• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3. Penjelasan Responden Atas Variabel Penelitian

Tanggapan responden terhadap kuesioner yang diberikan adalah untuk melihat pengaruh pelatihan dan karakteristik pekerjaan terhadap prestasi kerja

perawat pada Rumah Sakit Umum Daerah Langsa. Agar terlihat lebih sistematis berikut ini disajikan data-data yang telah dikumpulkan ke dalam distribusi frekuensi. Distribusi frekuensi merupakan penyajian data skor ke dalam bentuk tabel. Adapun bentuk frekuensi jawaban responden terdapat pada Tabel 4.9 berikut.

Tabel 4.9. Distribusi Frekuensi Pelatihan

Sangat Setuju Setuju Ragu- ragu/ Kadang-kadang Kurang Setuju Tidak Setuju Sama Sekali No. Tanggapan Responden terhadap Pernyataan F % F % F % F % F % 1. Kesesuaian Materi 32 50.79 16 25.40 10 15.87 5 7.94 0 0.00 2. Ada Solusi masalah 34 53.97 14 22.22 11 17.46 4 6.35 0 0.00 3. Metode Mudah dipahami 35 55.56 10 15.87 12 19.05 6 9.52 0 0.00 4. Instruktur Pakar di Bidangnya 32 50.79 15 23.81 13 20.63 3 4.76 0 0.00 5. Instruktur Jelas dalam

Menerangkan 30 47.62 11 17.46 19 30.16 3 4.76 0 0.00 6. Instruktur Dapat Membuat Peserta Memperhatikan 31 49.21 13 20.63 15 23.81 4 6.35 0 0.00 7. Peserta Berusaha Meningkatkan Keahlian 33 52.38 11 17.46 12 19.05 7 11.11 0 0.00 8. Peserta Mampu Mengikuti Materi Pelatihan 30 47.62 16 25.40 11 17.46 6 9.52 0 0.00 9. Fasilitas Sangat Mendukung 33 52.38 16 25.40 9 14.29 5 7.94 0 0.00 Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.9 di atas adalah pernyataan yang berkaitan dengan pelatihan di mana jawaban reponden pada pernyataan ke 1 (satu) mengenai kesesuaian materi dengan kepentingan kerja di mana jawaban tertinggi menunjukkan jawaban sangat setuju (32) sebesar 50,79% dan yang terendah adalah 0% menyatakan

tidak setuju sama sekali, namun masih ada sekitar 15,87% yang menyatakan ragu-ragu dan 7,94% yang menyatakan kurang setuju. Dengan alasan materi yang diberikan kurang sesuai karena ia berasal dari bidang pekerjaan yang berbeda. Untuk pernyataan ke 2 (dua) berkaitan dengan setiap materi diberikan solusi masalah di dalam setiap pekerjaan dapat menunjukkan jawaban sangat setuju (34) sebesar 53,97% dan yang terendah adalah 0% menyatakan tidak setuju sama sekali, namun masih ada sekitar 17,46% yang menyatakan ragu-ragu dan 6,35% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden, terkadang solusi masalah tidak dapat diberikan karena keterbatasan waktu. Pernyataan ke 3 (tiga) yang berkaitan dengan pernyataan tentang metode penyampaian materi mudah dipahami menunjukkan tertinggi 55.56% menyatakan sangat setuju (35) dan 0% menyatakan tidak setuju sama sekali. Namun masih ada sekitar 19,05% yang menyatakan ragu-ragu dan 9,52% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden, metode penyampaian materi tidak hanya berbentuk ceramah, namun perlu juga studi kasus, simulasi, praktek dan lain-lain.

