• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

3.2. PENGUKURAN KINERJA

Tingkat capaian kinerja BPBD Kota Mataram dalam pelaksanaan program/Strategis Tahun Anggaran 2017, dapat dilihat dalam Tabel Pengukuran Kinerja sbb :

Tabel : 7

PENGUKURAN KINERJA SKPD

Kabupaten/Kota : Mataram

Nama SKPD : BPBD Kota Mataram

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %

1 2 3 4 5 6

1. Terbentuknya Tim Koordinasi Penanggulangan Becana Kota Mataram

Adanya dokumen hasil koordinasi

1 dok 1dok 100

2. Terbentuknya Forum (PRB) Pengurangan Resiko Becana Kota Mataram

Adanya dokumen hasil (PRB) Pengurangan Resiko Becana Kota Mataram

1 dok 1dok 100

3. Tersusunnya Peta Lokasi Rawan Bencana Kota Mataram

Jumlah Peta Lokasi Rawan Bencana Kota Mataram

20 lbr 20 lbr 100 4. Tersedianya Brosur / Pamflet Info

Bencana

Jumlah Brosur / Pamflet Info Bencana 850 lbr 850 lbr 100 5. Tersedianya Stiker Peringatan/Siaga Bencana Jumlah Stiker Peringatan/Siaga Bencana 1250 lbr 1250 lbr 100 6. Tersedianya Baliho Peringatan

Bencana

Jumlah Baliho Peringatan Bencana

2 bh 2 bh 100 7. Tersuluhnya siswa/i 3. Jumlah siswa/i

4. Frekuensi 800 org 20 kali 800 org 20 kali 100 100 Program : Perbaikan Rumah Akibat Bencana Alam/Sosial = Rp. 46.650.000,-

Program : Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam = Rp. 457.830.000,-

Capaian kinerja Sasaran Strategis BPBD dalam tahun anggaran 2017 dapat dijelaskan sbb :

Sebagai lembaga yang diberi amanah dengan tugas pokok menyelenggarakan penanggulangan bencana baik dalam tahap prabencana, saat tanggap darurat maupun dalam tahap pasca bencana, BPBD yang memiliki fungsi Koordinasi, Komando sekaligus Pelaksana, berkehendak kuat melaksanakan amanah tersebut melalui Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Bencana Kota Mataram yang melibatkan semua Unsur/Lembaga/SKPD/Unit terkait lainnya dalam satu wadah dan komando.

Keberadaan Tim ini dipandang sangat urgen guna menyatukan persepsi dan langkah yang dituangkan dalam sebuah dokumen kesepahaman dalam penanganan bencana secara terintegrasi, terpadu, efektif, efisien dan akurat. Dengan terbentuknya Tim diharapkan akan meningkatkan sinergi kemampuan penanganan bencana, karena akan

memudahkan pengerahan sumber daya yang tersebar pada berbagai

Unsur/Lembaga/unit terkait dengan tujuan akhir meminimalisir dampak / resiko dan korban bencana.

(2) Sasaran 2 : Terbentuknya Forum (PRB) Pengurangan Resiko Becana Kota Mataram Program pembangunan yang tertuang dalam Nawacita dan terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, menekankan pada penanggulangan bencana, khususnya PRB (pengurangan Resiko Bencana), ke dalam perencanaan pembangunan nasional hingga lokal, sasaran RPJMN untuk melindungi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dari ancaman bencana sehingga menjamin keberlanjutan pembangunan. Penanggulangan bencana, khususnya upaya PRB, mampu untuk meningkatkan ketahanan sehingga tidak mempengaruhi secara serius proses pembangunan, salah satu upaya dalam implementasi PRB tersebut dengan menurunkan indeks risiko bencana pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi oleh karena itu tujuan pembentukan forum PRB Kota Mataram untuk memperkuat pemahaman pemerintah dan masyarakat terhadap aktivitas PRB sebagai investasi untuk ketangguhan.Investasi yang diharapkan mencakup pembangunan kesadaran bersama, pembangunan dialog dan pengembangan jejaring antar pelaku PRB, serta ajang pembelajaran bersama pelaku PRB di seluruh Kota Mataram khususnya dan seluruh propinsi Nusa Tenggara Barat pada umumnya.

