

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

22

Sasaran /Indikator Kegiatan

Sasaran strategis adalah terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder, dengan indikator kinerja berupa jumlah alat kesehatan yang diuji/kalibrasi oleh laboratorium LPFK Surakarta.

Kondisi yang dicapai

Kegiatan pelayanan pengujian kalibrasi alat kesehatan termasuk juga uji kesesuaian pesawat Sinar-X selama tahun 2020 sebanyak 16.504 unit alat yang terdiri dari 16.188 alat kesehatan dan 316 unit pesawat X-Ray. Capaian tersebut tidak mampu melampaui target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 27.497 unit. Penurunan capaian ini disebabkan karena dampak pandemi covid-19 yang melanda sepanjang tahun 2020. Pelayanan pengujian sempat terhenti dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei tahun 2020. Pada bulan Juni 2020, pelayanan dibuka kembali setelah melakukan penyesuaian pelayanan kalibrasi mengikuti protokol kesehatan.

b. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan tahun 2019 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2019

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Target Realisasi Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Jumlah alat kesehatan yang terlayani (diuji/kalibrasi) 22.591 22.731 27.497 16.504

Apabila dilihat dari target indikator kinerja tahun 2020 dengan tahun 2019 terdapat penurunan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena dampak pandemi covid-19 yang membuat pelayanan pengujian kalibrasi terhenti selama kurang lebih dua bulan.

c. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan target jangka menengah dalam rencana strategis :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Tahun 2020 Target RSB Target Realisasi 2021 2022 2023 2024 Terwujudnya Jumlah alat 27.497 16.504 36.761 39.657 46.276 56.886

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

23

peningkatan kepuasan stakeholder kesehatan yang terlayani (diuji/kalibrasi)

Bila dibandingkan antara capaian tahun 2020 dengan target RSB jangka menengah sebagaimana tabel diatas, maka diperlukan upaya yang nyata khususnya penambahan sumber daya serta peningkatan kualitas pelayanan. Disamping itu perlu dilakukan perluasan lingkup pelayanan yang didukung kemampuan pemasaran yang profesional.

d. Analisa penyebab keberhasilan dan kegagalan Penyebab kegagalan :

a. Dampak pandemi covid-19

b. Kinerja personil teknis kurang optimal karena merangkap jabatan administrasi Rencana Tindak Lanjut :

a. Meningkatkan kemampuan SDM dan pelayanan kepada pelanggan. b. Meningkatkan MOU dan kerjasama dengan pelanggan

c. Menambah jumlah peralatan uji yang mendukung perluasan lingkup pelayanan d. Menyediakan anggaran khusus covid-19 untuk mendukung pelayanan

pengujian kalibrasi

3) Jumlah Pelayanan Pengujian Pemantau Dosis Perorangan

Salah satu unit pelayanan pada LPFK Surakarta adalah melakukan evaluasi monitoring dosis perorangan bagi pekerja radiasi medik

a. Analisa capaian tahun 2020 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2020 Target Realisasi Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Jumlah pelayanan pengujian pemantau dosis perorangan 24.400 23.192

Sasaran /Indikator Kegiatan

Sasaran strategis adalah terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder, dengan indikator kinerja berupa jumlah pelayanan pengujian pemantauan dosis perorangan dengan menggunakan film badge dan Thermoluminiscent Dosimeter (TLD).

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

24

Kondisi yang dicapai

Jumlah pelayanan pengujian pemantauan dosis perorangan selama tahun 2020 sebanyak 23.192 pengujian yang terdiri dari 21.671 pengujian film badge dan 1.521 pengujian TLD. Capain tersebut tidak mampu melampaui target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 24.400 pengujian dengan persentase 95,05 %. Hal ini disebabkan oleh adanya transisi perubahan minat pelanggan yang memilih pengujian TLD dibanding Film Badge, sehingga pola capaian tiap tahunnya jumlah pelayanan Film Badge cenderung berkurang dan pengujian TLD cenderung meningkat.

b. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan tahun 2019 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2019

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Target Realisasi Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Jumlah pelayanan pengujian pemantau dosis perorangan 22.616 24.280 24.400 23.192

