BAB 3 PROSEDUR DAN MANAJEMEN
4.2 Penilaian Usulan
Penilaian usulan pengembangan Pusat Unggulan Iptek terdiri atas penilaian terhadap proposal dan penilaian terhadap isian borang. Sedangkan nominee lembaga litbang yang akan dikembangkan menjadi Pusat Unggulan Iptek akan dinilai berdasarkan butir-butir basis kinerja (performance based).
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 27 1. Penilaian Proposal
Sebagaimana terlihat pada Tabel 2 Penilaian proposal dilakukan dengan pembobotan dari masing-masing kriteria penilaian proposal yang telah disusun. Nilai total proposal merupakan penjumlahan nilai dari masing-masing kriteria.
Tabel 2. Kriteria Penilaian Proposal
No Kriteria Penilaian Uraian dan Elemen Penilaian Bobot
1 Pernyataan Masalah
(Statement of the Problem)
1. Pemahaman tentang masalah. 2. Tingkat kepentingan masalah.
15%
2 Analisis Kesenjangan
(Gap Analysis)
1. Ketepatan dan kelengkapan indikator yang dipakai dalam melakukan analisis.
2. Ketepatan pendekatan analitik serta teknis yang digunakan.
30%
3. Program dan Kegiatan
(Programme and Activities)
1. Logika program (program dan kegiatan bisa dilakukan dan dapat mencapai sasaran).
2. Program dan kegiatan yang dilakukan relevan dengan penguatan SINas. 3. Kelayakan program dan kegiatan
dalam mengatasi masalah.
4. Kelayakan anggaran terhadap program dan kegiatan yang diusulkan. 5. Kreativitas dan inovasi.
6. Pemanfaatan sumberdaya yang ada.
35%
4. Hasil dan Manfaat
(Outcomes and Impacts)
1. Hasil dan manfaat yang relevan dengan penguatan.
2. Kesesuaian hasil dan manfaat dengan kegiatan yang akan diusulkan.
20%
Total 100%
2. Penilaian Borang
Dalam upaya pengembangan Pusat Unggulan Iptek, di samping proposal diperlukan juga adanya kriteria dan indikator kinerja yang akan dinilai dari borang yang diisi oleh lembaga pengusul. Adapun indikator penilaian yang digunakan adalah:
a.
Kemampuan menyerap informasi dan teknologi dari luar(Sourcing/Absorptive Capacity). Kriteria ini sangat terkait dengan kemampuan organisasi dalam mengakses informasi dan teknologi, mengefisienkan penggunaan sumberdaya yang ada, dan mencegah terjadinya tumpang tindih riset.
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
28
b.
Kemampuan mengembangkan kegiatan riset bertarafinternasional (Research and Development Capacity). Yang dimaksud dengan kemampuan untuk mengembangkan kegiatan riset dalam pedoman ini adalah kemampuan organisasi untuk meningkatkan kapasitas iptek melalui potensi adopsi, adaptasi, dan pengembangan teknologi untuk peningkatan daya saing barang dan/ atau jasa melalui optimalisasi input, proses, dan pengelolaan industri.
c.
Kemampuan mendiseminasikan hasil-hasil riset berkualitasbertaraf internasional (Disseminating Capacity). Suatu organisasi harus memiliki kemampuan untuk mendiseminasikan hasil- hasil riset yang kemanfaatannya dirasakan oleh pengguna teknologi (masyarakat, industri, dan/atau pemerintah).
d.
Kemampuan mengembangkan dan melestarikan potensisumberdaya lokal secara berkelanjutan (Local Resources Development and Sustaining Capacity). Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumberdaya alamnya. Masing-masing daerah mempunyai potensi yang berbeda-beda. Potensi ini merupakan keunggulan komparatif yang dimiliki masing-masing daerah. Untuk pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki, masing-masing daerah tersebut membutuhkan lembaga dan sumberdaya yang mampu memberikan nilai tambah sehingga menjadi keunggulan kompetitif.
Lembaga litbang yang dinominasikan untuk dikembangkan menjadi Pusat Unggulan Iptek dinilai berdasarkan indikator penilaian yang telah disusun dalam borang seperti yang diperlihatkan pada Lampiran 3. Penilaian dilakukan dengan pembobotan dari masing-masing indikator penilaian yang telah disusun seperti yang terlihat pada Tabel 3.
