MAKNA YANG TIMBUL DARI PROSES PENGULANGAN KATA DALAM BAHASA DAYAK SEBERUANG DI SEKUBANG
4.10 Pengulangan Kata yang Mengandung Arti ‘Sangat’
Berikut pengulangan kata yang mengandung arti „sangat‟ yang terdapat dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang :
(83) Aku ining makai utai timanis-manis
„Aku ingin makan sesuatu yang termanis’
(84) Nemiak yak tinumut-numut nar benyanyi
„Anak kecil itu terpandai bernyanyi‟
(85) Kelumpuk satu bakas tiganteng-ganteng
68
Pada kalimat (83) terdapat pengulangan kata yang mengandung arti „sangat‟, yakni
timanis-manis „termanis‟. Pengulangan kata timanis-manis „termanis‟ dibentuk dari bentuk dasar
timanis „termanis‟ dan bentuk asal manis „manis‟, kemudian mengalami proses pengulangan
sebagian dengan awalan –ti sehingga menjadi timanis-manis „termanis‟. Kata timanis-manis dalam kalimat „aku ining makai utai timanis-manis‟ menyatakan seseorang ingin memakan sesuatu yang sangat manis.
Pada kalimat (84) terdapat pengulangan kata yang mengandung arti „sangat‟, yakni
tinumut-numut „terpandai‟. Pengulangan kata tinumut-numut „terpandai‟ dibentuk dari bentuk
dasar tinumut „terpandai‟ dan bentuk asal numut „pandai‟, kemudian mengalami proses pengulangan sebagian dengan awalan –ti sehingga menjadi tinumut-numut „terpandai‟. Kata
tinumut-numut dalam kalimat „nemiak yak tinumut-numut nar bernyanyi‟ menyatakan perbuatan
seorang anak kecil yang sangat pandai bernyanyi.
Pengulangan kata yang mengandung arti „sangat‟ juga terdapat pada kalimat (85), yakni
tiganteng-ganteng „terganteng‟. Pengulangan kata tiganteng-ganteng „terganteng‟ dibentuk dari
bentuk dasar tiganteng „terganteng‟ dan bentuk asal ganteng „tampan‟, kemudian mengalami proses pengulangan sebagian dengan awalan –ti sehingga menjadi tiganteng-ganteng „ terganteng‟. Tiganteng-ganteng dalam kalimat „kelumpuk satu bakas tiganteng-ganteng‟ menyatakan satu kelompok pria yang sangat ganteng.
69
Tabel 4.14. Jenis makna yang timbul dari prose pengulangan kata dalam bahasa Dayak Seberuang, di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat
No Jenis-jenis makna contoh Makna
1 Pengulangan kata bermakna banyak
Bahang-bahang
„barang-barang‟ Banyak barang (barang-barang (barang bekas) yang di cari lebih dari
satu 2 Pengulangan kata bermakna
jamak
Besai-besai
„besar-besar‟ menerangkan makna Besai-besai banyak pada kelapa (kelapa sebagai subjek) 3 Pengulangan kata yang
mengandung arti bermacam-macam
Kamah-lamar „kamar-kamar
Kamar yang bermacam-macam bentuk (ada
yang bagus/jelek, Ac/non Ace) 4 Pengulangan kata yang
mengandung arti “perihal yang disebut pada bentuk dasar”
Paluk- memaluk „pukul-memukul‟
perihal seorang anak kecil yakni bermain
pukul-memukul 5 Pengulangan kata mengandung
arti berstatus sebagai
Apak-apak „bapak-bapak”
Seorang bapak-bapak yang berstatus sebagai
remaja karena kelakuannya seperti
remaja 6 Pengulangan kata mengandung
arti agak
Kemirah-mirahan
„kemerah-merahan‟ menyatakan warna yang Kemirah-mirahan agak merah pada wajah seseorang karena malu 7 Pengulangan kata yang bermakna
berulang kali
Luat-luat „marah-marah‟
Menyatakan seorang bapak yang berulangkali
marah karena perkataannya tidak
didengar 8 Pengulangan kata yang
mengandung arti saling atau resiprokal
Tulung-menulung‟ tolong-menolong‟
Kata tulung-menulung menyatakan sekolompok
orang saling menolong atau melakukan seuatu perbuatan menolong
9 Pengulangan kata yang
mengandung arti „sangat‟
Timanis-manis „termanis‟
Kata timanis-manis menyatakan sesuatu yang sangat manis
70 BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat enam jenis pengulangan dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, yaitu (1) pengulangan seluruh, (2) pengulangan sebagian, (3) pengulangan dengan variasi fonem, (4) pengulangan yang berkombinasi dengan pengimbuhan, (5) pengulangan progresif, dan (6) pengulangan regresif. Pengulangan sebagian dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat terdiri atas : pengulangan sebagian dengan awalan –be, -te, dan pengulangan sebagian dengan awalan –ti. Pengulangan yang berkombinasi dengan pengimbuhan dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, yaitu imbuhan –bah atau –lah dalam bahasa Indonesia.
