• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

6. Manajemen Proses

4.4 Penilaian Setiap Kriteria Kinerja Perusahaan

Penilaian untuk setiap kriteria dilakukan setelah mengkonversi fakta-fakta pada kriteria proses dan hasil kedalam tabel penilaian (scoring). Secara keseluruhan kriteria proses evalusi terhadap ADLI (Approach, Deployment,

Learning, dan Integration) pada range skor 30 persen sampai 45 persen dan

sebagian berada pada range pada 50 persen sampai 65 persen. Hasil penilaian masing-masing kriteria sebagai berikut :

1. Kriteria Kepemimpinan

Kriteria kepemimpinan ini memiliki bobot skor 40 persen dan 45 persen yang menggambarkan ADLI sebagai berikut :

a. Approach yang sistematis dan efektif terhadap basic requirements. b. Approach sudah diterapkan dan disebarluaskan (deploy).

c. Tahap awal approach yang sistematis untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses utama.

d. Approach masih dalam tahap awal penyelarasan.

PT SMART, Tbk memiliki kepemimpinan yang sistematis dan efektif dengan menerapkan GCG dan bentuk arahan dalam memandu perusahaan. PT SMART, Tbk berperan aktif dalam Program Kemasyarakatan Komprehensif (PKK), program ini sudah diterapkan maupun disebarluaskan. Pembelajaran terhadap visi, misi dan SK dilakukan oleh para direksi, dewan komisaris, dan dewan pemegang saham. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran masih tahap awal guna mengevaluasi dan memperbaiki rencana kerja perusahaan, karena belum tersosialisasikan hingga terintetnalisasikan kepada semua karyawan. 2. Kriteria Perencanaan Strategis

Skor yang diperoleh pada kriteria perencanaan strategis yaitu 40 persen untuk variabel pengembangan strategi, dan 45 persen untuk variabel penjabaran strategi. Kondisi demikian menggambarkan :

a. Approach yang sistematis dan efektif terhadap basic requirements. b. Approach sudah diterapkan dan disebarluaskan (deploy).

c. Tahap awal approach yang sistematis untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses utama.

d. Approach masih dalam tahap awal penyelarasan.

Perencanaan strategi PT SMART, Tbk menggunakan Bussiness Stregth

Matrix, dimana pendekatan yang diterapkan sudah menunjukan adanya

keselarasan, karena disusun atas kebijakan direksi dan diperiksa oleh dewan komisaris.

3. Kriteria Fokus pada Pelanggan dan Pasar.

Fokus pada pelanggan dan pasar mendapatkan skor masing-masing variabel 30 persen, yang mengindikasikan bahwa evaluasi terhadap ADLI sebagai berikut:

a. Approach yang sistematis dan efektif terhadap basic requirements. b. Approach baru dalam tahap awal deployment disebagian area. c. Tahap awal transisi pada perbaikan secara umum sudah terbukti.

d. Approach sudah diselaraskan dengan area atau unit kerja sebagian besar melalui pemecahan masalah bersama.

PT SMART, Tbk melakukan pendekatan melalui mobilisasi para pemangku kepentingan, yang sudah diterapkan disebagian area unit kerja. Proses pembelajaran dari cara pengukuran kepuasan pelanggan masih kurang, dan integrasi dalam penggunaan pengukuran pelanggan masih belum optimal. Karena belum sempurnanya proses feedback yang dilakukan oleh berbagai unit hasil pengukuran kepuasan kinerja pelanggan.

4. Kriteria Pengukuran, Analisis, dan Manajemen Pengetahuan.

Skor yang diperoleh pada tiap kriteria pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan yaitu 45 persen untuk variabel pengukuran, analisis, dan perbaikan kinerja organisasi. Sedangkan 55 persen untuk variabel manajemen informasi, teknologi informasi, dan pengetahuan. Kondisi demikian mengambarkan ADLI sebagai berikut :

a. Approach yang sistematis dan efektif terhadap overall requirements. b. Approach sudah well deployed.

c. Tahap awal approach yang sistematis.