(3) Sasaran 3 : Tersusunnya Peta Lokasi Rawan Bencana Kota Mataram.

Salah satu tugas pokok Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram adalah menyediakan dokumen Peta Rawan Bencana, yang sangat berguna bagi Pengambil Kebijakan maupun stakeholder serta masyarakat luas.

Bagi Pemerintah Daerah, dokumen ini akan sangat berguna untuk pengambilan kebijakan dan langkah penanganan bencana dimasa mendatang. Sedangkan bagi para pemangku kepentingan terlebih masyarakat beresiko bencana akan sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan dan pencegahan bencana,

yang muara akhirnya diharapkan dapat mengurangi atau mengeliminir dampak/resiko/korban bencana.

BPBD sendiri sangat berkepentingan terhadap adanya Peta Rawan Bencana ini untuk menyusun perencanaan analisis resiko bencana, rencana kontinjensi, rencana jalur evakuasi dan serangkaian langkah antisipatif lainnya dalam upaya mewujudkan Visi, Misi BPBD sekaligus pencapaian Visi, Misi RPJMD Kota Mataram. Itulah yang melandasi Penyusunan Peta Rawan bencana ini menjadi salah satu Sasaran Strategis yang harus dicapai dan menjadi target kinerja BPBD Kota Mataram tahun 2017.

Pencapaian sasaran strategis ini diukur dengan indikator : Jumlah Peta Rawan Bencana Kota Mataram yang tersedia, dengan target kinerja 20 eksp. Capaian target kinerja untuk sasaran strategis ini dapat terealisasikan sebesar 100%. Diharapkan Peta Rawan Bencana ini dapat dipergunakan sebagai sumber informasi bagi kepentingan semua pihak terkait.

(4) Sasaran 4 : Tersedianya poster/stiker peringatan kewaspadaan bencana.

Kodrat manusia yang ditakdirkan memiliki sifat lupa dan lalai menjadikan pentingnya untuk saling mengingatkan terhadap suatu masalah yang dapat mengancam kehidupan manusia melalui berbagai metode/media. Kodrat Tuhan pula yang mentakdirkan Kota Mataram termasuk dalam zona rawan bencana.

Menyadari kondisi faktual ini, BPBD Kota Mataram sebagai lembaga yang diberi amanah menyelenggarakan penanggulangan bencana baik dalam tahap pra bencana, saat tanggap darurat maupun saat pasca bencana, berkewajiban untuk mengingatkan sekaligus menyadarkan warga masyarakat bahwa sesungguhnya kita hidup di daerah rawan bencana, untuk itu diperlukan kewaspadaan, kesiapsiagaan dalam mengahadapi potensi bencana itu, dengan tujuan untuk mengurangi/mengeliminir resiko/dampak bencana, sesuai arah kebijakan program nasional.

Menyadari pentingnya hal itu, dalam tahun anggaran 2017 BPBD Kota Mataram menempatkan salah satu Sasaran Strategisnya yaitu : Tersedianya Poster/Stiker Peringatan Kewaspadaan Bencana dengan target kinerja sebanyak 1.250 lembar, dan dihajatkan untuk disebarkan kepada masyarakat luas terutama dikawasan rawan bencana.

Pencapaian sasaran strategis ini diukur dengan indikator : Jumlah poster/stiker peringatan waspada bencana, dan telah terealisasi sebesar 100% sesuai target kinerja yang direncanakan.

