• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjelasan Memadai atas Pencapaian Kinerja

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

3.3. Penjelasan Memadai atas Pencapaian Kinerja

Pengukuran tingkat capaian kinerja Puslitbang Hortikultura Tahun 2013 dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja sasaran dengan realisasinya. Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2013 Puslitbang Hortikultura dapat dijelaskan sebagai berikut :

Sasaran Strategis 1 :

Tersedianya Varietas Unggul Baru Hortikultura yaitu dihasilkannya Varietas Unggul Baru (VUB) komoditas hortikultura

Untuk mencapai sasaran strategis pertama tersebut, diukur dengan 1 (satu) indikator kinerja yaitu Jumlah VUB Hortikultura. Adapun pencapaian target dari indikator kinerja dapat digambarkan sebagai berikut:

Indikator Kinerja Target Realisasi %

Jumlah VUB Hortikultura 31 27 87,10

Terdiri dari:

- VUB sayuran 4 2 50

- VUB buah tropika 2 2 CVUB 80

- VUB tanaman hias 23 25 108,69

- VUB jeruk dan buah

subtropika

2 2 VUB 80

Berdasarkan indikator kinerja sasaran strategis pertama dengan indikator jumlah VUB hortikultura pada tahun 2013 telah dihasilkan 27 VUB hortikultura dari target 31 VUB dengan capaian realisasi tidak memenuhi target, yaitu 87,10% (berhasil). Tidak tercapainya target VUB Hortikultura disebabkan oleh : A) Realisasi VUB tanaman sayuran mencapai 50% (kurang berhasil). Hanya diperoleh 2 VUB sayuran dari 4 VUB sayuran yang ditargetkan, hal ini disebabkan karena tiga genotipe/klon yaitu CIP-394614.117, CIP 391846.5 & CIP-397073.7 statusnya telah diuji keunggulannya di dataran medium pada musim hujan, namun pengujian musim kemarau mengalami kegagalan karena kekeringan dan pola musim yang mengalami perubahan sehingga endemik penyakit bakteri yang tidak dapat diatasi; B) Capaian VUB realisasi buah tropika mencapai 80%

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 31

(berhasil) hal ini disebabkan karena dari 2 (dua) VUB buah tropika yang

ditargetkan diperoleh 2 calon varietas unggul baru (CVUB) yang saat ini dalam proses pendaftaran menjadi VUB yaitu durian Kalumpang Sijunjung dan mangga Agri Gardina 45. Naskah pendaftaran durian telah dievaluasi namun ada perbaikan yaitu varietas pembanding harus memakai varietas yang telah dilepas yang berasal dari Sumatera Barat dengan alasan karena durian bersifat spesifik lokasi. Durian ini dieksplorasi mulai tahun 2011, kemudian terus dievaluasi sampai tahun 2013 dalam proses pendaftaran VUB. Pada tahun 2013 juga telah diperoleh 1 CVUB mangga yang diusulkan dengan nama Agri Gardina 45. Saat ini CVUB tersebut masih dalam proses pendaftaran dan pelepasan varietas. Keunggulan dari varietas ini adalah rasa manis, warna kulit buah merah kekuningan, tajuk tanaman rendah yaitu ± 3 m, tanaman genjah (umur 3 tahun berbuah), umur panen genjah (90-100 hari setalah bunga mekar) dan produksi tinggi (25-30 kg/pohon/tahun) (Gambar 1). Pada aksesi durian diketahui mempunyai keunggulan porsi buah yang dapat dimakan > 30%, rasa manis, pulen, serat rendah dan berwarna kuning (Gambar 2).

