BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.3. Penjelasan Responden atas Variabel Penelitian
4.1.3.1. Penjelasan responden atas variabel pelatihan
Penjelasan responden atas kesesuaian antara materi pelatihan dan pengembangan yang diberikan dengan kebutuhan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6. Penjelasan Responden atas Kesesuaian Antara Materi Pelatihan dan Pengembangan yang Diberikan dengan Kebutuhan dalam Menyelesaikan Pekerjaan
Jawaban Jumlah
(Orang) (%)
Sangat sesuai sekali 0 0
Sangat sesuai 1 1.8
Sesuai 21 37.5
Kurang sesuai 34 60.7
Tidak sesuai sekali 0 0
Total 56 100.0
Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel 4.6 menunjukkan responden yang berjumlah 34 orang (60,7 persen) menyatakan bahwa materi pelatihan dan pengembangan yang diberikan kurang sesuai dengan kebutuhan dalam menyelesaikan pekerjaan. Responden berjumlah 21 orang (37,5 persen) menyatakan sesuai, dan responden berjumlah 1 orang (1,8 persen) menyatakan sangat sesuai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan materi pelatihan dan pengembangan yang diberikan kurang sesuai dengan kebutuhan dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal ini dikarenakan perusahaan belum tegas dalam menerapkan peraturan untuk lebih memprioritaskan pegawai yang benar-benar membutuhkan pelatihan dan pengembangan berkaitan dengan pekerjaan pegawai tersebut. Sedangkan minoritas responden yang
63
menyatakan bahwa materi pelatihan dan pengembangan yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan dalam menyelesaikan pekerjaan dikarenakan manfaat dari mengikuti program pelatihan dan pengembangan ini dirasakan oleh setiap pegawai dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Selain efektivitas dalam bekerja, pegawai juga dapat mengembangkan kepribadian dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Penjelasan responden atas kesesuaian antara metode pelatihan dan pengembangan dengan gaya belajar peserta pelatihan dan pengembangan dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7. Penjelasan Responden atas Kesesuaian Antara Metode Pelatihan dan Pengembangan dengan Gaya Belajar Peserta Pelatihan dan Pengembangan
Jawaban Jumlah
(Orang) (%)
Sangat sesuai sekali 0 0
Sangat sesuai 13 23.2
Sesuai 36 64.3
Kurang sesuai 7 12.5
Tidak sesuai sekali 0 0
Total 56 100.0
Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel 4.7 menunjukkan responden yang berjumlah 36 orang (64,3 persen) menyatakan bahwa metode pelatihan dan pengembangan sesuai dengan gaya belajar peserta pelatihan dan pengembangan. Responden berjumlah 13 orang (23,2 persen) menyatakan sangat sesuai, dan responden berjumlah 7 orang (12,5 persen) menyatakan kurang sesuai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan metode pelatihan dan pengembangan sesuai dengan gaya belajar peserta pelatihan dan pengembangan. Hal ini dikarenakan sebagian besar
64
pegawai telah mengikuti pelatihan dengan metode latihan dalam bekerja (on the job
training) atau pelatihan praktek dengan menggunakan suasana dan tempat bekerja.
Metode ini dinilai efektif karena pegawai dapat mempraktekkan langsung teori yang diperoleh dari instruktur pelatihan. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan bahwa metode pelatihan dan pengembangan kurang sesuai dengan gaya belajar peserta pelatihan dan pengembangan dikarenakan program pelatihan dan pengembangan yang pernah diikuti membutuhkan waktu hingga berhari-hari, sehingga teori yang diberikan oleh instruktur tidak dapat diaplikasikan langsung dalam pekerjaan. Umumnya metode yang digunakan adalah off the job training atau pelatihan di luar tempat bekerja.
Penjelasan responden ataskeramahan instruktur dalam menyampaikan materi pelatihan dan pengembangan dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:
Tabel 4.8. Penjelasan Responden atas Keramahan Instruktur dalam Menyampaikan Materi Pelatihan dan Pengembangan
Jawaban Jumlah
(Orang) (%)
Sangat ramah sekali 1 1.8
Sangat ramah 19 33.9
Ramah 22 39.3
Kurang ramah 14 25.0
Tidak ramah sekali 0 0
Total 56 100.0
Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel 4.8 menunjukkan responden yang berjumlah 22 orang (39,3 persen) menyatakan bahwa instruktur ramah dalam menyampaikan materi pelatihan dan pengembangan. Responden berjumlah 19 orang (33,9 persen) menyatakan sangat ramah, responden berjumlah 14 orang (25 persen) menyatakan
65
kurang ramah, dan responden berjumlah 1 orang (1,8 persen) menyatakan sangat ramah sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan instruktur ramah dalam menyampaikan materi pelatihan dan pengembangan. Hal ini dikarenakan instruktur dapat membangun komunikasi yang baik dengan para peserta pelatihan dan pengembangan. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan bahwa instruktur kurang ramah dalam menyampaikan materi pelatihan dan pengembangan dikarenakan instruktur yang tidak dapat menjelaskan jawaban secara rinci dari setiap pertanyaan responden yang belum memahami benar tentang materi pelatihan yang disampaikan.