Apabila dilihat dari target indikator kinerja tahun 2020 dengan tahun 2019 terdapat penurunan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena adanya migrasi dari pengguna Film Badge menjadi pelanggan TLD/OSL, serta dilakukan penertiban pelanggan bermasalah dengan menghentikan pelayanan.

c. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan target jangka menengah dalam rencana strategis :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Tahun 2020 Target RSB Target Realisasi 2021 2022 2023 2024 Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Jumlah pelayanan pengujian pemantau dosis perorangan 24.400 23.192 21.600 24.300 25.250 26.840

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

25

Bila dibandingkan antara capaian tahun 2020 dengan target RSB jangka menengah sebagaimana tabel diatas, maka diperlukan upaya yang nyata khususnya penambahan sumber daya serta perluasan jangkauan pelayanan yang harus didukung kemampuan pemasaran yang memadai.

d. Analisa penyebab keberhasilan dan kegagalan Penyebab kegagalan :

a. Migrasi dari pengguna Film Badge menjadi pelanggan TLD/OSL.

b. Penertiban pelanggan bermasalah dengan menghentikan pelayanan bagi pelanggan yang menunggak biaya pelayanan minimal 3 bulan

c. Kesulitan mendapatkan holder film bagi calon pelanggan.

d. Kinerja personil teknis kurang optimal karena merangkap jabatan administrasi Rencana Tindak Lanjut :

a. Mempersiapkan pelayanan baru dengan OSL

b. Meningkatkan MOU dan kerjasama dengan pelanggan

c. Pengembangan atau penyempurnaan sistem informasi yang sudah ada.

4) Jumlah Pelayanan Inspeksi Sarana Prasarana

Salah satu tupoksi LPFK Surakarta adalah melakukan pengujian kalibrasi untuk mengetahui kelaikan alat kesehatan yang akan digunakan untuk pelayanan yang menjadi indikator keamanan terhadap peralatan kesehatan yang akan digunakan.

a. Analisa capaian tahun 2020 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2020 Target Realisasi Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Jumlah pelayanan inspeksi sarana dan prasarana

160 337

Sasaran /Indikator Kegiatan

Sasaran strategis adalah terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder, dengan indikator kinerja berupa jumlah inspeksi sarana prasarana oleh laboratorium LPFK Surakarta.

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

26

Kondisi yang dicapai

Kegiatan pelayanan inspeksi sarana prasarana selama tahun 2020 sebanyak 337 inpeksi. Ini merupakan capaian yang sangat baik dengan persentase capaian 210,65 %. Hal tersebut disebabkan tingginya minat dan kesadaran fasyankes untuk menjaga mutu kelayakan sarana prasarana yang sampai saat ini hanya LPFK Surakarta yang mampu memberikan pelayanan inspeksi sarana prasarana untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY.

b. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan tahun 2019 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2019

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Target Realisasi Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Jumlah pelayanan inspeksi sarana dan prasarana 120 250 160 337

Apabila dilihat dari target indikator kinerja tahun 2020 dengan tahun 2019 terdapat peningkatan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena semakin meningkatnya kesadaran fasyankes terhadap kualitas dan kelayakan sarana prasarana demi mengutamakan keselamatan pasien.

c. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan target jangka menengah dalam rencana strategis :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Tahun 2020 Target RSB Target Realisasi 2021 2022 2023 2024 Terwujudnya peningkatan kepuasan stakeholder Jumlah pelayanan inspeksi sarana dan prasarana 160 337 250 272 338 414

Bila dibandingkan antara capaian tahun 2020 dengan target RSB jangka menengah sebagaimana tabel diatas, maka diperlukan upaya yang nyata khususnya penambahan sumber daya serta peningkatan kualitas pelayanan. Disamping itu

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

27

perlu dilakukan perluasan lingkup pelayanan yang didukung kemampuan pemasaran yang profesional.

d. Analisa penyebab keberhasilan dan kegagalan Penyebab keberhasilan :

a. Personil pengujian yang profesional

b. Tingginya minat fasyankes untuk dilakukan inspeksi sarana prasarana Rencana Tindak Lanjut :

a. Menambah jumlah personil yang saat ini hanya ada satu tim

b. Menambah jumlah peralatan uji yang mendukung perluasan lingkup pelayanan c. Menyediakan anggaran khusus covid-19 untuk mendukung pelayanan

pengujian kalibrasi

5) Jumlah Unit Revenue Center

Unit Revenue Center merupakan unit-unit yang difokuskan untuk menghasilkan pendapatan.

