BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.6. Analisis Deskriptif Penjelasan Responden Atas Variabel
4.1.6.4. Penjelasan Responden Atas Variabel Minat Beli
Tanggapan responden terhadap daftar pernyataan yang diberikan untuk variabel minat beli (Y1), seperti pada Tabel 4.7. berikut ini.
Tabel 4.7. Distribusi Respon Berdasarkan Item Pernyataan Minat Beli
Pernyataan Respon
Modus Mean Std.
STS TS N S SS Dev Berminat membeli produk
pangan organik untuk konsumsi keluarga di toko langganan yang dekat dengan tempat tinggal.
0 2 15 59 24 S 4,05 0,68
1. Item pernyataan pertama, responden sangat setuju (35%), setuju (51%), netral/ragu-ragu (13%), tidak setuju (1%), dan sangat tidak setuju (0%) berencana membeli produk pangan organik untuk konsumsi keluarga. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 4,20 yang berarti responden setuju memiliki minat membeli produk pangan organik untuk konsumsi keluarga.
2. Item pernyataan kedua, responden sangat setuju (14%), setuju (52%), netral/ragu-ragu (25%), tidak setuju (9%), dan sangat tidak setuju (0%) berencana membeli produk pangan organik, jika kondisi
kesehatan menurun. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,71 yang berarti respon responden antara kurang setuju dan berencana membeli pangan organik jika kondisi kesehatan menurun.
3. Item pernyataan ketiga, responden sangat setuju (12%), setuju (51%), netral/ragu-ragu (30%), tidak setuju (7%), dan sangat tidak setuju (0%) berencana mengalokasikan pengeluaran secara rutin membeli produk organik. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,68 yang berarti responden antara ragu-ragu dan setuju berencana mengalokasikan pengeluaran secara rutin membeli produk organik
4. Item pernyataan keempat, responden sangat setuju (24%), setuju (59%), netral/ragu-ragu (15%), tidak setuju (2%), dan sangat tidak setuju (0%) berencana membeli produk pangan organik, jika tersedia di toko langganan yang dekat dengan tempat tinggal. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 4,05 yang berarti responden memiliki minat membeli produk pangan organik, jika tersedia di toko langganan yang dekat dengan tempat tinggal.
Tabel 4.8. Distribusi Respon Berdasarkan Tingkat Minat Beli
19-20(sangat baik sekali) 11 11
Total
Berdasarkan Tabel 4.8. diperoleh penjelasan dari 100 orang responden sebagai konsumen produk pangan organik, bahwa distribusi respon berdasarkan tingkat minat beli berada pada kategori baik (39%) dan sangat baik (25%), biasa (13%), cukup baik (10%), dan sangat baik sekali ( 11%.), sangat tidak baik (1%), tidak baik (1%), sangat tidak baik sekali (1%). Nilai rata-rata skor jawaban responden atas variabel minat beli adalah 15,64 berada pada kelas dengan interval 15-16 atau kategori baik.
4.1.6.5. Penjelasan Responden Atas Variabel Keputusan Pembelian
Tabel 4.9. Distribusi Berdasarkan Item Pernyataan Keputusan Pembelian
Pernyataan Respon
Modus Mean Std.
STS TS N S SS Dev Membeli produk pangan
organik keputusan yang tepat 4 3 17 61 15 S 3,77 0,80
1. Item pernyataan pertama, responden sangat setuju (15%), setuju (61%), netral/ragu-ragu (17%), tidak setuju (3%), dan sangat tidak setuju (4%) membeli produk pangan organik adalah sebuah keputusan yang tepat. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,77 yang berarti responden antara kurang setuju dan setuju membeli produk pangan organik adalah sebuah keputusan yang tepat.
2. Item pernyataan kedua, responden sangat setuju (12%), setuju (49%), netral/ragu-ragu (36%), tidak setuju (3%), dan sangat tidak setuju (0%) membeli produk pangan organik dapat memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,73 yang berarti respon responden antara kurang setuju dan berencana Membeli produk pangan organik dapat memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.