PT SMART, Tbk memiliki sistem pengendalian internal yang efektif untuk melindungi investasi para pemegang saham dan harta perusahaan. Evaluasi terhadap pendekatan pengukuran kinerja dilakukan oleh bagian divisi Audit Internal di setiap tahun yang terlihat dari perluasan ruang lingkup Key Performance Indicator (KPI) yang terkait dengan menggunakan Nerve System. Hal ini menunjukan pengukuran kinerja PT SMART, Tbk sudah baik diterapkan walaupun pendekatan masih dalam tahap awal penyelarasan yang sistematis.

5. Kriteria Fokus pada Tenaga Kerja

Pada kriteria fokus pada tenaga kerja skor yang diperoleh sebesar 45 persen, evalusi terhadap ADLI sebagai berikut :

a. Approach yang sistematis dan efektif terhadap basic requirements. b. Approach sudah di diterapkan dan disebarluaskan (deploy). c. Tahap awal approach yang sistematis.

d. Approach masih dalam tahap awal penyelarasan.

Dalam pendekatan tenaga kerja, PT SMART, Tbk sering mengadakan program pendidikan dan pelatihan. Hal ini sudah diterapkan dan dimonitoring. Integrasi perusahaan cukup baik dan masih dalam awal penyelarasan, terlihat dari komuniksi yang cukup matang dintara unit kerja dalam melaksanakan program kerja sehingga realisasi dapat optimal. 6. Kriteria Manajemen Proses

Skor yang diperoleh adalah 60 persen untuk desain sistem kerja dan 45 persen untuk manajemen dan perbaikan proses kerja. Kondisi tersebut menggambarkan :

a. Approach yang sistematis dan efektif terhadap overall requirements. b. Approach sudah well deployed.

c. Approach yang selaras dengan kebutuhan organisasi. d. Approach masih dalam tahap awal penyelarasan.

Pendekatan keseluruhan manajemen proses PT SMART, Tbk sudah sistematis dan efektif, karena perusahaan memiliki desain kerja mulai dari

sudah disosialisasikan dan diterapkan secara menyeluruh di area unit kerja yang selaras sesuai dengan kebutuhan organisasi.

7. Kriteria Hasil

Secara umum LTCI (Level, Trend, Comparison, dan Integration) pada kriteria hasil berada pada bobot skor 10 persen sampai 25 persen, yaitu pada kriteria hasil fokus pada pelanggan, fokus pada tenaga kerja, efektivitas proses dan kepemimpinan. Dengan kondisi yang menggambarkan sebagai berikut :

a. Sedikit hasil kinerja (level) yang dilaporkan.

b. Tidak ada kecenderungan (trend) yang dilaporkan, walaupun ada hanya sedikit trend yang dilaporkan dengan hasil yang terbalik.

c. Perbandingan (comparison) kinerja tidak ada yang dilaporkan. d. Integration hanya sedikit yang dilaporkan.

Pada hasil fokus pada pelanggan, fokus pada tenaga kerja, efektivitas proses dan kepemimpinan, bahwa hasil kinerjanya masih sedikit yang dilaporkan. Bahkan ada trend yang dilaporkan dengan hasil terbalik, seperti pada kriteria fokus tenaga kerja. Bahwa kriteria hasil yang dilaporkan dari data yang ada di perusahaan, tidak menunjukan hal yang sama pada kriteria proses yang didapat. Data perbandingan kinerja dengan perusahaan lain yang relevan juga tidak dilaporkan dan hanya sedikit keterpaduan yang dilaporkan.

Sedangkan untuk kriteria hasil fokus pada produk dan jasa serta fokus pada keuangan dan pasar, berada pada bobot skor 50 persen sampai 65 persen. Jadi evalusi terhadap LTCI sebagai berikut :

a. Level kinerja dilaporkan.

b. Data trend dilaporkan dan tidak ada trend terbalik.

c. Perbandingan (comparison) kinerja masih berada pada tahap awal. d. Integration dilaporkan di banyak area.

Pada kriteria hasil fokus pada produk dan jasa serta fokus pada keuangan dan pasar, informasi hasil kinerjanya telah dilaporkan dan tidak ada trend terbalik dimana sesuai dengan kriteria proses yang didapat.

Dokumen terkait