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 32

Lb-Trk 02 Lb-Trk 04 Lb-Trk 06

Gambar 2. Aksesi durian dengan porsi edible >30% Bjnra-012 BK.Sgu.005-2013

BK.Sgu.004-2013 BK.Sgu.006-2013 Dairi.SU.002A.2013 Bjnra-001

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 33 C) Capaian realisasi VUB tanaman jeruk dan buah subtropika berdasarkan indikator jumlah VUB yang ditargetkan pada tahun 2013 menghasilkan 2 (dua) VUB, belum tercapai sepenuhnya dengan realisasi capaian sebesar 80%

(berhasil). VUB tersebut yaitu jeruk keprok SoE dan jeruk Pamelo dengan

sifat seedless, daya hasil tinggi, rasa manis dan warna kulit menarik. Hasil evaluasi sampai akhir tahun 2013 menyimpulkan bahwa meskipun kedua VUB telah memiliki karakter unggul sifat seedless, daya hasil tinggi, rasa manis dan warna kulit menarik (Gambar 3), tetapi karakter yang dimiliki oleh kedua VUB tersebut belum stabil, sehingga masih diperlukan evaluasi lanjutan. Sebagai tindak lanjut dari permasalahan ini, pada tanggal 16-17 Desember 2013 di Bogor. Puslitbang Hortikultura telah menyelenggarakan diskusi mengenai Refocusing Kegiatan Penelitian Perakitan Varietas Jeruk, hasil diskusi menyarankan tindak lanjut dan langkah efektif agar capaian target dapat segera terealisasi, yaitu: dalam program pemuliaan seedless perlu difokuskan pada upaya memastikan mekanisme seedlesness pada kasus pemuliaan jeruk, dengan

tujuan agar segera mendapatkan solid mutant yang stabil. Seedlesness

disebabkan oleh beberapa faktor reproductive cycle yang kegagalannya

mengakibatkan seedlessness : 1) parthenocarpi alami; male/female sterility; 2) self-incompatibility; 3) anther dari bunga yang sarna tidak dapat menyerbuki kepala putik, sedangkan dari pohon yang lain dapat menyerbuki putik; 4) aborsi embryosach; 5) induced mutation yang mengakibatkan pollen tidak viable; 6) aplikasi zpt; auksin GA3; 7) poliploidi; triploid; endosperm, embryo rescue tanaman seedless, fusi/persilangan diploid dan tetraploid. Sebagai contoh diilustrasikan kasus di Mesir, dimana mutasi diinduksi dengan oryzalin 30-50 uM 2-3 hari repeat 5 kali pada tunas muda (embryogenic). Dengan asumsi meristem terdiri dari sekitar 200 sel, (100 urn), maka diharapkan mampu menghasilkan 200 tanaman, one cell one plant.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 34 Adapun 27 VUB yang dihasilkan Puslitbang Hortikultura pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

VUB Sayuran

1) TSS 1-S4/Brebes 1. Keunggulan: hasil umbi 20-21 t/ha, toleran terhadap

penyakit alternaria porii, susut bobot umbi 18-19%, daya simpan umbi

4-6 bulan pada suhu 27C, kebutuhan benih per hektar 2 kg dengan daya berkecambah benih 80%. Wilayah adaptasi Tegal dan Brebes (pada ketinggian 4-600 m dpl. Dapat ditanam di luar musim (Mei-Agustus) (Gambar 4).

2) TSS-KL 80 S3/Brebes 2. Keunggulan: hasil umbi 14-23 t/ha, toleran terhadap curah hujan tinggi, beradaptasi luas (18 m – 1200 m dpl.) daya

simpan umbi 4 bulan pada suhu 27C, kebutuhan benih per hektar 1-2

kg. Wilayah adaptasi Tegal dan Brebes (pada ketinggian 4-600 m dpl. Dapat ditanam di luar musim (Mei-Agustus) (Gambar 5).

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 35

Gambar 4. TSS 1-S4/Brebes 1 Gambar 5. TSS-KL 80 S3/Brebes 2

VUB Tanaman Hias

Tanaman hias menghasilkan sebanyak 25 (dua puluh lima) VUB (Gambar 6) terdiri dari :

3 (tiga) VUB anggrek Phalaenopsis tipe standar, 2 (dua) VUB anggrek Phalaenopsis tipe multiflora, 1 (satu) VUB anggrek Dendrobium, 2 (dua) varietas krisan pot, 5 (lima) varietas krisan tipe spray, 7 (tujuh) varietas krisan mutan, dan 5 (lima) varietas Anyelir

Keunggulan dari 25 (dua puluh lima) tanaman hias tersebut adalah sebagai berikut :

