• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.7. Keabsahan Data

4.2.2. Peningkatan Kualitas Pegawai

Di dalam meningkatkan kinerja pegawainya, Kepala Desa Tegalarum Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan selaku pemimpin pemerintahan desa mempunyai beberapa strategi yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai. Strategi tersebut berupa pelaksanaan usaha peningkatan kualitas pegawai dalam penelitian ini sebagai fokus kedua dengan sasaran kajian 1). Mengikutsertakan pegawai dalam kegiatan seminar. 2). Mengikutsertakan pegawai dalam penataran. 3). Mengikutsertakan pegawai dalam pelatihan.

Berdasarkan temuan dilapangan selama penelitian dapat diuraikan tentang hasil temuan penelitian sasaran kajian yang pertama dari fokus kedua sebagai berikut :

1. Seminar

Dalam mewujudkan sumber daya manusia yang handal, maka Kepala Desa Tegalarum mengikutsertakan pegawainya untuk mengikuti seminar. Dalam hal ini dijelaskan Bapak Adi Sucipto selaku Kepala Desa Tegalarum dan key person penelitian sebagai berikut :

“ Begini ya mas, untuk seminar memang kami tidak melaksanakannya sendiri. Tetapi biasanya kita diundang dengan perwakilan kita untuk hadir dalam kegiatan itu. Sedangkan yang menyelenggarakan adalah dari Pemerintah Kabupaten sendiri. Terakhir saya mengirimkan 3 orang pegawai saya kesana pada bulan November kemarin. “ (wawancara 9 Desember 2010) Data tersebut diperkuat oleh pernyataan Bapak Suwardi selaku key person yaitu pegawai yang diikutsertakan dalam seminar yang dimaksud di atas, beliau menjelaskan :

“ Benar mas yang dikatakan Pak Kades, jadi kemarin pada tanggal 9 November 2010, kepala desa megirimkan saya, terus Kaur pemerintahan, dan kaur pembangunan kemasyarakatan untuk ikut dalam acara seminar di Kecamatan bendo tersebut. Nah temanya itu pengelolaan sumber daya manusia yang handal dalam menghadapi dinamika global. “ (wawancara 9 Desember 2010)

Peneliti juga menanyakan tentang waktu pelaksanaan seminar yang diikuti oleh pegawai. Dalam hal ini Bapak Adi Sucipto selaku key person, beliau menjelaskan :

“ Untuk waktunya kemarin dilaksanakan pada tanggal 9 November 2010, dan diadakan di Aula Kecamatan Bendo, itu cuma satu hari saja kok mas lalu mendapatkan bukti sertifikat itu. “ (wawancara 10 Desember 2010)

Pendukung temuan tersebut di atas terdapat data lain dalam bentuk sertifikat seminar yang diikuti 3 orang pegawai kantor desa Tegalarum yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan dan dari pengamatan peneliti memperhatikan arsip dokumen sertifikat asli bukti data diberikan dalam bentuk copy sertifikat sebagaimana terlampir dalam lampiran 2.

Dokumen foto kegiatan seminar bagian dari teknik pengumpulan data fokus kedua sasaran kajian pertama sebagai berikut :

Dari gambar tersebut di atas menunjukkan bahwa kepala desa mengikutsertakan pegawainya dalam seminar yang dilaksanakan di Kecamatan Bendo Magetan dan dalam gambar tampak Bapak Subari satu diantara peserta dari Desa Tegalarum pada posisi duduk di belakang peserta yang menulis (paling kiri dalam gambar).

Kemudian peneliti melengkapi data tentang tujuan dan manfaat pengiriman pegawai dalam seminar tersebut berkaitan dengan peningkatan kinerja pegawai Kantor Desa Tegalarum Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. Dalam hal ini Bapak Adi Sucipto selaku key person beliau menjelaskan :

“ Manfaat yang terlihat itu hanya bersifat personal saja mas. Jadi dari individu-individu yang mengikuti seminar mereka cenderung lebih pro aktif dalam menyikapi permasalahan yang muncul di Kantor Desa ini. Saya mungkin memaklumi karena pengetahuan yang mereka dapatkan kan semakin bertambah. Jadi wajar kalau kerja mereka lebih baik dari sebelumnya. “ (wawancara 10 Desember 2010)

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Bapak Subari selaku key person yaitu pegawai yang dikirim mengikuti seminar, beliau menjelaskan :