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 29
Tabel 3. Penilaian Nominee Pusat Unggulan Iptek
No Kriteria Penilaian Uraian dan Unsur Penilaian Bobot
1. Kemampuan
menyerap informasi dan teknologi
1. Adanya unit kerja (atau staf) yang bertugas mengakses informasi dan teknologi dari luar (informasi teknologi dan informasi permasalahan pengguna teknologi).
2. Kemampuan organisasi dalam melakukan akses secara online (jurnal
online dan akses informasi lainnya). 3. Kemampuan organisasi untuk
mendatangkan pakar dari luar.
4. Kemampuan organisasi untuk mengakses peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan/pengembangan kegiatan riset.
5. Adanya forum atau wadah untuk komunikasi dalam rangka pengembangan kegiatan riset.
20 %
2. Kemampuan mengembangkan kegiatan riset
1. Ketersediaan SDM dari segi kuantitas sesuai dengan beban kerja organisasi. 2. Adanya SDM dengan kualifikasi dan
kompetensi yang memadai sesuai dengan bidang riset prioritas.
3. Jumlah publikasi dalam jurnal internasional yang dihasilkan oleh peneliti dalam 3 tahun terakhir.
4. Jumlah publikasi dalam jurnal nasional terakreditasi yang dihasilkan oleh peneliti dalam 3 tahun terakhir.
5. Jumlah paten atau rezim HKI yang dihasilkan oleh peneliti dalam 3 tahun terakhir.
6. Jumlah peneliti yang mengikuti kegiatan ilmiah nasional dalam 3 tahun terakhir. 7. Jumlah peneliti yang menjadi mitra
bestari (peer reviewer) di jurnal internasional dalam 3 tahun terakhir. 8. Jumlah peneliti yang menjadi anggota
himpunan masyarakat ilmiah internasional (scientific society) dalam 3 tahun terakhir.
9. Jumlah lulusan S2 dan/atau S3 yang melakukan kegiatan riset dalam rangka tugas akhirnya di lembaga dalam 3 tahun terakhir.
10.Ketersediaan ruang laboratorium yang memenuhi syarat (sertifikasi bila ada).
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
30
No Kriteria Penilaian Uraian dan Unsur Penilaian Bobot
11.Ketersediaan sistem informasi manajemen dalam menunjang pelaksanaan kegiatan di litbang.
12.Ketersediaan peralatan (yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pengembangan) yang memadai.
13.Memiliki Kode Etik Penelitian.
14.Mempunyai jaringan kerjasama dengan institusi litbang/industri terkait pada tingkat nasional dalam 3 tahun terakhir. 15.Mempunyai jaringan kerjasama dengan
institusi litbang/industri terkait pada tingkat internasional dalam 3 tahun terakhir.
16.Jumlah peneliti asing yang melakukan kerjasama riset dalam 3 tahun terakhir. 3. Kemampuan
mendiseminasikan hasil-hasil riset
1. Adanya sistem diseminasi informasi hasil-hasil riset, seperti information center, termasuk sejauh mana fungsinya berjalan).
2. Jumlah kerjasama riset dengan lembaga litbang/industri pada tingkat nasional dalam 3 tahun terakhir.
3. Jumlah kerjasama riset dengan lembaga litbang/industri pada tingkat internasional dalam 3 tahun terakhir. 4. Jumlah kerjasama (jasa konsultasi) dan
nilainya (rupiah) dengan pengguna teknologi dalam 3 tahun terakhir.
5. Produk baru berbasis sumberdaya lokal yang masuk kategori proof of concept
dalam 3 tahun terakhir.
6. Nisbah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap total anggaran dalam rata-rata 3 tahun terakhir bagi Lembaga Pemerintah dan Nisbah total pendapatan terhadap total anggaran dalam rata-rata 3 tahun terakhir bagi Lembaga Non Pemerintah.
