• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 PEMBAHASAN

6.2 Hasil Penilaian Risiko Penyamakan Kulit X

6.2.2 Penilaian Risiko pada Proses Soaking

Pada proses soaking terdapat beberapa risiko yang berasal dari zat-zat kimia yang digunakan yaitu sodium sulfide dan soda ash. Adapun risiko-risiko yang dihadapi pekerja pada proses soaking antara lain:

1. Kebakaran

Risiko ini berasal dari sodium sulfide yang bersifat flammable. Nilai risiko untuk kasus ini adalah 300 (priority 1). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut:

a. Consequence

Consequences diberi nilai 50 (disaster) karena kebakaran dapat dapat menimbulkan korban jiwa, kerugian materil karena kerusakan properti dan pencemaran lingkungan.

b. Exposure

Exposure memiliki nilai 6 (frequently) karena selain pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu, tapi risiko ini juga berkaitan dengan bagaimana penyimpanan bahan kimia sehari-hari.

c. Probability

Probability diberi nilai 1 (remotely possible) yaitu kemungkinan kecil untuk terjadi. Sodium sulfide merupakan bahan kimia yang bersifat flammable. Meskipun rendah, tapi risiko ini dapat terjadi karena belum ada pengendalian dari perusahaan untuk antisipasi kebakaran seperti tidak adanya alat pemadam. Housekeeping terkait penyimpanan bahan kimia juga belum baik sehingga bisa menyebabkan kontak dengan bahan pengoksidasi. Risiko ini juga bisa terjadi apabila pekerja merokok dan membuang puntung rokok sembarangan.

Oleh karena belum ada pengendalian pada risiko ini, maka nilai risk reduction pada adalah 0%.

2. Kontak kulit dengan sodium sulfide

Nilai risiko pada kasus kontak kulit dengan sodium sulfide ini adalah 15 (acceptable). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut:

a. Consequence

Consequences diberi nilai 15 (serious) pada basic risk karena sodium sulfide merupakan zat kimia yang bersifat korosif. Apabila terjadi kontak dengan kulit dapat menyebabkan iritasi kulit dan kerusakan pada jaringan. Nilai ini turun pada existing risk menjadi 5 (important) karena telah ada tindakan pengendalian sehingga dampak dapat berkurang.

b. Exposure

Exposure memiliki nilai 3 (occasionally) karena pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu.

c. Probability

Probability diberi nilai 3 (unusual but possible) pada basic risk dan turun menjadi 1 (remotely possible) pada existing risk yaitu kemungkinan kecil karena pekerja telah dibekali dengan sarung tangan dan sepatu boot.

Dengan pengendalian yang telah ada, nilai risk reduction pada risiko ini adalah 94,44%.

3. Kontak mata dengan sodium sulfide

Nilai risiko pada kasus kontak mata dengan sodium sulfide ini adalah 225 (priority 1). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut:

a. Consequence

Consequences diberi nilai 25 (very serious) yaitu kategori sangat serius karena sodium sulfide merupakan bersifat korosif terhadap mata. Apabila mata terpercik sodium sulfide maka dapat mengakibatkan iritasi mata, kerusakan kornea hingga kebutaan.

b. Exposure

Exposure memiliki nilai 3 (occasionally) karena pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu.

100

Universitas Indonesia c. Probability

Probability diberi nilai 3 (unusual but possible) karena kejadian ini mungkin terjadi karena belum ada pengendalian untuk menghindari kontak mata.

Pada risiko ini belum ada tindakan pengendalian sehingga nilai risk reduction adalah 0%.

4. Tertelan sodium sulfide

Nilai risiko pada kasus tertelan sodium sulfide adalah 15 (acceptable). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut:

a. Consequence

Consequences diberi nilai 5 (important) pada basic risk dan existing risk karena apabila tertelan sodium sulfide dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan usus.

b. Exposure

Exposure memiliki nilai 3 (occasionally) karena pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu.

c. Probability

Nilai probability turun dari basic risk 3 (unusual but possible) menjadi 1 (remotely possible) pada existing risk karena disiplin karena pekerja telah menggunakan sarung tangan tapi belum disiplin untuk mencuci tangannya setelah bekerja.

