Kegiatan Pembelajaran 5
3. Penilaian dan Evaluasi Proses dan Hasil Belajar
a. PenilaianAutentik
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor Tahun tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan fasilitatoran melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Kurikulum mempersyaratkan penggunaan penilaian autentik authentic
assesment . Secara paradigmatik penilaian autentik memerlukan perwujudan
pembelajaran autentik authentic instruction dan belajar autentik authentic
learning . (al ini diyakini bahwa penilaian autentik lebih mampu memberikan
informasi kemampuan peserta didik secara holistik dan valid.
Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian autentik
authentic assesment yang menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil Evaluas
Penilaian Pengukuran
Te
belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar peserta didik atau bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional instructional effect dan
dampak pengiring nurturanteffect dari pembelajaran.
(asil penilaian autentik dapat digunakan oleh fasilitator untuk merencanakan program perbaikan remedial , pengayaan (enrichment , atau pelayanan
konseling. Selain itu,hasil penilaian otentik dapat digunakansebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar Penilaian Pendidikan. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran dengan menggunakan alat: angket, observasi, catatan anekdot, dan refleksi. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor Tahun tentang Standar Penilaian Pendidikan disebutkan bahwa standar penilaian yang bertujuan untuk menjamin:
perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip‐prinsip penilaian;
pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya;
pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.
Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatannya, fasilitator dan peserta didik memiliki arah yang jelas mengenai apa yang harus diperbaiki dan dapat
Kegiatan Pembelajaran 5
126
Sedangkan bagi fasilitator, hasil penilaian hasil belajar oleh fasilitator merupakan alat untuk mewujudkan akuntabilitas profesionalnya, dan dapat juga digunakan sebagai dasar dan arah pengembangan pembelajaran remedial atau program pengayaan bagi peserta didik yang membutuhkan, serta memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran RPP dan proses pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Penilaian hasil belajar oleh fasilitator tidak terlepas dari proses pembelajaran. Oleh karena itu, penilaian hasil belajar oleh fasilitator menunjukkan kemampuan fasilitator sebagai fasilitator profesional.
b. PengertianPenilaianAutentik
Penilaian hasil belajar oleh fasilitator adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran.
Penilaian autentik adalah bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pembelajaran dalam melakukan tugas pada situasi yang sesungguhnya.
Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan input , proses, dan keluaran output
pembelajaran. Penilaian autentik adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.
Penilaian kinerja dalam bentuk lainnya adalah penilaian autentik yang menilai kesiapan peserta didik, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas atau kontekstual, memungkinkan peserta didik menunjukan kompetensi mereka yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan nyata (real life). Karenanya, penilaian autentik
sangat relevan dengan pendekatan ilmiah {scientific approach) dalam
pembelajaran di SMK.
c. PrinsipPenilaian
Prinsip penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip‐prinsip sebagai berikut.
Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
Terpadu, berarti penilaian oleh fasilitator merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh fasilitator mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah‐langkah baku.
Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
d. PendekatanPenilaian
Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria PAK atau penilaian acuan Patokan PAP . Penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria
Kegiatan Pembelajaran 5
128
kriteria ketuntasan minimal KKM . Selanjutnya, di dalam permendikbud tersebut ditegaskan bahwa semua kompetensi perlu dinilai dengan menggunakan acuan patokan berdasarkan pada indikator hasil belajar. Sekolah dapat menetapkan acuan patokan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
e. PenentuanKriteriaKetuntasanMinimal(KKM)
Kriteria ketuntasan minimal diperlukan guru untuk mengetahui kompetensi yang harus dikuasai secara tuntas oleh peserta didik, sehingga pencapaian kompetensi yang kurang optimal dapat segera diperbaiki. Penentuan kriteria ketuntasan minimal ditetapkan pada awal tahun pelajaran melalui musyawarah oleh satuan fasilitatoran sekolah dengan memperhatikan: )ntake kemampuan rata‐rata peserta didik , Komplesitas mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainya kompetensi dasar, dan Kemampuan daya dukung berorientasi pada sumber belajar .