7. Pengguna teknologi dalam 3 tahun terakhir.
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 31
No Kriteria Penilaian Uraian dan Unsur Penilaian Bobot
4. Kemampuan mengembangkan dan melestarikan potensi sumberdaya lokal secara berkelanjutan
1. Kemampuan organisasi memanfaatkan dan melestarikan sumberdaya lokal dalam aktivitas risetnya.
2. Presentase penggunaan bahan lokal terhadap total penggunaan bahan (termasuk bahan impor).
3. Presentase penggunaan SDM Lokal dibandingkan SDM nonlokal.
4. Produk akhir yang dikomersialisasikan dari pemanfaatan sumberdaya lokal.
15%
Total Nilai 100%
3. Penetapan Lembaga Litbang Yang Akan Dikembangkan Menjadi Pusat Unggulan Iptek
Lembaga litbang pengusul akan dinilai berdasarkan proposal dan isian borang yang diajukan. Lembaga litbang tersebut akan direkomendasikan untuk dikembangkan menjadi Pusat Unggulan Iptek oleh Tim Pelaksana berdasarkan nilai rata-rata dari nilai proposal dan nilai borang. Bila nilainya mencapai minimal 850, lembaga tersebut direkomendasikan untuk ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek, sedangkan bila nilainya kurang dari 850, lembaga litbang tersebut direkomendasikan untuk dibina menjadi Pusat Unggulan Iptek. Data tersebut akan dibawa ke dalam rapat pimpinan dan selanjutnya pimpinan memutuskan lembaga yang akan ditetapkan dan yang akan dikembangkan menjadi Pusat Unggulan Iptek berdasarkan rekomendasi hasil penilaian dan pertimbangan strategis.
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 35 Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek merupakan pedoman yang wajib dijadikan sebagai pegangan atau acuan oleh berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan Pusat Unggulan Iptek, termasuk penyelenggara, tim independen (Tim Supervisi dan Tim Monev), serta seluruh lembaga litbang yang berminat untuk dikembangkan menjadi Pusat Unggulan Iptek.
Pedoman ini akan terus disempurnakan secara periodik atau sewaktu-waktu bila diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemberitahuan lebih lanjut mengenai perubahan akan diumumkan kepada semua pihak yang terkait. Dengan adanya pedoman ini diharapkan akan mempermudah dan memperjelas proses pengembangan Pusat Unggulan Iptek yaitu untuk menghasilkan lembaga yang berpredikat sebagai Pusat Unggulan Iptek sesuai dengan usulan lembaga dan kriteria yang telah ditetapkan.
BAB 5
PENUTUP
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 37
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 39
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 41 Lampiran 1
Contoh Tema Riset/Isu-Isu Strategis Terkait Kegiatan Pengembangan Pusat Unggulan
1. Tema Tujuh Bidang Program Utama Nasional (PUNAS) Riset
No. Bidang Fokus Tema Riset
1. Pangan dan Pertanian
Kemaritiman, Pengembangan Lahan Suboptimal, Industri Perdesaan 2. Energi, energi baru
dan terbarukan
Nuklir, Panas Bumi, Biomassa, Energi Bayu/Angin, Bahan Bakar Nabati, Gasifikasi dan Pencairan Batubara
3. Telekomunikasi, Informasi, dan Komunikasi
Teknologi Digital Untuk Industri Kreatif, Broadband Wireless Access
(BWA), Aplikasi Perangkat Lunak Berbasis Open Source, TV Digital, Radar Pantai, Satelit
4. Transportasi Kapal Cepat Alat Transportasi Antar Pulau, Kendaraan Murah Pedesaan, Mobil Listrik, Computer Based Interlocking (Persinyalan Kereta Api), Pesawat.
5. Teknologi Pertahanan dan Keamanan
Roket dan Rudal, Pesawat Tempur dan Pesawat Udara Nir Awak, Kapal Tempur, Kendaraan Tempur
6. Kesehatan dan Obat Vaksin, Obat Herbal, Alat Kesehatan, Bioteknologi dan Biologi Molekuler
7. Material Maju Logam Tanah Jarang, Nanoteknologi, Magnet, baterai, Silikon dan sumberdaya mineral lainnya yang mempunyai nilai komersial.