3. Item pernyataan ketiga, responden sangat setuju (14%), setuju (47%), netral/ragu-ragu (29%), tidak setuju (9%), dan sangat tidak setuju (1%) mengutamakan pilihan pada pangan organik dalam konsumsi keluarga. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,64 yang berarti responden antara ragu-ragu dan setuju mengutamakan pilihan pada pangan organik dalam konsumsi keluarga.
4. Item pernyataan keempat, responden sangat setuju (20%), setuju (46%), netral/ragu-ragu (29%), tidak setuju (5%), dan sangat tidak
setuju (0%) membeli pangan organik karena harganya sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Modus pernyataan ini berada pada respon setuju, rata-rata-rata skor untuk item pernyataan 3,81 yang berarti responden antara ragu-ragu dan setuju membeli pangan organik karena harganya sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
Tabel 4.10. Distribusi Respon Berdasarkan Tingkat Keputusan Beli
Tingkat Jumlah (n) %
4-6(sangat tidak baik sekali) 0 0
7-8(sangat tidak baik) 4 4
9-10(tidak baik) 2 2
11-12(biasa) 18 18
13-14(cukup baik) 15 15
15-16(baik) 32 32
17-18(sangat baik) 21 21
19-20(sangat baik sekali) 8 8
Total
Maksimum-Minimum
100 100
20-8
Rata-rata 14,95
Standar Deviasi 2,8
Berdasarkan Tabel 4.10. diperoleh penjelasan dari 100 orang responden sebagai konsumen produk pangan organik, bahwa distribusi respon berdasarkan tingkat keputusan beli berada pada kategori baik (32%) dan sangat baik (22%), biasa (18%), cukup baik (15%), dan sangat baik sekali ( 8%.), sangat tidak baik (4%), tidak baik (2%), sangat tidak baik sekali (0%). Nilai rata-rata skor jawaban responden atas variabel keputusan beli adalah 14,95 berada pada kelas dengan interval 15-16 atau kategori baik.
4.1.7. Analisis Statistik Inferensial
4.1.7.1. Uji Asumsi Klasik Hipotesis Pertama
Uji Normalitas
Uji normalitas dapat ditampilkan dengan grafik histogram seperti yang terdapat pada Gambar 4.9.
Gambar 4. Histogram Uji Normalitas Hipotesis Pertama
Grafik di atas memberikan pola distribusi normal karena menyebar secara merata ke kiri dan ke kanan.
Uji normalitas kedua dengan menggunakan analisis statistik dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai Asymp.
Sig. (2-tailed). Apabila nilai yang dihasilkan lebih besar dari nilai alpha 5% (0,05) berarti variabel pengganggu atau residual berdistribusi normal. Hasil uji normalitas hipotesis pertama dengan uji Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada Tabel 4.11. Dari hasil uji normalitas hipotesis pertama dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,542 lebih besar dari nilai alpha 5% (0,05) dengan kata lain variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.
Tabel 4.11. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Hipotesis Pertama
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Standardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation ,98473193
Most Extreme Differences
Absolute ,080
Positive ,057
Negative -,080
Kolmogorov-Smirnov Z ,801
Asymp. Sig. (2-tailed) ,542
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Uji Multikolinearitas
Pengujian multikolinierisitas pada penelitian ini dilakukan dengan melihat collinearity statistic dan nilai koefisien korelasi diantara variabel bebas. Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya
korelasi antar variabel bebas. Multikolinieritas terjadi apabila (1) nilai tolerance <
0,10 dan (2) Variance inflation faktor (VIF>5). Hasil pengujian terlihat pada tabel
Tabel 4.12. terlihat nilai VIF untuk variabel sikap, norma subjektif, kontrol perilaku lebih kecil dari 5. Sedangkan nilai tolerance-nya lebih besar dari 0,10, hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas dalam penelitian ini tidak saling berkorelasi atau tidak ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi yang ada merupakan persamaan regresi yang baik.
