• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penilaian dan Evaluasi Proses dan Hasil Belajar

Dalam dokumen Seni Budaya SD - KK H (Halaman 138-197)

Kegiatan Pembelajaran 5

3. Penilaian dan Evaluasi Proses dan Hasil Belajar

a. PenilaianAutentik

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor Tahun tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan fasilitatoran melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

Kurikulum mempersyaratkan penggunaan penilaian autentik authentic

assesment . Secara paradigmatik penilaian autentik memerlukan perwujudan

pembelajaran autentik authentic instruction dan belajar autentik authentic

learning . (al ini diyakini bahwa penilaian autentik lebih mampu memberikan

informasi kemampuan peserta didik secara holistik dan valid.

Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian autentik

authentic assesment yang menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil Evaluas

Penilaian Pengukuran

Te

belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar peserta didik atau bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional instructional effect dan

dampak pengiring nurturanteffect dari pembelajaran.

(asil penilaian autentik dapat digunakan oleh fasilitator untuk merencanakan program perbaikan remedial , pengayaan (enrichment , atau pelayanan

konseling. Selain itu,hasil penilaian otentik dapat digunakansebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran dengan menggunakan alat: angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor Tahun tentang Standar Penilaian Pendidikan disebutkan bahwa standar penilaian yang bertujuan untuk menjamin:

perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip‐prinsip penilaian;

pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya;

pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.

Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatannya, fasilitator dan peserta didik memiliki arah yang jelas mengenai apa yang harus diperbaiki dan dapat

Kegiatan Pembelajaran 5 

126 

Sedangkan bagi fasilitator, hasil penilaian hasil belajar oleh fasilitator merupakan alat untuk mewujudkan akuntabilitas profesionalnya, dan dapat juga digunakan sebagai dasar dan arah pengembangan pembelajaran remedial atau program pengayaan bagi peserta didik yang membutuhkan, serta memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran RPP dan proses pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Penilaian hasil belajar oleh fasilitator tidak terlepas dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, penilaian hasil belajar oleh fasilitator menunjukkan kemampuan fasilitator sebagai fasilitator profesional.

b. PengertianPenilaianAutentik

Penilaian hasil belajar oleh fasilitator adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran.

Penilaian autentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya.

Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan input , proses, dan keluaran output

pembelajaran. Penilaian autentik adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.

Penilaian kinerja dalam bentuk lainnya adalah penilaian autentik yang menilai kesiapan peserta didik, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas atau kontekstual, memungkinkan peserta didik menunjukan kompetensi mereka yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan nyata (real life). Karenanya, penilaian autentik

sangat relevan dengan pendekatan ilmiah {scientific approach) dalam

pembelajaran di SMK.

c. PrinsipPenilaian

Prinsip penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip‐prinsip sebagai berikut.

Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.

Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.

Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

Terpadu, berarti penilaian oleh fasilitator merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.

Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh fasilitator mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.

Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah‐langkah baku.

Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.

Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

d. PendekatanPenilaian

Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria PAK atau penilaian acuan Patokan PAP . Penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria

Kegiatan Pembelajaran 5 

128 

kriteria ketuntasan minimal KKM . Selanjutnya, di dalam permendikbud tersebut ditegaskan bahwa semua kompetensi perlu dinilai dengan menggunakan acuan patokan berdasarkan pada indikator hasil belajar. Sekolah dapat menetapkan acuan patokan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

e. PenentuanKriteriaKetuntasanMinimal(KKM)

Kriteria ketuntasan minimal diperlukan guru untuk mengetahui kompetensi yang harus dikuasai secara tuntas oleh peserta didik, sehingga pencapaian kompetensi yang kurang optimal dapat segera diperbaiki. Penentuan kriteria ketuntasan minimal ditetapkan pada awal tahun pelajaran melalui musyawarah oleh satuan fasilitatoran sekolah dengan memperhatikan: )ntake kemampuan rata‐rata peserta didik , Komplesitas mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainya kompetensi dasar, dan Kemampuan daya dukung berorientasi pada sumber belajar .