Pernyataan ke 4 (empat) mengenai instruktur yang memberikan materi adalah pakar di bidangnya menunjukkan nilai tertinggi dengan sangat setuju sebesar 50,79% dan yang terendah menyatakan tidak setuju sama sekali sebesar 0%, namun masih ada sekitar 20,63% yang menyatakan ragu-ragu dan 4,76% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden, kadang-kadang instrukturnya berhalangan hadir sehingga digantikan oleh instruktur lain yang bukan bidangnya. Pernyataan ke 5 (lima) mengenai instruktur menerangkan dengan jelas setiap materi menunjukkan

jawaban sangat setuju (47.62%) dan terendah jawaban tidak setuju sama sekali sebesar 0%, namun masih ada sekitar 30,16% yang menyatakan ragu-ragu dan 4,76% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden ada sebagian instruktur kurang jelas dalam menerangkan suatu materi karena instruktur kurang persiapan yang terorganisir dengan baik. Pernyataan ke 6 (enam) mengenai instruktur dapat membuat peserta pelatihan memperhatikan pelatihan dengan baik jawaban reponden menyatakan sangat setuju (31) sebanyak 49.21% dan terendah menjawab tidak setuju samasekali sebanyak 0%, namun masih ada sekitar 23,81% yang menyatakan ragu-ragu dan 6,35% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden hal ini disebabkan instruktur terlalu monoton dalam menjelaskan sehingga timbul kebosanan. Pernyataan ke 7 (tujuh) yang menyatakan para peserta berusaha meningkatkan keahlian dengan intensitas jawaban sangat setuju sebanyak 52,38% dan jawaban terendah menyatakan tidak setuju sama sekali sebanyak 0%, namun masih ada sekitar 19,05% yang menyatakan ragu-ragu dan 11,11% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden hal ini disebabkan pengetahuan yang diperolehnya masih dirasakannya kurang relevan dengan bidangnya. Pernyataan ke 8 (delapan) mengenai peserta pelatihan mampu mengikuti materi pelatihan jawaban responden menyatakan sangat setuju (30) sebanyak 47.62% dan terendah menjawab tidak setuju sama sekali sebanyak 0%, namun masih ada sekitar 17,46% yang menyatakan ragu-ragu dan 9,52% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden hal itu disebabkan karena kurangnya latihan-latihan dan contoh-contoh untuk membantu peserta lebih

mengerti isi pelatihan. Pernyataan ke 9 (sembilan) yang menyatakan fasilitas-fasilitas pelatihan seperti alat peraga, alat tulis sangat mendukung dengan intensitas jawaban sangat setuju sebanyak 52,38% dan jawaban terendah menyatakan tidak setuju sama sekali sebanyak 0%, namun masih ada sekitar 14,29% yang menyatakan ragu-ragu dan 7,94% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden masih diperlukan ruang kelas yang tertata baik dan rapi serta perlu adanya alat bantu pelatihan.

Tabel 4.10. Distribusi Frekuensi Karakteristik Pekerjaan

Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu/ Kadang-kadang Kurang Setuju Tidak Setuju Sama Sekali

No. Tanggapan Responden

terhadap Pernyataan

F % F % F % F % F %

1. Pentingnya Peran Perawat Bagi Organisasi

7 11.11 27 42.86 18 28.57 11 17.46 0 0.00

2. Pentingnya Peran Perawat Bagi Pasien

8 12.70 19 30.16 27 42.86 9 14.29 0 0.00

3. Pentingnya Pengaruh Perawat Bagi Pasien

11 17.46 17 26.98 25 39.68 10 15.87 0 0.00

4. Pentingnya Perawat Bagi Kesejahteraan Diri

10

15.87 10

15.87 24 38.10 19 30.16 0 0.00

5. Pentingnya Perawat Bagi Kebahagiaan Orang Lain

10 15.87 22 34.92 22 34.92 9 14.29 0 0.00 6. KesesuaianTugas dan Wewenang 21 33.33 19 30.16 13 20.63 10 15.87 0 0.00

7. Kebebasan Merubah Asuhan Keperawatan

6 9.52 15 23.81 27 42.86 15 23.81 0 0.00

8. Kemandirian dalam Memberi Penyuluhan

11

17.46 12

19.05 20 31.75 20 31.75 0 0.00

9. Keterlibatan dalam Membuat Kebijakan

16

25.40 12

19.05 20 31.75 15 23.81 0 0.00

10. Peran Kotak Saran 27 42.86 20 31.75 8 12.70 8 12.70 0 0.00 11. Informasi dari Perawat 30 47.62 14 22.22 13 20.63 6 9.52 0 0.00 12. Informasi dari Kepala Ruang 38 60.32 4 6.35 12 19.05 9 14.29 0 0.00 13. Informasi dari Dokter 36 57.14 1 1.59 13 20.63 13 20.63 0 0.00 14. Informasi dari Pasien 36 57.14 12 19.05 9 14.29 6 9.52 0 0.00