2. Isu-isu Strategis Berdasarkan Potensi Daerah
No. Tema Riset Nilai Tambah Pembentukan Center of
Excelence
I. Koridor Ekonomi Sumatera
1. Pengembangan Produk hilir sawit
Minyak nabati, limbah sawit dan produk hilir sawit (oleokimia)
Kelapa sawit, Medan
2. Produktiivitas lahan suboptimal untuk pertanian
Produk pertanian, limbah dan produk hilir hasil pertanian
1. Lahan Suboptimal, Palembang 2. Reklamasi Lahan, Jambi 3. Produktivitas tanaman
Karet
Crum rubber dan produk hilir karet
Karet, Bogor
II. Koridor Ekonomi Jawa
1. Pengembangan produk hortikultura
Produk segar dan olahan hortikultura
Buah dan Sayuran Tropika, Bogor 2. Pengembangan Hewan
Percobaan dan Vaksin
Produk hewan
percobaan, vaksin
1. Penyakit Tropis, Surabaya 2. Veteriner, Bogor
3. Satwa Primata, Bogor 4. Biofarmaka, Bogor 3. Pengembangan Alutsista Roket, peluru kendali -
4. Pengembangan Trans- portasi udara dan laut
Pesawat udara dan kapal
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
42
No. Tema Riset Nilai Tambah Pembentukan Center of
Excelence
5. Pengembangan Telematika
Perangkat lunak Mikroelektronika, Bandung 6. Pengembangan Material Material maju,
radioisotop
1. Biomaterial Berbasis Iradiasi, Jakarta
2. Pigmen Material Aktif, Malang 3. Radioisotop dan Radiofarmaka,
Serpong 7. Pengembangan produk
makanan dan minuman
Pemanfaatan potensi lokal untuk diversifikasi pangan
1. Bioteknologi dan bioindustri, Bogor
2. Teh dan Kina, Bandung 3. Tebu, Pasuruan
8. Pengembangan tekstil Produk tekstil -
III. Koridor Ekonomi Kalimantan
1. Pengembangan Produk hilir batubara
Up graded coal, produk hilir batubara
2. Pengembangan produk kayu
Kayu lapis dan produk turunan kayu
Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan, Banjarmasin 3. Pengembangan produk baja Baja - 4. Pengembangan Produk Migas
Produk migas Surfaktan dan Bioenergi, Bogor
IV. Koridor Ekonomi Sulawesi
1. Pengembangan bahan baku pangan dan pangan olahan asal tanaman
Bahan baku pangan dan Produk pangan olahan asal tanaman
1. Kacang dan Umbi, Malang 2. Pascapanen Pertanian, Bogor 3. Padi, Subang
4. Kopi dan Kakao, Jember 2. Pengembangan bahan
baku pangan dan pangan olahan asal perikanan tangkap
Bahan baku pangan dan Produk pangan olahan asal perikanan tangkap Rumput laut dan ikan budidaya
Rumput Laut, Makassar
V. Koridor Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara
1. Produktivitas Peternakan Daging sapi dan Produk hilir daging sapi
Ruminansia Besar, Mataram 2. Pengembangan
Pariwisata
Pariwisata dan Industri Kreatif
Pariwisata , Denpasar
VI. Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku
1. Produktivitas pertanian dan pangan
Produk pertanian dan pangan
Sagu, Manokwari 2. Produktivitas perikanan
budidaya
Rumput laut dan ikan budidaya
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 43 3. Mendukung Nawacita melalui 9 Program Prioritas
No. Program Prioritas
I Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara
1. Politik luar negeri bebas-aktif
2. Melindungi hak dan keselamatan warga Negara Indonesia di luar negeri, khususnya pekerja migran
3. Kedaulatan maritim
4. Meningkatkan anggaran pertahanan 1,5% dari GDP dalam 5 tahun ke depan 5. Mengembangkan industri pertahanan nasional
6. Menjamin rasa aman warga Negara dengan membangun Polri yang professional
II Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya
1. Memulihkan kepercayaan publik melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu dan lembaga perwakilan
2. Meningkatan peranan dan keterwakilan perempuan dalam politik dan pembangunan
3. Memperkuat kantor kepresidenan untuk menjalankan tugas-tugas kepresidenan secara lebih efektif
4. Membangun transparansi tata kelola pemerintahan 5. Menjalankan transformasi birokrasi
6. Membangun partisipasi publik
III Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan
1. Desentralisasi asimetris
2. Pemerataan pembangunan antar wilayah terutama desa, kawasan Timur Indonesia, dan kawasan perbatasan
3. Penataan daerah otonomi baru untuk kesejahteraan rakyat 4. Implementasi UU desa
IV Menolak Negara lemahdengan melakukan reformasi sistemdan penegakan hokum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya
1. Membangun politik legislasi yang kuat: pemberantasan korupsi, penegakan HAM, perlindungan lingkungan hidup dan reformasi lembaga penegak hokum
2. Memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi 3. Memberantas mafia peradilan
4. Pemberantasan tindakan penebangan liar, perikanan liar, dan penambangan liar 5. Pemberantasan narkoba dan psikotropika
6. Pemberantasan tindak kejahatan perbankan dan pencucian uang 7. Menjamin kepastian hukum hak kepemilikan tanah
8. Melindungi anak, perempuan, dan kelompok masyarakat marjinal
9. Menghormati HAM dan penyelesaian secara berkeadilan terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM pada masa lalu
10. Membangun budaya hukum
V Meningkatkan kualitas hidup manusia
1. Program Indonesia Pintar melalui wajib belajar 12 tahun bebas pungutan 2. Program kartu Indonesia Sehat melalui layanan kesehatan masyarakat
3. Program Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera melalui reformasi agraria 9 juta Ha untuk rakyat tani dan buruh tani, rumah susun bersubsidi dan jaminan sosial
VI Meningkatkan kualitas hidup rakyat dan daya saing di pasar internasional
1. Membangun infrastruktur jalan baru sepanjang sekurang-kurangnya 2.000 km 2. Membangun sekurang-kurangnya 10 pelabuhan baru dan merenovasi yang lama 3. Membangun sekurang-kurangnya 10 bandara baru dan merenovasi yang lama
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
44
No. Program Prioritas
4. Membangun sekurang-kurangnya 10 kawasan industri baru berikut pengembangan untuk hunian buruh buruhnya
5. Membangun sekurang-kurangnya 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia dan memodernisasikan pasar tradisional yang telah ada
6. Menciptakan layanan satu atap untuk investasi, efisiensi perijinan bisnis menjadi 15 hari
7. Membangun sejumlah science and technopark di kawasan politeknik dan SMK- SMK dengan prasarana dan sarana terknologi terkini
VII Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik
1. Membangun kedaulatan pangan 2. Mewujudkan kedaulatan energi 3. Mewujudkan kedaulatan keuangan
4. Mendirikan bank petani/nelayan dan UMKM termasuk gudang dengan fasilitas pengolahan pascapanen di tiap sentra produksi padi/nelayan
5. Mewujudkan penguatan teknologi melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi nasional
VIII Melakukan revolusi karakter bangsa
1. Membangun pendidikan kewarganegaraan
2. Mengevaluasi model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional
3. Jaminan hidup yang memadai bagi para guru yang ditugaskan di daerah terpencil 4. Memperbesarkan akses warga miskin untuk mendapatkan pendidikan tinggi 5. Memprioritaskan pembiayaan penelitian yang menunjang iptek
IX Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia
1. Memperkuat pendidikan ke-bhineka-an dan menciptakan ruang-ruang dialog antar warga
2. Restorasi sosial untuk mengembalikan ruh kerukunan antar warga
3. Membangun kembali gotong royong sebaagi modal sosial melalui rekonstruksi sosial
4. Mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal
5. Meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan sebagai kekuatan budaya
4. Direktif Pimpinan
Tema Program
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 45
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 47
PETUNJUK PENGISIAN BORANG
Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam borang ini sesuai dengan kondisi Lembaga Saudara.
Cara pengisian borang adalah sebagai berikut:
1. Menuliskan jawaban di tempat yang disediakan. Contoh: Nama : EDITHA
2. Menuliskan jawaban di kotak yang disediakan dengan huruf cetak. Contoh: Tanggal Pengisian :
3. Memberi tanda ( √ ) pada kotak yang disediakan
Contoh: Apakah Lembaga memiliki keluaran (output): 1. Ya 2. Tidak
Jika ada pertanyaan terkait dengan pengisian borang ini, mohon menghubungi Dr. Sahat M Panggabean dan Edita Diah Triana Dewi, SE, melalui telepon (021) 3169580, 3169556, faksimili (021) 3102014 atau
email: [email protected]; [email protected] / [email protected]
--- SELAMAT MENGISI BORANG --- √
2 1 0 4
/
2 0 1 15
/
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 49
PUSAT UNGGULAN IPTEK
Nama : ………. NIP/NIK : ………. Jabatan : ………. Tanggal Pengisian : Tanda Tangan : Menyetujui, Nama : ………. NIP/NIK : ………. Jabatan : ....………. Tanda Tangan :
dan cap lembaga
Nama : ………. Jabatan : ……… No. Telepon : Handphone : ………. Email : ……….
