• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klas I Angle Usia 19-24 Tahun di Kota Medan

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disarankan hal-hal sebagai berikut :

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai nilai konversi VDO terhadap lima jarak landmark wajah lainnya pada Suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle dengan jumlah sampel lebih banyak berdasarkan usia, jenis kelamin, suku Batak Toba 3 generasi atau lebih, serta pola makan.

DAFTAR PUSTAKA

1. The Glossary of Prosthodontic terms. 9th ed. J Prosthet Dent. 2017; 117(55):

e63, e77, e86, e90.

2. Basnet BB, Singh RK, Parajuli PK, Shrestha P. Correlation between facial measurements and occlusal vertical dimension: an anthropometric study in two ethnic groups of nepal. Int J Dent Scie Res 2014; 2(6): 172-4.

3. Majeed MI, Haralur SB, Khan MF, Al-Ahmari MA, Al-Shahrani NF, Shaik S. An anthropometric study of cranio-facial measurements and their correlation with vertical dimension of occlusion among saudi arabian subpopulations. Open Access Maced J Med Sci 2018; 6(4): 680-6.

4. Chairani CN, Rahmi E. Korelasi antara dimensi vertikal oklusi dengan prosthodontics. New Delhi: Jaypee Brothers, 2007: 80-5.

8. Veeraiyan DN, Ramalingam K, Bhat V. Textbook of prosthodontics. New Delhi: Jaypee Brother, 2003: 19-20, 129-39.

9. Dipoyono HM. Pengaruh jumlah gigi posterior rahang bawah dua sisi yang telah dicabut dan pemakaian gigi tiruan sebagian terhadap bunyi sendi. Maj Ked Gi 2012; 19(1): 5-8.

10. Akhma NE, Sumarsongko T, Rikmasari R. Correlation between the occlusal vertical dimension and the pupil rima oris distance among sundanese

population. Padjajaran J Dent 2017; 29(2): 130-7.

11. Moore LF, Dalley AF. Anatomi berorientasi klinis: kepala, leher, saraf-saraf kranial. 5th ed. Alih bahasa. Hartanto H. Jakarta: Erlangga, 2013: 2-7,49.

12. Baylis A. Head and neck embrylogy: an overview of development, growth and defect in the human fetus. Honors Scholar Theses 2009: 1-35.

13. Enikawati M, Soenawan H, Suharsini M. Panjang maksila dan mandibula pada anak usia 10-16 tahun. FKG UI, 2013: 1-15.

14. Menezes M, Rosati R, Allievi C, Sforza C. A photographic system for the three-dimensional study of facial morphology. Angle Orthodontist 2009;

79(6): 1070-7.

15. Singh G. Textbook of orthodontic. 2nd ed. New Delhi: Jaypee Brothers, 2007:

53-6, 68-9.

16. Bhalajhi SI. Orthodontics the art and sciences. 7th ed. New Delhi: Arya, 2004:

168.

17. Manjusha KK, Jyothindrakumar K, Nishad A, Manoj KM. Growth and development of dentofacial complex influenced by genetic and enviromental factors using monozygotic twins. J Contemp Dent Pract 2017; 18(9): 754-8.

18. Ifwandi, Rahmayani L, Maylanda A. Proporsi tinggi wajah pada relasi molar klas I dan klas II divisi 2 angle mahasiswa fakultas kedokteran gigi universitas syiah kuala. J Syiah Kuala Dent Soc 2016; 1(2): 153-60.

19. Ladda R, Bhandari AJ, Kasat VO, Angadi GS. A new technique to determine vertical dimension of occlusion from anthropometric measurements of fingers. Indian J Dent Res 2013; 24(3): 316-20.

20. Ulpa JR, Priyanto D, Benyamin B Hubungan kehilangan gigi posterior bilateral free end terhadap timbulnya clicking pada sendi temporomandibular.

Med Dent J; 2(1): 14-7.

21. Achmad MH, Natsir M, Samad R. Buku saku pada anak dan penanganannya.

Jakarta: Sagung seto, 2016: 13-20.