(5) Sasaran 5 : Tersedianya Baliho Peringatan Bencana

Kota Mataram termasuk salah satu Kota/Kabupaten yang termasuk dalam zona rawan bencana. Dari 14 jenis bencana yang ada di Indonesia, 9 jenis berpotensi terjadi di Kota Mataram antara lain : Banjir/genangan air, gempa bumi, tsunami, gelombang ekstrim dan abrasi pantai, angin kencang/puting beliung, kebakaran, kekeringan, wabah penyakit

dan konflik sosial, oleh karena itu BPBD Kota Mataram secara berkelanjutan membuat baliho peringatan yang dipasang di lokasi-lokasi daerah yang kerap terkena dampak bencana, maupun tempat strategis lainnya. Kegiatan ini tidak semata dimaksudkan untuk peringatan saja namun ada nilai edukasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengetahui, memahami dan mengerti akan jenis bencana beserta cara menghadapinya sehingga hal ini dapat mengurangi resiko besarnya dampak yang ditimbulkan.

(6) Tersuluhnya masyarakat.

Membangun kesadaran warga terutama masyarakat beresiko bencana melalui pendekatan sosialisasi dan penyuluhan potensi bencana, kondisi tanggap darurat, maupun pasca bencana akan sangat bermanfaat disamping membangun silaturrahmi / komunikasi dua arah, hal ini juga menggugah kesadaran warga, memberi pemahaman, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana.

Melalui sosialisasi/penyuluhan ini diharapkan masyarakat mengetahui bagaimana dan apa yang harus diperbuat ketika menghadapi ancaman bencana, dengan harapan minimal bisa menyelamatkan diri disamping berupaya menyelamatkan keluarga dan warga lainnya. Pada prinsipnya, makin banyak warga masyarakat yang memahami dan mengatahui tindakan tepat saat terjadi bencana, tentu akan lebih baik karena potensi terjadinya korban lebih kecil.

Untuk tahun 2017, BPBD Kota Mataram menyelenggarakan sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan bencana dengan sasaran siswa siswi sekolah yang rentan terhadap bencana serta berada di daerah rawan bencana, yaitu melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang berada di daerah sepanjang pesisir pantai.

(7) Sasaran 5 : Tersedianya logistik dan obat-obatan bagi korban bencana.

Kebutuhan yang paling mendasar untuk kelangsungan hidup korban bencana dalam masa pengungsian adalah kebutuhan logistic dan obat-obatan.Kategori bantuan logistic dalam penanggulangan bencana dapat dibedakan menjadi beberapa kategori yaitu : Pangan, Sandang, Logistik lainnya dan Paket kematian.

o Paket pangan, terdiri atas : beras 0,4 kg (bahan lain disesuaikan), lauk-pauk, mie instan 3 bungkus, kecap 150 ml, air minum 4 liter. Paket pangan ini untuk 1 jiwa/hari, dan dapat disiapkan makanan siap saji.

o Paket sandang, terdiri atas : satu perangkat lengkap pakaian dan kebutuhan sehari-hari untuk Laki-laki dewasa, perempuan dewasa, anak sekolah, kebutuhan bayi dan keperluan perempuan remaja.

o Paket logistik lain, terdiri atas : Paket obat dan alat kesehatan habis pakai, tenda gulung, tikar dan matras, dan paket ini untuk 1 KK ( 4 jiwa ).

o Paket kematian, terdiri atas : kain kafan dan kelengkapannya dan kantong mayat, paket ini untuk satu jiwa.

Khusus untuk paket pangan standar minimal yang harus tersedia adalah 1% dari jumlah penduduk selama 3 hari, sedangkan paket kematian 1 % dari jumlah paket sandang.