Pengetahuan K)‐ dan keterampilan K)‐ dinyatakan tuntas jika pencapaian kompetensinya minimal , sedangkan kompetensi sikap spiritual K)‐ dan sikap sosial K)‐ minimal baik B . Satuan fasilitatoran berhak untuk menentukan kriteria ketuntasan minimal di atas ketuntasan minimal yang telah ditentukan pemerintah melalui analisa dengan mempertimbangkan kriteria ketuntasan belajar. Penilaian KD pada K)‐ dan K)‐ dilakukan oleh wali kelas, guru BK, guru pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan guru PPKn. Penilaian pengetahuan menggunakan rerata dan keterampilan menggunakan rata‐rata optimum dengan skala ‐ . Penilaian akhir sikap pada rapor menggunakan predikat sangat baaik, baik, cukup, dan kurang baik.
f. RuangLingkupPenilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.
Pada Kurikulum kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar. Kompetensi )nti K) menjadi unsur pengorganisasi organizing elements kompetensi dasar, artinya semua
kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti. Kompetensi Dasar KD dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat
reinforced , dan memperkaya enriched antar mata pelajaran dan jenjang
fasilitatoran.
Kompetensi )nti terdiri kompetensi sikap spiritual K)‐ , kompetensi sikap sosial K)‐ , kompetensi pengetahuan K)‐ , dan kompetensi keterampilan K)‐
. Untuk setiap materi pokok tertentu terdapat rumusan KD pada setiap aspek K)‐ dan K)‐ .
Sikap Spiritual dan Sosial
Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada ranah sikap spiritual dan sikap sosial adalah sebagai berikut.
Tabel . Sasaran Penilaian Ranah Sikap Tingkatan Sikap Deskripsi
Menerima nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan
memberikan perhatian terhadap nilai tersebut Menanggapi
nilai Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas dalam membicarakan nilai tersebut Menghargai
nilai
Menganggap nilai tersebut baik; menyukai nilai tersebut; dan komitmen terhadap nilai tersebut
Menghayati
nilai Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari sistem nilai dirinya Mengamalkan
nilai Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan bertindak karakter
DRAFT
Kegiatan Pembelajaran 5
130
Pengetahuan
Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada kemampuan berpikir adalah sebagai berikut.
Tabel .Sasaran Penilaian Ranah/Dimensi Proses Kognitif
KemampuanBerpikir Deskripsi
Mengingat: mengemukakan kembali apa yang sudah dipelajari dari fasilitator, buku, sumber lainnya sebagaimana aslinya, tanpa melakukan perubahan
Pengetahuan hafalan: ketepatan, kecepatan, kebenaran pengetahuan yang diingat dan digunakan ketika menjawab pertanyaan tentang fakta, definisi konsep, prosedur, hukum, teori dari apa yang sudah dipelajari di kelas tanpa diubah/berubah.
Memahami: Sudah ada proses pengolahan dari bentuk aslinya tetapi arti dari kata, istilah, tulisan, grafik, tabel, gambar, foto tidak berubah.
Kemampuan mengolah pengetahuan yang dipelajari menjadi sesuatu yang baru seperti
menggantikansuatu kata/istilah dengan
kata/istilah lain yang sama maknanya; menulis
kembalisuatu kalimat/paragraf/tulisan dengan
kalimat/ paragraf/tulisan sendiri dengan tanpa mengubah artinya informasi aslinya; mengubah
bentukkomunikasidari bentuk kalimat ke
bentuk grafik/tabel/visual atau sebaliknya;
memberitafsir suatu
kalimat/paragraf/tulisan/data sesuai dengan kemampuan peserta didik; memperkirakan
kemungkinan yang terjadi dari suatu informasi yang terkandung dalam suatu
kalimat/paragraf/tulisan/data.