a. Analisa capaian tahun 2020 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Terwujudnya sistem revenue

center yang

berkesinambungan

Jumlah unit revenue

center 5 5

Sasaran /Indikator Kegiatan

Sasaran strategis adalah terwujudnya sistem revenue center yang berkesinambungan dengan indikator kinerja berupa jumlah unit revenue center.

Kondisi yang dicapai

Adanya unit revenue center merupakan salah satu strategi LPFK Surakarta untuk mewujudkan kebijakan kementerian kesehatan agar satuan kerja berkembang menjadi Badan Layanan Umum (BLU) sehingga mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih efisien dan produktif. Tahun 2020 telah ditetapkan target jumlah unit revenue center sebanyak 5 unit, diantaranya :

1. Pengujian Kalibrasi Alat Kesehatan

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

28

3. Pemantauan Dosis Perorangan 4. Inspeksi Sarana Prasarana 5. Praktek Kerja/Magang

b. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan tahun 2019 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2019

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Target Realisasi Terwujudnya sistem revenue center yang berkesinambungan Jumlah unit revenue center - - 5 5

Perlu diketahui bahwa indikator kinerja jumlah unit revenue center tidak menjadi indikator dalam rencana strategis bisnis tahun 2015-2019.

c. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan target jangka menengah dalam rencana strategis :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Tahun 2020 Target RSB Target Realisasi 2021 2022 2023 2024 Terwujudnya sistem revenue center yang berkesinambungan Jumlah unit revenue center 5 5 6 8 10 12

Bila dibandingkan antara capaian tahun 2020 dengan target RSB jangka menengah sebagaimana tabel diatas, maka diperlukan upaya yang nyata khususnya peningkatan kuantitas dan kualitas SDM serta didukung dengan penambahan sarana prasarana.

d. Analisa penyebab keberhasilan dan kegagalan Penyebab keberhasilan :

a. Adanya promosi dan publikasi jenis pelayanan yang baru yang efektif b. Adanya legalitas pola tarif pelayanan berupa peraturan presiden Rencana Tindak Lanjut :

a. Merencanakan kegiatan studi banding untuk mempelajari dan mengumpulkan informasi dalam rangka mempersiapkan pelayanan baru.

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

29

b. Memberikan pembekalan dan pelatihan

6) Jumlah Peralatan Uji yang Dikalibrasi

Peralatan uji yang dikalibrasi adalah kalibrasi terhadap peralatan yang digunakan untuk pengujian kalibrasi alat kesehatan.

a. Analisa capaian tahun 2020 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi

Terwujudnya sistem

pelayanan pengujian dan kalibrasi yang terstandarisasi

Jumlah peralatan uji yang

dikalibrasi 188 167

Sasaran /Indikator Kegiatan

Sasaran dari indikator ini adalah terwujudnya sistem pelayanan pengujian dan kalibrasi yang terstandarisasi, dengan indikator kinerja jumlah peralatan uji yang dikalibrasi

Kondisi yang dicapai

Pada tahun 2020 LPFK Surakarta mampu melaksanakan kalibrasi alat uji sejumlah 167 unit. Capaian tersebut tidak mampu melampui target yang ditetapkan karena terdapat laboratorium kalibrasi yang sempat tidak menerima pelayanan karena pandemi covid-19. Disamping itu disebabkan sebagian anggaran digunakan untuk pemeliharaan dan perbaikan alat yang rusak.

b. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan tahun 2019 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2019

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Target Realisasi Terwujudnya sistem pelayanan pengujian dan kalibrasi yang terstandarisasi Jumlah peralatan uji yang dikalibrasi 188 184 188 167

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

30

Berdasarkan tabel di atas terjadi penurunan capaian tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019. Hal ini disebabkan oleh sebagian laboratorium tidak menerima pelayanan sementara waktu karena dampak pandemi covid-19 serta anggaran diprioritaskan untuk perbaikan alat uji.

c. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan target jangka menengah dalam rencana strategis :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Tahun 2020 Target RSB Target Realisasi 2021 2022 2023 2024 Terwujudnya sistem pelayanan pengujian dan kalibrasi yang terstandarisasi Jumlah peralatan uji yang dikalibrasi 188 167 201 210 240 260

Bila dibandingkan antara capaian tahun 2020 dengan target RSB jangka menengah sebagaimana tabel diatas, maka LPFK Surakarta optimis mampu mencapai target jangka menengah tersebut karena rekalibrasi merupakan kegiatan prioritas dalam rangka menjamin mutu pelayanan pengujian kalibrasi.

d. Analisa penyebab keberhasilan dan kegagalan Penyebab kegagalan :

a. Dampak pandemi covid-19 sehingga menghambat pelaksanaan kalibrasi alat uji b. Terdapat kerusakan beberapa alat sehingga tidak dapat dilakukan kalibrasi

sehingga lebih membutuhkan anggaran untuk perbaikan Rencana Tindak Lanjut :

a. Memperbaiki program perencanaan pelaksanaan kalibrasi alat uji agar dapat berjalan sinergi dengan pelayanan

b. Menyediakan anggaran prioritas untuk kalibrasi alat uji

7) Jumlah jenis pelayanan pengujian dan atau kalibrasi yang terakreditasi

Akreditasi laboratorium merupakan persyaratan utama untuk mendapatkan pengakuan terhadap mutu pelayanan laboratorium dari pihak luar. Tahun anggaran 2017 LPFK Surakarta sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional ( KAN ), sebanyak 6 ruang lingkup akreditasi meliputi kalibrasi suction pump, sphygmomanometer (tensimeter) dan centrifuge, pengujian Film badge, Uji

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

31

kesesuaian general purpose dan mobil x ray. Pada tahun 2018, LPFK Surakarta melakukan penambahan 5 ruang lingkup yaitu CT Scan, Dental Unit, Mammografi, Panoramic, TLD.

a. Analisa capaian tahun 2020 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Terwujudnya sistem pelayanan

pengujian dan kalibrasi yang terstandarisasi

Jumlah jenis pelayanan pengujian dan atau

kalibrasi yang

terakreditasi

23 11

Sasaran /Indikator Kegiatan

Sasaran dari indikator ini adalah terwujudnya sistem pelayanan pengujian kalibrasi yang terstandarisasi, dengan kegiatan berupa akreditasi laboratorium pengujian dan kalibrasi.

Kondisi yang dicapai

Tahun 2020 telah dilaksanakan kegiatan reakreditasi dan perluasan ruang lingkup akreditasi pada bulan Desember 2020. Terdapat 14 lingkup pelayanan yang diusulkan untuk mendapatkan penetapan akreditasi, yaitu

1. Fluoroskopi 2. MRI

3. Oven

4. Medical Refrigerator 5. Medical Freezer 6. Blood bank refrigerator 7. Incubator laboratorium 8. Sterilisator 9. Manometer 10. Suction dinding 11. Vacum ekstraktor 12. Tachometer 13. Rotator 14. Stirer

Apabila penambahan ruang lingkup tersebut lolos penilaian oleh KAN, maka penetapan akreditasi diterima pada tahun 2021.

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

32

b. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan tahun 2019 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2019

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Target Realisasi Terwujudnya sistem pelayanan pengujian dan kalibrasi yang terstandarisasi Jumlah jenis pelayanan pengujian dan atau kalibrasi yang terakreditasi 16 11 23 11

Berdasarkan tabel di atas, tidak ada perubahan capaian di tahun 2019 maupun tahun 2020. Akan tetapi sebenarnya di tahun 2020, LPFK sudah melakukan kegiatan penambahan ruang lingkup, hanya saja untuk penetapan akreditasi diperoleh pada tahun 2021.

c. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan target jangka menengah dalam rencana strategis :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Tahun 2020 Target RSB Target Realisasi 2021 2022 2023 2024 Terwujudnya sistem pelayanan pengujian dan kalibrasi yang terstandarisasi Jumlah jenis pelayanan pengujian dan atau kalibrasi yang terakreditasi 23 11 23 28 33 40

Bila dibandingkan antara capaian tahun 2020 dengan target RSB jangka menengah sebagaimana tabel diatas, maka LPFK Surakarta optimis mampu mencapai target jangka menengah tersebut kegiatan akreditasi merupakan salah satu upaya laboratorium menjamin mutu pengujian/kalibrasi.