1. Anggrek Phal. Standar varietas Ayu Larasati. Bentuk bunga bulat;

arah menghadap bunga segala arah; corak bunga bergaris dan berbintik; warna tugu Purple (Violet groups 76B Royal Hort. Colour Chart), splas violet (Violet groups 87D Royal Hort. Colour Chart); jumlah bunga mekar 14 – 18kuntum; lama kesegaranbunga3 – 4 bulan. Tipe multiflora bunga besar dan jumlah kuntum bunga banyak. Susunan bunga berderet rata dan rapih jika diletakan di atas meja akan sangat indah

2. Anggrek Phal. Standar varietas Ayu Pratiwi. Bentuk bunga bulat;

arah menghadap bunga dua arah; corak bunga bergaris dan berbintik; warna tugu Purple violet (Violet groups 81B Royal Hort. Colour Chart) warna garis dan bintik pada sepal lateral dan petal tajam, tipe standard dan jumlah kuntum bunga banyak. Susunan bunga berderet rata dan rapih jika diletakan di atas meja akan sangat indah.

3. Anggrek Phal. Standar varietas Ayu Respati. Bentuk bunga bulat;

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 36 warna tugu Purple (Violet groups 76B Royal Hort. Colour Chart), splas violet (Violet groups 87D Royal Hort. Colour Chart); jumlahbungamekar 14 – 18kuntum; lama kesegaran bunga3 – 4 bulan. Tipe multiflora bunga besar dan jumlah kuntum bunga banyak. Susunan bunga berderet rata dan rapih jika diletakan di atas meja akan sangat indah

4. Anggrek Phal. Multiflora varietas Atminda, lama kesegaran bunga

3 - 4 bulan; hasil bunga 2 - 3 spike / tanaman / tahun; Jumlah kuntum bunga 7 – 12 / tangkai; beradaptasi baik di dataran ketinggian 1.000 m dpl

5. Anggrek Phal. Multiflora varietas Abbrittyas, lama kesegaran

bunga 3 - 4 bulan; hasil bunga 2 - 3 spike / tanaman / tahun; Jumlah kuntum bunga 18 - 20/tangkai; beradaptasi baik di dataran ketinggian 600 – 1.400 m dpl.

6. Anggrek Dendrobium varietas Syifa. Bentuk bunga bintang; arah

menghadap bunga dua arah; warna tugu Hijau kekuningan (Yellow green group 145D); jumlah bunga mekar 6-9 kuntum; lama kesegaran bunga 1,5-2 bulan. Ukuran bunga dan warna bunga; Adaptif di dataran rendah sampai dataran tinggi.

7. Krisan pot varietas Aiko. Tinggi tanaman 24,5–27,5 cm; Tipe bunga

spray; Bentuk bunga ganda; Jumlah bunga 7-23 kuntum per tangkai; Warna bunga pita Greyed orange group 175 B; warna bunga tabung Yellow green group 153 C. Respon time 50-60 hari setelah periode hari panjang; dapat dibudidayakan tanpa menggunakan alat, bentuk bunga ganda dengan warna kuntum bunga merah, jumlah kuntum bunga yang banyak; beradaptasi baik pada ketinggian 700 - 1200 m dpl.

8. Krisan pot varietas Avanthe. Tinggi tanaman 17,8 - 26 cm; Tipe

bunga pot; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 4 - 5 kuntum; Warna bunga ungu respon time 56 - 65 hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.200 m dpl.

9. Krisan tipe spray varietas Solinda Pelangi. Tinggi tanaman 130,0 -

134,5 cm; Tipe bunga spray; Bentuk ganda; Jumlah bunga 8 - 12 kuntum; Warna bunga putih. lama kesegaran bunga 14 - 17 hari; respon time 55 - 65 hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.200 m dpl

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 37

10. Krisan tipe spray varietas Arosuka Pelangi. Tinggi tanaman 121,5

- 128,5 cm; Tipe bunga spray; Jumlah bunga 14 - 17 kuntum; Warna

bunga kuning lama kesegaran bunga 14 - 17 hari; respon time 56 - 61

hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.200 m dpl

11. Krisan tipe spray varietas Sabiya. Tinggi tanaman 130,0 - 134,5 cm;

Tipe bunga spray; Bentuk ganda; Jumlah bunga 8 - 12 kuntum; Warna bunga kuning lama kesegaran bunga 14 - 17 hari; respon time 55 - 65 hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.200 m dpl