“ Ya yang kita dapatkan kan awalnya dari pengetahuan apalagi temanya pengelolaan SDM dalam globalisasi. Jadi saya merasa paham dan mengerti lebih jauh dalam menghadapi segala permasalahan yang muncul di Kantor Desa ini. Saya kan Kaur punya bawahan atau anggota lah dari seminar itu saya kan dapat ilmu bagaimana mengelola SDM bawahan saya. Diantaranya juga ada olmu menghadapi globalisasi. Ini kan juga berhubungan dengan pelayanan masyarakat, karena masyarakat kan terkena pengaruh globalisasi.Jadi, apabila ada seminar lagi saya kalau boleh mau dikirim lagi supaya dapat mengembangkan kemampuan dan pengetahuan yang saya peroleh. “ (wawancara 11 Desember 2010)

Key person yang lain yaitu Bapak Suwito yang juga ikut dikirim dalam seminar tersebut menjawab wawancara peneliti sebagai berikut :

“ Kelihatannya urusan keuangan tidak ada kaitannya dengan tema seminar yaitu pengelolaan SDM. Tapi pada saat mengikuti seminar tersebut keuangan tidak bisa dipisahkan dengan pengelolaan SDM. Bayangkan mas, kalau seminar itu gak dikasih materi, gak dikasih sertifikat, saya kan tidak bisa membuktikan ke pak Kades kalau sudah berangkat seminar. Lha kalau gak dikasih kue lak yo ngantok mas. Berarti semuanya kan butuh uang kan mas. Berarti bagian keuangan kan gak gampang kan mas, berhubungan dengan semua hal. “ (wawancara 11 Desember 2010)

Temuan-temuan tersebut di atas adalah data tentang fokus kedua yaitu peningkatan kualitas pegawai melalui seminar dalam rangka peningkatan kinerja pegawai.

2. Penataran

Strategi peningkatan kualitas pegawai melalui penataran yang dalam hal ini merupakan sasaran kajian kedua dalam fokus kedua penelitian ini. Data-data temuan dilapangan penelitian yaitu hal-hal

yang dilakukan oleh Kepala Desa Tegalarum adalah mengikutsertakan pegawai dalam penataran.

Penataran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penataran penyelenggaran pemerintahan desa yang berkualitas dan bermutu. Yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Magetan. Pada tanggal 22 dan 23 Oktober 2010 tempat pelaksanaan di Gedung Diklat Pemkab Magetan. Data tersebut peneliti dapatkan dari arsip undangan penataran sebagaimana copy arsip pada

lampiran 3.

Dalam gambar tersebut di atas adalah bukti dokumen pelaksanaan penataran sebagai bagian dari data temuan dilapangan tentang sasaran kajian pelaksanaan penataran dalam fokus kedua. Dalam hal ini teknik pengumpulan data dokumentasi diperlukan sebagai pendukung penelitian.

Dalam hal ini pegawai yang dikirim untuk hadir dalam penataran tersebut adalah Sekretaris Desa Karena kedudukan dan fungsi Sekretaris Desa adalah membantu Kepala Desa dalam penyelenggaran kantor sekretariat desa Tegalarum. Jadi pertimbangan Kepala Desa bahwa perlu adanya pemahaman dan pengetahuan tentang penyelenggaran pemerintahan desa yang berkualitas dan bermutu bagi pimpinan kantor.

Key person dalam strategi peningkatan kinerja pegawai Kantor Desa Tegalarum yaitu Bapak Adi Sucipto selaku Kepala Desa Tegalarum, beliau menjelaskan :

“ Sesuai dengan undangan penataran ini diperuntukkan bagi pimpinan kantor dan kantor desa ini pimpinannya kan Pak Carik, ya harus Pak carik yang berangkat ikut penataran. Walaupun undangan ini untuk saya selaku kepala desa tetapi berhubungan dengan penyelenggaran kantor maka saya kirimkan pak carik. Penataran ini dilaksanakan 2 hari jadi ya cukup lumayan materi yang didapatkan, dan saya berharap pak carik mampu memberdayakan pemerintahan desa yang berkualitas dan bermutu sesuai hasil penataran dan bisa diterapkan maupun ditularkan kepada pegawai yang lain sehingga peningkatan kinerja tidak hanya pak carik saja tetapi saya berharap semua pegawai turut meningkat kinerjanya. “ (wawancara 12 Desember 2010)

Data tersebut diperkuat oleh hasil wawancara dengan Bapak Suwardi selaku peserta penataran dan menjadi key person pada sasaran kajian ini, beliau menjelaskan :