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

33

d. Analisa penyebab kegagalan Penyebab kegagalan :

a. Perpindahan lokasi kantor/laboratorium bertepatan dengan selesainya masa berlaku penetapan akreditasi

b. Kegiatan asesemen/penilaian akreditasi terlaksana di bulan Desember 2020 sehingga penetapan akreditasi pada tahun 2021

Rencana Tindak Lanjut

a. Menyusun program penambahan ruang lingkup akreditasi secara berkesinambungan

8) Jumlah kerja sama dalam bentuk MOU pelayanan jangka panjang ≥ 3 tahun Kerjasama dengan pihak luar dalam rangka untuk meningkatkan dan efektifitas dan efisiensi pelayanan dilakukan oleh LPFK Surakarta. Kerjasama/MOU yang dilakukan oleh LPFK Surakarta meliputi kerja pengujian kalibrasi dan monitoring dosis radiasi personal.

a. Analisa capaian tahun 2020 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Terwujudnya Kemitraan yang luas Jumlah kerjasama dalam

bentuk MOU pelayanan jangka panjang ≥ 3 tahun

40 40

Sasaran /Indikator Kegiatan

Sasaran dari indikator ini adalah terwujudnya kemitraan yang luas, dengan kegiatan berupa kerjasama/MOU pelayanan pengujian kalibrasi, uji kesesuaian pesawat sinar X dan pemantauan dosis radiasi personal dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kondisi yang dicapai tahun 2020

MOU merupakan dokumen kejasama antara LPFK Surakarta dengan pengguna jasa, dengan kurun waktu perjanjian minimal 3 tahun. MOU ini penting dilakukan agar pelanggan mendapatkan jadwal pelayanan yang tetap, sehingga tidak perlu menunggu antrian. Adapun jumlah MOU yang masih berlaku pada tahun 2020 sebanyak 40 MOU.

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

34

b. Analisa capaian tahun 2019 dengan tahun 2020 :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Capaian Tahun 2019

Capaian Tahun 2020

Target Realisasi Target Realisasi Terwujudnya Kemitraan yang luas Jumlah kerjasama dalam bentuk MOU pelayanan jangka panjang ≥ 3 tahun 40 26 40 40

Apabila dibandingkan dengan tahun 2019 capaian jumlah MOU pada tahun 2020 mengalami peningkatan. Indikator tersebut dapat tercapai karena evaluasi dan perbaikan mengenai metode promosi dalam menawarkan kerja sama dalam bentuk MOU dengan fasyankes.

c. Analisa perbandingan capaian tahun 2020 dengan target jangka menengah dalam rencana strategis :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Capaian Tahun 2020 Target RSB Target Realisasi 2021 2022 2023 2024 Terwujudnya Kemitraan yang luas Jumlah kerja sama dalam bentuk MOU pelayanan jangka panjang ≥ 3 tahun 40 40 150 165 182 196

Dengan melihat target jangka menengah maka perlu dilakukan aksi strategis dan prioritas untuk meningkatkan capaian jumlah MOU.

d. Analisa penyebab keberhasilan Penyebab keberhasilan :

LAKIP 2020 LPFK SURAKARTA

35

2. Hasil dari kegiatan sosialisasi memberikan dampak pada bertambahnya jumlah MOU

Rencana Tindak Lanjut :

1. Memperkuat tenaga/tim khusus yang fokus pada kegiatan promosi. 2. Mengadakan kegiatan sosialisasi atau temu pelanggan

9. Jumlah Kegiatan Peningkatan Mutu yang Terlaksana

Kegiatan peningkatan mutu merupakan kegiatan dalam rangka menjaga kualitas hasil pengujian kalibrasi sehingga memperoleh hasil yang akurat, aman dan terpercaya.

Dokumen terkait