Jika kita mengacu pada Peraturan BNPB Nomor 18 Tahun 2009 tentang Pedoman Standarisasi Logistik Penanggulangan bencana, Standar minimal paket logistik kesiapsiagaan sebagai buffer stock di Provinsi NTB berdasarkan Jumlah Penduduk :4.500.226 (data BPS-2015), paket pangan : 125.091 paket, Paket sandang : 1.042 paket, Paket logistik lainnya : 1.042 paket, Paket kematian :104 paket.Berdasarkan jumlah standar minimal Propinsi tersebut, jika dirata-ratakan Standar minimal untuk setiap Kabupaten/Kota menjadi : 12.509 paket Pangan, 104 paket Sandang, 104 paket Logistik lainnya dan 10 paket Kematian.

Mengingat pentingnya bantuan logistik bagi korban bencana ini, dalam tahun anggaran 2017 ini BPBD Kota Mataram Menjadikan Penyediaan logistik bagi korban bencana ini menjadi salah satu sasaran strategis, dengan target kinerja yang direncanakan 330 paket pangan, dengan rincian per paket : 4 kg. beras, 5 bungkus Mie instan, 2 kaleng Sarden, 1 botol kecap, 1 botol saus untuk setiap KK.

Keberhasilan pencapaian Sasaran Strategis diukur dengan dua indikator yaitu : 1) Jumlah paket pangan tersedia sebanyak 330 paket, realisasi 100%. 2) Jenis logistic lainnya sebanyak 7 jenis. Untuk jenis logistik lainnya yang dibeli adalah :a. karung plastik dengan target 1.000 lbr, realisasi fisik 1.000 lbr ( 100% ), b. Kain terpal dengan target 50 lbr, terealisasi 100%, c. Kantong Mayat dengan target 20 lembar dengan realisasi 0% d. Masker 5000 lbr, realisasi 0% , e. Tikar Plastik 250 lbr, realisasi 80%, f. Alat Dapur dengan target 20 paket, realisasi 0%, g. Kompor Serbaguna target sebanyak 100 buah, realisasi 0%.

Dari logistik yang sudah diadakan, sebagian besar sudah disalurkan kepada korban bencana dibeberapa Kelurahan di Kota Mataram.

(8) Sasaran 6 : Termobilisasinya sumber daya penanganan bencana.

Sumber daya manusia merupakan faktor yang paling menentukan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Ketersediaan sumber daya manusia yang memadai khususnya dijajaran Aparatur dan tenaga teknis lapangan, baik secara kuantitas maupun kualitas merupakan kebutuhan yang mutlak dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.Meskipun tidak ada standar khusus mengenai jumlah ketersediaan sumber daya manusia untuk suatu jenis bencana, namun untuk kebutuhan jenis penanganan tertentu memerlukan kualifikasi tertentu pula, misalnya untuk tenaga evakuasi tentu yang diperlukan adalah tenaga terlatih dibidang evakuasi.Demikian pula untuk tenaga medis, dan tenaga tehnis lainnya.

Bila ketersediaan SDM di lingkup BPBD tidak dapat memenuhi kebutuhan operasional lapangan, maka BPBD dapat berkoordinasi dengan Lembaga/Unit terkait lainnya untuk mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk penanganan bencana. Pentingnya faktor SDM ini disebabkan karena pengerahan sumber daya lainnya akan sangat tergantung oleh manusia yang menggerakkannya.

Kemampuan mengerahkan sumber daya,akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan menangani suatu bencana. Begitu pentingnya faktor sumber daya manusia ini sehingga dijadikan salah satu Sasaran Strategis dalam Pengukuran Kinerja BPBD Kota Mataram. Keberhasilan pencapaian sasaran strategis diukur dengan satu indikator yaitu : Jumlah personil yang termobilisir untuk penanganan bencana sebanyak 60 org., dan target kinerja yang dicapai dalam tahun anggaran 2017 ini mencapai 100%. Hal ini berarti untuk menangani bencana yang terjadi selama tahun 2017 ini, BPBD Kota Mataram hanya mampu mengerahkan 60 orang personil, baik untuk membantu pelaksanaan evakuasi, pendistribusian logistik, pemulihan darurat dan operasional lainnya, (Data kejadian bencana selama tahun 2017 dapat dilihat pada lampiran 2).