Penjelasan responden atas keterampilan instruktur dalam menyampaikan materi pelatihan dan pengembangan dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.9. Penjelasan Responden atas Keterampilan Instruktur dalam Menyampaikan Materi Pelatihan dan Pengembangan
Jawaban Jumlah
(Orang) (%)
Sangat terampil sekali 1 1.8
Sangat terampil 25 44.6
Terampil 26 46.4
Kurang terampil 4 7.1
Tidak terampil sekali 0 0
Total 56 100.0
Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)
Berdasarkan Tabel 4.9 menunjukkan responden yang berjumlah 26 orang (46,4 persen) menyatakan bahwa instruktur terampil dalam menyampaikan materi pelatihan dan pengembangan. Responden berjumlah 25 orang (44,6 persen) menyatakan sangat terampil, responden berjumlah 4 orang (7,1 persen) menyatakan kurang terampil, dan responden berjumlah 1 orang (1,8 persen) menyatakan sangat
66
terampil sekali. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan instruktur terampil dalam menyampaikan materi pelatihan dan pengembangan. Hal ini dikarenakan penguasaan materi pelatihan yang sangat baik oleh instruktur. Selain menguasai materi, instruktur juga menyampaikan materi melalui tahapan yang tersusun dengan baik hingga para peserta memahami betul materi yang disampaikan oleh instruktur. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan bahwa instruktur kurang terampil dalam menyampaikan materi pelatihan dan pengembangan dikarenakan responden sudah pernah mengikuti program pelatihan dan pengembangan lebih dari satu kali, dan responden sering kali membandingkan antara satu instruktur dengan instruktur lain. Hal ini juga dapat diakibatkan karena perbedaan kemampuan responden dalam menganalisis materi yang disampaikan oleh instruktur.
Penjelasan responden atas kesesuaian antara waktu pemberian materi pokok yang harus dipelajari dengan waktu yang tersedia selama program pelatihan dan pengembangan dapat dilihat pada Tabel 4.10 berikut:
Tabel 4.10. Penjelasan Responden atas Kesesuaian Antara Waktu Pemberian Materi Pokok yang Harus Dipelajari dengan Waktu yang
Tersedia Selama Program Pelatihan dan Pengembangan
Jawaban Jumlah
(Orang) (%)
Sangat sesuai sekali 0 0
Sangat sesuai 16 28.6
Sesuai 33 58.9
Kurang sesuai 7 12.5
Tidak sesuai sekali 0 0
Total 56 100.0
67
Berdasarkan Tabel 4.10 menunjukkan responden yang berjumlah 33 orang (58,9 persen) menyatakan bahwa waktu pemberian materi pokok yang harus dipelajari sesuai dengan waktu yang tersedia selama program pelatihan dan pengembangan. Responden berjumlah 16 orang (28,6 persen) menyatakan sangat sesuai, dan responden berjumlah 7 orang (12,5 persen) menyatakan kurang sesuai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan waktu pemberian materi pokok yang harus dipelajari sesuai dengan waktu yang tersedia selama program pelatihan dan pengembangan. Hal ini dikarenakan masih ada waktu yang selalu tersisa dalam penyampaian materi pokok. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan bahwa waktu pemberian materi pokok yang harus dipelajari kurang sesuai dengan waktu yang tersedia selama program pelatihan dan pengembangan dikarenakan beberapa instruktur belum dapat mengatur waktu dengan baik dalam penyampaian materi pokok, sehingga masih banyak waktu yang terbuang untuk menjelaskan pertanyaan dari beberapa peserta pelatihan yang hadir.
Penjelasan responden ataskenyamanan tempat penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan dapat dilihat pada Tabel 4.11 berikut:
Tabel 4.11. Penjelasan Responden atas Kenyamanan Tempat Penyelenggaraan Pelatihan dan Pengembangan
Jawaban Jumlah
(Orang) (%)
Sangat nyaman sekali 0 0
Sangat nyaman 7 12.5
Nyaman 40 71.4
Kurang nyaman 9 16.1
Tidak nyaman sekali 0 0
Total 56 100.0
68
Berdasarkan Tabel 4.11 menunjukkan responden yang berjumlah 40 orang (71,4 persen) menyatakan bahwa tempat penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan sudah nyaman. Responden berjumlah 9 orang (16,1 persen) menyatakan kurang nyaman, dan responden berjumlah 7 orang (12,5 persen) menyatakan sangat nyaman. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan tempat penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan sudah nyaman. Hal ini dikarenakan tempat penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang baik seperti kelengkapan ruang pertemuan tempat pelaksanaan pelatihan dan pengembangan, dan penyediaan fasilitas penginapan yang memuaskan apabila pelatihan diadakan di luar kota. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan bahwa tempat penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kurang nyaman dikarenakan responden senantiasa menilai setiap tempat yang berbeda dengan tempat sebelumnya yang lebih baik dibanding dengan tempat penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan terakhir yang kurang baik.