Pengetahuan K)‐ dan keterampilan K)‐ dinyatakan tuntas jika pencapaian kompetensinya minimal , sedangkan kompetensi sikap spiritual K)‐ dan sikap sosial K)‐ minimal baik B . Satuan fasilitatoran berhak untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal di atas ketuntasan minimal yang telah ditentukan pemerintah melalui analisa dengan mempertimbangkan kriteria ketuntasan belajar. Penilaian KD pada K)‐ dan K)‐ dilakukan oleh wali kelas, guru BK, guru pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan guru PPKn. Penilaian pengetahuan menggunakan rerata dan keterampilan menggunakan rata‐rata optimum dengan skala ‐ . Penilaian akhir sikap pada rapor menggunakan predikat sangat baaik, baik, cukup, dan kurang baik.

f. RuangLingkupPenilaian

Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.

Pada Kurikulum kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar. Kompetensi )nti K) menjadi unsur pengorganisasi organizing elements kompetensi dasar, artinya semua

kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti. Kompetensi Dasar KD dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat

reinforced , dan memperkaya enriched antar mata pelajaran dan jenjang

fasilitatoran.

Kompetensi )nti terdiri kompetensi sikap spiritual K)‐ , kompetensi sikap sosial K)‐ , kompetensi pengetahuan K)‐ , dan kompetensi keterampilan K)‐

. Untuk setiap materi pokok tertentu terdapat rumusan KD pada setiap aspek K)‐ dan K)‐ .

Sikap Spiritual dan Sosial

Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada ranah sikap spiritual dan sikap sosial adalah sebagai berikut.

Tabel . Sasaran Penilaian Ranah Sikap Tingkatan Sikap Deskripsi

Menerima nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan

memberikan perhatian terhadap nilai tersebut Menanggapi

nilai Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut Menghargai

nilai

Menganggap nilai tersebut baik; menyukai nilai tersebut; dan komitmen terhadap nilai tersebut

Menghayati

nilai Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya Mengamalkan

nilai Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak karakter

DRAFT

Kegiatan Pembelajaran 5 

130 

Pengetahuan

Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada kemampuan berpikir adalah sebagai berikut.

Tabel .Sasaran Penilaian Ranah/Dimensi Proses Kognitif

KemampuanBerpikir Deskripsi

Mengingat: mengemukakan kembali apa yang sudah dipelajari dari fasilitator, buku, sumber lainnya sebagaimana aslinya, tanpa melakukan perubahan

Pengetahuan hafalan: ketepatan, kecepatan, kebenaran pengetahuan yang diingat dan digunakan ketika menjawab pertanyaan tentang fakta, definisi konsep, prosedur, hukum, teori dari apa yang sudah dipelajari di kelas tanpa diubah/berubah.

Memahami: Sudah ada proses pengolahan dari bentuk aslinya tetapi arti dari kata, istilah, tulisan, grafik, tabel, gambar, foto tidak berubah.

Kemampuan mengolah pengetahuan yang dipelajari menjadi sesuatu yang baru seperti

menggantikansuatu kata/istilah dengan

kata/istilah lain yang sama maknanya; menulis

kembalisuatu kalimat/paragraf/tulisan dengan

kalimat/ paragraf/tulisan sendiri dengan tanpa mengubah artinya informasi aslinya; mengubah

bentukkomunikasidari bentuk kalimat ke

bentuk grafik/tabel/visual atau sebaliknya;

memberitafsir suatu

kalimat/paragraf/tulisan/data sesuai dengan kemampuan peserta didik; memperkirakan

kemungkinan yang terjadi dari suatu informasi yang terkandung dalam suatu

kalimat/paragraf/tulisan/data.