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Pernyataan yang berkaitan dengan variabel Karakteristik Pekerjaan, terdiri dari tiga subvariabel yaitu Signifikansi Tugas (X2), Otonomi (X3), dan Umpan

Balik (X4). Pernyataan yang berkaitan dengan Signifikansi Tugas dimulai dari pernyataan ke 1(satu) yang berkaitan dengan pentingnya peran perawat di dalam organisasi di mana jawaban reponden tertinggi adalah setuju (42.86%) dan terendah adalah tidak setuju sama sekali sebesar 0%, namun masih ada sekitar 28,57% yang menyatakan ragu-ragu dan 17,46% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden menyatakan yang dalam organisasi tugas sebagai perawat merupakan kerja tim yang harus berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya, sehingga keberadaannya tidak berarti tanpa anggota lainnya. Pernyataan ke 2 (dua) yang berkaitan dengan mengenai pentingnya peran sebagai perawat bagi orang lain, di mana jawaban reponden tertinggi adalah cukup setuju (42.86%) dan terendah adalah tidak setuju sama sekali sebesar 0%, namun masih ada sekitar 42,86% yang menyatakan ragu-ragu dan 14,29% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden mereka menyatakan pasien yang harus memotivasi dirinya untuk sembuh bukan dari perawat. Pernyataan ke 3 (tiga) yang berkaitan dengan pekerjaan sebagai perawat sangat berpengaruh bagi orang lain, di mana jawaban responden tertinggi menjawab cukup setuju sebesar 39.68% dan terendah adalah tidak setuju sama sekali 0%, namun masih ada sekitar 39,68% yang menyatakan ragu-ragu dan 15,87% yang menyatakan kurang setuju. Berdasarkan penjelasan responden pengaruh itu bukan hanya dari perawat tapi juga dokter, keluarga dan pasien itu sendiri dalam mengatasi penyakitnya.

Pernyataan ke 4 (empat) menyatakan pekerjaan saya sangat mempengaruhi kesejahteraan, jawaban responden tertinggi yaitu menyatakan ragu-ragu sebesar

38.10% dan terendah sebesar 0% yaitu pernyataan tidak setuju sama sekali. Berdasarkan penjelasan responden pekerjaan mereka sebagai perawat tidak terlalu memberi dampak bagi peningkatan kesejahteraan mereka, karena pendapatan yang diperoleh tidak terlalu besar. Pernyataan ke 5 (lima) pekerjaan saya penting bagi kebahagiaan orang lain, menjawab ragu-ragu sebanyak 34.92% dan terendah sebesar 0% menjawab tidak setuju sama sekali. Berdasarkan penjelasan responden hal ini karena orang lain atau pasien yang seharusnya memotivisir dirinya sedangkan perawat hanya menjalankan tugas. Pernyataan yang berkaitan dengan Otonomi (X2.2) dimulai dari pernyataan ke 6 (enam) wewenang yang diterima sesuai dengan tugas di mana reponden terbanyak menjawab sangat setuju sebanyak 33,33% dan terendah sebanyak 0% menjawab tidak setuju sama sekali, namun masih ada sekitar 20,63% yang menyatakan ragu-ragu dan 15,87% yang menyatakan kurang setuju dengan alasan uraian tugas dan wewenang walau sudah dirancang tertulis namun terkadang mereka melakukan tugas di luar deskripsi pekerjaan.

Untuk pernyataan ke 7 (tujuh) pekerjaan sebagai perawat memberikan kesempatan untuk merubah rencana asuhan keperawatan sesuai kebutuhan pasien,

di mana reponden terbanyak menjawab ragu-ragu sebesar 42,86% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0, berdasarkan penjelasan responden hal ini disebabkan karena bagi mereka yang masih baru dianggap belum mampu. Pernyataan ke 8 (delapan) berkaitan denganpekerjaan sebagai perawat memberikan kesempatan untuk mandiri dalam bertindak memberikan penyuluhan bagi pasien di ruangan di mana responden terbanyak menjawab intensitas ragu-ragu 31.75% dan kurang setuju