22. Sukamti ER. Pengaruh kesehatan terhadap percepatan pertumbuhan fisik anak usia 0-2 tahun. https://www.google.com/Fjournal.uny.ac.id. 27 Agustus 2019.

23. Pudyani PS. Reversibilitas kalsifikasi tulang akibat kekurangan protein pre dan post natal. https://e-journal.unair.ac.id/MKG/article/view/1128. 11 September 2019.

24. Sorop-Florea M, Dragusin RC, Patru CL, et al. Congenital Abnormalities of the fetal face, 2018: 96.

25. Siagian KV. Penatalaksanaan impaksi gigi molar ketiga bawah dengan komplikasinya pada dewasa muda. J Biomedik 2011; 3(3): 186-94.

26. Chaturvedi S, Alfarsi MA. 3-D mapping of cortical bone thickness in subjects with different face form and arch form: a cbct analysis. Nigerian J Clin Pract 2019; 22(5): 616-25.

27. Snell RS. Anatomi klinis berdasarkan sistem. Alih bahasa. Sugiharto L.

Jakarta: EGC, 2015: 286-95.

28. Scheid RC, Weiss G. Woelfel Anatomi Gigi. Alih bahasa. Siswasuwignya P, Yusuf HY, Lubis S, Sylvani M, Wulansari D. Jakarta: EGC, 2017: 411-23.

29. Proffit WR, Fields HW, Sarver DM. Contemporary orthodontics. 4th ed. St.

Louis: Mosby‟s Elsevier, 2007: 176 – 80.

30. Schuenke M, Schulte E, Schumacher U. Anatomi untuk kedokteran gigi:

32. Mandala V, AF Cendrawasih, Heryumani JCP. Hubungan antara perubahan kedalaman kurva von spee dengan perubahan tinggi wajah anterior bawah dan sudut bidang mandibula pada perawatan deep bite. J Ked Gi 2014; 5(4):

363-9.

33. Kuc J, Sierpinska T, Golebiewska M. Alveolar ridge arthrophy to facial morphology in edentulous patient. J Clin Interv Aging 2017; 12: 1481-94.

34. Okeson JP. Management of tempotomandibula disorders and occlusion. 7th ed. St. Louis: Elsevier, 2013: 4-7.

35. Alzarea BK. Temporomandibular disorders (TMD) in edentulous patients: a review and proposed classifications (Dr. Brader‟s Classification). J Clin Diagnostic Res 2015; 9(4): 6-9.

36. Elvi, Machmud E, Thalib B, Arafi A, Sulistiawaty. Management of releasable full denture in patient with pseudo jaw relation class III: a case report. J Dentomaxillofac Sci 2017: 2(1): 58-60.

37. Saragih TSM. Buku saku gangguan sendi temporomandibula. Trenggalek:

Sembilan Mutiara Publishing, 2018: 28-9.

38. Windriyatna, Sugianto E. Tjahjanti E. Pengaruh kehilangan gigi posterior rahang atas dan rahang bawah terhadap gangguan sendi temporomandibula (Tinjauan klinis radiografi sudut inklinasi eminensia artikularis. J Ked Gi 2015: 6(3): 315-20.

39. Ginting R, Abidin T, Dennis D, Saragih E. Convertion values of vertical dimension ocllusion height to length of right hand fingers among batak toba ethnic. J Dent Med Sci 2016; 15(6): 40-6.

40. Wirahadikusumah A, Koesmaningati H, Fardaniah S. Digital photo analysis as a predictor of physiological vertical dimension. J Dent Ind 2011; 18(2): 38-44.

41. Majeed MI, Afzal M, Kashif M. Determination of occlusal vertical dimension in a section of pakistani population using craniofacial measurements.

JUMDC 2015; 6(1): 1-5.

42. Helal MA, Abu-shahbba R. Evaluation for the reliability of the craniofacial measurements in determination of vertical dimension of occlusion. J Clin Res Dent 2018; 1(2): 1-4.

43. Khanehzad M, Madadi S, Tahmasebi F, Kazemzadeh S, Hassanzadeh G. The correlation between occlusal vertical dimension, length of the thumb and facial landmarks measurements: an anthropometric student of iranian university students. Global J Human Anatomy Physiology Res 2018; 4: 1-6.