CONTACT PERSON
DATA IDENTITAS PENGISI BORANG PUSAT UNGGULAN IPTEK
/ /
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 50 Nama Lembaga : ………...… Alamat : ...……..………...……… ..………...………… ………...…… Kode Pos: No.Telepon : No. Faksimili : Homepage : ……… Email : ………
No. SK Pendirian Lembaga *: ..……… Pejabat Penandatangan SK : ...………
Kategori lembaga : Lembaga Penelitian Perguruan tinggi Negeri Lembaga Penelitian Perguruan tinggi Swasta
Lembaga Penelitian Pemerintah/Pemda
Lembaga Penelitian Swasta
Nama Lembaga Induk : ....………..(bila ada)
Fokus bidang Lembaga : Kemaritiman
7 Bidang PUNAS Riset Direktif Pimpinan Nasional
Sebutkan bidang riset spesifik yang akan dikembangkan (sesuai dengan nama pusat unggulan iptek):
...………...
*) Harap melampirkan SK yang dimaksud -
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 51 I. SOURCING/ABSORPTIVE CAPACITY
(Kemampuan lembaga litbang untuk menyerap informasi dan teknologi)
1. Lembaga memiliki unit kerja (atau staf) yang bertugas mengakses informasi dan teknologi dari luar (informasi teknologi dan informasi permasalahan pengguna teknologi)?
1. Ya 2. Tidak
Jika “Ya”, bagaimana fungsi unit tersebut? 1.Sangat tidak efektif 2. Tidak efektif 3. Cukup efektif
4. Efektif 5. Sangat efektif
2. Kemampuan Lembaga dalam melakukan akses secara online (akses jurnal online dan akses
informasi lainnya). 1.Sangat buruk
2. Buruk 3. Cukup 4. Baik 5. Sangat baik
3. Kemampuan Lembaga untuk mendatangkan pakar dari luar negeri, terkait dengan
pelaksanaan kegiatan riset. 1.Sangat
buruk
2. Buruk 3. Cukup 4. Baik 5. Sangat baik
4. Kemampuan Lembaga untuk mengakses peralatan yang diperlukan Lembaga dalam
pelaksanaan/pengembangan kegiatan riset. 1.Sangat
buruk
2. Buruk 3. Cukup 4. Baik 5. Sangat baik
5. Apakah Lembaga memiliki forum atau wadah komunikasi dengan pengguna dalam rangka
pengembangan kegiatan riset?
1. Ya 2. Tidak
Jika “Ya”, berapa kali pertemuan yang dilakukan dalam 1 tahun?
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
52
II. RESEARCH AND DEVELOPMENT CAPACITY
(Kemampuan lembaga litbang untuk melakukan kegiatan riset)
1. Apakah jumlah SDM dari segi kuantitas sudah sesuai dengan beban kerja Lembaga?
1. Sangat tidak sesuai 2. Tidak sesuai 3. Agak sesuai 4. Sesuai 5. Sangat sesuai
2. Apakah jumlah SDM dari segi kualifikasi dan kompetensi sudah memadai sesuai dengan
bidang riset prioritas? 1. Sangat
tidak sesuai
2. Tidak sesuai 3. Agak sesuai
4. Sesuai 5. Sangat sesuai 3. Berapa jumlah publikasi dalam jurnal internasional yang dihasilkan oleh peneliti dalam 3
tahun terakhir?