Tabel 4.12. Hasil Uji Multikolinearitas Hipotesis Pertama Coefficientsa
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1
(Constant)
Sikap ,766 1,305
Norma_Subjektif ,687 1,456
Kontrol_Perilaku ,821 1,218
a. Dependent Variable: Minat_Beli Uji heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi linier berganda terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas pada penelitian ini dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan, yaitu : 1) Analisis Grafik, dan 2) Analisis Statistik dengan uji Glejser.
Gambar 4.10 Grafik Heteroskedastisitas Hipotesis Pertama
Berdasarkan pada Gambar 4.9. di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi hipotesis pertama terbebas dari asumsi heteroskedastisitas.
Gejala heteroskedastisitas ditunjukkan oleh koefisien regresi dari masing-masing variabel bebas terhadap nilai absolut residualnya. Jika nilai probabilitas lebih besar dari nilai alpha (Sig. > α), maka dapat dipastikan model tidak mengandung gejala heteroskedastis atau dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila t hitung < t tabel.
Tabel 4.13. Hasil Uji Glejser Hipotesis Pertama
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Dari hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Glejser menunjukkan bahwa tidak satu pun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen absolut residualnya. Hal ini terlihat dari nilai signifikansinya diatas nilai alpha 5% (0,05) sehingga dapat disimpulkan model regresi linier berganda terbebas dari masalah heteroskedastisitas.
4.1.7.2. Regresi Berganda Hipotesis Pertama
Hasil analisis regresi berganda yaitu dari variabel sikap, norma subjektif, kontrol perilaku terhadap minat pembelian pangan organik dapat dilihat pada Tabel 4.14.
Tabel 4.14. Hasil Koefisien Regresi Hipotesis Pertama
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Berdasarkan Tabel 4.14. dapat ditentukan persamaan regresi berganda yaitu:
Y=1,498+0,083X1+0,297X2+0,319X3+ e
Berdasarkan persamaan tersebut nilai konstanta menunjukkan jika sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku sama dengan 0 maka minat beli akan sebesar 1,498. Koefisien regresi dari semua variabel bebas menunjukkan nilai yang positif. Hal ini berarti bahwa semua variabel bebas mempunyai hubungan yang searah/positif terhadap variabel terikatnya dan memberikan kontribusi terhadap minat beli. Koefisien regresi sikap sebesar 0,083 artinya apabila ada kenaikan variabel sikap maka akan menyebabkan terjadinya peningkatan terhadap minat dengan asumsi variabel yang lain tetap. Koefisien regresi norma subjektif sebesar 0,297 artinya apabila terjadi peningkatan pada norma subjektif maka akan menyebabkan terjadinya peningkatan minat dengan asumsi variabel yang lain tetap. Koefisien regresi kontrol perilaku sebesar 0,319 artinya apabila ada kenaikan variabel kontrol perilaku maka akan menyebabkan terjadinya peningkatan terhadap minat dengan asumsi variabel yang lain tetap. Kontrol perilaku memiliki kontribusi yang lebih besar dibandingkan sikap dan norma subjektif dalam meningkatkan minat beli. Hal ini menunjukan bahwa konsumen memiliki kontrol perilaku yang kuat dalam membentuk minat beli produk pangan organik.