12. Krisan tipe spray varietas Awanis. Tinggi tanaman 100,0 – 107,0

cm; Tipe bunga spray; Bentuk ganda; Jumlah bunga 8 - 10 kuntum;

Warna bunga putih; warna bunga tabung Yellow Green Group RHS

Colour Chart 154 A. Lama kesegaran bunga 18 - 21 hari; respon time 57 - 64 hari setelah periode hari panjang; beradaptasi baik pada ketinggian 700 - 1200 m dpl.

13. Krisan tipe spray varietas Erika, Tinggi tanaman 113,5 – 126,5 cm;

Tipe bunga standar; Bentuk dekoratif; Jumlah buLama kesegaran bunga 16 - 20 hari; respon time 49 - 55 hari setelah periode hari panjang; bentuk bunga dekoratif standar dengan warna kuntum bunga ungu muda, ukuran bunga yang relative besar dan agak tahan terhadap penyakit karat; beradaptasi baik pada ketinggian 700 - 1200 m dpl nga 1 kuntum; Warna bunga Red Purple Group RHS Color Chrat 75 D.

14. Krisan Mutan varietas Jayani. Tinggi tanaman 110-120 cm; tipe

bunga standar; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 1 kuntum; Warna bunga putih. Respon time 9-10 minggu setelah periode hari panjang; Batang besar dan kekar untuk menunjang ukuran bunga yang besar. Ketahanan segar dalam vas yang relatif lama.

15. Krisan Mutan varietas Pinka Pinky. Tinggi tanaman 100-110 cm;

tipe bunga standar; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 1 kuntum; Warna bunga pink. Respon time 8-9 minggu setelah periode hari panjang; Bunga berukuran besar yang ditopang oleh batang yang tebal; Ketahanan segar bunga potong relatif lama

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 38

16. Krisan Mutan varietas Dwimahyani. Tinggi tanaman 100-110 cm;

tipebunga spray; Bentuk bunga tunggal; Jumlah bunga 9-15 kuntum per tangkai; Warna bunga pita pink dan oranye; warna bunga tabung hijau. Respon time 8-8,5 minggu setelah periode hari panjang; Tangkai bunga terminal yang pendek sehingga kuntum bunga menandan membentuk kubah yang kompak.

17. Krisan Mutan varietas Hartuti. Tinggi tanaman 110-120 cm;

tipebunga spray; Bentuk bunga tunggal; Jumlah bunga 16-22 kuntum per tangkai; Warna bunga pita pink; warna bunga tabung hijau. Respon time 8-9 minggu setelah periode hari panjang; Pertumbuhan sangat cepat, batangnya sangat kuat dengan daun yang agak tebal untuk menunjang diameter bunga yang besar.

18. Krisan Mutan varietas Suciyono. Tinggi tanaman 110-120 cm; tipe

bunga standar; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 1 kuntum; Warna bunga pita putih. Respon time 8-9 minggu setelah periode hari panjang; Batang kuat untuk mendukung ukuran bunga dan cakram bunga yang besar. Kuntum bunga padat dan masif sehingga bunga pita tidak mudah gugur. Ketahanan segar dalam vas yang lebih lama.

19. Krisan Mutan varietas Pinkana. Tinggi tanaman 110-120 cm; tipe

bunga spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah bunga 15-22 kuntum per tangkai; Warna bunga pita violet kemerahan; warna bunga tabung

hijau. Respon time 9-10 minggu setelah periode hari panjang;

Batangnya sangat kuat dengan daun yang agak tebal untuk menunjang jumlah kuntum bunga yang banyak.

20. Krisan Mutan varietas Marina. Tinggi tanaman 90-110 cm; tipe

bunga standar; Bentuk bunga dekoratif; Jumlah bunga 1 kuntum; Warna bunga putih. Respon time 8-9 minggu setelah periode hari panjang; Kuntum bunga padat dan masif yang ditopang oleh batang yang kuat dan memiliki ketahanan segar yang lebih lama.