44. Bajunaid SO, Baras B, Alhathlol N, Ghamdi AA. Evaluating the reliability of facial and hand measurements in determining the vertical dimension of occlusion. Int J Med Pharm 2017; 5(1): 1-11.

45. Nagpal A, Parkash H, Bhargava A, Chittaranjan B. Reliability of different facial measurements for determination of vertical dimension of occlusion in edentulous using accepted facial dimensions recorded from dentulous subjects. J Indian Pros Soc 2014; 14(3): 233-42.

46. Hastono SP. Analisis data pada bidang kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers, 2018: 143-7.

47. Sugiyarto S. Menyimak (kembali) integrasi budaya di tanah batak toba.

https://www.google.com/url/ejournal.undip.ac.id. 20 September 2019.

48. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Jumlah penduduk dan rumah

tangga menurut kabupaten/kota.

https://sumut.bps.go.id/statictable/2018/04/09/893/jumlah-penduduk-dan-rumah-tangga-menurut-kabupaten-kota-2016.html. 20 September 2019.

49. Isgiyanto A. Teknik pengambilan sampel pada penelitian non-eksperimental.

Yogyakarta: Mitra Cendikia, 2009: 95.

50. Franco FCM, Araujo TM, Vogel CJ, Quintao CCA. Brachycephalic, dolicocephalic and mesocephalic: is it appropriate to describe the face using skull patterns. Dent Press J Orthod 2013; 18(3): 159-63.

51. Alexander KS, Stott DJ, Sivakumar B, Kang N. A morphometric study of the human ear. J Plastic Recons Aest Surg 2011; 64: 41-7.

52. Basnet BB, Parajuli PK, Singh RK, Suwal P, Shrestha P, Baral D. An anthropometric study to evaluate the correlation between the occlusal vertical dimension and length of the thumb. Clin Cosmetic Investigational Dent 2015;

7: 33-9.

Lampiran 1

SKEMA ALUR PIKIR

1. Vertikal Dimensi Oklusi (VDO) adalah jarak sepertiga tinggi wajah bagian bawah pada saat mulut dikatupkan dan gigi geligi pada maksila dan mandibula berada dalam oklusi interkuspal maksimum, diukur antara dua titik anatomis (biasanya satu titik di ujung hidung dan titik lainnya di dagu), satu pada jaringan lunak yang tidak bergerak dan satu lagi pada jaringan lunak yang bergerak. (The Glossary of Prosthodontic Terms, 2017)

2. Fungsi VDO normal adalah untuk keseimbangan orofasial dan fungsi TMJ yang baik pada saat fungsi mastikasi dan fonetik. (Basnet BB, 2014)

3. Pada kondisi atrisi gigi geligi, edentulus penuh, bahkan kecelakaan yang mengenai daerah sepertiga wajah bawah akan terjadi kehilangan jarak VDO normal, maka perlu dilakukan penentuan jarak VDO yang tepat dalam rekontruksi sepertiga wajah bagian bawah. (Basnet BB, 2014 dan Majeed MI, 2018)

4. Beberapa metode yang digunakan untuk menentukan VDO yang terdiri dari metode pra-ekstraksi dan metode post-ekstraksi. Metode pra-ekstraksi yang digunakan untuk menentukan jarak VDO, yaitu foto wajah, siluet wajah, radiografi sefalometri, model artikulasi, dan metode Swensons. Metode post-ektraksi yang dapat digunakan, yaitu metode Niswonger, elektromiografi, bimeter, Willis, closest speaking space, penelanan, serta panjang jari dan jarak landmark wajah. (Prakash V, 2017; Sarandha DL, 2007; dan Veeraiyan DN, 2003)

5. Metode jarak landmark wajah dipilih karena wajah relatif tidak berubah sepanjang hidup, metode tidak invasif, sederhana, berisiko rendah, tidak memerlukan alat khusus, biaya tidak mahal, serta tidak terpapar radiasi.

