• Tidak ada hasil yang ditemukan

93PENILAIAN RISIKO

Sebagai bagian dari pengelolaan risiko oleh PT PII, penilaian risiko dilakukan terhadap keseluruhan risiko PT PII yang telah teridentifikasi sebelumnya.

Pada dasarnya, penjaminan infrastruktur oleh PT PII menjamin kewajiban finansial PJPK dalam suatu perjanjian KPS, dimana kewajiban ini timbul akibat risiko yang disebabkan oleh peristiwa penyebab (triggering events) berikut:

a. Tindakan atau tiadanya tindakan PJPK atau Pemerintah selain PJPK dalam hal-hal yang menurut hukum atau peraturan perundangan - PJPK atau Pemerintah selain PJPK memiliki kewenangan atau otoritas untuk melakukan tindakan tersebut;

b. Kebijakan PJPK atau Pemerintah selain PJPK; c. Keputusan sepihak dari PJPK atau Pemerintah

selain PJPK;

d. Ketidakmampuan PJPK dalam melaksanakan suatu kewajiban yang ditentukan kepadanya oleh Badan Usaha berdasarkan Perjanjian Kerjasama (breach of contract).

Penilaian Risiko untuk Penjaminan Infrastruktur

Keputusan PT PII dalam penyediaan penjaminan risiko infrastruktur dalam suatu proyek KPS dibuat setelah mengevaluasi, antara lain, kesesuaian draft perjanjian KPS dengan prinsip alokasi risiko (lihat Box 2), seperti digambarkan dalam diagram berikut.

PEMANTAUAN RISIKO

Sesuai struktur organisasi PT PII, Risk and Compliance (RAC) adalah divisi yang salah satu tugasnya memonitor pelaksanaan ERM Perseroan. Sebagai pemilik kerangka pengelolaan risiko di PT PII, terhadap risiko penjaminan proyek, RAC akan memberikan masukan dari sudut pandang yang independen terhadap dampak dari risiko proyek dan potensi klaim penjaminan terhadap

RISK ASSESSMENT

As part of risk management by IIGF, risk assessment is performed against all of the previously identified IIGF risks.

Basically, Infrastructure Guarantee by IIGF guarantees the financial obligations of CA in a certain PPP agreement, wherein these the obligation occurs due to the risks caused by the following triggering events:

a. Action or inaction of CA or government other than CA concerning issues that, according to laws or regulations, the CA or government other than CA have the power or authority to exercise those actions;

b. Policies of CA or government other than CA; c. Unilateral decision from CA or government

other than CA; and

d. Inability of CA in executing an obligation set upon it by the Project Company based on the Cooperation Agreement (breach of contract).

Risk Assessment for Infrastructure Guarantee

The decision by IIGF to provide guarantee for risks in a PPP project is made after analyzing, among others the conformity of the draft PPP Agreement with the risk allocation principles (see Box 2), as depicted in the following diagram.

RISK MONITORING

According to the organizational structure of IIGF, Risk and Compliance (RAC) is the division that performs, among others, monitoring the execution of the Company’s Enterprise Risk Management (ERM). As owner of the IIGF risk management framework, on the project portfolio risk, the RAC will provide an independent review on risks related to the project and claim assessment. Specifically,

Laporan Tahunan 2013 • PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)

94

akan melakukan tinjauan independen terhadap kepatuhan proses penilaian dan memberikan komentar independen dari perspektif risiko institusi (baik batas-batas tertentu dilampaui, atau jika ada masalah institusi yang tidak ditangani, dan sebagainya) yang berasal dari tahap evaluasi proyek (appraisal) dan tahap penstrukturan penjaminan (structuring).

Mekanisme pemantauan penjaminan proyek harus dijalankan untuk mengidentifikasi seluruh eksposur risiko, jika ada sebelum mereka berubah menjadi klaim. Dalam hal ini, PT PII melalui divisi Project Monitoring and Claim (PMC) akan memantau profil eksposur penjaminan secara periodik melalui pemantauan terhadap upaya PJPK dalam melakukan mitigasi risiko dalam implementasi proyek. Mekanisme pemantauan akan membantu PT PII untuk mengambil tindakan perbaikan dan membatasi terjadinya klaim.

Terhadap risiko operasional, PT PII sebagai sebuah institusi perlu memantau eksposur peristiwa risiko, antara lain:

• risiko personil utama

• kecurangan internal (internal fraud): • kecurangan eksternal (external fraud) • praktik kerja

• kerusakan aset fisik • gangguan usaha

• pengelolaan eksekusi, penyelesaian dan proses

• keselamatan kerja

Terhadap risiko keuangan perusahaan yang terkait dengan ketidakpastian pasar, PT PII melalui divisi Treasury and Investment (TRI) menerapkan kebijakan investasi yang bijaksana untuk pengelolaan dana dan untuk mencapai hasil optimal. Investasi dana yang belum dicadangkan untuk penjaminan proyek akan mengikuti norma- norma yang diatur dalam kebijakan internal perusahaan. Norma-norma tersebut dirumuskan untuk memberikan fleksibilitas yang cukup untuk mengoptimalkan pengembalian investasi tanpa mengambil risiko yang berlebihan.

compliance of the assessment process, and will provide independent comments from the perspective of institutional risk (whether if certain limits were exceeded, or if there are institutional problems that are not managed, etc.) arising from the project evaluation stage (appraisal), and guarantee structuring stage.

The monitoring mechanism of project guarantee must be executed to identify all of the risk exposures, if any, before they turned into claims. In this case, IIGF through the Project Monitoring and Claim (PMC) division will periodically monitor the performance of risk exposure to projects. The monitoring mechanism will help PT PII to take corrective actions and to limit the occurrence of claims.

Regarding operational risks, IIGF as an institution must monitor risk exposures, such as:

• Key personnel risk • Internal fraud • External fraud • Labor practice

• Damage to physical assets • Business disruptions

• Management of execution, delivery and process

• Work safety

On the corporate financial risks related to market uncertainty, IIGF through its Treasury and Investment division (TRI) applies a prudent investment policy for the management of funds as well as to achieve optimal returns. The investment of funds not allocated to project guarantee (idle funds) will follow the norms laid down in this policy. These norms have been formulated to provide sufficient flexibility with which to optimize returns from the invested funds without taking excessive risks.

95