“ Ya mas, dalam penataran kemarin saya mewakili Bapak Kades untuk hadir di penataran tersebut bukan berarti pak kades gak bisa hadir tetapi pak kades berharap saya mendapatkan tambahan pengetahuan tentang penyelenggaran pemerintahan desa yang berkualitas dan bermutu. Sebagai kepala kantor sekretariat desa saya harus mendapatkan banyak ilmu untuk bisa meningkatkan kinerja dan mampu mengimbangi tuntutan maupun kebutuhan masyarakat yang semakin. “ (wawancara 12 Desember 2010)

Temuan-temuan tersebut dalam bentuk hasil pengamatan terhadap dokumen undangan penataran, hasil wawancara, dan dokumentasi foto adalah data tentang fokus kedua yaitu peningkatan kualitas pegawai melalui penataran dalam rangka peningkatan kinerja pegawai.

3. Pelatihan

Sasaran kajian ketiga dalam fokus kedua yaitu peningkatan kualitas pegawai melalui pelatihan merupakan salah satu strategi Kepala Desa Tegalarum dalam meningkatkan kinerja pegawai dengan cara mengikutsertakan pegawai dalam pelatihan. Pelatihan dalam hal ini adalah lebih bersifat teknis dibanding sasaran kajian yang lain yaitu seminar dan penataran.

Pelatihan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pelatihan komputer program “microsoft office 2007” yang diselenggarakan atas kerjasama beberapa lembaga yaitu : Microsoft, RISTEK, dan Penerbit Andi yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Magetan dalam bentuk tempat pelatihan dan fasilitas perangkat komputer. Waktu pelaksanaan selama bulan Juli 2010. Data tersebut dibuktikan denagan pengamatan peneliti terhadap sertifikat pelatihan yang diberiakan kepada Bapak Suwito selaku peserta pelatihan yang dikirim oleh kantor desa Tegalarum, sertifikat sebagaimana copy sertifikat pada lampiran 4.

Temuan data tentang pelatihan yang dimaksud di atas juga dalam bentuk dokumentasi foto pelaksanaan kegiatan pelatihan komputer yang dimaksud.

Gambar tersebut di atas merupakan dokumen kegiatan pelatihan komputer 2010 program “Microsoft Office 2007”.

Pemilihan pegawai yang dikirim ke kegiatan pelatihan komputer bukan tanpa alasan karena Bapak suwito yang dikirim adalah Kaur keuangan yang diharapkan mampu mengoperasionalkan program microsoft excel guna menunjang pelaksanaan kerja bidang keuangan. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan key person Bapak Suwito, beliau menjelaskan :

“ Ya, dengan pelatihan ini yang bisa saya dapatkan adalah bertambahnya kemampuan mengoperasionalkan komputer. Jadi dengan teknologi yang terbaru dari office 2007 terutama Excel nya ini bisa mempermudah kerja saya, khususnya keuangan. Karena keuangan harus teliti dan cermat agar kemungkinan terjadi kesalahan bisa diminimalis. “ (wawancara 13 Desember 2010)

Data tersebut diperkuat oleh hasil wawancara dengan informan yaitu ibu Warsiatun selaku Bagian Pemerintahan dan Umum Tegalarum Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan, beliau menjelaskan :

“ Memang yang mengikuti pelatihan hanya Pak Suwito tetapi ilmunya bisa ditularkan kepada yang lain, dulu saya masih menggunakan office 2003 dengan skema yang biasa saja. Tetapi setelah diajari oleh pak Suwito ilmu tentang office 2007 pengoperasiannya lebih mudah walaupun menunya lebih banyak dibanding yang lama. Tapi lebih cepat kemampuannya dalam melayani masyarakat khususnya tugas saya pelayanan pengurusan KTP dan laian-lain seperti surat kematian. “ (wawancara 26 Pebruari 2011)

Temuan lain yang didapat peneliti dalam rangka mendukung bahwa pelatihan dapat meningkatkan kinerja pegawai di kemukakan oleh Sekdes selaku key person, uraian hasil wawancara sebagai berikut :

“ Setelah Pak Suwito mendapatkan pelatihan lalu dimanfaatkan langsung untuk menghitung dan membuat laporan keuangan katanya pakai program excel gitu lho mas. Yang lain juga gitu kalau saya butuh surat-surat atau laporan jadinya lebih cepat. Katanya Microsoft Word nya 2007 lebih bagus dari yang lama. Jadi ya gak salah kalau Pak Kades dengan pelatihan kinerja pegawai menjadi meningkat. “ (wawancara 13 Desember 2010) Key person yang menggunakan strategi peningkatan kinerja pegawai melalui pelatihan yaitu Bapak adi Sucipto selaku Kepala Desa tegalarum melengkapi data dengan wawancara sebagai berikut :