(Basnet BB, 2014)

6. Penelitian yang dilakukan di Nepal pada laki-laki dan perempuan usia 19-46 tahun pada ras Aryan dan Mongoloid di Nepal menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dan positif pada semua parameter yang diukur, yaitu jarak VDO dengan jarak RO-Pu (r = 0,557), jarak OC-IC (r = 0,499), jarak E-E (r = 0,395), dan jarak EH (r = 0,378). (Basnet BB, 2014)

7. Penelitian yang dilakukan di Arab Saudi menyatakan jarak VDO dapat diperoleh dari hasil konversi jarak landmark wajah, yaitu jarak RO-Pu, OC-IC, OC-RO, E-E, dan EH. Persamaan regresi yang didapatkan untuk subpopulasi Arab Saudi pada laki-laki VDO = [ 27.07 + 0.655 (RO-Pu)], VDO = [20.323 + 0.675 (OC-RO)], VDO = [42.12 + 0.402 (OC-IC)], VDO

= [45.31 + 0.354 (E-E)], pada perempuan VDO = [34.91 + 0.347 (RO-Pu], VDO = [24.22 + 0.471 (OC-RO)], VDO = [45.63 + 0.207 (OC-IC)], VDO = [39.54 + 0.263 (E-E)], VDO = [42.72 + 0.238 (EH)]. (Majeed MI, 2018).

Rumusan Masalah

1. Apakah terdapat perbedaan nilai rerata jarak VDO dan lima jarak landmark wajah (RO-Pu, OC-RO, OC-IC, E-E, dan EH) pada Suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun berdasarkan usia dan jenis kelamin?

2. Berapakah nilai kekuatan hubungan (Koefisien Korelasi Pearson = r) antara jarak VDO dengan lima jarak landmark wajah (RO-Pu, OC-RO, OC-IC, E-E, dan EH) pada Suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun berdasarkan jenis kelamin?

3. Apakah terdapat perbedaan nilai konversi jarak VDO dengan lima jarak landmark wajah (RO-Pu, OC-RO, OC-IC, E-E, dan EH) pada Suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun berdasarkan usia dan jenis kelamin?

4. Bagaimanakah persamaan regresi jarak VDO dengan lima jarak landmark wajah (RO-Pu, OC-RO, OC-IC, E-E, dan EH) pada Suku Batak Toba Oklusi

Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan/korelasi yang paling kuat antara jarak VDO dengan lima jarak landmark wajah (RO-Pu, OC-RO, OC-IC, E-E, dan EH) pada Suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun.

2. Tujuan Khusus

1. Mendapatkan nilai rerata jarak VDO dan lima jarak landmark wajah (RO Pu, OC-RO, OC-IC, E-E, dan EH) pada Suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun berdasarkan usia dan jenis kelamin.

2. Mendapatkan nilai kekuatan hubungan atau Koefisien Korelasi Pearson (r) antara VDO dengan lima jarak landmark wajah (RO-Pu, RO, OC-IC, E-E, dan EH) pada Suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun berdasarkan jenis kelamin.

3. Mendapatkan nilai konversi jarak VDO dengan lima jarak landmark wajah (RO-Pu, OC-RO, OC-IC, E-E, dan EH) pada Suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun berdasarkan usia dan jenis kelamin.

4. Mendapatkan persamaan regresi jarak VDO dengan lima jarak landmark wajah (RO-Pu, OC-RO, OC-IC, E-E, dan EH) pada Suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun berdasarkan jenis kelamin.

Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Untuk perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran gigi khususnya bidang Biologi Oral yang dihubungkan dengan bidang Orthodonsia, Prostodonsia, Pedodonsia, dan Konservasi untuk mengetahui jarak landmark wajah (RO-Pu, OC-RO, OC-IC, E-E, dan EH) mana yang paling kuat hubungannya dengan jarak VDO pada suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun..

2. Manfaat Praktis

Untuk membantu praktisi dalam penentuan jarak VDO yang tepat saat rekonstruksi wajah dengan menggunakan nilai konversi jarak landmark wajah pada suku Batak Toba Oklusi Klas I Angle usia 19-24 tahun.