BAB IV PENUTUP

4.1. KESIMPULAN

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) BPBD Kota Mataram Tahun 2017 merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kinerja BPBD dalam upaya mewujudkan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran yang tertuang dalam dokumen Renstra, yang dilengkapi dengan uraian tentang capaian indikator kinerja atas program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2017.

Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi BPBD melalui program dan kegiatan yang telah direncanakan dalam Tahun Anggaran 2017, BPBD Kota Mataram mendapat alokasi dana sebesar 5.559.575.030 (lima miliar lima ratus lima puluh sembilan juta lima ratus tujuh puluh lima ribu tiga puluh rupiah), dengan realisasi keuangan sebesar 5.392.002.552 (lima miliar tiga ratus sembilan puluh dua juta dua ribu lima ratus lima puluh dua rupiah) (96,99% ).

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi melalui berbagai program dan kegiatan tersebut, tidak lepas dari berbagai kendala antara lain :

1. Terbatasnya personil terutama yang menguasai IT, mengingat banyaknya kegiatan yang membutuhkan keahlian tersebut seperti Aplikasi SIMDA Keuangan dan Barang, Sistem komunikasi pelaporan kebencanaan ke Pusdalop maupun BNPB, termasuk aplikasi system informasi peringtan dini tsunami. Demikian juga untuk kebutuhan tenaga administrasi keuangan pembantu PPK dan tenaga staf di masing-masing Subag/Seksi.

2. Sarana & prasarana penunjang Perkantoran maupun operasional lapangan yang sudah termakan usia terutama untuk penanganan tanggap darurat sehingga perlu untuk diganti atau diperbaharui.

3. Terbatasnya stock logisik, bahan material lainnya untuk penanganan korban bencana, baik dalam masa tanggap darurat maupun pasca bencana.

4. Masih perlu terus ditingkatkanakan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan Aparatur BPBD dibidang kebencanaan dan upaya penanganan prabencana, tanggap darurat maupun pasca bencana.

5. Perencanaan kinerja yang kurang cermat dan masih lemahnya waskat, sehingga mengakibatkan adanya target kinerja yang tidak tercapai.

6. Tidak adanya Personil yang memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa, sehingga dapat menghambat kelancaran kegiatan dan berdampak pada lambannya penyerapan anggaran.

4.2. REKOMENDASI

Berdasarkan hasil evaluasi kinerja BPBD Tahun 2017, maka untuk meningkatkan kinerja pada tahun mendatang maka direkomendasikan langkah-langkah sbb :

7. Penambahan jumlah personil yang proporsional sesuai kulifikasi yang dibutuhkan. 8. Pengadaan sarana / prasarana perkantoran dan operasional lapangan.

9. Peningkatan persediaan logistik dan bahan/material untuk keperluan tanggap darurat dan penanganan pasca bencana.

10. Pembinaan terhadap personil, Diklat Teknis Penanggulangan Bencana bagi Aparatur/TRC dan Relawan.

11. Bimtek/Koordinasi Perencanaan, Peningkatan Waskat disetiap Unit Kerja. 12. Penambahan personil bersertifikasi.

Demikian LAKIP BPBD Kota mataram ini disusun untuk memenuhi kewajiban administrative Peraturan Perundangan yang berlaku sekaligus sebagai bahan refrensi Penyusunan LAKIP Pemerintah Kota Mataram, dengan harapan dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, Bangsa dan Negara.

Mataram, Januari 2018 Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram,

Ir. Dedy Supriady, SH. Nip: 19630722 199203 1 006

SEKRETARIAT Abd. Majid, S.IP Nip. 19610528 198610 1 002

Lampiran : 1

Bagan Struktur Organisasi BPBD Kota Mataram

Dokumen terkait