sebanyak 31.75% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0%, berdasarkan penjelasan responden bagi mereka yang masih baru belum dipercaya untuk memberikan penyuluhan. Pernyataan ke 9 (sembilan) yang berkaitan dengan keterlibatan perawat dalam menentukan kebijakan praktek keperawatan di unit di mana jawaban reponden tertinggi menunjukkan jawaban ragu-ragu (20) sebesar 31,75% dan yang terendah adalah 0% menyatakan tidak setuju sama sekali, hal ini disebabkan peran kepala ruang yang masih dominan dalam menentukan kebijakan dan praktek keperawatan. Pernyataan yang berkaitan dengan umpan balik (X2.3) dimulai dari pernyataan ke 10 (sepuluh) mengenai adanya kotak saran sangat berperan dalam membantu untuk mengetahui kualitas pekerjaannya menunjukkan nilai tertinggi dengan sangat setuju sebesar 42,86% dan menyatakan tidak setuju sama sekali sebesar 0%, namun masih ada sekitar 12,70% yang menyatakan ragu-ragu dan kurang setuju, dengan alasan banyak saran-saran yang masuk ke kotak saran tetapi tidak ditindaklanjuti. Pertanyaan ke 11 (sebelas) mengenai adanya informasi yang diterima dari rekan kerja tentang pelaksanaan kegiatan menunjukkan jawaban sangat setuju (47.62%) dan terendah jawaban tidak setuju sama sekali sebesar 0%, namun masih ada sekitar 20,63% yang menyatakan ragu-ragu dan kurang setuju 9,52%, hal ini disebabkan kadang-kadang rekan kerja cukup sibuk akibat banyaknya pasien sehingga terlupa untuk mengingatkan apabila rekannya tidak melaksanakan kegiatan keperawatan dengan benar. Pernyataan ke 12 (dua belas) mengenai adanya informasi dari kepala ruang tentang penampilan kerja perawat jawaban reponden menyatakan sangat setuju (38) sebanyak 60.32% dan terendah menjawab tidak setuju

samasekali sebanyak 0%, namun masih ada sekitar 19,05% yang menyatakan ragu-ragu dan kurang setuju 14,29%, hal ini disebabkan karena kepala ruang dianggap tidak setiap saat dapat melihat penampilan kerja mereka.

Pernyataan ke 13 (tiga belas) yang menyatakan adanya informasi dari dokter tentang penampilan kerja perawat dengan intensitas jawaban sangat setuju sebanyak 57,14% dan jawaban terendah menyatakan tidak setuju sama sekali sebanyak 0%, namun masih ada sekitar 20,63% yang menyatakan ragu-ragu dan kurang setuju 20,63%, dengan alasan waktu kunjungan dokter relatif singkat dan lebih berkonsentrasi terhadap perkembangan pasien maka terbatas informasi yang diketahui tentang baik tidaknya perawat melakukan pekerjaan. Pernyataan ke 14 (empat belas) mengenai adanya informasi dari pasien tentang penampilan kerja perawat jawaban responden menyatakan sangat setuju (36) sebanyak 57.14% dan terendah menjawab tidak setuju sama sekali sebanyak 0%, namun masih ada sekitar 14,29% yang menyatakan ragu-ragu dan kurang setuju 9,52%, dengan alasan pasien hanya memberitahu bila perawat membuat salah tetapi tidak memberitahu kalau perawat membuat mereka merasa nyaman.

Tabel 4.11. Distribusi Frekuensi Prestasi Kerja Tanggapan Responden terhadap Pernyataan Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu/ Kadang-kadang Kurang Setuju Tidak Setuju Sama Sesekali No. F % F % F % F % F % 1. Pengkajian saat

pasien pertama kali masuk 22 34.92 30 47.62 9 14.29 2 3.17 0 0.00 2. Kelengkapan format

catatan 22 34.92 30 47.62 9 14.29 2 3.17 0 0.00 3. Penilaian kondisi pasien

terus menerus 25 39.68 27 42.86 9 14.29 2 3.17 0 0.00 4. Pengkajian secara

komprehensif dan holistik 32 50.79 15 23.81 12 19.05 4 6.35 0 0.00 5. Pengetahuan tentang diagnose keperawatan 25 39.68 27 42.86 9 14.29 2 3.17 0 0.00 6. Diagnose berdasarkan keluhan 28 44.44 20 31.75 11 17.46 4 6.35 0 0.00 7. Pengetahuan rencana tindakan keperawatan 28 44.44 18 28.57 11 17.46 6 9.52 0 0.00 8. Penentuan tujuan jangka