4.1.7.3. Koefisien Determinasi Hipotesis Pertama
Goodness of fit dari model regresi dilakukan sebagai uji keberartian (signifikansi) yang dilakukan dengan melihat nilai determinasi dari kemampuan variabel independen untuk menjelaskan variabel dependen. Hasil uji dari goodness of fit yang ditampilkan pada Tabel 4.15. sebagai berikut :
Tabel 4.15. Koefisien Determinasi Hipotesis Pertama
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the
Estimate
1 ,552a ,305 ,283 ,51882
a. Predictors: (Constant), Kontrol, Sikap, Norma b. Dependent Variable: Minat
Nilai R atau Multiple R menunjukkan korelasi antara sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku sebagai variabel bebas dengan minat sebagai variabel terikat sebesar 0,552 atau 55,2%. Nilai R Square atau koefisien determinasi sebesar 0,305 berarti bahwa variasi minat beli dapat dijelaskan oleh variasi sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku sebesar 30,5%. Sedangkan 69,5% lainnya adalah merupakan pengaruh dari variabel bebas lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian, seperti faktor bauran pemasaran, faktor pengetahuan. Adjusted R Square merupakan koefisien determinasi yang telah dikoreksi atau yang disesuaikan dengan jumlah variabel dan ukuran sampel sehingga dapat mengurangi unsur bias jika terjadi penambahan variabel maupun penambahan sampel. Nilai Adjusted R Square 0,283 berarti variasi minat beli hanya dapat dijelaskan oleh variasi sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku sebesar 28,3%.
4.1.7.4. Uji F (Simultan) Hipotesis Pertama
Uji F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis pertama dilakukan dengan uji F dimana:
H0: Sikap, norma subjektif, kontrol perilaku secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian produk pangan organik
H1: Sikap, norma subjektif, kontrol perilaku secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian produk pangan organik
Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria/dasar pengambilan keputusan:
a. jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel atau nilai signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak atau H1 diterima.
b. jika nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel atau nilai signifikansi > 0,05, maka H0 diterima atau H1 ditolak.
Nilai signifikansi ini meyakinkan bahwa pada model regresi yang dihasilkan terdapat pengaruh yang signifikan. Hasil penghitungan uji F adalah sebagai berikut:
Tabel 4.16. Uji F Hipotesis Pertama
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression 11,349 3 3,783 14,054 ,000b
Residual 25,841 96 ,269
Total 37,190 99
a. Dependent Variable: Minat
b. Predictors: (Constant), Kontrol, Sikap, Norma
Mencari Ftabel : Ftabel = k-1 ; n-k
= 4 – 1 ; 100-4
= 3 ; 96
Ftabel = 2,706
Berdasarkan Tabel 4.16 dapat diketahui bahwa Fhitung = 14,054 dan Ftabel = 2,706 (Fhitung lebih besar dari Ftabel)dan nilai signifikansi (0.000) lebih kecil dari nilai alpha 5% (0.05).
Keputusan yang diambil atas hipotesis pertama adalah :
H0 (sikap, norma subjektif, kontrol perilaku tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap minat pembelian produk pangan organik) ditolak atau
H1 (sikap, norma subjektif, kontrol perilaku berpengaruh signifikan secara simultan terhadap minat pembelian produk pangan organik) diterima.
Hal ini berarti variabel bebas (sikap, norma subjektif, kontrol perilaku) secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (minat beli) atau model persamaan regresi yang dihasilkan sudah tepat dan dapat digunakan untuk memprediksi minat pembelian produk pangan organik.
4.1.7.5. Uji t (Parsial) Hipotesis Pertama
Uji t digunakan untuk mengetahui dan mencari pengaruh bebas (sikap, norma subjektif, kontrol perilaku) secara individual terhadap variabel dependen (minat beli). Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan membandingkan antara nilai thitung dengan nilai ttabel dengan kriteria keputusan adalah jika thitung > ttabel dan nilai signifikansi < 0,05 maka terdapat pengaruh signifikan sikap, norma subjektif,
dan kontrol perilaku terhadap minat beli produk pangan organik secara parsial dan sebaliknya jika thitung < ttabel maka tidak terdapat pengaruh signifikan sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku terhadap minat beli produk pangan organik secara parsial.