KemampuanBerpikir Deskripsi Menerapkan:
Menggunakan informasi, konsep, prosedur, prinsip, hukum, teori yang sudah dipelajari untuk sesuatu yang baru/belum dipelajari
Kemampuan menggunakan pengetahuan seperti konsep massa, cahaya, suara, listrik, hukum penawaran dan permintaan, hukum Boyle, hukum Archimedes,
membagi/menggali/menambah/mengurangi/m enjumlah, menghitung modal dan harga, hukum persamaan kuadrat, menentukan arah kiblat, menggunakan jangka, menghitung jarak tempat di peta, menerapkan prinsip kronologi dalam menentukan waktu suatu benda/peristiwa, dan sebagainya dalam mempelajari sesuatu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
Menganalisis: Menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu kelompok/ informasi dengan kelompok/ informasi lainnya, antara fakta dengan konsep, antara argumentasidengan kesimpulan, benang merah pemikiran antara satu karya dengan karya lainnya.
Kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri‐ cirinya, memberi nama bagi kelompok tersebut, menentukan apakah satukelompok
sejajar/lebih tinggi/lebih luas dari yang lain, menentukan mana yang lebih dulu dan mana yang belakangan muncul, menentukan mana yang memberikan pengaruh dan mana yang menerima pengaruh, menemukan keterkaitan antara fakta dengan kesimpulan, menentukan konsistensi antara apa yang dikemukakan di bagian awal dengan bagian berikutnya, menemukan pikiran pokok
penulis/pembicara/nara sumber, menemukan kesamaan dalam alur berpikir antara satu karya dengan karya lainnya, dan sebagainya
Mengevaluasi: Menentukan nilai suatu benda atau
Kemampuan menilai apakah informasi yang diberikan berguna, apakah suatu
informasi/benda menarik/menyenangkan bagi dirinya, adakah penyimpangan dari kriteria
DRAFT
Kegiatan Pembelajaran 5
132
KemampuanBerpikir Deskripsi
benar/salah/bagus/jelek dan sebagainya suatu hasil kerja berdasarkan kriteria.
Mencipta:
Membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk membentuknya.
Kemampuan membuat suatu cerita/tulisan dari berbagai sumber yang dibacanya, membuat suatu benda dari bahan yang tersedia,
mengembangkan fungsi baru dari suatu benda, mengembangkan berbagai bentuk kreativitas lainnya.
Sumber: Olahan Anderson, dkk. .
Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada dimensi pengetahuan adalah sebagai berikut.
Tabel .Sasaran Penilaian Dimensi Pengetahuan Dimensi Pengetahuan Deskripsi
Faktual Pengetahuan tentang istilah, nama orang, nama benda, angka, tahun, dan hal‐hal yang terkait secara khusus dengan suatu mata pelajaran. Konseptual Pengetahuan tentang kategori, klasifikasi,
keterkaitan antara satu kategori dengan lainnya, hukum kausalita, definisi, teori. Prosedural Pengetahuan tentang prosedur dan proses
khusus dari suatu mata pelajaran seperti algoritma, teknik, metoda, dan kriteria untuk menentukan ketepatan penggunaan suatu prosedur.
Metakognitif Pengetahuan tentang cara mempelajari pengetahuan, menentukan pengetahuan yang penting dan tidak penting strategicknowledge ,
pengetahuan yang sesuai dengan konteks tertentu, dan pengetahuan diri self‐knowledge .
Sumber: Olahan dari Andersen, dkk.,
Keterampilan
Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada keterampilan abstrak berupa kemampuan belajar adalah sebagai berikut.
Tabel .Sasaran Penilaian Ranah Keterampilan Abstrak
KemampuanBelajar Deskripsi
Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu
objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu ontask yang
digunakan untuk mengamati
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, dan hipotetik Mengumpulkan
informasi/mencoba Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas informasi yang dikumpulkan,dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
Menalar/ mengaosiasi
Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi
argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan lebihdaridua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis
fakta/konsep/teori/pendapat; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang menunjukkan hubungan fakta/konsep/teoridari dua sumber atau lebih yang tidak bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai sumber.
Mengomunikasikan Menyajikan hasil kajian dari mengamati sampai menalar dalambentuk tulisan, grafis,
DRAFT
Kegiatan Pembelajaran 5
134
Sasaran penilaian hasil belajar oleh fasilitator pada keterampilan kongkret adalah sebagai berikut.