“ Ya jelas tho mas, setiap ada perkembangan teknologi baru kita kan harus mengikuti apalagi kalau itu berhubungan dengan pelayanan masyarakat ya saya jadikan prioritas. Makanya setiap ada pelatihan apapun yang berhubungan dengan kinerja kantor saya kirim pegawai untuk mengikuti pelatihan. Dan sangat jelas hasilnya dapat meningkatkan kinerja mereka sendiri dan membantu teman kerjanya dengan cara menularkan apa yang didapat selama pelatihan. Ya seperti sampeyan lihat Pak Suwito jadi tambah pintar program Excel maupun program yang lain. “ (wawancara 13 Desember 2010)

Temuan-temuan tersebut dalam bentuk hasil pengamatan terhadap sertfikat pelatihan, hasil wawancara, dan dokumentasi foto adalah data tentang fokus kedua yaitu peningkatan kualitas pegawai melalui pelatihan dalam rangka peningkatan kinerja pegawai.

4.3. Pembahasan

Berdasrkan temuan data dilapangan yang berupa hasil pengamatan, hasil wawancara, dan dokumentasi foto maupun arsip-arsip yang berhubungan dengan fokus penelitian maka dilanjutkan analisa data atau pembahasan hasil penelitian sebelum menarik kesimpulan maupun setelah kesimpulan didapat perlu diadakan verifikasi kembali sampai menghasilkan kesimpulan akhir.

Berikut ini uraian pembahasan penelitian berupa analisa data dengan menggunakan landasan teori, berurutan masing-masing fokus serta masing- masing sasaran kajian sebagai berikut :

4.3.1. Penilaian Kinerja

Pembahasan fokus pertama sesuai urutan sasaran kajian yaitu peningkatan kinerja pegawai melalui penilaian kinerja yang terdiri 2 macam penilaian 1) daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) dan 2) Form penilaian kerja pegawai selain Sekretaris Desa.

1. Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekarjaan atau yang selanjutnya disebut DP3 adalah suatu daftar yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang pegawai negeri sipil dalam jangka waktu satu tahun yang dibuat oleh pejabat penilai. Sedangkan pejabat penilai adalah atasan langsung pegawai negeri sipil yang dinilai dengan ketentuan serendah- rendahnya kepala Urusan atau pejabat lain yang setingkat dengan itu. Pada Kantor Desa Tegalarum Pejabat penilai adalah Kepala Desa yang

memberikan penilaian kepada Sekretaris Desa. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 pada lampiran, tujuan dari DP3 adalah untuk memperoleh bahan-bahan pertimbangan yang obyektif dalam pembinaan pegawai negeri sipil. Mengevaluasi kinerja disini adalah memberikan bentuk penilaian tertulis berupa pengisian form yang diberikan kepada Sekretaris Desa yang dinilai kemudian diserahkan kembali kepada pejabat penilai yaitu kepala desa untuk diberikan penilaian terhadap kinerjanya tersebut.

Sesuai tujuan di atas mengevaluasi kinerja diberikan dalam bentuk angka yang memudahkan penilai untuk membandingkan masing- masing periode penilaian dengan hasil terjadi peningkatan nilai atau tetap maupun penurunan nilai. Dengan perubahan tersebut secara otomatis mudah diketahui apakah terjadi perubahan kinerja.

Dalam proses pelaksanaan DP3 kepada Sekretaris Desa ini Kepala Desa memperhatikan unsur-unsur yang terdapat dalam DP3 tersebut. Hal ini sesuai yang diutarakan oleh Sastrohadiwiryo (2003 : 235), bahwa didalam suatu kinerja pegawai perlu adanya penilaian yang dilakukan oleh pemimpin organisasi. Untuk itu unsur-unsur yang perlu diketahui dalam proses penilaian kinerja pegawai oleh pemimpin diantaranya kesetiaan, prestasi kerja, tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan. Di Kantor Desa Tegalarum penyelenggaran DP3 dilakukan setahun sekali antara bulan Januari sampai Desember.