KemampuanBerpikir Deskripsi Menerapkan:

Menggunakan informasi, konsep, prosedur, prinsip, hukum, teori yang sudah dipelajari untuk sesuatu yang baru/belum dipelajari

Kemampuan menggunakan pengetahuan seperti konsep massa, cahaya, suara, listrik, hukum penawaran dan permintaan, hukum Boyle, hukum Archimedes,

membagi/menggali/menambah/mengurangi/m enjumlah, menghitung modal dan harga, hukum persamaan kuadrat, menentukan arah kiblat, menggunakan jangka, menghitung jarak tempat di peta, menerapkan prinsip kronologi dalam menentukan waktu suatu benda/peristiwa, dan sebagainya dalam mempelajari sesuatu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

Menganalisis: Menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu kelompok/ informasi dengan kelompok/ informasi lainnya, antara fakta dengan konsep, antara argumentasidengan kesimpulan, benang merah pemikiran antara satu karya dengan karya lainnya.

Kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri‐ cirinya, memberi nama bagi kelompok tersebut, menentukan apakah satukelompok

sejajar/lebih tinggi/lebih luas dari yang lain, menentukan mana yang lebih dulu dan mana yang belakangan muncul, menentukan mana yang memberikan pengaruh dan mana yang menerima pengaruh, menemukan keterkaitan antara fakta dengan kesimpulan, menentukan konsistensi antara apa yang dikemukakan di bagian awal dengan bagian berikutnya, menemukan pikiran pokok

penulis/pembicara/nara sumber, menemukan kesamaan dalam alur berpikir antara satu karya dengan karya lainnya, dan sebagainya

Mengevaluasi: Menentukan nilai suatu benda atau

Kemampuan menilai apakah informasi yang diberikan berguna, apakah suatu

informasi/benda menarik/menyenangkan bagi dirinya, adakah penyimpangan dari kriteria

DRAFT

Kegiatan Pembelajaran 5 

132 

KemampuanBerpikir Deskripsi

benar/salah/bagus/jelek dan sebagainya suatu hasil kerja berdasarkan kriteria.

Mencipta:

Membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk membentuknya.

Kemampuan membuat suatu cerita/tulisan dari berbagai sumber yang dibacanya, membuat suatu benda dari bahan yang tersedia,

mengembangkan fungsi baru dari suatu benda, mengembangkan berbagai bentuk kreativitas lainnya.

Sumber: Olahan Anderson, dkk. .

Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada dimensi pengetahuan adalah sebagai berikut.

Tabel .Sasaran Penilaian Dimensi Pengetahuan Dimensi Pengetahuan Deskripsi

Faktual Pengetahuan tentang istilah, nama orang, nama benda, angka, tahun, dan hal‐hal yang terkait secara khusus dengan suatu mata pelajaran. Konseptual Pengetahuan tentang kategori, klasifikasi,

keterkaitan antara satu kategori dengan lainnya, hukum kausalita, definisi, teori. Prosedural Pengetahuan tentang prosedur dan proses

khusus dari suatu mata pelajaran seperti algoritma, teknik, metoda, dan kriteria untuk menentukan ketepatan penggunaan suatu prosedur.

Metakognitif Pengetahuan tentang cara mempelajari pengetahuan, menentukan pengetahuan yang penting dan tidak penting strategicknowledge ,

pengetahuan yang sesuai dengan konteks tertentu, dan pengetahuan diri self‐knowledge .

Sumber: Olahan dari Andersen, dkk.,

Keterampilan

Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada keterampilan abstrak berupa kemampuan belajar adalah sebagai berikut.

Tabel .Sasaran Penilaian Ranah Keterampilan Abstrak

KemampuanBelajar Deskripsi

Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu

objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu ontask yang

digunakan untuk mengamati

Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, dan hipotetik Mengumpulkan

informasi/mencoba Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan,dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Menalar/ mengaosiasi

Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi

argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebihdaridua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis

fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teoridari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai sumber.

Mengomunikasikan Menyajikan hasil kajian dari mengamati sampai menalar dalambentuk tulisan, grafis,

DRAFT

Kegiatan Pembelajaran 5 

134 

Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada keterampilan kongkret adalah sebagai berikut.