Tabel .Sasaran Penilaian Ranah Keterampilan Kongkret Keterampilan Konkret Deskripsi
Persepsi (perception) Menunjukan perhatian untuk melakukan suatu
gerakan
Kesiapan (set) Menunjukan kesiapan mental dan fisikuntuk
melakukan suatu gerakan Meniru (guided
response)
Meniru gerakan secara terbimbing Membiasakan gerakan
(mechanism)
Melakukan gerakan mekanistik Mahir (complexor
overtresponse)
Melakukan gerakan kompleks dan termodifikasi Menjadi gerakan
alami (adaptation)
Menjadi gerakan alami yang diciptakan sendiri atas dasar gerakan yang sudah dikuasai sebelumnya
Menjadi tindakan orisinal (origination)
Menjadi gerakan baru yang orisinal dansukar ditiru oleh orang lain dan menjadi ciri khasnya Sumber: Olahan dari kategori Simpson
Sasaran penilaian digunakan sesuai dengan karakteristik muatan pelajaran. g. FungsiPenilaian
Penilaian (asil Belajar oleh fasilitator berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Berdasarkan fungsinya penilaian hasil belajar oleh fasilitator meliputi:
formatif yaitu memperbaiki kekurangan hasil belajar peserta didik dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada setiap kegiatan penilaian selama proses pembelajaran dalam satu semester, sesuai dengan prinsip Kurikulum agar peserta didik tahu, mampu dan mau. (asil dari kajian terhadap kekurangan peserta didik digunakan untuk memberikan pembelajaran
remedial dan perbaikan RPP serta proses pembelajaran yang dikembangkan fasilitator untuk pertemuan berikutnya; dan
sumatif yaitu menentukan keberhasilan belajar peserta didik pada akhir suatu semester, satu tahun pembelajaran, atau masa pendidikan di satuan pendidikan. (asil dari penentuan keberhasilan ini digunakan untuk menentukan nilai rapor, kenaikan kelas dan keberhasilan belajar satuan pendidikan seorang peserta didik.
h. TujuanPenilaian
Mengetahui tingkat penguasaan kompetensi dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sudah dan belum dikuasai seorang atau sekelompok peserta didik untuk ditingkatkan dalam pembelajaran remedial dan program pengayaan.
Menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi belajar peserta didik dalam kurun waktu tertentu, yaitu harian, tengah semesteran, satu semesteran, satu tahunan, dan masa studi satuan pendidikan.
Menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi bagi mereka yang diidentifikasi sebagai peserta didik yang lambat atau cepat dalam belajar dan pencapaian hasil belajar. Memperbaiki proses pembelajaran pada pertemuan semester berikutnya.
4. PenilaianPencapaianKompetensi
Dalam kurikulum , pencapaian setiap Kompetensi Dasar K) dijabarkan secara rinci dalam Kompetensi Dasar KD . K)‐ dan K)‐ pada mata pelajaran selain mata pelajaran pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn, pembelajarannya dilaksanakan secara tidak langsung mengingat hanya ada satu KD yang terdapat pda K)‐ maupun K)‐ .
Mekanisme penilaian untuk Kompetensi )nti pada Kurikulum dijabarkan sebagai berikut.
a. PenilaianSikap
Pengertian Penilaian Sikap
Kegiatan Pembelajaran 5
136
kelas sebagai hasil fasilitatoran. Dalam hal ini penilaian sikap ditujukan untk mengetahui capaian dan membina perilaku siswa sesuai butir‐butir nilai sikap dalam KD dari K)‐ dan K)‐ yang terintegrasi pada setiap pembelajaran KD dari K)‐ dan K)‐ . Penilaian sikap oleh guru dapat diperkuat dengan penilaian diri dan penilaian antar teman. Teknik ini dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter siswa, yang hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu data konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh fasilitator.
Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap terutama dilakukan oleh wali kelas dan guru mata pelajaran pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn melalui observasi selama proses pembelajaran yang hasilnya diserahkan kepada wali kelas untuk ditindak lanjuti.
a Observasi
)nstrumen yang digunakan dalam observasi berupa lembar observasi atau jurnal yang berisi kolom catatan perilaku yang diisi oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK berdasarkan hasil pengamatan dari perilaku siswa selama satu semester. Perilaku siswa yang dicatat di dalam jurnal adalah perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik yang berkaitan dengan indikator dari sikap spiritual dan sikap sosial. Setiap catatan memuat deskripsi perilaku yang dilengkapi dengan waktu dan tempat teramatinya perilaku tersebut untuk satu semester. Berikut ini contoh lembar observasi.