panjang 28 44.44 20 31.75 8 12.70 7 11.11 0 0.00 9. Bekerjasama dengan

anggota tim 28 44.44 18 28.57 9 14.29 8 12.70 0 0.00 10. Rencana sesuai dengan

kondisi pasien 28 44.44 15 23.81 10 15.87 10 15.87 0 0.00 11. Implementasi harus sesuai

dengan rencana 33 52.38 10 15.87 12 19.05 8 12.70 0 0.00 12. Implementasi perlu

didokumentasi 33 52.38 10 15.87 12 19.05 8 12.70 0 0.00 13. Perlunya evaluasi 33 52.38 10 15.87 14 22.22 6 9.52 0 0.00 14. Evaluasi terus menerus 33 52.38 10 15.87 13 20.63 7 11.11 0 0.00 15. Melakukan perbandingan

dengan standar 28 44.44 15 23.81 11 17.46 9 14.29 0 0.00 16. Frekwensi pengisian

absensi 33 52.38 10 15.87 12 19.05 8 12.70 0 0.00 17. Frekwensi alfa 26 41.27 19 30.16 12 19.05 6 9.52 0 0.00 18. Frekwensi izin pribadi 28 44.44 14 22.22 18 28.57 3 4.76 0 0.00 19. Frekwensi izin waktu

tugas 21 33.33 21 33.33 19 30.16 2 3.17 0 0.00 20. Kerapian dan kelengkapan

atribut 30 47.62 14 22.22 17 26.98 2 3.17 0 0.00 21. Sikap kepada pasien 15 23.81 30 47.62 16 25.40 2 3.17 0 0.00 22. Tanggung jawab 25 39.68 20 31.75 16 25.40 2 3.17 0 0.00

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Pernyataan yang berkaitan dengan Prestasi Kerja (Y) dengan 22 (duapuluh dua) pernyataan. Pernyataan ke 1 (satu) sampai ke 15 (lima belas) berkaitan dengan tindakan keperawatan, yaitu berdasarkan standar operasional keperawatan yang

terdiri dari pengkajian, pendiagnosaan, perencanaan, implementasi, evaluasi. Pernyataan yang berkaitan dengan standar pengkajian dimulai dari pernyataan ke 1 (satu) pelaksanakan pengkajian pada saat pasien pertama kali masuk di mana responden terbanyak menjawab intensitas setuju sebanyak 47.62% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0% namun masih ada yang menyatakan ragu-ragu sebanyak 14,29 % dan kurang setuju sebanyak 3,17%, alasannya pengkajian itu akan dilakukan juga oleh dokter. Pernyataan ke 2 (dua) berkaitan dengan melengkapi format catatan pengkajian pasien dengan tepat, di mana responden terbanyak menjawab intensitas setuju sebanyak 47.62% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0, namun masih ada yang menyatakan ragu-ragu sebanyak 14,29% dan kurang setuju sebanyak 3,17%, alasannya karena banyak pasien yang antri. Pernyataan ke 3 (tiga) berkaitan dengan menilai kondisi pasien terus menerus di mana responden terbanyak menjawab intensitas setuju sebanyak 42.86% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0, namun ada yang menjawab ragu-ragu 14,29% dan kurang setuju 3,17% dengan alasan kadang-kadang mereka sudah terlalu lelah sehingga terlewati satu tahap menilai kondisi pasien. Pernyataan ke 4 (empat) berkaitan dengan pengkajian terhadap pasien secara komprehensif dan holistik dimana responden terbanyak menjawab intensitas sangat setuju sebanyak 50.79% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0, namun masih ada yang menyatakan ragu-ragu sebanyak 19,05% dan kurang setuju sebanyak 6,35%, alasannya bagi yang masih baru, belum bisa melakukan pengkajian. Pernyataan berikutnya berkaitan dengan standar pendiagnosaan. Pernyataan ke 5 (lima) berkaitan dengan perawat