Tabel .Sasaran Penilaian Ranah Keterampilan Kongkret Keterampilan Konkret Deskripsi

Persepsi (perception) Menunjukan perhatian untuk melakukan suatu

gerakan

Kesiapan (set) Menunjukan kesiapan mental dan fisikuntuk

melakukan suatu gerakan Meniru (guided

response)

Meniru gerakan secara terbimbing Membiasakan gerakan

(mechanism)

Melakukan gerakan mekanistik Mahir (complexor

overtresponse)

Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi Menjadi gerakan

alami (adaptation)

Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya

Menjadi tindakan orisinal (origination)

Menjadi gerakan baru yang orisinal dansukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya Sumber: Olahan dari kategori Simpson

Sasaran penilaian digunakan sesuai dengan karakteristik muatan pelajaran. g. FungsiPenilaian

Penilaian (asil Belajar oleh fasilitator berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Berdasarkan fungsinya penilaian hasil belajar oleh fasilitator meliputi:

formatif yaitu memperbaiki kekurangan hasil belajar peserta didik dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada setiap kegiatan penilaian selama proses pembelajaran dalam satu semester, sesuai dengan prinsip Kurikulum agar peserta didik tahu, mampu dan mau. (asil dari kajian terhadap kekurangan peserta didik digunakan untuk memberikan pembelajaran

remedial dan perbaikan RPP serta proses pembelajaran yang dikembangkan fasilitator untuk pertemuan berikutnya; dan

sumatif yaitu menentukan keberhasilan belajar peserta didik pada akhir suatu semester, satu tahun pembelajaran, atau masa pendidikan di satuan pendidikan. (asil dari penentuan keberhasilan ini digunakan untuk menentukan nilai rapor, kenaikan kelas dan keberhasilan belajar satuan pendidikan seorang peserta didik.

h. TujuanPenilaian

Mengetahui tingkat penguasaan kompetensi dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sudah dan belum dikuasai seorang atau sekelompok peserta didik untuk ditingkatkan dalam pembelajaran remedial dan program pengayaan.

Menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi belajar peserta didik dalam kurun waktu tertentu, yaitu harian, tengah semesteran, satu semesteran, satu tahunan, dan masa studi satuan pendidikan.

Menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi bagi mereka yang diidentifikasi sebagai peserta didik yang lambat atau cepat dalam belajar dan pencapaian hasil belajar. Memperbaiki proses pembelajaran pada pertemuan semester berikutnya.

4. PenilaianPencapaianKompetensi

Dalam kurikulum , pencapaian setiap Kompetensi Dasar K) dijabarkan secara rinci dalam Kompetensi Dasar KD . K)‐ dan K)‐ pada mata pelajaran selain mata pelajaran pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn, pembelajarannya dilaksanakan secara tidak langsung mengingat hanya ada satu KD yang terdapat pda K)‐ maupun K)‐ .

Mekanisme penilaian untuk Kompetensi )nti pada Kurikulum dijabarkan sebagai berikut.

a. PenilaianSikap

Pengertian Penilaian Sikap

Kegiatan Pembelajaran 5 

136 

kelas sebagai hasil fasilitatoran. Dalam hal ini penilaian sikap ditujukan untk mengetahui capaian dan membina perilaku siswa sesuai butir‐butir nilai sikap dalam KD dari K)‐ dan K)‐ yang terintegrasi pada setiap pembelajaran KD dari K)‐ dan K)‐ . Penilaian sikap oleh guru dapat diperkuat dengan penilaian diri dan penilaian antar teman. Teknik ini dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter siswa, yang hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu data konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh fasilitator.

Teknik Penilaian Sikap

Penilaian sikap terutama dilakukan oleh wali kelas dan guru mata pelajaran pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn melalui observasi selama proses pembelajaran yang hasilnya diserahkan kepada wali kelas untuk ditindak lanjuti.

a Observasi

)nstrumen yang digunakan dalam observasi berupa lembar observasi atau jurnal yang berisi kolom catatan perilaku yang diisi oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK berdasarkan hasil pengamatan dari perilaku siswa selama satu semester. Perilaku siswa yang dicatat di dalam jurnal adalah perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik yang berkaitan dengan indikator dari sikap spiritual dan sikap sosial. Setiap catatan memuat deskripsi perilaku yang dilengkapi dengan waktu dan tempat teramatinya perilaku tersebut untuk satu semester. Berikut ini contoh lembar observasi.