Proses penilaian dengan DP3 kepada Sekretaris Desa ini untuk memberikan dorongan motivasi kepada Sekretaris Desa. Karena apabila nilai daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan yang diberikan Kepala Desa tinggi maka kesempatan untuk proses kenaikan pangkat atau jabatan bisa dilakukan. Oleh karena itu pelaksanaan DP3 ini dilaksanakan secara teratur dan berkala sehingga mampu memicu peningkatan kinerja Sekretaris Desa Tegalarum.

Selain bagian dari strategi penilaian dalam bentuk DP3 merupakan kebutuhan pegawai yang bersangkutan dalam proses kenaikan pangkat dengan sendirinya untuk mendapatkan peningkatan nilai maka pegawai tersebut akan meningkatkan kinerjanya hal ini menurut Joko Widodo (2006 : 80) bahwa faktor yang mempengaruhi kinerja dibedakan menjadi 2 macam yaitu faktor individu (pelaku) dan organisasi. Tulisan Widodo mendukung kesimpulan peneliti bahwa peningkatan kinerja Sekretaris desa tegalarum meningkat dikarenakan strategi Kepala Desa memanfaatkan kebutuhan Sekretaris Desa dalam kenaiakan pangkat sebagai faktor individu. Faktor organisasi dalam hal ini sistem penilaian rutin periodisasi tahunan untuk pegawai negeri sipil memacu pegawai negeri sipil untuk meningkatkan kinerjanya.

Dengan demikian strategi peningkatan kinerja pegawai melalui Daftar Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (DP3) yang dilakukan Kepala Desa Tegalarum Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan kepada Sekretaris Desa dapat disimpulkan berhasil meningkatkan kinerja pegawai.

2. Form Penilaian Kerja Pegawai Kantor Desa Selain Sekretaris Desa Form penilaian kerja pegawai yang diberlakukan Kepala Desa Tegalarum juga merupakan bentuk strategi dalam meningkatkan kinerja pegawai. Dalam hal ini Kepala Desa mempunyai inisiatif sendiri dalam memberikan penilaian kerja kepada 10 pegawai Kantor Desa yang berstatus belum pegawai negeri sipil. Pernyatan tersebut juga diperkuat dengan pendapat Rahardjo (2006 : 65-66) bahwa untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan, pemimpin yang ulung dan berhasil baik idealnya memiliki beberapa ciri atau karakter salah satunya yaitu memiliki kemampuan mengelola perubahan. Maksudnya pemimpin harus memiliki sifat berpandangan luas ke masa depan oleh karena itu harus terampil dalam melakukan perubahan. Langkah ini dilakukan Kepala Desa Tegalarum yang tidak biasa dilakukan oleh Kepala Desa lainnya di lingkungan Kabupaten Magetan.

Bentuk penilaian kerja ini berbeda dengan Daftar Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) yang diberikan kepada Sekretaris Desa. Hal ini dikarenakan form penilaian kerja ini diperuntukkan kepada pegawai Kantor Desa yang bukan pegawai negeri sipil, sedangkan DP3 diberikan kepada pegawai yang telah resmi menjadi pegawai negeri sipil yaitu Sekretaris Desa. Form ini hampir sama dengan DP3, yang membedakannya adalah pada unsur karakteristik individu dan perilaku yang tidak terdapat pada DP3 sesuai dengan bukti format form penilaian kerja pegawai pada lampiran.

Dalam proses pemberian form penilaian kerja tesebut, pegawai hanya mengisikan identitas diri pada form yang ada, sedangkan selanjutnya diserahkan kepada Kepala Desa untuk dilakukan penilaian. Hal ini sesuai dengan pendapat Joko Widodo (2006 :82) bahwa seseorang pemimpin harus menerapkan manajemen partisipatif, yakni para karyawan (anak buah) diikutsertakan dalam pengambilan kepurusan tertentu agar mereka dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Sedangkan untuk pimpinan birokrasi harus memberikan umpan balik (feedback) secara rutin agar para karyawan dapat mengetahui bagaimana posisi dan peran yang dimainkan dalam pelaksanaan pencapaian tujuan pemerintah daerah. Sedangkan pelaksanaanya dilakukan secara terbuka yang diikuti oleh 10 pegawai Kantor Desa kecuali Sekretaris Desa. Pemberian form ini dlaksanakan juga satu kali dalam setahun bersamaan dengan penilaian DP3 untuk Sekretaris Desa. Dari hasil penelitian pemberian form penilaian ini sudah 2 kali diselenggarakan sesuai dengan masa jabatan Kepala Desa mulai Tahun 2008 sampai dengan terakhir ditahun 2010 ini pada bulan Desember.

