• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Kemampuan Analogi Matematis Siswa

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 106-109)

PENEMUAN TERBIMBING

1. Peningkatan Kemampuan Analogi Matematis Siswa

Berdasarkan hasil analisa uji perbedaan dua rata-rata data pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol, diperoleh bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal analogi matematis yang sama atau tidak ada perbedaan. Selain memiliki kemampuan awal yang sama, kemampuan analogi matematis kelas ekperimen dan kelas kontrol rendah, hal ini dilihat dari rata-rata nilai yang diperoleh yaitu 7,09 untuk kelas ekperimen dan 7,94 untuk kelas kontrol. Rendahnya kemampuan analogi matematis siswa karena baik siswa kelas eksperimen maupun siswa kelas kontrol belum mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang materi yang diujikan lewat soal pretes.

Setelah diberi perlakukan menggunakan metode penemuan terbimbing pada kelas eksperimen dan metode konvensional pada kelas kontrol dan diberi postes, terlihat bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing memiliki peningkatan lebih baik terhadap kemampuan analogi matematis siswa daripada pembelajaran dengan menggunakan metode konvensional. Hal ini terlihat dari perbedaan hasil uji gain.

Berdasarkan hasil uji gain ternormalisasi diperoleh nilai rata-rata peningkatan kemampuan analogi matematis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada peningkatan kemampuan analogi matematis siswa kelas control. Sedangkan berdasarkan uji perbedaan dua rata-rata diperoleh signifikansi kurang dari 0,05 atau 5% yang berarti bahwa peningkatan kemampuan analogi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode konvensional. Berdasarkan hasil uji gain ternormalisasi, peningkatan kemampuan analogi matematis siswa kelas eksperimen berada pada kategori sedang, sedangkan kemampuan analogi matematis siswa kelas kontrol berada pada kategori rendah.

Peningkatan kemampuan analogi matematis siswa yang lebih baik pada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing karena siswa benar-benar berusaha untuk menemukan tujuan atau menarik kesimpulan berdasarkan data yang diamati dari masalah yang diberikan sehingga siswa benar-benar menguasai materi dan mudah untuk digunakan atau ditransferkan dalam situasi lain. Sehingga dapat diartikan bahwa dengan menganalogikan, maka siswa dapat dengan mudah untuk menghubungkan materi matematika dengan situasi lain atas dasar kesamaan dan prinsip atau sifat.

Sedangkan pada kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran dengan metode konvensional siswa tidak aktif melainkan siswa hanya mendengarkan guru penjelasan materi. Sehingga pembelajaran seperti ini membuat siswa tidak mengembangkan pola pikir atau kemampuan yang dimilikinya.

Gambar 3. adalah contoh jawaban dari siswa kelas eksperimen yang menjawab dengan benar, yaitu soal nomor 7

0

0.2

0.4

0.6

Eksperimen

Kontrol

Rata-rata

Rata-rata

98

Gambar 3. Salah Satu Jawaban Siswa

Berdasarkan hasil postes, ternyata sebanyak 13 siswa pada kelas eksperimen menjawab dengan benar, sedangkan pada kelas kontrol hanya 2 siswa yang menjawab dengan benar. Sementara siswa pada kelas kontrol yang menjawab hampir benar terdapat 12 siswa selain 2 siswa yang menjawab benar, sedangkan pada kelas eksperimen seluruh siswa hampir menjawab dengan benar selain 13 siswa yang menjawab benar. Hal ini juga menunjukan, bahwa kemampuan analogi matematis siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada kemampuan analogi matematis siswa kelas kontrol.

PENUTUP Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Pagedangan kelas VIII tentang bagaimana peningkatan kemampuan analogi matematis siswa setelah memperoleh pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar, dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan analogi siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing lebih baik yaitu dilihat dari rata-rata nilai pretes sebesar 7,09 dan meningkat setelah diberi perlakukan menjadi 59,39 dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan metode konvensional yang memiliki rata-rata pretes sebesar 7,94 meningkat menjadi 34,52.