Tabel .Contoh Jurnal Sikap
No Tanggal Nama Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap
DRAFT
b Penilaian Diri
Penilaian diri merupakan teknik penilaian terhadap diri sendiri siswa dengan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dalam berperilaku. (asil penilaian diri siswa dapat digunakan sebagai data konfirmasi dan juga dapat digunakan untuk menumbuhkan nilai‐nilai kejujuran dan meningkatkan kemampuan refleksi atau mawas diri. (asil penilaian persepsi diri siswa juga dapat digunakan sebagai dasar bagi guru dalam memberi bimbingan dan motivasi. Contoh format penilaian diri ditunjukkan pada di bawah.
Tabel .Contoh Lembar Penilaian Diri Siswa
Nama : ... Kelas/Semester : ... Petunjuk: Berilah tanda cek V pada kolom Ya atau Tidak sesuai dengan keadaan yang sebenamya.
No Pernyataan Ya Tidak
Saya menyontek pada saat mengerjakan penilaian.
Saya menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan tugas.
Saya melaporkan kepada yang
berwenang ketika menemukan barang. Saya berani mengakui kesalahansaya. Saya melakukan tugas‐tugas dengan
baik.
Saya berani menerima resiko atas tindakan yang saya lakukan
Saya mengembalikan barang yang saya pinjam.
Saya meminta maaf jika saya melakukan
Kegiatan Pembelajaran 5
138
No Pernyataan Ya Tidak
Saya belajar dengan sungguh‐sungguh. Saya datang ke sekolah tepat waktu.
Keterangan: Pemyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir‐ butir sikap yang dinilai.
(asil penilaian diri perlu ditindaklanjuti oleh wali kelas dan guru BP/BK dengan melakukan pembinaan terhadap siswa yang belum menunjukkan sikap yang diharapkan.
c Penilaian Antar Teman
Penilaian antar teman merupakan teknik penilaian yang dilakukan oleh seorang siswa terhadap siswa lain terkait dengan sikap/perilaku. (asil penilaian antar teman dapat digunakan sebagai data konfirmasi, dan juga dapat digunakan untuk menumbuhkan beberapa nilai seperti kejujuran, tenggang rasa, apresiasi, dan objektivitas. Penilaian antar teman paling baik dilakukan pada saat siswa melakukan kegiatan berkelompok. Contoh penilaian antar teman ditunjukkan pada di bawah.
Tabel .Contoh Format Penilaian Antar Teman Nama teman yang dinilai :
Namapenilai : ... Kelas/Semester : ...
Petunjuk: Berilah tanda cek V pada kolom Ya atau Tidak sesuai dengan keadaan yang sebenamya.
No Pernyataan Ya Tidak
Teman saya tidak menyontek dalam mengerjakan ujian
Teman saya tidak melakukan plagiat
mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber dalam mengerjakan setiap tugas
Teman saya mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya
No Pernyataan Ya Tidak Teman saya melaporkan data atau informasi
apa adanya
Jumlah
Keterangan: Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan kondisi satuan pendidikan
b. PenilaianKompetensiPengetahuan
Pengertian Penilaian Pengetahuan
Penilaian kompetensi pengetahuan dimaksudkan untuk mengukur ketercapaian aspek kemampuan pada Taksonomi Bloom. Kemampuan yang dimaksud mulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesisi, dan evalusi/mencipta yang terdapat pada setiap KD. Penilaian pengetahuan dilakukan tidak semata‐mata untuk mencapai ketuntasan belajar mastery
learning , tetapi juga ditujukan untuk mengidentifikasi kelemahan dan
kekuatan diagonstic proses pembelajaran. Pemberian umpan balik
feedback kepada siswa dan guru merupakan hal yang sangat penting,
sehingga hasil penilaian dapat segera digunakan untuk memperbaiki mutu