Tahun Publikasi Internasional
2012 2013 2014
Total
4. Berapa jumlah publikasi dalam jurnal nasional terakreditasi yang dihasilkan oleh peneliti dalam 3 tahun terakhir?
Tahun Publikasi Nasional Terakreditasi 2012 2013 2014 Total
5. Berapa jumlah paten, PVT, atau rezim HKI lainnya yang dihasilkan oleh peneliti dalam 3
tahun terakhir? Tahun Paten 2012 2013 2014 Total
6. Sebutkan jumlah peneliti pertahun yang mengikuti kegiatan ilmiah nasional/internasional dalam 3 tahun terakhir!
Tahun Peneliti (kegiatan
ilmiah)
2012 2013 2014
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 53
7. Sebutkan jumlah peneliti yang menjadi mitra bestari (peer reviewer) di jurnal internasional dalam 3 tahun terakhir!
Tahun Peneliti Mitra bestari
2012 2013 2014
Total
8. Jumlah peneliti yang menjadi anggota himpunan masyarakat ilmiah internasional
(scientific society) dalam 3 tahun terakhir!
Tahun Peneliti (science society)
2012 2013 2014
Total
9. Jumlah lulusan S2 dan/atau S3 yang melakukan kegiatan riset dalam rangka tugas akhirnya di lembaga dan dibimbing oleh Peneliti Lembaga dalam 3 tahun terakhir?
Tahun Lulusan S2/S3
2012 2013 2014
Total
10. Sebutkan sertifikasi laboratorium riset Lembaga Saudara? (* Harap melampirkan sertifikat yang dimaksud)
1. Tidak ada 2. KNAPPP 3.ISO 4. Lainnya, sebutkan ………..
11. Apakah tersedia sistem informasi manajemen yang menunjang pelaksanaan kegiatan litbang?
1. Ya 2. Tidak
Jika “Ya”, sebutkan kualitas dari sistem informasi manajemen yang ada!
1. Sangat buruk 2. Buruk 3. Cukup 4. Baik 5. Sangat baik 12. Apakah peralatan yang ada saat ini (terkait dengan pelaksanaan kegiatan penelitian dan
pengembangan) telah memadai, sesuai dengan yang diharapkan?
1. Sangat tidak memadai 2. Tidak memadai 3. Agak memadai 4. Memadai 5. Sangat memadai
13. Apakah Lembaga Litbang telah memiliki Kode Etik Peneliti?
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
54
14. Jumlah kerjasama riset dengan lembaga litbang/industri dalam tingkat nasional dalam 3 tahun terakhir? Tahun Kerjasama 2012 2013 2014 Total
15. Jumlah kerjasama riset dengan lembaga litbang/industri dalam tingkat internasional dalam 3 tahun terakhir?
Tahun Kerjasama
2012 2013 2014
Total
16. Sebutkan jumlah peneliti asing yang melakukan kerjasama riset di lembaga Saudara dalam 3 tahun terakhir?
Tahun Peneliti Asing
2012 2013 2014
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 55
III. DISSEMINATING CAPACITY
(Kemampuan lembaga litbang untuk mendiseminasikan hasil-hasil riset)
1. Apakah Lembaga Saudara memiliki sistem diseminasi informasi hasil-hasil riset (seperti
information center)?
1. Ya 2. Tidak
Jika “Ya”, sebutkan sejauh mana sistem tersebut berjalan!
1.Sangat buruk 2. Buruk 3. Cukup 4. Baik 5. Sangat baik
2. Sebutkan jumlah kerjasama riset dengan lembaga litbang/industri tingkat nasional dan nilainya (rupiah) dengan pengguna teknologi dalam 3 tahun terakhir.
Tahun kerjasama riset Nilai (rupiah)
2012 2013 2014
Total
3. Sebutkan jumlah kerjasama riset dengan lembaga litbang/industri tingkat internasional dan nilainya (rupiah) dengan pengguna teknologi dalam 3 tahun terakhir.
Tahun kerjasama riset Nilai (rupiah)
2012 2013 2014
Total
4. Sebutkan jumlah kerjasama non Riset (pelatihan, konsultasi, dll.) dan nilainya (rupiah) dengan pengguna teknologi dalam 3 tahun terakhir.
Tahun kerjasama non riset Nilai (rupiah)
2012 2013 2014
Total
5. Sebutkan jumlah produk baru berbasis sumberdaya lokal yang masuk kategori proof of concept
Pedoman Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
56
Tahun produk lisensi Nilai (rupiah)
2012 2013 2014
Total
IV. LOCAL RESOURCE DEVELOPMENT CAPACITY
(Kemampuan lembaga litbang untuk mengembangkan kegiatan litbang berbasis pada potensi sumberdaya lokal)