Pengulangan dalam bahasa Dayak Seberuang menimbulkan berbagai macam makna, yaitu (1) „banyak‟, (2) „jamak‟, (3) „bermacam-macam‟, (4) „perihal yang disebut pada bentuk dasar‟, (5) „berstatus sebagai‟, (6) „agak‟, (7) „berulang kali‟, (8) „saling‟, dan „sangat‟.
5.2 Saran
Pembahasan ini hanya terfokus pada pembahasan mengenai pengulangan kata dalam bahasa Dayak Seberuang di Sekubang, Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, yang meliputi jenis-jenis pengulangan dan makna pengulangan. Oleh karena itu masih banyak hal yang belum dibahas dalam penelitian yang mengkaji proses pembentukan kata, misalnya pengimbuhan, pemajemukan, dan pemendekan dalam bahasa Dayak Seberuang juga bisa dilakukan.
71
Daftar Pustaka
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Sintang dalam Angka Tahun 2017,”
Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 25/8/2017, 12.10.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Sejarah Kabupaten Sintang,”
Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 25/8/2017, 12.50.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Jumlah Penduduk Kabupaten Sintang 2016,” Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 25/8/2017, 13.10.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Luas Panen, Rata-Rata Produksi Padi 2016,” Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 25/8/2017, 13.56.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Petani, Luas Tanaman, Produksi 2016,” Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 25/8/2017, 14.05.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Populasi Ternak Unggas 2016,”
Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 25/8/2017, 14.40.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Produksi Perikanan 2016,”
Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 25/8/2017, 15.10.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Jumlah Pedagang 2016,”
Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 25/8/2017, 15.50.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Jumlah Sarana Pedagang 2016,”
Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 25/8/2017, 17.10.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, 2016. “Jumlah Sekolah, Guru, Murid 2016,”
Stable URL: Https;//sintangkab.bps.go.id/adminaipds/pdf_publikasi/kabupaten sintang dalam angka tahun-2017.pdf. Diunduh: 26/8/2017, 10.10.
Baryadi, I. Praptomo. 2011. Morfologi dalam Ilmu Bahasa. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma
72
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia ( Pendekatan Proses ). Jakarta: Rineka Cipta
Kesuma, Tri Mastoyo Jati. 2007. Pengantar Metode Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Carasvatibooks
Kridalaksana, Harimurti. 1989. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia
Muslich, Masnur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Bumi Aksara
Nazir, Mohmammad. 1985. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Rahmawati, Ika. Y. 2012. “Penggunaan Kata Ulang dalam Bahasa Indonesia dalam Novel Perempuan Berkalung Soran karya Abidah El Khalieqy”.Skripsi. Surakarta
Ramlan, M. 1990. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyano Soedjito. 1995. Morfologi Bahasa Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya
Syahzaman & Hasanuddin. 2003. Sintang dalam Lintasan Sejarah. Pontianak: Romeo Grafika Yeq, Yohana. 2013. “Pengulangan Kata dalam Bahasa Dayak Bahau di Long
73 LAMPIRAN DATA YANG DIGUNAKAN
(1) Manuk-manuk yak naitau dipaluk (2) Pemakai yak nang dikibut-kibut
(3) Pegawai-pegawai yak diangkat antik ujan (4) Akik bejalai-jalai tiap ari minggu
(5) Dik ngegak bahang-bahang bekas (6) Bakas di kampung kami angas-angas (7) Mua ya kemirah-mirahan empadai malu (8) Bukuk-bukuk yak matang tengkamu (9) Nemiak yak melanyi paluk-memaluk (10) Ukui-ukui yak makai nasik di dapuh
(11) Antic dik ulang taun, nang kelupa makai-makai bah (12) Mayauh langkau-langkau kebakah
(13) Pakuk-pakuk yak nyaman nar (14) Nama-nama ti dipulah mih? (15) Sapa-sapa ti datai ari tuk? (16) Kini-kini mih ari minggu? (17) Yak-yak nakah ti mih pulah? (18) Tuk-tuk nakah tidipilih?