Dengan tindakan pengendalian yang telah ada, nilai risk reduction pada risiko ini adalah 66,67%

5. Terhirup sodium sulfide

Nilai risiko pada kasus terhirup sodium sulfide adalah 135 (substantial). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut:

a. Consequence

Consequences diberi nilai 15 (serious) karena pajanan terhadap sodium sulfide dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan hingga kerusakan paru-paru

b. Exposure

Exposure diberi nilai 3 (occasionally) karena pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu.

c. Probability

Probability diberi nilai 3 (unusual but possible) karena masker yang dipergunakan belum memadai. Selain itu, banyak pekerja yang tidak menggunakan masker di area kerja. Pekerja memang telah menggunakan masker pada saat memasukkan zat kimia tetapi pada saat pemutaran di dalam molen zat kimia akan keluar perlahan sehingga masih memungkinkan bagi pekerja untuk menghirupnya.

Oleh karena nilai basic risk dan existing risk sama, maka nilai risk reduction pada risiko ini adalah 0%.

6. Kontak kulit dengan soda ash

Nilai risiko pada kasus terhirup soda ash adalah 15 (acceptable). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut:

a. Consequence

Consequences diberi nilai 15 (serious) pada basic risk karena dapat menyebabkan iritasi kulit hingga melepuh sedangkan pada existing risk nilainya menjadi 5 (important) karena dengan pengendalian yang ada dampaknya dapat berkurang.

b. Exposure

Exposure diberi nilai 3 (occasionally) karena pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu.

c. Probability

Probability diberi nilai 3 (unusual but possible) pada basic risk sedangkan pada existing risk menjadi 1 (remotely possible) karena pekerja telah menggunakan sarung tangan dan sepatu boot.

Dengan pengendalian yang ada, nilai risk reduction pada risiko ini adalah 66,67%.

7. Kontak mata dengan soda ash

Nilai risiko pada kasus kontak mata dengan soda ash adalah 45 (priority 3). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut:

102

Universitas Indonesia a. Consequence

Consequences diberi nilai 5 (important) karena apabila terjadi kontak dapat menyebabkan iritasi mata.

b. Exposure

Exposure diberi nilai 3 (occasionally) karena pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu.

c. Probability

Probability diberi nilai 3 (unusual but possible) yaitu tidak biasa tapi dapat terjadi karena belum ada pengendalian pada risiko ini.

Oleh karena belum ada indakan tpengendalian, maka nilai risk reduction pada risiko ini adalah 0%.

8. Tertelan soda ash

Nilai risiko pada kasus tertelan soda ash adalah 15 (acceptable). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut

a. Consequence

Consequences diberi nilai 5 (important) karena apabila tertelan dapat menyebabkan nyeri lambung dan muntah.

b. Exposure

Exposure diberi nilai 3 (occasionally) karena pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu.

c. Probability

Probability diberi nilai 3 (unusual but possible) pada basic risk tapi turun menjadi 1 (remotely possible) pada existing risk karena pekerja telah menggunakan sarung tangan.

Dengan pengendalian yang telah ada, maka nilai risk reduction pada risiko ini adalah 66,67%.

9. Terhirup soda ash

Nilai risiko pada kasus terhirup Soda Ash adalah 45 (Priority 3). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut:

a. Consequence

Consequences diberi nilai 5 (important) karena pajanan terhadap sodium sulfide dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan dan gangguan pernafasan (asfiksia).

b. Exposure

Exposure diberi nilai 3 (occasionally) karena pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu.

c. Probability

Probability diberi nilai 3 (unusual but possible) pada basic risk dan existing risk karena masker yang dipergunakan belum memadai. Selain itu, masker hendaknya dikenakan selama berada di area kerja karena selain pada saat loading bahan kimia, saat pemutaran di dalam molen pun zat kimia akan keluar perlahan sehingga masih memungkinkan bagi pekerja untuk menghirupnya.

Oleh karena nilai pada basic risk dan existing risk sama, maka risk reduction pada risiko ini adalah 0%.

10. Posisi janggal

Nilai risiko pada kasus posisi janggal adalah 45 (priority 3). Alasan penetapan nilai risiko adalah sebagai berikut:

a. Consequence

Consequences diberi nilai 5 (important) karena posisi janggal pada proses ini dapat menyebabkan nyeri punggung dan low back pain. b. Exposure

Exposure diberi nilai 3 (occasionally) karena pekerjaan ini dilakukan 2 kali seminggu.

c. Probability

Probability diberi nilai 3 (unusual but possible) karena beban yamg diangkat pekerja cukup berat, dilakukan berulang-ulang serta posisi kerja yang kurang baik.

Oleh karena nilai pada basic risk dan existing risk sama, maka risk reduction pada risiko ini adalah 0%.

104

Universitas Indonesia