Sejak diberlakukannya form penilaian kerja pegawai ini, kinerja pegawai Kantor Desa Tegalarum sedikit demi sedikit megalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena adanya dorongan faktor individu yang secara psikologis tidak akan senang bila mendapatkan nilai jelek atau rendah dalam penilaian kerja. Dan sangat manusiawi bila pegawai menginginkan pada nilai tertinggi bial dilakukan penilaian terhadap

dirinya. Untuk itu pegawai akan mendapatkan nilai tertinggi dengan meningkatkan kinerjanya.

Jadi inisiatif Kepala Desa Tegalarum Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan merupakan salah satu metode pemimpin yang berpandangan luas ke depan. Hal ini terbukti berhasil meningkatkan kinerja pegawai Kantor Desa yang telah dilakukan secara terus-menerus sejak awal menjabat sebagai Kepala Desa.

4.3.2. Peningkatan Kualitas Pegawai

Pembahasan fokus kedua sesuai urutan sasaran kajian yaitu peningkatan kinerja pegawai melalui peningkatan kualitas pegawai yang terdiri 3 macam peningkatan 1) Seminar 2) Penataran dan 3) Pelatihan.

Strategi atau perilaku pemimpin birokrasi pemerintahan dalam meningkatkan kinerja individu dan organisasi yaitu dengan meningkatkan kemampuan atau kualitas aparatur pemerintah. Aparatur pemerintah dapat dikatakan berkualitas, jika mereka mempunyai kemampuan untuk melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.kemampuan untuk melaksanakan kewenagan dan tanggung jawab yang diberikan tadi, hanya dapat dicapai jika mereka mempunyai bekal pendidikan, latihan, dan pengalaman yang cukup dan memadai untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan (Widodo, 2006 : 84).

Dengan bertumpu pada gambaran tersebut, maka untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur pemerintahan daerah harus mendapatkan kemampuan yang layak sehingga kinerjanya dapat

meningkat. Upaya yang dilakukan Kepala Desa Tegalarum dalam strategi ini adalah dengan mengirimkan dan mengikutsertakan pegawainya dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Seminar

Salah satu usaha Kepala Desa dalam meningkatan kualitas pegawai yaitu dengan mengikutsertakan pegawainya dalam seminar yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan. Kepala Desa selalu memgirimkan pegawainya dalam seminar yang dilaksanakan di tiap tahunnya. Selain rutinitas pengiriman pegawai dalam seminar kualitas pegawai juga diperhatikan dengan cara memilih pegawai yang tepat sesuai dengan tupoksinya dalam tema yang tepat juga.

Seminar yang diselenggarakan ini bertema tentang pengelolaan sumber daya manusia yang handal dalam menghadapi dinamika global yang dilaksanakan pada tanggal 9 November 2010. Sangat tepat jika yang diikutsertakan adalah pejabat yang berwenang mengelola sumber daya manusia dalam organisasi yaitu Sekretaris Desa selaku Kepala Sekretariat Kantor Desa yang membawahi Kepala Urusan dan pegawai pelaksana. Strategi ini sangat efisien dari segi biaya karena ketiak organisasi tersebut tidak mampu melaksanakan sendiri kegiatan seminar maka mengikutsertakan pegawai yang tepat adalah satu alternatif yang cerdas dalam manjemeen sumber daya manusia.

Dari hasil seminar, para pegawai yang dikirim dalam seminar oleh Kepala Desa Tegalarum memiliki tambahan informasi dan pengetahuan tentang pengelolaan sumber daya manusia yang pada

akhirnya dapat diterapkan pada pelaksanaan pekerjaan secara otomatis akan terjadi peningkatan kinerja pegawai. Sehingga peningkatan kinerja tidak hanya pada personal saja tetapi juga akan diabdikan pada sistem kerja Kantor Desa. Jadi apa yang didapatkan para pegawai diaplikasikan dalam pemerintahan desa Tegalarum. Sehingga, kinerja yang diharapkan atas penguasaan materi dari perangkat desa tersebut terealisasikan secara benar guna meningkatkan kualitas Kantor Desa dimasa yang akan datang.

Peningkatan kualitas pegawai melalui mengikutsertakan dalam seminar terbukti berhasil meningkatkan kinerja pegawai sekretaris Desa tetapi secara kuantitas belum diikuti oleh pegawai yang lain karena belum ada seminar yang diperuntukkan Kepala Urusan.

Dokumen terkait