Lampiran 2 Ethical Clearance

Lampiran 3

Prosedur Penelitian

Subjek pemelitian mengisi kuesioner penelitiandan lembar persetujuan (Informed Consent) 1

Pemeriksaan kondisi gigi geligi 2

Pemeriksaan hubungan oklusi

molar 1 3

Posisi duduk subjek: badan

tegak lurus 4

Pembuatan titik tanda anatomis dengan eyeliner 5

Pengukuran Jarak VDO 6

Pengukuran Jarak RO-Pu 7

Pengukuran Jarak OC-IC 8

Pengukuran Jarak OC-RO 9

Pengukuran Jarak E-E

10

Pengukuran Jarak EH

11

Lampiran 4

DEPARTEMEN BIOLOGI ORAL FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

LEMBAR KUESIONER

No. Responden : Tanggal :

I. DATA UMUM

1.1 Identitas Responden Isilah daftar pertanyaan

1. Nama :

2. Tanggal Lahir :

3. Usia :

4. Jenis Kelamin : LK PR 5. Alamat :

6. No.Telp/HP : 7. Pekerjaan :

Tanda Tangan

( )

NILAI KONVERSI JARAK VERTIKAL DIMENSI OKLUSI DENGAN LIMA JARAK LANDMARK

WAJAH PADA SUKU BATAK TOBA DI KOTA MEDAN

1.2 Riwayat Suku Responden

Beri tanda checklist ( √ ) pada kolom jawaban yang sesuai dengan data Anda suku Batak Toba atau bukan Suku Batak Toba

Ya Bukan Contoh : Suku Ayah Batak Toba

Apakah Suku Batak Toba atau Bukan Batak Toba ? Ya Bukan 1. Suku Ayah

a. Suku Kakek b. Suku Nenek 2. Suku Ibu

a. Suku Kakek b. Suku Nenek

Kesimpulan suku responden

Batak Toba 1 generasi Batak Toba 2 Generasi

II. PEMERIKSAAN INTRA ORAL 2.1 ODONTOGRAM

2.2 OKLUSI

Beri tanda checklist ( √ ) pada kolom jawaban yang sesuai dengan data yang diperoleh

Hubungan Molar Klas I Angle Klas II Angle Klas III Angle Kanan

Kiri Pengukuran jarak

Jarak EH

III. PEMERIKSAAN EKSTRA ORAL

Beri tanda checklist ( √ ) pada kolom jawaban yang sesuai dengan data yang diperoleh

1. Profil Wajah

Lurus Cembung Cekung

Ya Tidak 2. Wajah simetris

3. Kelainan/anomali pada wajah (mata, hidung, bibir, telinga)

4. Makrognasia 5. Mikrognasia

IV. RIWAYAT SAMPEL STATUS GIGI

Beri tanda checklist ( √ ) pada kolom jawaban yang sesuai dengan data Anda Ya Tidak 1. Apakah Anda pernah atau sedang menggunakan alat

ortodonti (behel/kawat gigi)?

2. Apakah Anda menggunakan gigi tiruan (gigi palsu, mahkota, bridge) ?

3. Apakah ada kebiasaan menggertakkan gigi ketika marah, stress, atau saat tidur ?

4. Apakah ada rasa sakit atau terdengar bunyi „klik‟ pada saat membuka mulut atau saat mengunyah makanan di sendi antara rahang atas dan rahang bawah, di depan telinga?

5. Apakah Anda memiliki penyakit sistemik ? (diabetes, hipertensi, jantung)

STATUS WAJAH

Beri tanda checklist ( √ ) pada kolom jawaban yang sesuai dengan data Anda Ya Tidak 6. Apakah Anda pernah mengalami trauma/kecelakaan yang

berakibat pada wajah (mata, hidung, bibir, telinga)?

7. Apakah Anda pernah melakukan operasi pada daerah wajah (mata, hidung, bibir, telinga)?

8. Apakah Anda pernah mengalami trauma patah tulang pada rahang atas atau rahang bawah ?

9. Apakah Anda pernah melakukan operasi pada daerah rahang atas atau rahang bawah ?

KESIMPULAN HASIL SCREENING

Lampiran 5

LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN Kepada Yth :

Saudara/i

...