Saran

Berdasarkan hasil peneltian dan kesimpulan tentang pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing, maka peneliti memberikan beberapa saran yaitu sebagai berikut;

1. Guru

Pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dapat diterapkan oleh guru sebagai salah satu metode dalam proses pembelajaran, karena metode penemuan terbimbing dapat membuat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.

2. Peneliti lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk penelitian lebih lanjut. Selain peneliti lain dapat menerapkan metode pembelajaran penemuan terbimbing untuk mengukur tingkat kemampuan matematis siswa yang lain seperti kemampuan komunikasi atau kemampuan berpikir kreatif siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Balitbang. Survei Internasional PISA. 15 Agustus 2011. http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/survei- internasional-pisa (diakses Juli 27, 2015).

Balitbang. Survei Internasional TIMSS. 27 Juli 2015. http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/timss (diakses JULI 27, 2015).

Hake, R. R. “Interactive-engagement vs traditional methods: A six-thousandstudent student survey of mechanics test data for introductory physics courses.” Department of Physics, Indiana University, Bloomington, Indiana 47405, 1998: Vol. 66

Hudaedah, D. “Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Melalui Pembelajaran Kontekstual.” Bandung: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, 2014. Vol. 1, ISSN 2355-0473.

Intisari, Hj. “Pemahaman Komunikasi Matematika Siswa SMA Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar

Matematika.” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika ProgramPasca Sarjana STKIP Siliwangi Bandung. Bandung: ISSN 2355-0473, 2014. Volume 1.

Jihad, A. “Pengembangan Kurikulum Matematika”. Yogyakarta: Multi Pressindo, 2008 Tersedia :

https://books.google.co.id/books?hl=id&id=-

d4PAQAAMAAJ&focus=searchwithinvolume&q=matematika+diartikan+seni%2C+bahasa+dan+alat

99

Kamsurya, K. S. “Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Operasi Bilangan Bulat Melalui Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Di Kelas VII-1 SMP Negeri 3 Salahutu.” Penguatan Peran Matematika dan Pendidikan Matematika untuk Indonesia yang Lebih Baik". Yogyakarta: Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika FMIPA UNY Yogyakarta, 2013. ISBN : 978-979-16353-9-4.

Kariadinata, R. “Menumbuhkan Daya Nalar (Power Of Reason) Siswa Melalui Pembelajaran Analogi Matematika.” InfinityJurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, 2012: Vol. 1, No.1.

Kemendikbud. “Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)”. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Kebudayaan Dan Penjaminan Mutu Pendidikan. 2013.

Maarif, S. “Meningkatkan Kemampuan Analogi Dan Generalisasi Matematis Siswa SMP Menggunakan Pembelajaran Dengan Metode Discovery”. Tesis, UPI | repository.upi.edu, 2012.

Markaban. “Model Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing.” Departemen Pendidikan Nasional Pusat Pengembangan Dan Penataran Guru Matematika, 2006.

Mundiri. “Logika. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2000.

Rahman, R. dan Maarif, S. “Pengaruh Penggunaan Metode Discovery Terhadap Kemampuan Analogi Matematis Siswa SMK Al-Ikhsan Pamarican Kabupaten Ciamis Jawa Barat.” Infinity Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, 2014: Vol. 3, No. 1.

Rohim, F., dkk. “Pembelajaran Biologi Model Siklus Belajar Hipotetik Deduktif Dengan Media Riil Dan Media

Virtuil Ditinjau Dari Kemampuan Penalaran Analitis Dan Gaya Belajar Siswa.” Jurnal Inkuiri, 2012: ISSN : 2252-7893, Vol 1, No 3.

Shadiq, F. Pemecahan Masalah, Penalaran dan Komunikasi. Jakarta: PPPG Matematika, 2004.

Sugiyono. “Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D)”. Bandung : Alfabeta, 2013.

Sumarmo, U. “Berpikir Dan Disposisi Matematik: Apa, Mengapa, Dan Bagaimana Dikembangkan Pada Peserta

100

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME)

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 106-109)

Garis besar

Dokumen terkait