perlu punya pengetahuan tentang penentuan prioritas diagnose keperawatan di mana responden terbanyak menjawab intensitas setuju sebanyak 42.86% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0, namun masih ada yang menyatakan ragu-ragu tentang penentuan prioritas diagnosa keperawatan sebanyak 14,29% dan kurang setuju sebanyak 3,17%, dengan alasan pengetahuan tentang prioritas diagnosa dapat dilakukan bersama-sama dengan anggota tim lainnya. Pernyataan ke 6 (enam) berkaitan dengan penentuan diagnosa keperawatan didasarkan pada keluhan utama pasien di mana responden terbanyak menjawab intensitas sangat setuju sebanyak 44.44% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0 dan sekitar 17,46% ragu-ragu serta 6,35% kurang setuju, hal ini karena tidak selamanya keluhan utama pasien mencerminkan penyakitnya. Pernyataan berikut berkaitan dengan standar perencanaan, dimulai dari pernyataan ke 7 (tujuh) berkaitan dengan perawat mempunyai pengetahuan tentang komponen rencana tindakan keperawatan perawat di mana responden terbanyak menjawab intensitas sangat setuju sebanyak 44.44% dan terendah tidak setuju samasekali sebanyak 0, dan 17,46% ragu-ragu serta 9,52% kurang setuju, alasan responden bagi mereka yang masih baru pengalamannya belum banyak. Pernyataan ke 8 (delapan) berkaitan dengan penentuan tujuan jangka panjang penting untuk dilakukan dalam tahap perencanaan asuhan keperawatan di mana responden terbanyak menjawab intensitas sangat setuju sebanyak 44.44% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0 dan sekitar 12,70% ragu-ragu, serta 11,11% kurang setuju, alasannya kondisi pasien selalu tidak stabil sehingga tidak perlu penentuan tujuan jangka panjang. Pernyataan ke 9 (sembilan) yang berkaitan

dengan perawat bekerjasama dengan anggota tim kesehatan lain di mana jawaban reponden tertinggi menunjukkan jawaban sangat setuju (28) sebesar 44,44% dan yang terendah adalah 0% menyatakan tidak setuju sama sekali, namun masih ada juga yang ragu-ragu sekitar 14,29% dan kurang setuju 12,70%, alasannya terlalu lama apabila menunggu anggota tim lain terkadang kondisi pasien sudah harus langsung ditangani.

Pernyataan yang ke 10 (sepuluh) mengenai rencana yang disusun harus sesuai dengan kondisi pasien, sangat setuju sebesar 44,44% dan menyatakan tidak setuju sama sekali sebesar 0%, namun masih ada yang ragu-ragu sekitar 15,87% dan kurang setuju 15,87%. Hal ini dijelaskan responden karena harus juga melibatkan penjelasan dari anggota keluarga mengenai penyakit sebelumnya, jadi tidak semata-mata kondisi pasien saat ini. Pernyataan berikutnya mengenai standar implementasi, dimulai dari pernyataan ke 11 (sebelas) mengenai adanya implementasi tindakan keperawatan harus sesuai dengan perencanaan tindakan keperawatan menunjukkan jawaban sangat setuju (52.38%) dan terendah jawaban tidak setuju sama sekali sebesar 0%, namun yang menjawab ragu-ragu ada sekitar 19,05% dan kurang setuju 12,70%, berdasarkan penjelasan responden terkadang implementasi tidak harus sesuai karena mungkin saja terjadi perubahan kondisi pasien oleh karena itu harus ada fleksibilitas. Pernyataan ke 12 (dua belas) mengenai implementasi perlu untuk didokumentasikan jawaban reponden menyatakan sangat setuju (33) sebanyak 52.38% dan terendah menjawab tidak setuju sama sekali sebanyak 0%, namun ada yang ragu-ragu sekitar 19,05% dan kurang setuju sekitar 12,70 % dengan alasan dokumentasi perlu untuk implementasi