Bersama ini saya, Debora Lovelisa Hinson Simbolon, yang sedang menjalani program pendidikan sarjana pada Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara, memohon kesediaan Saudara/i untuk berpartisipasi sebagai subjek penelitian saya yang berjudul :

NILAI KONVERSI JARAK VERTIKAL DIMENSI OKLUSI DENGAN LIMA JARAK LANDMARK

WAJAH PADA SUKU BATAK TOBA DI KOTA MEDAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konversi jarak vertikal dimensi oklusi dengan lima dimensi pengukuran wajah pada suku Batak Toba usia 19-24 tahun Oklusi Klas I Angle. Jarak Vertikal Dimensi Oklusi (VDO) merupakan jarak wajah bagian bawah pada keadaan gigi geligi rahang atas dan rahang bawah berkontak atau berada dalam oklusi interkuspasi maksimum.

Pada penelitian ini Saudara/i akan menjalani prosedur penelitan. Pertama-tama Saudara/i akan diberikan kuesioner mengenai nama, tanggal lahir, usia, jenis kelamin, alamat, no. Telp/hp, pekerjaan, suku, riwayat medis. Kemudian Saudara/i akan dilakukan pemeriksaan intra oral, meliputi pemeriksaan kondisi gigi geligi dan oklusi Molar satu. Setelah itu, Saudara/i akan dilakukan pemeriksaan ekstra oral, meliputi kondisi profil wajah dan kesimetrisan wajah. Pada Saudara/i akan dilakukan pengukuran jarak VDO dan lima dimensi jarak wajah, meliputi rima oris ke pupil mata, outer canthus mata kanan ke rima oris, outer canthus mata kanan ke inner

canthus mata kiri, outer canthus mata ke meatus auditori eksternus, dan panjang telinga dengan menggunakan kaliper digital.

Penelitian ini tidak memiliki efek samping. Akan tetapi, Saudara/i akan merasa tidak nyaman selama dilakukan pengukuran jarak VDO dan lima dimensi jarak wajah dengan menggunakan kaliper digital. Semua tindakan tersebut membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Selama penelitian tidak akan terjadi masalah atau komplikasi yang serius.

Manfaat yang didapat apabila Saudara/i bersedia menjadi subjek penelitian ini adalah dapat mengetahui nilai konversi jarak VDO pada laki-laki dan perempuan suku Batak Toba usia 19-24 tahun dengan Oklusi Klas I Angle.

Partisipasi Saudara/i bersifat sukarela dan tanpa ada unsur paksaan. Setiap data yang ada dalam penelitian ini akan dirahasiakan dan digunakan untuk kepentingan penelitian. Untuk penelitian ini Saudara/i tidak akan dikenakan biaya apapun.

Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini dan bersedia untuk menjadi subjek penelitian, maka mohon kiranya Saudara/i mengisi dan menandatangani lembar persetujuan sebagai subjek penelitian yang terlampir pada lembar berikutnya. Saudara/i perlu mengetahui bahwa surat tersebut tidak mengikat dan Saudara/i dapat mengundurkan diri dari penelitian ini bila Saudara/i merasa keberatan.

Demikian lembar penjelasan ini saya perbuat, semoga keterangan ini dapat dimengerti dan atas kesediaan Saudara/i untuk berpartisipasi dalam penelitian saya ini, saya ucapkan terimakasih.

Debora Lovelisa Hinson Simbolon (Telp. 082281292766) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara

Medan, November 2019

(Debora Lovelisa Hinson Simbolon)

Lampiran 6

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN SUBJEK PENELITIAN SETELAH PENJELASAN

(INFORMED CONSENT)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama :

Umur :

Jenis Kelamin : L/P Alamat :

Menyatakan telah membaca lembar penjelasan kepada subjek penelitian dan sudah mengerti serta bersedia untuk turut serta sebagai subjek penelitian, dalam penelitian atas nama Debora Lovelisa Hinson Simbolon yang berjudul “Nilai Konversi Jarak Vertikal Dimensi Oklusi dengan Lima Landmark Wajah Pada Suku Batak Toba di Kota Medan”, dan menyatakan tidak keberatan maupun melakukan tuntutan di kemudian hari.