Tabel 4.17. Uji Parsial (Uji t) Hipotesis Pertama
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 1,498 ,444 3,374 ,001
Sikap ,083 ,112 ,072 ,741 ,460
Norma ,297 ,100 ,306 2,982 ,004
Kontrol ,319 ,097 ,308 3,284 ,001
a. Dependent Variable: Minat
Mencari ttabel :
ttabel (α/2; n-k)
= 0,05/2; 100-4
= 0,025; 96
ttabel = 1,985
Berdasarkan Tabel 4.17 dapat diketahui bahwa hasil uji pengaruh variabel terikat terhadap variabel bebas secara parsial adalah sebagai berikut:
1. Nilai t hitung sikap (0,741) < t tabel (1.985) dan nilai sig. sikap (0.460) >
nilai alpha (0.05).
2. Nilai t hitung norma subjektif (2,982) > t tabel (1,985) dan nilai sig. norma subjektif (0.004) < nilai alpha (0.05).
3. Nilai t hitung kontrol perilaku (3,284) > t tabel (1.985) dan nilai sig.
kontrol perilaku (0.001) < nilai alpha (0.05).
Keputusan yang diambil adalah atas hipotesis pertama adalah:
1. H0 diterima yang berarti, secara parsial sikap tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli produk pangan organik (Y).
2. H0 ditolak yang berarti, secara parsial norma subjektif memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli produk pangan organik (Y).
3. H0 ditolak yang berarti, secara parsial kontrol perilaku memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli produk pangan organik (Y).
4.1.7.6. Uji Asumsi Klasik Hipotesis Kedua Uji Normalitas
Metode pertama uji normalitas hipotesis kedua dapat ditampilkan dengan grafik histogram seperti yang terdapat pada Gambar 4.11
Gambar 4.11 Histogram Uji Normalitas Hipotesis Kedua
Gambar 4.11. menunjukkan data memiliki pola distribusi normal karena menyebar secara merata ke kiri dan ke kanan. Metode kedua uji normalitas adalah dengan menggunakan analisis statistik dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai Asymp. Sig. (2-tailed). Apabila nilai yang dihasilkan lebih besar dari 5% berarti variabel pengganggu atau residual berdistribusi normal. Hasil uji normalitas hipotesis kedua dengan uji Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada Tabel 4.18. berikut ini.
Tabel 4.18. Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Hipotesis Kedua
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Standardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation ,99493668
Most Extreme Differences
Absolute ,077
Positive ,052
Negative -,077
Kolmogorov-Smirnov Z ,771
Asymp. Sig. (2-tailed) ,592
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Dari hasil uji normalitas hipotesis pertama dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,592 lebih besar dari nilai alpha 5 % (0,05) dengan kata lain variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.
4.1.7.7. Regresi Sederhana Hipotesis Kedua
Tabel 4.19. Hasil Koefisien Regresi Hipotesis Kedua
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 8,163 1,588 5,141 ,000
Kontrol_Perilaku ,475 ,110 ,401 4,333 ,000
a. Dependent Variable: Keputusan_Beli
Berdasarkan Tabel 4.19. dapat ditentukan persamaan regresi berganda yaitu:
Y=8,163+0,475X+e
Berdasarkan persamaan tersebut nilai konstanta menunjukkan jika kontrol perilaku sama dengan 0 maka keputusan pembelian akan sebesar 8,163. Koefisien regresi dari variabel bebas menunjukkan nilai yang positif. Hal ini berarti bahwa variabel bebas mempunyai hubungan yang searah/positif terhadap variabel terikatnya dan memberikan kontribusi terhadap keputusan pembelian. Koefisien regresi kontrol perilaku sebesar 0,475 artinya apabila ada kenaikan variabel kontrol perilaku sebesar satu satuan maka akan menyebabkan terjadinya peningkatan terhadap keputusan pembelian produk pangan organik sebesar 0,475.
4.1.7.8. Koefisien Determinasi Hipotesis Kedua
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi (hubungan) antara variabel terikat (keputusan pembelian) dengan variabel bebas (kontrol perilaku).