Tabel .Contoh Jurnal Sikap

No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

DRAFT

b Penilaian Diri

Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri siswa dengan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dalam berperilaku. (asil penilaian diri siswa dapat digunakan sebagai data konfirmasi dan juga dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai‐nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan refleksi atau mawas diri. (asil penilaian persepsi diri siswa juga dapat digunakan sebagai dasar bagi guru dalam memberi bimbingan dan motivasi. Contoh format penilaian diri ditunjukkan pada di bawah.

Tabel .Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa

Nama : ... Kelas/Semester : ... Petunjuk: Berilah tanda cek V pada kolom Ya atau Tidak sesuai dengan keadaan yang sebenamya.

No Pernyataan Ya Tidak

Saya menyontek pada saat mengerjakan penilaian.

Saya menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan tugas.

Saya melaporkan kepada yang

berwenang ketika menemukan barang. Saya berani mengakui kesalahansaya. Saya melakukan tugas‐tugas dengan

baik.

Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan

Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.

Saya meminta maaf jika saya melakukan

Kegiatan Pembelajaran 5 

138 

No Pernyataan Ya Tidak

Saya belajar dengan sungguh‐sungguh. Saya datang ke sekolah tepat waktu.

Keterangan: Pemyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir‐ butir sikap yang dinilai.

(asil penilaian diri perlu ditindaklanjuti oleh wali kelas dan guru BP/BK dengan melakukan pembinaan terhadap siswa yang belum menunjukkan sikap yang diharapkan.

c Penilaian Antar Teman

Penilaian antar teman merupakan teknik penilaian yang dilakukan oleh seorang siswa terhadap siswa lain terkait dengan sikap/perilaku. (asil penilaian antar teman dapat digunakan sebagai data konfirmasi, dan juga dapat digunakan untuk menumbuhkan beberapa nilai seperti kejujuran, tenggang rasa, apresiasi, dan objektivitas. Penilaian antar teman paling baik dilakukan pada saat siswa melakukan kegiatan berkelompok. Contoh penilaian antar teman ditunjukkan pada di bawah.

Tabel .Contoh Format Penilaian Antar Teman Nama teman yang dinilai :

Namapenilai : ... Kelas/Semester : ...

Petunjuk: Berilah tanda cek V pada kolom Ya atau Tidak sesuai dengan keadaan yang sebenamya.

No Pernyataan Ya Tidak

Teman saya tidak menyontek dalam mengerjakan ujian

Teman saya tidak melakukan plagiat

mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber dalam mengerjakan setiap tugas

Teman saya mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya

No Pernyataan Ya Tidak Teman saya melaporkan data atau informasi

apa adanya

Jumlah

Keterangan: Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan kondisi satuan pendidikan

b. PenilaianKompetensiPengetahuan

Pengertian Penilaian Pengetahuan

Penilaian kompetensi pengetahuan dimaksudkan untuk mengukur ketercapaian aspek kemampuan pada Taksonomi Bloom. Kemampuan yang dimaksud mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesisi, dan evalusi/mencipta yang terdapat pada setiap KD. Penilaian pengetahuan dilakukan tidak semata‐mata untuk mencapai ketuntasan belajar mastery

learning , tetapi juga ditujukan untuk mengidentifikasi kelemahan dan

kekuatan diagonstic proses pembelajaran. Pemberian umpan balik

feedback kepada siswa dan guru merupakan hal yang sangat penting,

sehingga hasil penilaian dapat segera digunakan untuk memperbaiki mutu

Dalam dokumen Seni Budaya SD - KK H (Halaman 138-197)

Dokumen terkait