21. Anyelir varietas Laras. Tinggi tanaman 37 - 40 cm; Tipe bunga spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 10 - 11 helai; Warna bunga merah lama kesegaran bunga 10 - 12 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 - 1500 m dpl

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 39

22. Anyelir varietas Aruna. Tinggi tanaman 36 - 51 cm; Tipe bunga spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 15 - 23 helai; Warna bunga merah tua lama kesegaran bunga 9 - 12 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.500 m dpl

23. Anyelir varietas Belani. Tinggi tanaman 35 - 47 cm; Tipe bunga

spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 10 - 14 helai; Warna bunga ungu merah lama kesegaran bunga 10 - 11 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.500 m dpl

24. Anyelir varietas Bintari. Tinggi tanaman 41 - 44 cm; Tipe bunga

spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 13 - 19 helai; Warna bunga merah lama kesegaran bunga 10 - 11 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.500 m dpl

25. Anyelir varietas Laksmi, Tinggi tanaman 31 - 35 cm; Tipe bunga

spray; Bentuk bunga semi ganda; Jumlah petal 13 - 15 helai; Warna bunga merah ungu lama kesegaran bunga 10 - 12 hari; umur tanaman 30 - 36 hari; beradaptasi baik pada ketinggian 700 – 1.500 m dpl.

Anggrek Phal. Multiflora Var. Atmindra Anggrek Phal. Multiflora Var. Abrittyas Anggrek Dendrobium Var. Syifa Standar Var. Ayu

Larasati Standar Var. Ayu Respati Standar Var.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 40

Krisan Pot Var. Aiko

Krisan Pot Var. Avanthe

Krisan tipe Spray

Var. Solinda Pelangi

Krisan tipe Spray

Var.Arosuka Pelangi

Krisan tipe

Spray

Var.Sabiya

Krisan tipe Spray

Var.Awanis Krisan tipe Spray

Var.Erika

Krisan Mutan Var. Marina Krisan Mutan Var.

Jayani

Krisan Mutan Var. Dwimahyani

Krisan Mutan Var. Pinka

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 41

Gambar 6. 25 VUB Tanaman Hias

Sasaran Strategis 2 :

Tersedianya benih sumber hortikultura, yaitu dihasilkannya benih sumber (G0) kentang, bawang merah dan sayuran potensial, benih sumber buah tropika dan subtropika, benih sumber tanaman hias, dan benih jeruk batang bawah dan batang atas hasil perbanyakan SE.

Krisan Mutan Var. Pinkana Krisan Mutan Var. Marina

Laras Laksmi

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 42 Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan 1 (satu) indikator kinerja yaitu jumlah benih sumber. Adapun pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja digambarkan sebagai berikut :

Indikator Kinerja Target Realisasi %

Jumlah Benih Sumber (G0)

Kentang 101.000 G0 kentang 121.235 98,01

Jumlah Benih Sumber Bawang

Merah dan Sayuran Potensial (kg) 35.000 kg 26.596,93

Jumlah Benih Sumber Buah

Tropika, 12.000 batang 12.300 102,5

Jumlah Benih Sumber Tanaman

Hias, 3.700 planlet 300.000 stek 492.253 14.085 380,68 164,08

Jumlah benih sumber jeruk dan

buah subtropika 5.200 BF & BPMT jeruk 7.233 139

Jumlah benih batang bawah dan batang atas hasil perbanyakan SE

300.000 planlet 30.000 10

Berdasarkan indikator kinerja sasaran strategis 2 dengan indikator jumlah benih sumber hortikultura yang telah ditargetkan pada tahun 2013 mencapai realisasi rata-rata 145,71% (sangat berhasil). Keberhasilan pencapaian target realisasi benih sumber ini dikarenakan telah dikuasainya teknik produksi benih sumber yang mengacu pada DOKSISTU SMM UPBS yang dikelompokkan menjadi 4 jenis dokumen (panduan mutu, prosedur kerja, instruksi kerja dan formulir/catatan). Dokumen tersebuat telah mendapat sertifikasi dari Lembaga Sertifikat Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (LSSMBTPH) yang dikeluarkan oleh PT. Mutu Agung Lestari (Mall) serta meningkatnya kemampuan sumber daya manusia dan kondisi lingkungan yang mendukung produksi benih. Secara bertahap UPBS-Puslitbang Hortikultura juga telah mampu melayani permintaan konsumen dengan mendistribusikan benih sumber hortikultura secara tepat jenis, tepat waktu, tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu, dan tepat tempat serta berupaya melakukan transparansi keuangan

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 43 didukung juga oleh koordinasi dengan pihak-pihak terkait misalnya BPSB yang telah memberi kemudahan dalam proses pelabelan benih dan untuk memenuhi kebutuhan industri florikultura yang sangat tinggi.