Demikian pernyataan ini saya perbuat dalam keadaan sehat, penuh kesadaran, dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Medan, November 2019 Pembuat Pernyataan

(...) Tanda tangan dan nama jelas

Lampiran 7

NO

Lampiran 8 Uji Statistik

DISTRIBUSI FREKUENSI KARAKTERISTIK UMUM SUBJEK PENELITIAN

Umur Responden

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid

Laki-laki 15 50.0 50.0 50.0

perempuan 15 50.0 50.0 100.0

Total 30 100.0 100.0

RERATA JARAK VDO BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN VDO * Umur Responden

VDO

Umur Responden N Mean Std. Deviation

19 4 70.8375 8.31113

ANOVA Table

F Sig.

VDO * Umur Responden

Between Groups (Combined) .978 .451

Within Groups Total

VDO * Jenis Kelamin Responden

VDO

Jenis Kelamin Responden N Mean Std. Deviation

Laki-laki 15 72.9573 3.74628

Between Groups (Combined) 22.171 .000

Within Groups Total

RERATA JARAK LANDMARK WAJAH BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN Std. Deviation 6.70627 3.79624 7.35518 3.39810 1.58584

20

N 11 11 11 11 11

Mean 71.9064 70.8845 72.4464 76.5239 58.1818 Std. Deviation 4.78927 4.71658 4.89441 4.79861 4.39093

21

N 5 5 5 5 5

Mean 68.2700 67.2540 69.4460 77.3420 56.6180 Std. Deviation 5.55523 3.90487 5.47184 2.58888 5.72368

22

N 5 5 5 5 5

Mean 72.1460 72.3900 72.8280 76.7040 58.4000 Std. Deviation 5.63164 4.50026 5.38664 7.51556 3.61041

23

N 3 3 3 3 3

Mean 77.9667 75.0733 77.4467 79.5200 60.1433 Std. Deviation 2.50867 .33710 4.25160 2.01405 2.20600

24

N 2 2 2 2 2

Mean 67.0050 65.7650 66.8900 81.0950 57.5500 Std. Deviation 8.39336 7.37512 8.55599 1.39300 6.70337

Total

N 30 30 30 30 30

Mean 71.6193 70.7130 72.2167 77.7811 58.5923 Std. Deviation 5.63178 4.72050 5.66077 4.57039 4.19339

ANOVA Table

F Sig.

RO-Pu * Umur Responden

Between Groups (Combined) 1.529 .218

Within Groups Total

OC-IC * Umur Responden

Between Groups (Combined) 1.909 .130

Within Groups Total

OC-RO * Umur Responden

Between Groups (Combined) 1.171 .352

Within Groups Total

E-E * Umur Responden

Between Groups (Combined) .710 .622

Within Groups Total

EH * Umur Responden

Between Groups (Combined) .786 .570

Within Groups Total

RO-Pu OC-IC OC-RO E-E EH * Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Responden RO-Pu OC-IC OC-RO E-E EH

Laki-laki

N 15 15 15 15 15

Mean 74.6987 73.3920 75.6580 80.1322 59.0660 Std. Deviation 4.02521 3.27294 4.02097 2.95649 3.23964

perempuan

N 15 15 15 15 15

Mean 68.5400 68.0340 68.7753 75.4300 58.1187 Std. Deviation 5.40166 4.47955 4.98317 4.76268 5.04471

Total

N 30 30 30 30 30

Mean 71.6193 70.7130 72.2167 77.7811 58.5923 Std. Deviation 5.63178 4.72050 5.66077 4.57039 4.19339

ANOVA Table

F Sig.