Koefisien determinasi hipotesis kedua dapat dilihat pada Tabel 4.20. sebagai berikut:
Tabel 4.20. Koefisien Determinasi Hipotesis Kedua
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the
Estimate
1 ,401a ,161 ,152 2,58242
a. Predictors: (Constant), Kontrol_Perilaku b. Dependent Variable: Keputusan_Beli
Berdasarkan Tabel 4.20., nilai R atau Multiple R menunjukkan korelasi antara kontrol perilaku sebagai variabel bebas dengan keputusan beli sebagai variabel terikat sebesar 0,401 atau 40,1%. Nilai R Square atau koefisien determinasi sebesar 0,161 berarti bahwa variasi keputusan beli dapat dijelaskan oleh variasi kontrol perilaku sebesar 16,1%. Sedangkan 83,9% lainnya adalah merupakan pengaruh dari variabel bebas lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian, seperti faktor bauran pemasaran, faktor pengetahuan, kesadaran, keterlibatan konsumen, dan lain sebagainya. Adjusted R Square merupakan koefisien determinasi yang telah dikoreksi atau yang disesuaikan dengan jumlah variabel dan ukuran sampel sehingga dapat mengurangi unsur bias jika terjadi penambahan variabel maupun penambahan sampel. Nilai Adjusted R Square 0,152 berarti variasi keputusan beli hanya dapat dijelaskan oleh variasi kontrol perilaku sebesar 15,2%.
4.1.7.9. Uji F (Simultan) Hipotesis Kedua
Uji F menunjukkan apakah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara simultan/bersama-sama terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan uji F dimana:
H0 : Kontrol perilaku secara simultan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk pangan organik
H1 : Kontrol perilaku secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk pangan organik
Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria/dasar pengambilan keputusan:
a. jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel atau nilai signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak atau H1 diterima.
b. jika nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel atau nilai signifikansi > 0,05, maka H0 diterima atau H1 ditolak.
Nilai signifikansi ini meyakinkan bahwa pada model regresi yang dihasilkan terdapat pengaruh yang signifikan. Hasil penghitungan uji F adalah sebagai berikut:
Tabel 4.21. Uji Simultan (Uji F) Hipotesis Kedua
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 125,198 1 125,198 18,773 ,000b
Residual 653,552 98 6,669
Total 778,750 99
a. Dependent Variable: Keputusan_Beli b. Predictors: (Constant), Kontrol_Perilaku
Mencari Ftabel : Ftabel = k-1 ; n-k
= 2 – 1 ; 100-2
= 1 ; 98
Ftabel = 3,938
Berdasarkan Tabel 4.21 dapat diketahui bahwa Fhitung = 18,773 dan Ftabel = 3,938 (Fhitung lebih besar dari Ftabel)dan nilai signifikansi (0.000) lebih kecil dari nilai alpha 5% (0.05). Keputusan yang diambil atas hipotesis kedua adalah H0
(Kontrol perilaku tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk pangan organik) ditolak. Hal ini berarti variabel kontrol perilaku mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (keputusan pembelian) atau model persamaan regresi yang dihasilkan sudah tepat dan dapat digunakan untuk memprediksi keputusan pembelian produk pangan organik.
4.1.7.10. Uji t (Parsial) Hipotesis Kedua
Uji t digunakan untuk mengetahui dan mencari pengaruh variabel bebas (kontrol perilaku) secara individual terhadap variabel dependen (keputusan beli).
Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan membandingkan antara nilai thitung
dengan nilai ttabel dengan kriteria keputusan adalah jika thitung > ttabel maka H0
ditolak (terdapat pengaruh signifikan kontrol perilaku terhadap keputusan beli produk pangan organik secara individual) dan sebaliknya jika thitung < ttabel maka H0
diterima (tidak terdapat pengaruh signifikan kontrol perilaku terhadap keputusan beli produk pangan organik secara individual).