Benih sumber yang dihasilkan hampir semua melebihi dari target 100%, bahkan ada yang melebihi jauh dari target yang telah ditetapkan, dengan kategori keberhasilan sampai 380,68%, yaitu pada penyediaan benih sumber tanaman hias menghasilkan 14.085 dari target 3.700 planlet. Realisasi capaian benih sumber tanaman hias stek krisan 492.253 stek, 164,08% (sangat

berhasil), melebihi target yang ditetapkan 300.000 stek. Untuk realisasi capaian

benih sumber jeruk dan buah subtropika 7.233 BF & BPMT jeruk mencapai 139% (sangat berhasil) melebihi target yaitu 5.200 BF & BPMT. Realisasi capaian benih sumber buah tropika juga melebihi target 12.300 batang, 102,5% (sangat

berhasil), dari target 12.000 batang. Namun realisasi capaian benih sumber

tanaman sayuran berdasarkan indikator keberhasilan mencapai 98,01% (berhasil), terdiri dari 121.235 kg benih sumber G0 kentang dari target 101.000 kg G0 kentang dan realisasi capaian benih sumber bawang merah dan sayuran potensial 26.596,93 kg dari target 35.000 kg. Target produksi benih sumber tidak tercapai dikarenakan jumlah benih inti/ benih sumber sebagai bahan perbanyakan benih terbatas. Jumlah benih sumber/benih inti yang tersedia hanya cukup untuk memproduksi benih di lingkup Puslitbang Hortikultura sehingga terjadi kekurangan benih sumber/benih inti untuk mendukung produksi benih melalui kemitraan. Oleh karena diharapkan teknologi produksi/perbanyakan benih inti bermutu yang dapat memproduksi dalam jumlah banyak dan cepat, salah satunya dengan teknologi somatik embriogenesis. Keterbatasan dalam memprediksi musim yang berkepanjangan juga menjadi kendala sehingga ada beberapa varietas yang tidak tumbuh optimal. Hal ini juga disebabkan mekanisme kemitraan yang kurang efektif sehingga perlu tinjauan ulang, perbaikan dan penyempurnaan mekanisme kemitraan.

Selanjutnya, untuk kegiatan penyediaan benih batang bawah dan batang atas jeruk hasil perbanyakan SE hanya mencapai 10% (kurang berhasil).

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 44 Penyebab kurang berhasilnya produksi benih batang bawah dan batang atas

hasil perbanyakan SE karena mengalami hyperhydricity sehingga terjadi

kematian embrio masal pada proses maturasi yang dilakukan di media cair. Benih-benih sumber hortikultura yang dihasilkan pada tahun 2013 tersebut adalah: 1) 121.235 G0 kentang; 2) 26.596,93 kg benih sumber bawang merah dan sayuran potensial; 3) 12.300 batang benih sumber dari 2 varietas manggis Ratu Tembilahan dan Ratu Kamang (1.500 batang), 2 varietas mangga (5.000 batang), 14 varietas durian (3.200 batang), 3 varietas alpukat (600 batang), dan 1 varietas sirsak ratu (2.000 batang); 4) 14.085 planlet anggrek dan tanaman hias lain; 5) 492.253 stek krisan; 6) 7.233 benih sumber jeruk dan buah subtropika dengan rincian kelas benih Blok Fondasi sebanyak 501 pohon dan kelas benih Blok Penggandaan Mata Tempel sebanyak 6.732 pohon dan telah didistribusikan kepada pemesan instansi pemerintah maupun swasta; dan 7) 30.000 planlet benih batang bawah dan batang atas jeruk hasil perbanyakan SE.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 45 Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan 1 (satu) indikator kinerja yaitu Jumlah Teknologi Budidaya Produksi Hortikultura Ramah Lingkungan. Adapun pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja dapat digambarkan sebagai berikut:

Sasaran Strategis 3 :

Tersedianya teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan, yaitu dihasilkannya teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan

Gambar 8. Produksi BF dan BPMT Jeruk di KP. Punten 2013

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 46

Indikator Kinerja Target Realisasi %

Jumlah Teknologi Budidaya Produksi Hortikultura Ramah Lingkungan

24 26 108,69

Terdiri dari :

- Teknologi sayuran 4 5 125

- Teknologi buah tropika 5 4 85

- Teknologi tanaman hias 11 11 100

- Teknologi jeruk dan buah subtropika

4 6 150

Berdasarkan indikator kinerja sasaran strategis 3 dengan indikator kinerja Jumlah Teknologi Budidaya Produksi Hortikultura Ramah Lingkungan yang telah ditargetkan pada tahun 2013 capaian realisasi telah melebihi target sebesar 108,69% (sangat berhasil). Namun untuk teknolgi buah tropika capaian realisasi teknologi belum mencapai target, yaitu 85% (berhasil) hal ini disebabkan karena: “Teknologi Pemupukan Kalsium dan Boron Untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Buah Manggis” belum memperoleh hasil secara maksimal melalui kegiatan peningkatan produktivitas dan kualitas buah manggis di lokasi pengembangan kawasan manggis. Target peningkatan produksi sebesar 25% belum tercapai karena panen raya di lokasi penelitian belum terjadi. Perkiraan panen raya terjadi pada akhir Pebruari 2014.

Adapun teknologi budidaya produksi hortikultura ramah lingkungan yang dihasilkan Puslitbang Hortikultura adalah sebagai berikut.

1) Biopestisida Untuk Mengendalikan OPT Tanah pada Komoditas Kentang 2) Teknologi Pengendalian Penyakit Virus Kuning pada Cabai Merah.

3) Teknologi Budidaya Bawang Merah Menggunakan TSS (True Shallot Seed) di Dataran Tinggi

4) Teknik Produksi Benih TSS Yang Efisien Dari Segi Kualitas dan Kuantitas di Dataran Tinggi

5) Teknik Produksi Umbi Mini Asal Benih TSS di Dataran Rendah

6) Teknologi untuk Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Produksi Mangga Sebesar ≥ 15%

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura 47 7) Komponen Teknologi Pengendalian Penyakit Busuk Batang Buah Naga

dengan Fungisida

8) Teknologi Perbanyakan Durian dan Manggis Secara Massal melalui Teknik Embriogenesis Somatik

9) Teknologi Budidaya Pisang dengan Memanfaatkan Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pemupukan untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kesehatan Tanaman

10) Teknologi Optimasi Kultur Meristem untuk Perbanyakan Masalah pada Anggrek Phalaenopsis

11) Teknologi perbanyakan anggrek Vanda secara in vitro 12) Teknologi budidaya Krisan Hemat Sumber Daya 13) Teknologi budidaya Leather Leaf

14) Teknologi responvarietas krisan terhadap pemberian pupuk P 15) Teknologi Perbanyakan Masal Gerbera

16) Teknologi pengendalian bakteri busuk lunak pada Anggrek Phalaenopsis 17) Teknologi pengendalian CyMV pada anggrek Dendrobium

18) Teknologi Pengendalian Penyakit Karat Putih dengan Cendawan Antagonis pada Tanaman Krisan

19) Teknologi pengendalian hama pengorok daun dengan insektisida nabati pada tanaman krisan

20) Teknologi Pengendalian Penyakit Karat Putih dengan Inducer untuk Ketahanan Tanaman Krisan

21) Teknologi Meningkatkan Rasa Manis Buah Jeruk Keprok 22) Teknologi Menguningkan Kulit Buah Jeruk Keprok

23) Teknologi Memuluskan Kulit Buah Jeruk Keprok dari Serangan Penyebab Burik Kusam

24) Teknologi Pemacuan Pembungaan dan Pembuahan Lengkeng

Dokumen terkait