RO-Pu * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) 12.537 .001

Within Groups Total

OC-IC * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) 13.991 .001

Within Groups Total

OC-RO * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) 17.331 .000

Within Groups Total

E-E * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) 10.554 .003

Within Groups Total

EH * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) .375 .545

Within Groups Total

KORELASI DAN REGRESI JARAK VDO & RO-Pu

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

KORELASI DAN REGRESI JARAK VDO & OC-IC

Model Summary

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

PEREMPUAN

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

KORELASI DAN REGRESI JARAK VDO & OC-RO

Model Summary

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

ANOVAa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

KORELASI DAN REGRESI JARAK VDO & E-E

Model Summary

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

LAKI-LAKI

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

KORELASI DAN REGRESI JARAK VDO & EH

Model Summary

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

ANOVAa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

NILAI KONVERSI BERDASARKAN USIA DAN JENIS KELAMIN

VDO(RO-Pu) VDO(OC-IC) VDO(OC-RO) VDO(E-E) VDO(EH) * Umur Responden

Umur Responden VDO(RO-Pu) VDO(OC-IC) VDO(OC-RO) VDO(E-E) VDO(EH)

19

N 4 4 4 4 4

Mean 69.3475 69.7075 69.6300 70.5700 70.8625

Std. Deviation 6.33246 4.79111 6.47625 4.65606 4.11787

20

N 11 11 11 11 11

Mean 69.1000 69.0000 69.0973 68.1382 68.5709

Std. Deviation 4.47389 4.65677 4.38804 4.86810 4.79855

21

N 5 5 5 5 5

Mean 66.6080 66.5100 67.0140 68.3100 67.2680

Std. Deviation 5.28233 4.63555 5.13466 3.89572 4.43555

22

N 5 5 5 5 5

Mean 69.7120 70.5620 69.8020 69.0160 69.7380

Std. Deviation 3.95435 4.31540 3.68783 6.57456 4.86498

23

N 3 3 3 3 3

Mean 73.8467 72.5300 72.9933 70.8500 71.1233

Std. Deviation 3.96830 2.46116 4.63700 2.48936 3.03846

24

N 2 2 2 2 2

Mean 66.2100 66.0450 65.7250 71.0800 68.6800

Std. Deviation 7.87717 7.53069 7.74282 4.52548 8.76812

Total

N 30 30 30 30 30

Mean 69.1017 69.0957 69.1033 69.1047 69.1163

Std. Deviation 4.93274 4.60421 4.82375 4.57694 4.53641 ANOVA Table

F Sig.

VDO(RO-Pu) * Umur Responden

Between Groups (Combined) .959 .462

Within Groups Total

VDO(OC-IC) * Umur Responden

Between Groups (Combined) .930 .479

Within Groups Total

VDO(OC-RO) * Umur Responden

Between Groups (Combined) .773 .579

Within Groups Total

VDO(E-E) * Umur Responden

Between Groups (Combined) .329 .890

Within Groups Total

VDO(EH) * Umur Responden

Between Groups (Combined) .410 .837

Within Groups Total

VDO(RO-Pu) VDO(OC-IC) VDO(OC-RO) VDO(E-E) VDO(EH) * Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Responden VDO(RO-Pu) VDO(OC-IC) VDO(OC-RO) VDO(E-E) VDO(EH)

Laki-laki

N 15 15 15 15 15

Mean 72.9653 72.9580 72.9447 72.9820 72.9847

Std. Deviation 2.70914 2.15599 2.58112 1.97808 1.90396

perempuan

N 15 15 15 15 15

Mean 65.2380 65.2333 65.2620 65.2273 65.2480

Std. Deviation 3.32777 2.70131 3.14917 2.69541 2.63387

Total

N 30 30 30 30 30

Mean 69.1017 69.0957 69.1033 69.1047 69.1163

Std. Deviation 4.93274 4.60421 4.82375 4.57694 4.53641 ANOVA Table

F Sig.

VDO(RO-Pu) * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) 48.642 .000

Within Groups Total

VDO(OC-IC) * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) 74.929 .000

Within Groups Total

VDO(OC-RO) * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) 53.400 .000

Within Groups Total

VDO(E-E) * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) 80.696 .000

Within Groups Total

VDO(EH) * Jenis Kelamin Responden

Between Groups (Combined) 85.004 .000

Within Groups Total