Tabel 4.22. Uji Parsial (Uji t) Hipotesis Kedua
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 8,163 1,588 5,141 ,000
Kontrol_Perilaku ,475 ,110 ,401 4,333 ,000
a. Dependent Variable: Keputusan_Beli
Mencari ttabel :
ttabel (α/2; n-k)
= 0,05/2; 100-2
= 0,025; 98
ttabel = 1,985
Berdasarkan Tabel 4.22 dapat diketahui bahwa uji pengaruh variabel terikat dan variabel bebas secara parsial dengan kriteria pengujiannya nilai thitung
kontrol perilaku (4,333) > ttabel (1.985) dan nilai sig. kontrol perilaku (0.000) <
nilai alpha (0.05) maka keputusan yang diambil adalah H0 ditolak atau kontrol perilaku memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan beli produk pangan organik (Y).
4.1.7.11. Uji Asumsi Klasik Hipotesis Ketiga Uji Normalitas
Uji normalitas dapat ditampilkan dengan grafik histogram seperti yang terdapat pada Gambar 4.12. berikut ini
Gambar 4.12. Histogram Uji Normalitas Hipotesis Ketiga
Uji normalitas yang ditampilkan dengan grafik histogram seperti yang terdapat pada Gambar 4.12. diatas memberikan pola distribusi normal karena menyebar secara merata ke kiri dan ke kanan.
Metode uji normalitas yang kedua untuk hipotesis ketiga dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai Asymp. Sig (2-tailed). Apabila nilai yang dihasilkan lebih besar dari alpha 5% berarti variabel
pengganggu atau residual berdistribusi normal. Hasil uji normalitas hipotesis ketiga dengan uji Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada Tabel 4.23. berikut ini.
Tabel 4.23. Hasil Uji Kolmogorov_Smirnov Hipotesis Ketiga
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Standardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation ,99493668
Asymp. Sig. (2-tailed) ,209
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Hasil uji normalitas hipotesis dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,209 lebih besar dari nilai alpha 0,05 dengan kata lain nilai residual terstandarisasi dinyatakan menyebar secara normal.
4.1.7.12. Regresi Sederhana Hipotesis Ketiga
Tabel 4.24. Hasil Koefisien Regresi Hipotesis Ketiga
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Berdasarkan Tabel 4.24. dapat ditentukan persamaan regresi berganda yaitu:
Y = 2,172+0,400X+e
Persamaan tersebut menunjukkan nilai konstanta 2,172 yang berarti jika minat beli sama dengan 0 maka keputusan pembelian akan sebesar 2,172. Koefisien regresi dari variabel minat beli menunjukkan nilai yang positif. Hal ini berarti bahwa variabel minat beli mempunyai hubungan yang searah/positif terhadap variabel keputusan pembelian dan memberikan kontribusi terhadap keputusan pembelian. Koefisien regresi minat beli sebesar 0,400 artinya jika variabel minat beli mengalami kenaikan setiap satu satuan maka akan menyebabkan terjadinya peningkatan keputusan pembelian produk pangan organik sebesar 0,400.
4.1.7.13. Koefisien Determinasi Hipotesis Ketiga
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi (hubungan) antara variabel terikat (keputusan pembelian) dengan variabel bebas (minat beli). Koefisien determinasi hipotesis ketiga dapat dilihat pada Tabel 4.25.
sebagai berikut :
Tabel 4.25 Koefisien Determinasi Hipotesis Ketiga
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the
Estimate
1 ,350a ,122 ,113 ,66018
a. Predictors: (Constant), Minat_Beli
Berdasarkan Tabel 4.25., nilai R atau Multiple R menunjukkan korelasi antara minat beli sebagai variabel bebas dengan keputusan beli sebagai variabel terikat sebesar 0,350 atau 35,0%. Nilai R Square atau koefisien determinasi sebesar 0,122 berarti bahwa variasi keputusan beli dapat dijelaskan oleh variasi minat beli sebesar 12,2%. Sedangkan 87,8% lainnya adalah merupakan pengaruh