yang sifatnya sangat penting, namun untuk yang tidak terlalu penting tidak perlu dokumentasi. Pernyataan berikut mengenai standar evaluasi, dimulai dari pernyataan ke 13 (tiga) yang menyatakan setelah pelaksanaan tindakan keperawatan perlu untuk melakukan evaluasi dengan intensitas jawaban sangat setuju sebanyak 52,38% dan jawaban terendah menyatakan tidak setuju sama sekali sebanyak 0%, namun masih ada yang menjawab ragu-ragu 22,22% dan kurang setuju 9,52% dengan alasan evaluasi yang telah dilakukan sering tidak ada implementasi lanjutan. Pernyataan ke 14 (empat belas) mengenai evaluasi dilakukan secara terus menerus jawaban responden menyatakan sangat setuju (33) sebanyak 52.38% dan terendah menjawab tidak setuju sama sekali sebanyak 0, sekitar 20,63% ragu-ragu dan 11,11% kurang setuju dengan alasan evaluasi perlu terus menerus apabila memang kondisi pasien sangat gawat. Pernyataan ke 15 (lima belas) mengenai mengevaluasi praktik keperawatan dengan dibandingkan berdasarkan standard keperawatan jawaban reponden menyatakan sangat setuju (28) sebanyak 44.44% dan terendah menjawab tidak setuju sama sekali sebanyak 0%, namun masih ada sekitar 17,46% yang ragu-ragu dan kurang setuju 14,29% dengan alasan kadang-kadang hasil pembandingan ada perbedaan, namun solusi pemecahan masalah tidak dapat ditindak lanjuti. Pernyataan berikutnya mengenai kedisiplinan dan sikap dimulai dari pernyataan ke 16 (enam belas) yang menyatakan frekuensi pengisian absensi dengan intensitas jawaban sangat sering sebanyak 52,38% dan jawaban yang menyatakan tidak pernah sama sekali sebanyak 0% dan 19,05% menjawab cukup sering, walau kadang-kadang tidak mengisi absensi dan 12,70% menjawab jarang mengisi absensi, alasan

responden karena terlupa. Pernyataan ke 17 (tujuh belas) mengenai frekuensi ketidakhadiran tanpa pemberitahuan (alfa) jawaban responden menyatakan sangat sering (26) sebanyak 41.27% dan yang menjawab tidak pernah sama sekali sebanyak 0%, hal ini terjadi karena tidak ada yang mengantar surat pemberitahuan. Pernyataan ke 18 (delapan belas) yang menyatakan frekuensi izin pribadi dengan intensitas jawaban sangat sering sebanyak 44,44% dan jawaban yang menyatakan tidak pernah sama sekali sebanyak 0%. Hal ini karena ada urusan pribadi yang harus dilakukan pada saat jam kerja. Pernyataan ke 19 (sembilan belas) mengenai frekuensi izin waktu tugas jawaban responden menyatakan sangat sering (21) dan sering (21) sebanyak 33.33% dan yang menjawab tidak pernah sama sekali sebanyak 0%, alasan responden pada waktu bertugas sering ada urusan keluarga. Pernyataan ke 20 (dua puluh) berkaitan pekerjaan sebagai perawat mengharuskan tampil rapi dan lengkap dalam hal atribut di mana responden terbanyak menjawab intensitas sangat setuju sebanyak 47.62% dan terendah tidak setuju samasekali sebanyak 0, namun masih ada yang menjawab ragu-ragu sekitar 26,98% dan kurang setuju sekitar 3,17% dengan alasan kelengkapan atribut kadang-kadang membuat ketidaknyamanan dalam bergerak. Pernyataan ke 21 (dua puluh satu) berkaitan dengan pekerjaan sebagai perawat mengharuskan selalu bersikap baik kepada pasien di mana responden terbanyak menjawab intensitas setuju sebanyak 47.62% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0, sekitar 25,40% ragu-ragu dan 3,17% kurang setuju dengan alasan kadang-kadang perawat juga punya sikap tidak ramah karena sikap pasiennya. Pernyataan ke 22 (dua puluh dua) berkaitan dengan pekerjaan sebagai perawat

menuntut rasa tanggung jawab di mana responden terbanyak menjawab intensitas sangat setuju sebanyak 39.68% dan terendah tidak setuju sama sekali sebanyak 0, serta ada yang menjawab ragu-ragu 25,40% dan 3,17% kurang setuju dengan alasan tanggung jawab merupakan tanggung jawab bersama dengan tim kerja.

4.4. Hasil Pengujian Asumsi Klasik

Dokumen terkait