(19) Menyadikku beguang-guang ngejah umak (20) Menyadikku belagak-lagak di depan cermin (21) Apak bepangkak-pangkak ngau adekku
74 (22) Motoh sinta begamak-gamak ngau meja (23) Ibok tadik tejatuk-jatuk dari motoh (24) Nuan tekejut-kejut ninga behita yak (25) Aku ining makai utai timanis-manis (26) Nemiak yak tinumut-numut nar benyanyi (27) Kelumpuk satu bakas tiganteng-ganteng (28) Mensia yak saja bulak-bullik nai tentu rudu (29) Nang cuhat-cuhit bukuk yak
(30) Pilih na kin ke kamah-lamah ni ti dikak (31) Aok-aokbah aku ninga
(32) Nang-nangbah nuan medak (33) Amik-amikbah ruti yak
(34) Nemiak yak bejugit-jugit di langkau julak (35) Baju aku tebinsak-binsak
(36) Nang melanyi paluk-memaluk (37) Nang tikam-menikam sesama kaban (38) Sesama menyadik kalah tulung-menulung (39) Nemiak yakk ngumpul pingan-pingan kotoh (40) Bukuk-bukuk dik mayuh nar
(41) Langkau-langkau ti tuai yak ruboh (42) Urang-urang yak kak angkat kuma (43) Nyiur yak besai-besai
(44) Mangga ti tumbuh di kebun kami tinggik-tinggik (45) Kelumpuk satu bakas tiganteng-ganteng
75 (46) Inuk di Sekubang cantek-cantek
(47) Bakas di kampung kami angas-angas (48) Ruti ti debaik inek nyaman-nyaman (49) Dik ngegak bahang-bahang bekas (50) Akik bejalai-jalai tiap ari minggu (51) Manuk-manuk yak naitau dipaluk (52) Nemiak yak tebihk-bihak di celana (53) Bejalai-jalaibah kituk
(54) Bukuk-bukuk yak matang tengkamu (55) Dilangkau aku agiksik kamah-lamah ti baik (56) Nemiak yak melanyi paluk-memaluk (57) Apak tungkung-menungkung kayu api
(58) Benar mek udah apak-apak, gayanya agik lagu bujang (59) Bakas yak bejalai lagu akik-akik
(60) Mua ya kemirah-mirahan empadai malu (61) Apak luat-luat empadai nai ningga tijekuh ya (62) Inuk yak betehiak ngumai-ngumai umak ya (63) Nuan nang ngibut-ngibut utai yak
(64) Urang di kampung yak paluk-memaluk (65) Sidak tulung-menulung mulah langkau (66) Makai-makaibah pakuk yak
(67) Buh-buhbah kin
(68) Nemiak yak tebihak-bihak di celana (69) Nemiak yak tekemik-kemik di celana
76 (70) Baju urang yak tehidang-hidang
(71) Inuk yak tampah-menampah
(72) Bakas dan inuk yak sangkak-menyangkak (73) Motoh Sinta begamak-gamak ngau meja (74) Menyanak sidak yak cehai-menyehai (75) Urang-urang yak kak angkat kuma (76) Nemiak yak ngumpul batuk-batuk ti emit (77) Inuk yak muai suduk-suduk ti patah ke aik (78) Di langkau aku agiksik kamah-lamah (79) Umak bejual buwah-buwahan
(80) Umak nungkung hambut lagu apak-apak (81) Empadai tetingkap, idung ya upa kebihu-bihuan
(82) Empadai melanyi di pantai, kulit ya upa keitung-itungan (83) Aku ining makai utai timanis-manis
(84) Nemiak yak tinumut-numut nar benyanyi (85) Kelumpuk satu bakas tiganteng-ganteng